
Alfa melangkah keluar apartemen dengan perasaan gugup, dia sendiri tidak menyangka melakukan itu. Apa yang dilakukannya tadi spontan terfikirkan karena merasa senang Syabil sudah membuatkannya sarapan walaupun masih pagi buta.
Sampai depan apartemen dia menemukan Papanya sudah menunggu di dalam mobil. Mereka ke jogja dengan mengendarai mobil pribadi sehingga bisa sampai disana lebih cepat. Rian yang melihat anaknya berjalan sambil senyum-senyum sendiri jadi penasaran apa yang sebenarnya terjadi,
“Kenapa kamu senyum-senyum gitu Fa ?” tanya Rian setelah Alfa masuk mobil.
“Eh nggak apa-apa kok Pa..” jawab Alfa masih dengan tersenyum sendiri.
“Hmm.. pasti ada apa-apa ini, mantu kesayangan Papa mana ?”
“Di dalam.. nggak aku bolehin keluar nanti masuk angin..” jawab Alfa.
“Duh perhatian banget anak papa ini sama istrinya..” goda Rian kemudian.
“Apaan sih Pa.. yuk berangkat keburu telat nanti.” Alfa mencoba mengalihkan perhatian, dia tidak mau jadi bahan godaan Papanya.
Selama dijalan Alfa dan Papanya banyak berbincang-bincang tentang kerjaan, Sedikit demi sedikit Alfa mulai faham tentang dunia kerja dari Papanya, dia pernah mendengar cerita dari Papanya jika dulu waktu kuliah sudah pernah keluar kota dan mengisi beberapa acara seminar, dan setelah itu ikut mengelola perusahaan keluarga hingga bisa
sukses sampai sekarang.
“Oh iya kamu udah sarapan Fa ?” tanya Irfan.
“Udah Pa.. disiapin sama Syabil..” jawab Alfa dengan santai.
“Ehm enaknya udah disiapin sarapannya sekarang.. Papa tadi juga sudah dimasakin sama Mama..”timpal Rian yang tidak mau kalah.
Alfa hanya tersenyum tipis dan fokus ke depan, dia tau Papanya sangat suka menggodanya dari dulu. Mungkin memang sudah jadi sifatnya seperti itu.
Kembali saat Alfa berangkat Syabil langsung pergi ke kamar dan membenamkan wajahnya dibawah bantal, dia tidak bisa mengontrol ekspresi wajahnya yang tidak berhenti tersenyum, jantungnya juga berdebar terus mengingat Alfa yang mencium keningnya barusan. Padahal Alfa sudah pernah melakukannya saat akad tapi entah kenapa bagi Syabil kali ini sangat berbeda.
Untuk mengalihkan perhatian Syabil segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, sebelumnya dia mencuci piring terlebih dahulu dan membersihkan ruang makan dan nonton tvsupaya nanti saat pulang sudah tidak repot untuk membersihkannya lagi.
Hari itu Syabil mengendarai motor sendiri, biasanya dia selalu dibonceng sama Alfa. Sampai di parkiran sekolah, ada beberapa siswi yang merupakan fans Alfa langsung menghampiri Syabil,
“Hei ini kan motor Alfa kok bisa kamu yang pakai ?” tanya salah satu siswi, anggap aja siswi A.
“Oh aku pinjem, motor aku mogok..” jawab Syabil beralasan.
“Kok bisa dia minjemin ke kamu ?”
Belum sempat Syabil menjawab ada salah satu dari mereka ikut menimpali pertanyaan dari temannya.
“Kamu gimana sih, lupa ya kalau dia ini masih saudaranya Alfa!”
“Oh iya benar juga, jadi wajar aja sih..” gumam siswi A.
Syabil hanya diam, dia berpikir sepertinya tidak perlu menjawab lagi karena mereka sendiri sudah punya jawabannya.
“Udah kan urusannya ? aku mau ke kelas..” pamit Syabil.
“Oh iya, tapi inget ya jangan sekali-kali kamu deketin Alfa!” siswi A memberi peringatan pada Syabil.
__ADS_1
Syabil hanya membalas dengan anggukan dan segera pergi dari sana, ‘gimana mau nggak dekat kan aku istrinya..’ gumam Syabil.
Dikelas Intan memastikan lagi kalau mereka dibolehkan menginap di rumah Syabil dan Alfa,
“Bil beneran boleh ya kita nginap di rumah kalian ?” tanya Intan.
“Iya, orang nya sendiri kok yang bilang..”
“Yaudah deh, nanti pulang ke rumah dulu ambil baju ganti trus ke rumah kamu..” lanjut Intan.
“Oke aku tunggu dirumah nanti..”
“Jangan lupa nanti share lokasi kamu ke kita..” tambah Riri.
Jam sekolah berakhir Syabil, Intan dan Riri segera pulang ke rumah masing-masing. Di rumah syabil membuat beberapa camilan untuk kedua sahabatnya yang akan menginap dan sambil menunggu mereka datang.
Setelah maghrib Riri dan Intan tiba, mereka sudah diberitahu alamat rumah Syabil sebelumnya. Sampai di dalam dia heboh sendiri karena ruangannya sangat rapi dan tidak banyak perabotan.
