
Suatu hari setelah makan malam Syabil mencuci piring yang habis dipakai, sementara Alfa sudah masuk ke kamar dan tak lama Syabil menyusul. Dia melihat Alfa sedang fokus di depan laptop, Syabil yang penasaran mencoba mengamatinya,
“Lagi ngerjain apa Mas ?” tanya Syabil yang penasaran.
“Ini tugas dari Papa harus segera aku selesaiin..” jawab Alfa.
“Oh gitu..”
Syabil mengamati pekerjaan Alfa, terlihat sangat sulit dan dia tidak faham maksud dari setiap code, grafik dan kata-kata yang ada disana.
“Udah sana kerjain PR kamu..ada PR nggak ?” tanya Alfa.
“Ada..”
“Yaudah sana dikerjain biar cepet selesai..” perintah Alfa.
Syabil mendengus kesal dia lalu mengambil buku-buku dari meja belajardan mulai sibuk mengerjakan PR nya yang menumpuk, kali ini dia mengerjakannya sambil tengkurap di atas tempat tidur karena meja belajarnya dipakai oleh Alfa. Dia kebingungan menjawab soal Matematika, yang memang salah satu matapelajaran kelemahannya.
Akhirnya Syabil memutuskan untuk mengerjakan tugas pelajaran lainnya setelah itu baru Matematika, ketika dia mulai bingung dan tidak bisa mengerjakannya, sesekali Syabil melihat kearah Alfa yang sedang fokus pada laptopnya, dia sungkan mau minta tolong. Alfa yang menyadari kalau sedang diamati oleh Syabil langsung bertanya,
“Ada apa ?” tanya Alfa dengan posisi tetap fokus pada laptopnya.
“Eng.. nggak ada apa-apa..”
“Ngomong aja nggak apa-apa, ada apa ?” tanya Alfa lagi.
“Boleh minta tolong nggak ngajarin aku ngerjain PR ku ini.. hehe”
“PR apa ?”
“Matematika..”
“Bentar habis ini aku selesaiin tugas ku dulu..”
__ADS_1
“Oke!”
Syabil langsung senang, sambil nunggu Alfa selesai dengan kerjaannya dia melanjutkan PR pelajaran lainnya. Setengah jam kemudian Alfa selesai, dia naik ketempat tidur dan duduk di sebelahnya.
“Kalau ngerjain tugas jangan sambil tengkurap, duduk!” perintah Alfa.
Mau tidak mau Syabil menurut, padahal itu adalah posisi yang sangat nyaman baginya. Alfa melihat daftar PR matematika Syabil, dia manggut-manggut sendiri seperti sudah faham cara penyelesaiannya.
“Kamu nggak bisa soal-soal ini ?” tanya Alfa.
“Nggak.. kamu tau sendirikan, kelemahanku itu di matematika…”
Alfa menghela nafas, sebenarnya dia malas jika harus mengajari PR tapi mau bagaimana lagi, Syabil adalah istrinya dan dia harus membantu, kalau tidak takutnya nilai Syabil nanti jatuh dan bisa mendapatkan prestasi kurang bagus.
“Yaudah sini mulai dari awal, kamu udah faham materinya kan ?” tanya Alfa memastikan.
“Hehe.. sedikit..” jawab Syabil dengan wajah cengengesan.
Alfa yang gemas langsung menyentil dahi istrinya, padahal materi itu sudah dipelajari sejak semester awal dan harusnya siapa saja sudah faham.
“Ini kan dari semester awal.. masak belum faham ?”
“Ya mau gimana lagi namanya juga nggak suka…”
“Hm kamu ini, dikelas waktu diterangin sama guru dengerin apa nggak ?”
“Hehe ya dengerin tapi ya gitu..” jawab Syabil beralasan.
Alfa geleng-geleng sendiri melihat tingkah istrinya, Akhirnya diamengajari dari awal, menjelaskan materi satu persatu sampai Syabil faham. Berkali-kali Alfa menggelengkan kepala karena gemas dengan Syabil yang belum
faham, Sementara Syabil hanya diam dan fokus mendengar penjelasan dari Alfa.
Alfa juga memberikan beberapa soal untuk dikerjakan oleh Syabil dengan harapan dia semakin faham materinya. Entah kenapa Syabil yang biasanya malas mengerjakan tugas matematika kali ini bersemangat dan fokus mendengar penjelasan dari Alfa.
__ADS_1
“Udah ini kamu kerjain dulu, udah aku buatin soal!” perintah Alfa
“Oke deh..”jawab Syabil yang bersemangat.
“Awas kalau sampai salah!” ancam Alfa.
“Iya iya.. aku kerjain dengan sungguh-sungguh deh..”
Syabil segera mengerjakan tugasnya dengan fokus, tanpa terasa jam menunjukkan pukul 10 malam. Syabil sudah selesai dengan tugas yang diberikan oleh Alfa, ketika menengok Alfa sudah tertidur dengan posisi menyenderkan badannya di sandaran tempat tidur.
Syabil tersenyum sendiri melihatnya, Alfa terlihat pulas sekali dan pasti capek karena harus mengajari dirinya, Syabil yang sudah mulai ngantuk juga ikut menyenderkan badannya dekat Alfa sambil membaca materi untuk pelajaran besok, tanpa terasa dia tertidur dan kepalanya menyandar ke bahu Alfa.
******
Halo Reader semua, jangan lupa Like, Comment, Share ya kalau kalian suka :)
Jangan lupa baca karya Author lainnya, Author ada karya lain :
- Fira & Rian (Induk cerita ini)
- M.A.A.P ( Masa Abu-Abu Putih)
Eh iya follow IG Author juga ya kalau berkenan :
@firanafit (firana)
Terimakasih 😊
__ADS_1