
Keesokan harinya syabil sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan dan masak untuk nanti makan siang, dia kali ini masak agak banyak karena nanti teman-temannya akan datang. Alfa sendiri ikut membantu bersih-bersih seperti menyapu dan mengepel, dia tanpa disuruh sudah dikerjakan sendiri dan itu membuat Syabil senang.
“ada yang bisa aku bantu nggak Bil ?” tanya Alfa menghampiri istrinya di dapur.
“Nggak ada, Mas udah selesai bersih-bersihnya ?” tanya Syabil balik.
“Udah..”
Alfa lalu mengambil air minum dari kulkas dan duduk di meja makan, dia memperhatikan istrinya yang sedang masak dengan intens dan membuat Syabil salah tingkah.
“Mas apaan sih liat-liat, naksir ya ?” canda Syabil.
“Iya!” jawab Alfa spontan, jawaban Alfa sukses membuat Syabil malu dan sekarang pipinya memerah.
Niat bercanda malah kena sendiri, Alfa yang melihatnya langsung tertawa. Dia mendekati dan melingkarkan tangannya di pinggang syabil, diletakkan dagunya di bahu istrinya. Syabil jadi tambah salah tingkah, jantungnya langsung berdegup kencang,
“aduh punya suami gini amat, istrinya lagi masak malah nempel..” batin Syabil.
“Mas ngapain sana nonton tv aja..” pinta syabil, dia mulai merasa geli karena Alfa menempelkan hidung dia di
lehernya.
Alfa tidak merespon, dia malah tambah mendekatkan wajahnya dan mencium sekilas leher jenjang Syabil, dia
sukses membuat Syabil kaget.
“m.. mas alfa ngapain, ini aku lagi motong wortel lho buat sayur sop!” tanya Syabil lagi.
“bentar aja, lagian kamu ngapain rambut di kuncir agak atas gitu, kan jadi keliatan leher kamu..” jawab Alfa dengan suara yang sangat lembut.
“Lho aku lagi masak nanti gerah kalau nggak dikuncir mas.. udah sana nonton tv atau ngapain gitu..” Syabil
berusaha melepas pelukan dari Alfa karena dari tadi detak jantungnya semakin tidak bisa di kontrol.
Alfa tidak menjawab lagi, dia malah mengambil pisau yang dipegang syabil dan diletakkan di tempat alat-alat
dapur, lalu membalik tubuh syabil menghadapnya dan mengangkat Syabil ke meja konter,
“Eh eh mas, mau ngapain!” protes Syabil.
“Bentar aja sayang..”
Alfa lalu mulai mengecup bibir Syabil, dan lama-lama dia mulai menciumnya, syabil awalnya menolak tapi saat
Alfa mulai memperdalam ciumannya dia mulai terlena dan menikmati setiap ciuman dari suaminya, Syabil melingkarkan tangannya di leher Alfa dan dia juga mulai berani membalas, itu membuat Alfa lebih menggebu-gebu sampai Syabil kesusahan bernafas karena belum bisa mengimbangi. Ditepuklah punggung suaminya dan Alfa melepaskan ciumannya, keduanya terengah-engah dan Alfa melanjutkan lagi kali ini dia ciumi leher jenjang istrinya sampai-sampai dia gigit. Syabil langsung mengeluh sakit dan Alfa menghentikan aksinya,
“Maaf sayang..” kata Alfa
“Udah ah mas, nanti masaknya nggak selesai-selesai..” pinta Syabil. Dia harus menghentikannya sebelum Alfa
bertindak lebih lanjut, dia masih ingin memegang teguh permintaan mama mertuanya untuk tidak melakukan hubungan sebelum mau lulus sekolah.
“Iya udah.. nanti malam lagi ya..” goda Alfa sambil tersenyum.
“Ih maunya kamu aja..”
“Lho kamu nggak mau kita ciuman lagi ?”
Syabil tidak menjawab, dia malah tersenyum dan memeluk suaminya, Alfa sendiri tersenyum senang dan membalas pelukan istrinya. Tidak lama Syabil kembali dengan aktivitasnya memasak sedangkan Alfa ke kamar, dia dihubungi Ayahnya untuk mengerjakan sedikit program.
Rencananya Intan dan Ririn akan datang sekitar pukul 09.00 begitu juga dengan Andi. pukul 07.30 Syabil sudah selesai memasak, dia sebenarnya bisa selesai lebih cepat tapi karena tadi diganggu oleh Alfa jadi molor selesainya.
Setelah menatap sarapan di meja makan, dia beranjak ke kamar memanggil suaminya untuk sarapan bersama,
“Mas ayo sarapan dulu..”
“Iya, bentar lagi..” jawab Alfa tanpa berpaling dari komputernya.
“Ayolah, udah siang ini..” rengek Syabil.
Alfa mengalah, dia menyimpan program lalu beranjak menyusul Syabil ke meja makan. Mereka berdua sarapan dengan tenang. Setelahnya Alfa kembali lagi menyelesaikan pekerjaannya sedangkan Syabil pergi mandi karena sebentar lagi tamu mereka akan datang, dia sudah dikabari kalau Intan sudah berangkat.
