
Hari sabtu Alfa mengajak Syabil berkunjung ke rumah orang tuanya, sebenarnya mereka mau ke rumah orang tuanya Syabil tapi karena sedang diluar kota akhirnya mereka ke rumah orang tua Alfa. Pagi-pagi setelah sarapan mereka segera berangkat.
Perjalanan kerumah orang tua Alfa memakan waktu 20 menit belum jika jalanan macet. Syabil teringat dia belum beli oleh-oleh untuk mertuanya,
“Mas aku lupa belum beli sesuatu buat Mama dan Papa, enaknya beli apa ya ?” tanya Syabil.
“Beli roti kukus Pahlawan aja deh, gimana ?”
“Nggak apa-apa cuman itu aja ?” tanya Syabil memastikan.
“Iya yang mudah di dapat aja, lagian Ari pasti suka..”
“Yaudah deh aku ngikut..”
Mereka mampir sebentar ke toko oleh-oleh untuk membeli roti kukus untuk orang tua mereka, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan. Sampai disana mereka sudah disambut oleh Rian dan Fira.
“Assalamu’alaikum…” sapai Alfa dan Syabil ketika sampai depan pintu.
“Wa’alaikum salam.. masuk nak!” sahut Rian dari ruang tamu.
Alfa dan Syabil masuk rumah, disana sudah ada Rian, Fira dan Ari sedang bersantai sambil nonton tv.
“Wah manten anyar.. akhirnya kesini juga..” canda Fira.
“Hehe apa kabar Ma ?” tanya Syabil sambil mencium tangan Mama mertuanya.
“Baik Nak.. kalian nginep sini kan ?”
“Iya Ma.. lagian weekend juga..” jawab Alfa.
Alfa menuju kamarnya untuk meletakkan tas ransel yang berisi pakaiannya Syabil karena mereka akan menginap disana.
“Gimana Alfa nggak macem-macem kan ?” tanya Rian.
“Enggak kok Pa hehe..” jawab Syabil sambil tersenyum.
“Alhamdulillah.. takutnya dia kasar atau bikin kamu nangis.. kalau sampai itu terjadi ngomong sama Papa biar nanti papa kasih pelajaran dia..” pesan Rian pada mantunya.
“Siap Pa!” jawab Syabil bersemangat.
__ADS_1
Saat mereka berbincang-bincang, si kecil Ari yang dipangkuan Fira memandang kearah Syabil tanpa berkedip, dibatinnya dia masih belum mengenal lebih dekat dengan Syabil. Syabil yang merasa diperhatikan langsung mendekatinya,
“Halo Ari, mau main sama Mbak ?” tanya Syabil sambil mengulurkan kedua tangannya dan tersenyum manis.
Ari terlihat masih enggan, dia masih memperhatikan dengan seksama perempuan di depannya,
“Ari jangan takut, ini Mbak Syabil dia udah jadi kakak kamu..” terang Mama Fira.
Ari kemudian turun dari pangkuan Mamanya dan mendekati Syabil sedikit demi sedikit sampai dia duduk di pangkuannya. Syabil begitu senang, pipi gembul Ari membuatnya ingin mencubitnya.
Meskipun Ari mau di pangku oleh Syabil tapi dia masih diam dan canggung, akhirnya dia sibuk bermain mobil-mobilan yang dipegangnya dari tadi. Sementara Syabil masih merangkulnya dan berbincang-bincang dengan mertuanya, tak lama Alfa datang dan duduk di samping Syabil, dia melihat Ari yang dipangku Syabil heran sendiri biasanya adiknya itu tidak cepat akrab dengan orang lain.
“Tumben nih anak cepet akrabnya..” kata Alfa.
“Iya biasanya nggak langsung, mungkin karena Syabil cantik nih..” canda Rian.
“Wah harus hati-hati kamu Fa, bisa kalah saingan..” tambah Fira.
“Ih awas aja masih kecil udah berani-berani..” ancam Alfa pada adiknya
Ari yang masih belum faham maksud perkataan Mas nya hanya bengong dan cuek, Syabil tersenyum geli mendengar perkataan Alfa.
