
*------*
Halo readers semuanya, mohon maaf akhir-akhir ini jarang update, entah kenapa saya lupa terus mau update dan karena kesibukan, hehe..
karena masih dalam suasana lebaran saya ingin mengucapkan,
Minal Aidin Walfaidzin
Mohon Maaf lahir dan Batin
maaf kalau selama ini Author ada salah baik yg disengaja maupun tidak disengaja.. ^^
*------*
Sesampainya di apartemen Alfa membawakan barang-barang Syabil, apartemen mereka ada dilantai 5. Syabil cukup kagum ketika masuk ruangan, semuanya tertata rapi, space nya juga lumayan dapur, meja makan dan untuk nonton tv di ruangan tengah, ada satu kamar tidur dan kamar mandi. Ini pertama kalinya dia datang kesana.
Alfa meletakkan koper Syabil di kamar, Syabil yang penasaran dengan kamar mereka mengikuti langkah suaminya. Dia terkejut ternyata kamar Alfa sangat rapi, simple dan tidak banyak hiasan.
“Kamu tata dulu barang-barang kamu Bil..” perintah Alfa.
“Iya Mas..” jawab Syabil spontan.
Alfa spontan terkejut dan memandang kearah Syabil dengan tatapan heran,
“Kamu manggil aku apa tadi ?”
“Eh apaan ?” syabil jadi salah tingkah.
“Itu tadi barusan.. coba ulangi..” pinta Alfa.
“Hmm.. iya mas Alfa !” kata Syabil kemudian.
Otomatis Alfa tersenyum mendengar Syabil memanggilnya dengan embel-embel ‘Mas’, wajahnya terlihat senang.
Malam harinya setelah sholat maghrib Alfa mengajak Syabil ke supermarket untuk belanja kebutuhan mereka sehari-hari, rencananya mereka ke supermarket dekat apartemen mereka.
__ADS_1
Alfa membawakan trolli belanja sedangkan syabil berjalan disampingnya melihat barang-barang apa saja yang akan mereka beli. Pertama mereka pergi ke bagian sayur dan buah-buahan, lalu ke bumbu-bumbu, roti, kebutuhan kamar mandi, dan masih banyak lagi.
“Nggak perlu sungkan mau beli Bila.. kamu ambil aja yang ingin kamu beli..” kata Alfa setelah melihat syabil seperti menahan diri ketika mau beli barang.
“tapi nanti kalau kurang gimana uangnya ?”
“Insyaallah nggak.. udah tenang aja..” kata Alfa meyakinkan
Syabil tau Alfa orangnya sering membantu Papanya bekerja dan dia suka menabung jadi tidak pernah kekurangan uang. Tapi bagi syabil dia tidak mau membuang-buang uang jika tidak perlu.
“Mas kamu pengen beli apa ?” tanya Syabil.
“Hmm apa ya.. nanti deh kebutuhan sehari-hari dulu dicukupin..”
Sambil memilih barang mereka juga berdiskusi ketika mau membeli barang seperti ketika mau beli roti, Alfa meminta Syabil untuk membeli beberapa bungkus Roti sekalian, tapi syabil hanya membeli 2 bungkus roti takut mubazir juga karena ada kadaluarsa yang tidak lama.
Syabil dan Alfa masih berjalan seperti biasa tidak bergandengan tangan karena mereka masih canggung, terutama Syabil. Meskipun dia ada disamping Alfa tapi dia tetap menjaga jarak.
Tanpa mereka sadari banyak orang yang memperhatikan, mereka heran dengan Alfa dan Syabil yang belanja berdua, dua orang yang masih sekolah belanja kebutuhan harian berdua yang cewek menggunakan jilbab pula.
“Mas yuk balik… udah semua kan ?” ajak Syabil
“Kenapa buru-buru sih Bil ? udah cukup kah ?” tanya Alfa dengan santai.
“Udah yuk buruan ke kasir..”
“Hm.. iya deh..”
Alfa akhirnya mengalah dan mengikuti langkah Syabil ke kasir sambil mendorong trolli. Lagi-lagi orang-orang yang sedang mengantri dikasir memperhatikan mereka berdua, Alfa yang sadar Syabil mulai tidak nyaman mengambil inisiatif pergi.
“Bil aku tunggu di tempat duduk depan kasir aja ya, nanti kalau udah giliran kamu aku samperin..” kata Syabil.
“Oke deh..”
Setelah menunggu beberapa menit giliran Syabil dan Alfa datang mendampinginya untuk membayar. Mbak-mbak kasir yang melihat Alfa datang sedikit terpesona karena wajah tampannya, maklum turunan dari Rian. Dia senyum sendiri melihat Alfa, Syabil yang melihatnya terlihat tidak senang, bagaimanapun Alfa suaminya.
__ADS_1
“Totalnya 250 ribu kak..” kata mbak kasir.
“Ini Mbak..” Alfa memberikan beberapa lembar uang.
“Mas sama Mbak nya ini kakak adik ya ?” tanya mbak nya yang kepo.
“Bukan mbak..” jawab Alfa.
“Oh.. pacar ?” tanya mbak nya lagi.
Alfa dan Syabil hanya saling pandang dan tidak menjawab malah tersenyum dan langsung pergi. Di jalan menuju parkiran Alfa teringat jika mereka belum makan,
“Bil mau makan apa ?” tanya Alfa.
“Aku ngikut deh..”
“Jangan gitu dong, ayo apa ?” tanya Alfa lagi.
“Aku ngikut aja yang penting enak..”
Alfa menghela nafas, mereka akhirnya pergi ke restoran fast food yang masih di kawasan supermarket itu karena tidak tau harus kemana lagi. Sambil makan mereka berbincang bincang, Syabil membahas pembicaraan orang di supermarket tadi,
“Mas tau nggak tadi di supermarket orang-orang ngomongin kita..” kata Syabil.
“Hm biarin aja.. nggak usah di dengerin..”
“Tapi nggak enak aja gitu..”
“ngapain dipikirin toh kita nggak kenal mereka..” jawab Alfa dengan santai.
“Hm, gitu ya..”
Syabil mulai malas, dia tau memang sebaiknya nggak diambil pusing tapi mau tidak mau dia pasti kepikiran karena memang gitu sifatnya.
Setelah selesai makan mereka kembali ke apartemen, waktu juga sudah menunjukkan pukul 20.00. sampai di rumah mereka langsung sholat lalu menata belanjaan mereka. Karena sudah capek mereka langsung tidur. Syabil yang aslinya masih malu jika tidur dengan Alfa mulai mencoba membiasakan diri bahkan melepas jilbabnya ketika mau tidur. Alfa yang melihat rambut Syabil pertama kalinya langsung diam, rambut hitam lurus yang terurai. Karena malu Syabil langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Alfa dan tidur. Alfa juga langsung tidur. Pukul 03.00
__ADS_1
Syabil membuka mata, dia langsung kaget karena sekarang posisi tidur menghadap kearah Alfa serta tangan suaminya sudah melingkari badannya. ‘Aduh kok bisa gini sih!’ batin Syabil.