Di kamar mandi Syabil lupa bawa baju ganti, dia tadi terburu-buru masuk ke kamar mandi. Dia bingung harus
__ADS_1
bagaimana secara dia malu kalau minta tolong suaminya untuk mengambilkan baju ganti di lemari. Akhirnya dia memakai handuk piyamanya yang menutupi semua badannya lalu mengintip dari pintu kamar mandi memastikan suaminya sedang fokus ke laptop, memastikan aman dia berjalan menuju lemari baju nya dan cepat-cepat mengambil setelan lengan panjang, dan saat menutup lemarin dan berbalik dia kaget Alfa sudah ada di depannya dengan gaya santainya.
“Yaampun mas bikin kaget aja!” seru Syabil sambil mengelus dadanya karena kaget.
“kamu ngapain Bil kok pakai piyama gitu ?” tanya Alfa.
“E.. tadi lupa bawa baju mas..” Syabil langsung mencoba berlari dari situ tapi dia kalah cepat, Alfa sudah
menariknya dan menghempaskannya ke tempat tidur.
‘aduh kesalahan bener deh ini tadi’ batin Syabil.
“mas alfa mau ngapain ? aku mau ganti baju nanti keburu temen-temen datang lho!” protes Syabil, dia berusaha bangkit tapi tangan Alfa langsung menghalangi di kedua sisi jadi dia tidak bisa pergi.
“kamu mulai nakal ya keluar dari kamar mandi pakai piyama doang gitu..” bisik Alfa di telinga Syabil.
“Maaf deh, lain kali nggak lagi..” jawab Syabil sambil meminta dilepaskan.
“sudah telat sayang...” Alfa tesenyum licik
Syabil hanya bisa meringis, dia menyesal tidak membawa baju gantinya tadi, sekarang Alfa malah mode on lagi kan dan dia akhirnya hanya bisa pasrah. Alfa langsung menciumi leher istrinya tanpa meminta persetujuan dulu, diciuminya sisi kiri dan kanan tapi dia belum berani sampai turun ke bawah takut istrinya menolak, setelahnya dia ciumi bibir manis istrinya. Syabil merasa harus bertindak sebelum teman-temannya datang, dia menepuk pundak Alfa untuk berhenti.
“mas..mas alfa udah dulu nanti keburu mereka datang..” kata syabil yang masih terengah-engah.
Alfa menuruti, dia mengecup kening Syabil lalu memintanya untuk segera ganti baju di kamar mandi. Syabil
dibantu bangkit dari tempat tidur lalu Alfa kembali ke meja belajar,
“mas Alfa mulai nakal ih!” kata Syabil sambil berjalan pergi.
“Hmm apa Bil, mau lagi ?” Alfa menggoda Syabil lagi.
“Eh eh nggak mas, udah dulu..” Syabil berlari ke kamar mandi, Alfa tertawa melihat tingkah istrinya.
* POV Alfa *
saat dia tengah sibuk mengerjakan program, dari layar komputernya dia bisa melihat Syabil yang celingukan di pintu kamar mandi.
‘yaampun ini anak kenapa cuman pakai piyama aja, nggak tau apa kalau aku ada di sini’
fokus dengan pekerjaan dan tidak memperhatikan belakang.
‘kamu salah Bil, aku tetap bisa melihat dari komputer ku, dasar bikin kegoda aja. Kamu kalau nggak pakai
kerudung trus pakai pakaian gitu bikin aku On tau!’ gumam Alfa dalam hati.
Saat istrinya mengendap-endap ke lemari, dia sudah tidak bisa fokus dengan kerjaannya. Akhirnya dia mengendap sampai di belakang Syabil, saat istrinya berbalik badan, tidak terasa ada rasa aneh di tubuhnya dan membuatnya berdesir. Akhirnya ditariklah Syabil ke tempat tidur karena dia sudah tidak bisa menahan lagi, dia mau menjamah bagian bawah leher istrinya tapi tidak berani. Ketika istrinya memintanya untuk berhenti, dia akhirnya menuruti, lalu meminta istrinya untuk segera ganti baju.
*----*
Kembali saat syabil di kamar mandi untuk ganti baju, dia masih deg-deg an karena sentuhan dari suaminya,
meskipun begitu entah kenapa dia tidak ada keinginan untuk menolak dan malah suka, apa mungkin karena mereka saling mencintai jadi perasaan ingin dan suka disentuh jadi ada.
Terdengar suara pintu di ketuk, Syabil segera mempercepat ganti baju nya dan memakai jilbab di kamar. Rupanya Alfa sudah beranjak membukakan pintu.
“Assalamu’alaikum...” sapa Intan setelah pintu di buka. Terlihat Intan, Ririn dan Andi datang barengan
“Wa’alaikum salam.. ayo ayo masuk!”
Alfa mempersilahkan mereka duduk di shofa,
“Syabil mana Fa ?” tanya Ririn.
“ada habis mandi dia..” jawab Alfa sambil mengambil snack dan minuman yang sudah disiapkan Syabil di counter dapur.
“jam segini baru mandi, habis ngapain dia ?” pancing Andi.
