
Setelah ditinggal Alfa kembali ke sekolah Syabil mulai tidur dan bangun di siang hari, dia langsung mandi dan sholat setelah itu membuat teh hangat untuk menghangatkan badannya. Setelah tidur sakit perutnya karena datang bulan membaik, dia merasa lapar dan langsung masak sekalian untuk makan nanti malam dengan suaminya.
“Sepi gini ya jam segini nggak ada temannya, beda suasananya ketimbang pas hari minggu..” gumam Syabil.
Pukul 3 sore Alfa sudah sampai rumah, ketika masuk rumah dia melihat Syabil sedang duduk di shofa sambil nonton tv. Alfa langsung mengulurkan tangannya ke Syabil dan Syabil langsung menyaliminya.
“Udah enakan perut kamu Bil ?” tanya Alfa sambil mendudukkan dirinya disamping istrinya.
“Alhamdulillah udah mas..”
“Lain kali jangan diulangi lagi, kalau sakit bilang!”
“Iya siap! Maaf tadi nggak bilang, habisnya malu juga..” kata Syabil
“Hmm kamu ini..”
Alfa langsung mengacak rambut Syabil dengan gemas dan langsung membuat Syabil jengkel karena rambutnya jadi berantakan.
“Mas Alfa ih jangan diacak-acak rambutku!”
“Biarin!” jawab Alfa sambil cengengesan.
“Sana ganti baju udah bau keringat gitu..” perintah Syabil.
“Iya iya bawel.. nih aku bagi bau badanku yang kata kamu bau keringat..” Alfa langsung menarik Syabil ke pelukannya, dia niat sekali menjahili Syabil.
Seketika Syabil langsung salah tingkah dan malu,
“Ih mas Alfa ini.. lepasin! udah cepat mandi sana..” Syabil merusaha melepaskan diri dari pelukan Alfa.
Tidak lama Alfa melepaskan pelukannya dan beranjak ke kamar sambil tertawa puas,
“Gimana enak kan bau keringatku ? lha wong masih harum gini dikatain bau..”
Syabil kehabisan kata-kata, dia tidak mau kalah dan langsung mengejar suaminya berniat untuk balas dendam dengan mencubit perut Alfa, tapi telat Alfa sudah mengambil inisiatif mengunci kamar sehingga rencana Syabil gagal.
“Ih Mas Alfa awas ya!”
Dari dalam Alfa tertawa sangat puas, dia berhasil menjahili istrinya itu.
Alfa sedang mandi sedangkan Syabil masih asyik nonton tv, tiba-tiba terdengar bel pintu berbunyi, Syabil segera memakai jilbab nya dan berjalan kearah pintu. Saat membuka pintu dia terkejut ternyata adiknya yaitu Adi datang,
“Assalamu’alaikum mbak..” salam Adi.
“Wa’alaikum salam.. ngapain kamu kesini Di ?” tanya Syabil.
“Persilahkan aku masuk dong, masak disuruh berdiri terus di depan pintu..” celoteh Adi.
Syabil langsung memukul bahu Adiknya itu,
“Yuk masuk..”
Adi hanya cengengesan sambil mengikuti jalan di belakang kakaknya. Syabil mempersilahkan Adi duduk di shofa sedangkan dirinya langsung ke dapur mengambilkan minuman untuk Adi.
“Wah ini ternyata tempat tinggal kalian, aku sering main kesini boleh ya ?”
Syabil tidak menanggapinya, setelah meletakkan minuman di meja depan shofa dia ikut duduk di samping adiknya,
__ADS_1
“Kamu kok bisa tau alamat rumah ini ?” tanya Syabil.
“Dikasih tau mas Alfa..”
“Ada apa kamu kesini tumben ?”
“Katanya Mbak ku ini pingsan tadi di sekolah trus aku berinisiatif jenguk kesini..”
“Dasar kamu ya.. kirain ada apa..”
“Sekalian biar tau rumah kalian sih hehehe... mas Alfa mana ?” tanya Adi.
“Lagi mandi, baru sampai tadi..”
“Ooh...”
Adi dan Syabil bercengkrama, tidak lama Alfa keluar dari kamar mandi dan sudah ganti baju, melihat Adi datang dia langsung ikutan duduk di shofa samping Syabil.
“Kamu udah sampai Di.. nggak pulang dulu tadi ?” tanya Alfa.
“Nggak Mas daripada bolak balik..”
“Mas tadi Adi sampai tau aku pingsan darimana ?” tanya Syabil.
“Tadi waktu istirahat ketemu di koridor trus nyariin kamu ya aku bilangin aja..”
“Oh pantas aja..”
Alfa teringat sesuatu,
“Oh iya Di siapa cewek yang ada di samping kamu tadi ?” tanya Alfa yang penasaran.
“Eh bukan siapa-siapa aku kok, cuman temen aja..”