“Wah ini ternyata rumah kalian.. jadi iri nih..” kata Intan.
“Iya rapi banget..” timpal Riri.
“Hehe udah kayak gini dari aku pindah kesini..” jawab Syabil.
“Hee.. rapi juga ternyata pak ketos kita..” puji Intan.
Syabil mengajak kedua sahabatnya makan malam bersama setelah itu belajar. Syabil beruntung ada mereka yang menemani kalau tidak dia akan menghabiskan waktu sendirian dirumah. Malam itu mereka menghabiskan waktu bercengkrama dan saling curhat, tapi Syabil tidak mau curhat perihal masalah rumah tangganya karena tidak baik juga jika membicarakan masalah rumah tangga pada orang lain. Biarlah dia dan Alfa sendiri yang tau.
Saat Syabil dan kedua sahabatnya sibuk curhat tiba-tiba Hp Syabil berdering, ternyata Alfa menelfon,
“Duh baru tadi pagi udah kangen aja si Alfa…” canda Intan.
Syabil hanya tersenyum malu dan pergi ke kamar, takut Intan dan Riri mendengar percakapannya dengan Alfa.
“Halo Assalamu’alaikum…” salam Alfa dari sebrang telfon.
“Wa’alaikum salam..” jawab Syabil.
“Gimana disana Intan dan Riri jadi menginap ?” tanya Alfa.
“Jadi, mereka lagi nonton tv sekarang..”
“Oh yaudah, nggak ada apa-apa kan disana ?”
“Nggak, aman kok.. kamu disana gimana Mas ?”
“Alhamdulillah lancar, ini lagi istirahat di hotel..”
“Ehm dasar bikin pengen aja kamu Fa, Papa telfon Mama juga deh..” sahut Rian
Syabil yang mendengarnya langsung tertawa kecil, ada-ada aja Papa mertuanya itu. Alfa juga ikutan tersenyum malu karena ketahuan menelfon Syabil.
__ADS_1
“yaudah kamu hati-hati disana.. jangan lupa istirahat udah malem ini..” pesan Alfa.
“Iya kamu juga Mas..”
Setelah mengucapkan salam Alfa menutup panggilannya, Syabil juga kembali bergabung dengan Intan dan Riri.
“Bilang apa Alfa tadi ?” tanya Intan.
“Em nggak bilang apa-apa, cuman memastikan aja kalau kalian jadi menginap disini..” jawab Syabil.
“Oh gitu..”
Malam itu Syabil, Intan dan Riri tidur di depan TV dengan menggelar kasur, Syabil sudah mengajak mereka tidur di kamar tapi keduanya tidak mau karena merasa malu juga, itu kamar Alfa dan Syabil.
Dua hari kemudian Alfa pulang, dia sampai rumah sore hari.
“Assalamu’alaikum..” kata Alfa sambil menutup pintu.
“Wa’alaikum salam..” jawab Syabil.
Dia buru-buru menghampiri Alfa dan menyalimi tangan suaminya. Alfa langsung menghempaskan tubuhnya di shofa karena capek di perjalanan.
“Cuci tangan sama kaki dulu sana Mas!” perintah Syabil.
“Hmm..”
Alfa dengan malas pergi ke kamar mandi sekalian dia mandi. Syabil masuk ke kamar menyiapkan baju ganti Alfa, setelah itu ke dapur untuk masak makan malam mereka. Setelah makan malam mereka bersantai sambil nonton tv, Alfa teringat sesuatu dan langsung mengambil kopernya.
“Ini buat kamu..” kata Alfa sambil memberikan bungkusan kue khas jogja dan marchandise gantungan kunci sepasang, yang satu buat Alfa yang satu buat Syabil.
“Wah tumben nih.. makasih banyak.. hehe..”
“Sama-sama.. kebetulan Papa ngajak mampir di toko oleh-oleh..”
“Ini apa ?” tanya Syabil setelah melihat satu kotak kadolagi.
“Oh itu baju batik sama gamis batik buat kita..” jawab Alfa.
“Ceritanya sarimbitan nih ?” tanya Syabil sambil tersenyum.
“Iya jaga-jaga kalau ada acara penting..” jawab Alfa sambil tersenyum.
“Hehe makasih ya Mas..” ucap Syabil
“Iya sama-sama..” Alfa ikut tersenyum senang melihat istrinya sendang menerima hadiah darinya.
Syabil sangat senang ternyata Alfa bisa membelikan oleh-oleh untuknya, sebelumnya tidak terfikirkan sama sekali. Dia jadi ingat waktu di kantin tempo hari yang temannya menggoda Alfa supaya membelikan oleh-oleh sepulang dari luar kota, ternyata Alfa menganggapnya serius.
Malam itu setelah makan malam dan Sholat Isya’ Alfa segera tidur karena masih capek setelah perjalanan yang melelahkan. Sementara Syabil duduk di kursi meja belajar karena masih harus belajar untuk pelajaran besok.
“Bil aku tidur dulu, kamu jangan tidur malam-malam..” pesan Alfa sambil mengusap rambut Syabil lalu berjalan ke tempat tidur.
__ADS_1
“Iya Mas..” jawab Syabil.
**To be continue..