“Hadeh kamu ini Di, dia kan tadi habis masak trus gerah jadinya ya mandi lagi nggak mungkin juga nemuin kalian disini dia belum mandi..” terang Alfa.
“Hahha, canda aja Fa..” Andi cengengesan.
Tidak berselang lama, Syabil keluar dari kamar, dia langsung menyalami teman-temannya, kemudian duduk
__ADS_1
disamping Alfa.
“Mana oleh-oleh kita Bil ?” tanya Intan.
"oh iya bentar aku ambilin..” Syabil mau berdiri tapi dicegah oleh Alfa,
“Biar aku ambilin, kamu duduk aja..” kata Alfa.
Intan, Ririn dan Andi langsung melongo, sejak kapan Alfa jadi romantis gitu. Mereka memperhatikan gerak gerik Alfa tanpa berkedip sama sekali saking kaget dan herannya.Alfa kembali duduk di shofa sambil meletakkan paperbag oleh-oleh diatas meja, merasa diperhatikan dia langsung memandangi Andi, Intan dan Ririn.
“Kenapa kalian ?” tanya Alfa yang heran.
“Kamu beneran Alfa ?” Andi merespon, sementara Syabil menahan tawanya dengan menutup mulut dengan tangan.
“Iyalah, emang Indra!”
“Alfa yang kita kenal bukan seperti ini deh, sejak kapan jadi gini!” sahut Intan.
“Udah udah, monggo dimakan dulu camilannya, oh iya ini aku yang bikin lho kemarin sama Mama mertuaku..” Syabil coba mengalihkan perhatian mereka bertiga.
“Mana Bil, aku cobain enak nggak yaa..” Andi mengambil satu kue dan memakannya,
Mereka bertiga tidak lagi menanyakan tentang sikap Alfa yang ditunjukkan barusan, mereka sibuk nyemil
makanan yang disajikan oleh Syabil. Sambil nyemil mereka ngobrol banyak hal, Rini dan Intan minta diceritakan perjalanan Syabil dan Alfa ke Yogyakarta, mereka sangat tertarik dan ingin sekali jalan-jalan kesana, tapi sayangnya tidak diizinkan oleh orang tua mereka, jadinya mereka hanya jalan-jalan disekitar
kota saja.
Syabil juga menceritakan jika bertemu adik kelas mereka yaitu Ana dan pergi ke beberapa tempat wisata
bersamanya. Alfa malah menceritakan tentang sepupu Ana yang berusaha mendekati Adi, Andi malah penasaran bagaimana wajah Vilia, tapi Alfa bilang jika sebaiknya Andi tidak terlalu kepo dengan Vilia.
“Alah mungkin aja nanti kalau sama aku dia berubah jadi baik kan...” kata Andi dengan percaya diri.
“Alah dianya aja ada di Jogja Di, nggak bakalan ketemu juga kita sama dia haha..” timpal Ririn.
“Iya juga sih, hahaha...”
“Eh tapi bener loh, si Adi sekarang banyak fans nya dari kelas XI dan XII ada semua..” timpal Intan.
Syabil tidak percaya adiknya sepopuler itu, apa karena dia pemain basket jadinya keliatan menonjol dan jadi
idola itu yang dalam pikiran Syabil.
Jam makan siang syabil mengajak teman-temannya makan bersama, dia sudah masak sayur dan lauk.
“Wah enak sekali kamu Fa tiap hari dimasakin sama Syabil..” kata Andi yang mulai iri.
“makanya cepet cari pacar sana biar dibawain bekal kesekolah..” jawab Alfa dengan enteng.
“Wah kamu ya.. eh Tan kamu mau nggak buatin bekal buat aku ?”
“Ha ? nggak salah ? emang aku pacar kamu apa kok minta dibawain bekal ?” jawab Intan dengan ogah-ogahan.
“Kalau kamu mau boleh kok jadi pacar aku, hehe..”
“Nggak ah, makasih!”
“Eit, jangan ngomong gitu nanti lama-lama kamu naksir lho sama aku...” Andi mulai menggombal.
Tanpa berkata lagi Intan langsung menepuk pundak Andi dengan keras sampai dia berteriak kesakitan,
“Wah dasar cewek bar-bar!” Andi masih kesakitan tapi dia tetap tertawa.
Alfa, Syabil dan Ririn tertawa keras melihat tingkah kedua orang itu. Makan siang selesai mereka duduk lesehan didepan tv karena mereka kekenyangan.
“Bil masakan kamu enak, sekali-kali bawain bekal Alfa gih, nanti aku minta hehe..” canda Andi lagi.
“Enak aja kamu, nggak bisa lah!” protes Alfa lagi.
“Udah-udah kalian ini, canda aja kerjaannya, perut aku dari tadi sakit tau gara-gara tertawa terus!” lerai Syabil.
Andi, Ririn dan Intan pulang sekitar jam 3 sore karena cuaca juga mendung takutnya sebentar lagi hujan. Alfa
__ADS_1
dan Syabil mengantar mereka sampai lobby apartemen, setelahnya mereka berdua kembali ke rumah mereka.