“Hmm.. masak sih ?”
“Iya Mbak...”
* Kembali saat istirahat pertama di sekolah
Adi sedang berjalan menuju kantin, entah kenapa dia merasa sangat lapar padahal pagi sudah sarapan. Saat melewati kelas kakaknya dia mencoba melirik dan melihat bangku kakaknya kosong, dia jadi bertanya-tanya kemana kakaknya, padahal kedua temannya ada disana.
Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang memanggilnya,
“Adi!”
Otomatis Adi menengok kebelakang dan ternyata yang memanggil adalah Ina.
“Ada apa Na ?” tanya Adi.
“Kamu mau kemana ?”
“Mau ke kantin..”
“Kebetulan aku juga mau kesana, barengan ya..”
__ADS_1
“Iya boleh..”
Mereka berdua jalan beriringan, dari arah depan Alfa melintas dan Adi langsung menyapanya,
“Eh mas Alfa, dari kantin ?” tanya Adi.
“Iya, kamu mau kemana Di ?” tanya Alfa balik.
“Ke kantin Mas, laper hehe.. oh iya tau mbak Syabil nggak ?”
“Tadi sakit terus udah pulang..”
Alfa untungnya tidak keceplosan kalau dia mengantar Syabil pulang karena disitu ada orang lain yaitu Ina. Dia melirik kearah Ina, Ina yang merasa diperhatikan hanya mengangguk dan tersenyum.
“Yaudah sana ke kantin keburu masuk..” kata Alfa kemudian.
“E…Oke deh kak!”
Adi sebenarnya ingin bertanya mengenai keadaan kakaknya yang sakit pada Alfa tapi dia urungkan karena ada Ina disana. Selama jalan ke kantin Ina mengajak bicara Adi membahas pelajaran dan yang lainnya.
“Kok kamu tanya tentang kakak kamu ke ketua OSIS kita ?” tanya Ina penasaran.
“Eh kan dia ketua OSIS pasti tau kejadian di sekolah, lagian dia juga masih saudaraku..” jawab Adi.
“Oh.. aku baru tau kalau kamu ternyata masih saudaraan sama mas Alfa..”
Tidak lama mereka sampai di kantin dan membeli camilan untuk di makan, setelah selesai mereka kembali ke kelas. Selama perjalanan ke kelas banyak mata memperhatikan mereka, ada beberapa cewek yang merasa cemburu melihat Adi dan Ina yang jalan berdampingan. Adi merasa tidak enak karena jadi pusat perhatian dan takut banyak yang salah faham, dia segera mempercepat langkahnya sampai Ina kewalahan untuk mengimbangi.
“Adi kamu jalannya kok cepat sekali kenapa ?” tanya Ina mencoba menyusul langkah Adi.
“Nggak enak dilihat banyak orang Na, aku duluan aja ya…” Adi langsung mempercepat dan meninggalkan Ina yang masih di belakang.
Ina sedikit kecewa padahal dia berniat mendekati Adi tapi orangnya selalu menghindar, meskipun begitu dia masih belum mau menyerah dan terus mengejar Adi.
Kembali saat Adi ada dirumah Alfa dan Syabil, dia menjelaskan kalau dia hanya berteman dengan Ina, dia tidak memberitahu kakaknya kalau Ina pernah menembaknya dan mengajak pacaran tapi dia menolaknya, bisa-bisa dia dimarahin.
“Kamu sekalian makan malam disini aja ya Di..” kata Alfa.
“Oke siap Mas..” dengan senang hati Adi mau, lumayan sekalian dia ingin tau bagaimana hubungan kakaknya dengan Alfa.
“Yaudah mandi dulu sana Di..” perintah Syabil.
“Oke deh, gerah juga ini..”
Alfa menunjukkan kamar mandinya kemudian Adi lekas mandi, sementara Syabil mulai bersih-bersih rumah. Selama di rumah Alfa dan Syabil, Adi sangat senang karena bisa bercengkrama dengan kakaknya lagi, dia juga bisa belajar bersama mereka. Syabil sendiri senang adiknya datang menjenguknya, padahal sakitnya tidak begitu parah, hal itu menandakan kalau adiknya itu sangat perhatian dengannya.
Sekitar jam 7 malam Adi pamit pulang karena sudah malam. Alfa dan Syabil mengantar sampai depan apartemen, tidak lupa mereka titip salam pada Ayah dan Ibu dirumah.
“Salam ke Ayah dan Ibu ya..” ucap Syabil
“Iya mbak, nanti tak sampaikan..”
“Hati-hati di jalan Di, jangan ngebut..” tambah Alfa.
Adi hanya tersenyum mengangguk, setelah salam dia melajukan motornya meninggalkan area apartemen, Alfa dan Syabil pun kembali masuk ke rumah.
__ADS_1
To Be Continue ~