Sampai di kamar dia melihat sekeliling tidak berbeda jauh dengan kamarnya di apartemen, tidak banyak barang-barang, cocok untuk orang yang minimalis dan simple. Tempat tidur sudah melambai-lambai, Syabil segera berbaring di tempat tidur, entah kenapa dia ngantuk sekali hari itu, mungkin karena dia semalam begadang nonton drama kesukaannya sampai larut malam.
Sementara itu di ruang keluarga Ari yang mulai ngantuk mengajak Mamanya tidur, sekarang tinggal Alfa dan papanya nonton tv bersama,
“Gimana kamu sama Syabil sekarang ?” tanya Rian
“Baik Pa.. kemarin baru berantem sih..”
“Ha ? berantem kenapa ?” tanya Rian yang penasaran.
“Cuman salah faham kok Pa.. masalah di sekolah..”
“Hm kamu ini, sama istri sendiri jangan kaku.. Papa tau kalian merahasiakan dari orang sekolah tapi ya jangan sampai bikin Syabil sedih..” pesan sang Papa.
“Iya Pa, Alfa tau kok..”
“Oh iya nanti malam Papa kirimkan tugas yang harus kamu kerjakan..”
__ADS_1
“Baik Pa.. kapan deadlinenya ?” tanya Alfa.
“Satu minggu lagi terus kamu ikut Papa keluar kota ada pertemuan dengan Klien kita..”
“Siap Pa..”
Alfa sudah mulai membantu Papanya mengelola perusahaan keluarga Papanya yang sudah mempunyai banyak client yang tersebar di berbagai kota, tidak jarang Rian memberi tugas Alfa sehingga dia bisa belajar mengelola perusahaan dari rumah. Alfa suka ngoding, bakatnya menurun dari Rian dan Fira.
Setelah selesai berbincang dengan Papanya Alfa beranjak ke kamar untuk tidur siang, di kamar dia melihat Syabil sudah pulas dan langsung ikut tidur disampingnya. Pukul dua siang Syabil bangun, dia teringat belum sholat Dhuhur dan segera membangunkan Alfa untuk Sholat.
“Mas, Mas Alfa bangun..” Syabil menggoyangkan pundak Alfa supaya bangun.
“Hmm.. bentar lagi, duluan aja..”
Syabil langsung ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu sholat, sementara Alfa mulai bangun lalu menyusulnya. Setelah selesai Sholat Syabil keluar kamar, tapi terlihat sepi mungkin pada istirahat siang, akhirnya dia tetap dikamar dan membuka laptopnya.
Setelah sholat Alfa melihat Syabil fokus dengan laptop langsung menghampirinya,
“Lagi baca apa sih kamu ?” tanya Alfa setelah duduk di pinggir tempat tidur samping Syabil.
“Ini tentang sastra jepang, hehe..”
“Oh kamu suka ya tentang jejepangan..”
“Hehe iya.. pergi ke negeri sakura pasti seru banget..”
“Hmm.. kenapa ?”
“Suka aja Mas hehe..”
Alfa melihat Syabil yang tertarik sekali dengan segala hal yang berbau jepang, dia memang tidak melarang Syabil melakukan sesuatu yang disukai jadi Syabil bisa leluasa. Alfa memainkan hp sambil bersandar di sandaran tempat tidur dan sibuk membalas chat dari teman-temannya, saat Syabil melirik hp Alfa dia melihat ada nama Linda disana, seketika Syabil mendekat ke Alfa dan memperhatikan chat mereka,
“Kenapa Bil ?” tanya Alfa setelah melihat tingkah istrinya itu.
“Nggak, penasaran aja sih..” jawab Syabil.
“Hm.. cuman bahas OSIS kok.. nggak ngapa-ngapain..” jelas Alfa yang mulai faham apa yang dipikirkan oleh Syabil.
Syabil salah tingkah dan segera kembali fokus ke laptopnya, Alfa yang melihat tingkah istrinya tertawa dan mengusap kepala istrinya karena gemas.
__ADS_1