Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 58 - Skors!


__ADS_3

Syabil sudah selesai ganti seragam dan dia sekarang memakai seragam olahraga, raut wajahnya sudah tidak seperti tadi, dia sekarang sudah bisa lebih tenang. Intan dan Ririn setia menunggu di emperan musholla, melihat kedatangan Syabil mereka langsung mendekati,


"Gimana Bil kamu udah enakan ?" tanya Ririn.


"Iya, makasih ya.." jawab Syabil singkat.


"Yaudah yuk kita temenin ke ruang BK.." ucap Intan.


"Yuk, tapi mampir dulu ke kelas ya.. aku mau naruh baju kotor ini.." jawab Syabil.


ketiga sahabat itu jalan beriringan menuju ruang BK, di depan ruangan sudah terlihat Andi dan kemungkinan Alfa sudah masuk. Intan dan Ririn ikut menunggu diluar ruangan bersama Andi.


“Yang tenang Bil..” kata Andi.


Syabil mengangguk dan langsung masuk ke ruang BK, disana sudah ada Alfa, Linda dan kedua temannya dan pak Herman selaku guru BK. Syabil duduk disamping Alfa karena tinggal satu kursi kosong disana. Posisi syabil berhadapan dengan Linda,Reren dan Ika. Mereka bertiga tampak menunduk tapi Linda sama sekali tidak ada raut penyesalan atau sedih.


“Karena Syabil sudah datang, langsung saja bapak tanya apa yang sebenarnya terjadi pada kalian ? syabil coba


jelaskan.."


Syabil menghela nafas sejenak kemudian dia jelaskan awal mula saat masuk toilet sampai ketika Linda menghadangnya dan menyiramnya dengan air keruh. Sambil mendengar penjelasan Syabil tangan Alfa mengepal, dia memandang kearah tiga orang yang ada didepannya dengan tatapan tajam, Reren dan Ika yang tidak sengaja melihatnya langsung tertunduk tidak berani menatap lagi.


“Baiklah bapak sudah faham, lalu Linda kenapa kamu melakukan hal itu ? apa karena Alfa ?” tanya pak Herman


langsung.


“Saya tidak suka pak Alfa jadian dengan Syabil, dia cuman cewek yang biasa-biasa saja nggak ada istimewanya..” jawab Linda dengan nada mengejek.


“Lalu kalian berdua bagaimana ?” tanya pak Herman pada Ika dan Reren.


“Kita mengikuti arahan dari Linda pak.. kita juga nggak suka melihat Alfa dan Syabil jadian..” jawab Reren dengan


nada lesu.


“Hmm.. kalian ini, kalian tau tindakan kalian ini sama saja membuat kegaduhan di sekolah dan mengganggu ketertiban! Lihat siswa yang lain jadi gaduh kan!” terang pak Herman dengan sedikit meninggikan suaranya. Linda dan kedua temannya diam saja tidak menjawab.


“Yaudah kalian harus janji tidak akan mengulanginya lagi dan minta maaf pada Syabil!” perintah pak Herman.


Linda langsung protes, gengsi sekali kalau dia harus meminta maaf pada Syabil.


“Linda, kamu itu anggota OSIS harus kasih contoh yang baik!” desak pak Herman lagi.


Linda masih bergeming, Alfa yang sudah gregetan langsung buka suara.


“Pak saya mau bicara..” kata Alfa dengan wajah datar.


“Silahkan Alfa, mau bicara apa ?”


“Jadi begini pak sebelum ada kejadian ini Linda dan kedua temannya sudah dua kali membuat masalah..”


Linda dan kedua temannya langsung kaget, mereka mulai takut. Pak Herman tetap menunggu penjelasan Alfa.


“Yang pertama Reren dan Ika mengunci Syabil di gudang, yang kedua Linda menyiram Syabil di toilet beberapa


hari yang lalu sampai Syabil sakit.” Terang Alfa dengan santai.


“Fa kamu jangan asal tuduh dong, kita nggak ngelakuin itu kok!” protes Linda.


“Oh ya ? aku ada buktinya kok..” jawab Alfa sambil menunjukkan hp dengan mimik muka sinis.


Linda langsung terdiam, padahal dia sudah datang ke ruang cctv dan katanya cctv di depan toilet lagi rusak, tapi kenapa saat itu Alfa punya rekamannya.


Alfa memutar 2 video rekaman cctv ke pak Herman, beliau melihat dengan teliti. Syabil tetap diam dan tidak bersuara, dia merasa tidak ada yang perlu dikatakan karena bukti yang ada sudah ditunjukkan pada pak Herman.

__ADS_1


“Linda! Bapak tidak menyangka ya kamu seperti ini hanya karena cowok! Bapak akan panggil orang tua kamu supaya besok datang ke sekolah, dan juga Alfa serta Syabil..” terang pak Herman


“Pak tolong jangan panggil orang tua saya! Saya janji tidak akan mengulanginya lagi..” pinta Linda.


“Tidak bisa, orang tua kamu harus tau akan hal ini! Untuk Reren dan Ika kalian bapak beri hukuman bersihkan


toilet siswa selama 3 hari!”


Linda tambah kesal, dia tidak menyangka jika orang tuanya harus datang ke sekolah karena ini, sedangkan Reren dan Ika hanya bisa pasrah, mereka sudah tau konsekuensinya dan menerima hukuman dari pak Herman. Alfa tertawa sinis melihat mereka bertiga.


“Sekarang kalian semua bisa kembali ke kelas, besok pagi jam 8 harus datang ke ruang ini lagi!” perintah pak Herman.


“Baik pak!” jawab Alfa dan Syabil.


Semuanya keluar ruangan, saat Linda, Ika dan Reren sampai depan ruangan mereka berpapasan dengan Andi, Ririn dan Intan.


“Awas ya Lin kalau kamu berani macam-macam lagi! Kamu juga Ren,Ka!” ancam Intan.


Linda tidak merespon dan langsung pergi diikuti Ika dan Reren, sementara saat Syabil keluar Intan dan Ririn


langsung menghampirinya,


“Gimana Bil kata pak Herman ?” tanya Ririn.


“Besok orang tua kita dan Linda disuruh dateng ke sekolah, sementara Ika dan Reren dikasih hukuman bersihin


toilet selama 3 hari..” kali ini Alfa yang menjawab.


“Huh bener tuh orang tuanya harus tau anaknya kayak gimana disekolah, biar kapok!” kata Intan dengan emosi.


“Kok jadi kamu yang emosi Tan ?” canda Andi.


“Habisnya gemes banget sih sama itu orang!”


“Udah-udah yuk balik ke kelas...” ajak Syabil.


Saat sampai di depan kelas Syabil, Alfa menarik tangan istrinya supaya berhenti. Syabil memandang Alfa dengan penuh tanda tanya,


“Kamu udah nggak apa-apa ?” tanya Alfa.


Syabil tersenyum dan mengangguk.


“Nggak apa-apa mas, tadi waktu di ruangan BK kamu udah ikut bela aku dan nunjukin bukti-bukti kejadian kemarin membuat aku senang..” jawab Syabil.


Alfa tersenyum, dia memegang kepala Syabil,


“Kalau ada apa-apa langsung ngomong, kalau ada yang berani nertawain kamu langsung bilang aku biar aku hajar dia..” kata Alfa.


“Iih jangan dong mas.. kasihan orangnya, yaudah aku masuk ke kelas dulu ya.. kamu juga cepat kembali ke kelas..” kata Syabil.


Alfa mengangguk, dia beranja pergi setelah Syabil masuk kelas dan memastikan istrinya baik-baik saja. Di kelas


Syabil Reren dan Ika yang sudah masuk duluan terdiam di bangku, Intan berinisiatif pergi ke bangku mereka dan mengintrogasi.


“Hei Ren, Ka! Kalian temen sekelas sama Syabil kok tega sih ngelakuin hal tadi ke dia ?” tanya Intan.


“Bukan urusan kamu..” jawab Reren datar.


“Hallo.. syabil sahabat aku dan aku nggak terima sahabatku dibully sama kalian! Denger ya, kalau sekali lagi kalian macam-macam liat aja kalian bakal menyesal sampai nanti lulus!” gretak Intan.


Reren dan Ika yang digretak langsung memandang kearah Intan dengan tatapan benci. Semua siswa dikelas yang dari tadi menyimak ikutan tidak suka juga, karena Reren dan Ika merusak ketentraman di kelas.


Sementara Syabil hanya diam, dia sudah tidak mau bicara dengan Reren dan Ika karena sudah benci dan tidak mau tau lagi tentang mereka. Ririn yang dari tadi duduk disamping Syabil tersenyum sendiri,

__ADS_1


“Gila si Intan keren banget dia haha! Jarang-jarang dia kayak gini..” puji Ririn pada sahabatnya itu.


Setelah puas meluapkan emosinya Intan kembali ke tempat duduknya karena guru sebentar lagi datang untuk pelajaran selanjutnya.


Malam hari di apartemen Alfa dan Syabil secara gantian mendapatkan telfon dari mama mereka perihal  undangan untuk datang ke sekolah. Syabil dan Alfa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, dan mama mereka faham. Akhirnya diputuskan kalau kedua mama akan datang. Alfa dan Syabil juga mewanti-wanti supaya mama mereka tidak keceplosan tentang pernikahan keduanya.


Keesokan harinya Alfa dan Syabil menunggu kedatangan mama mereka di lobby sekolah, tidak lama datanglah Mama Fira dan mama Icha. Alfa dan Syabil bergantian menyalimi mama mereka.


“Bila.. kamu nggak apa-apa kan nak ?” tanya mamanya Alfa yaitu Fira.


“Nggak apa-apa Ma..” jawab Syabil dengan tersenyum.


“Syabil keren banget kemarin Ma pas lagi ngamuk..,” kata Alfa sambil tertawa.


“Kamu sih Fa, jagain Syabil kok nggak bener sih!”


“Lho Ma.. Alfa udah bener kok jagainnya..” protes Alfa.


“Alah...Alah...”


Fira dan Icha tertawa mendengar protes Alfa. Lalu Alfa menunjukkan ruangan BK pada Mama Fira dan Icha. Sampai diruangan sudah ada Linda dan Mamanya. Syabil melihat sekilas Mamanya Linda tampak tenang dan bukan tipe orang yang sombong, tapi kenapa anaknya malah beda.


Pak Herman mempersilahkan orang tua Syabil dan Alfa duduk, lalu mereka membahas tiga kejadian kemarin yang dilakukan oleh Linda pada Syabil. pak Herman berharap para orang tua bisa mengawasi anak-anaknya lagi dan tidak terjadi lagi hal yang sama.


Mamanya Linda meminta maaf pada guru dan Syabil atas kelakuan anaknya,


“Ma! Kok mama minta maaf sih!” protes Linda.


“Linda! Apa mama pernah mengajari kamu seperti itu! Kamu belajar dari mana sih! Kalau disekolah belajar yang


benar.. jangan mementingkan cowok mulu!” kata mama Linda dengan nada tinggi.


Linda terdiam, dia tidak bisa membalas ucapan mamanya lagi.


“Pak Herman kalau boleh saya ngomong saya selaku Orang tuanya Alfa tidak membatasi anak saya bergaul dan


berhubungan dengan siapapun, tapi melihat hal seperti ini ada orang lain yang mengklaim anak saya menjadi miliknya padahal dia tidak ada hubungan dengan anak saya, saya jadi tidak suka!” tegas Mama Fira.


Linda tambah terdiam, belum berhasil mendekati anaknya sekarang orang tuanya sudah menolak telak, itu yang dipikirkan oleh Linda.


“Saya sebagai Mamanya Syabil tidak terima pak anak saya di bully, saya minta pak Herman dan pihak sekolah


memberi sanksi pada pelaku supaya tidak terulang lagi hal seperti ini!” timpal Mama Icha.


“Baik bu, pasti kami akan memberikan sanksi, ibu tenang saja..”


Mama Fira dan Icha tersenyum mendengar jawaban pak Herman. Alfa dan Syabil yang dari tadi diam saling pandang, mereka tidak menyangka Mama mereka sangat ngeri saat itu, tidak seperti biasanya.


Pertemuan dengan orang tua selesai dengan hasil Linda diberi sanksi skors selama 1 minggu dan menandatangai surat perjanjian jika tidak akan membuat kegaduhan di sekolah, tidak hanya itu dia dikeluarkan sebagai anggota OSIS.


Kejadian itu membuat Linda menyesal karena sekarang image nya di semua siswa, anggota OSIS dan terutama


Alfa menjadi jelek, meskipun begitu dia tetap membenci Syabil.


“Yaudah Mama pulang dulu ya.. kalian hati-hati..” ucap Mama Fira.


“Iya Ma, hati-hati.. ini kalian pulang berdua ?” tanya Alfa.


“Iya sekalian Mama mau refreshing bareng, udah lama nggak keluar bareng juga...” jawab mama Fira lagi.


“Yaudah hati-hati Ma..” ucap Alfa.


Setelah kepergian Mama mereka Alfa dan Syabil berjalan ke kelas masing-masing dengan perasaan tenang  karena masalah sudah selesai.

__ADS_1


--****---


Hallo readers jangan lupa dukung karya author dengan like, komen dan vote yaa.. semoga karya author bisa menghibur readers semuaa..terimakasih ^^


__ADS_2