
Syabil diantar Alfa sampai rumah, selama di jalan keduanya diam tidak bersuara, untungnya jalanan saat itu tidak macet jadi mereka bisa sampai rumah lebih cepat, mungkin karena masih jam kerja dan tidak banyak kendaraan yang lalu lalang.
15 menit kemudian mereka sampai di rumah, Alfa segera meminta Syabil untuk minum obat dan beristirahat di kamar,
“Kamu istirahat aja ya, aku balik ke sekolah..” ucap Alfa.
“Iya mas, makasih udah mau nganterin, eh iya tas aku gimana ?” tanya Syabil yang langsung ingat tasnya masih di kelas.
“Gampang nanti aku minta ambilin Riri atau Intan..”
“Iya deh, hati-hati di jalan mas..” ucap Syabil.
“Iya, kamu tiduran aja biar nggak sakit lagi..”
Syabil mengangguk dan tersenyum,
“Assalamu’alaikum..” pamit Alfa
“Wa’alaikum salam..”
Alfa menutup pintu dan segera melajukan motornya untuk kembali ke sekolah, sementara Syabil mulai berbaring di tempat tidur dan menutup matanya, mencoba tidur. Dia masih merasakan sakit dan berharap setelah tidur sakitnya hilang.
Di lain tempat Alfa sudah sampai sekolah dan segera kembali ke kelasnya melanjutkan mengikuti pelajaran, mata pelajaran sudah berganti dan ketika ditanya oleh gurunya Alfa menjawab jujur kalau dia habis mengantar sepupunya pulang, awalnya guru yang mengajar mau memarahi Alfa tapi tidak jadi setelah mendengar alasannya. Alfa bisa bernafas lega,
‘Selamat..’ batin Alfa.
Setelah Alfa duduk di bangkunya Andi langsung kepo dan bertanya tentang keadaan Syabil,
“Gimana Syabil ?” tanya Andi.
“Biasa Ndi Cewek, lagi waktunya..” jawab Alfa.
“Ha ? waktunya apaan ?” Andi masih tidak faham maksud Alfa.
“Haduh kamu ini, datang bulan!”
“Oalah, sampai pingsan gitu ya.. aku kirain kalau semacam itu nggak sampai terlalu parah..”
“Aku juga baru tau ini, aku kirain cuman kayak sakit perut mules gitu, tapi bisa sampai buat pingsan orang..”
“Terus kamu antar pulang ?” tanya Andi lagi.
“Iya, khawatir aku kalau nanti pingsan lagi dia..”
“Ehmm perhatian banget sih..” goda Andi,
Alfa langsung melirik kearah Andi,
“Makanya sana cari istri, ngiri kan ?” balas Alfa.
“Aduh ampun deh, nggak kuat aku!” Andi langsung memalingkan mukanya
Alfa tertawa kecil, mereka berdua berbincang saat guru menerangkan dan untungnya tidak kedengeran, kalau sampai kedengeran guru bisa-bisa mereka dimarahi karena rame sendiri saat jam pelajaran.
Alfa dan Andi tidak menyadari kalau dari tadi mereka diperhatikan salah satu teman kelasnya yaitu Linda, dia terlihat penasaran dengan yang sedang diperbincangkan antara Andi dan Alfa.
Ceritanya tadi saat Alfa ke UKS, Linda yang penasaran karena Alfa tidak kembali ke kelas mencoba untuk mencarinya, dia berfikir tidak mungkin juga Alfa pergi karena ada urusan OSIS, karena tidak ada agenda hari ini dan kalaupun ada mendadak pasti dia tau karena dia juga anggota OSIS. Setelah meminta izin guru yang sedang mengajar untuk pergi ke Toilet, Linda langsung mencari ke ruang OSIS dan ternyata tidak ada orang, ketika mencoba berkeliling dan sampai dekat UKS dia melihat Alfa dan Syabil keluar bersamaan dari dalam UKS, dengan posisi agak jaga jarak. Keingintahuannya tentang hubungan Alfa dan Syabil semakin besar, dia berfikir harus mencari ide supaya bisa mengetahui hubungan mereka selain hubungan sebagai sepupu.
__ADS_1
Sewaktu istirahat seperti biasa Alfa dan Andi pergi ke kantin untuk makan siang, mereka melihat Intan dan Riri sedang makan disana, Alfa segera menuju ke bangku tempat Riri dan Intan makan,
“Ri nanti minta tolong ambilin tasnya Syabil ya..” pinta Alfa.
“Syabil kamu anter pulang ya ? tadi aku sama Intan ke UKS udah nggak ada siapa-siapa..” jawab Riri.
“Iya daripada dia kenapa-kenapa lagi ntar..”
“Oke nanti pulangnya aja ya, kalau sekarang nanti pada curiga lagi..”
“Oke deh.. Makasih..”
Alfa beranjak pergi dan mencari tempat duduk lain dengan Andi, dia tidak mau siswa lain melihatnya bersama Riri dan Intan, bisa-bisa pada berpikir macam-macam.
“Eh Ri si Alfa mulai berubah keliatannya..” celoteh Intan.
“Berubah gimana Tan ?”
“Ya jadi perhatian banget sama Syabil, kemarin-kemarin aja masih cuek gitu..”
“Iya ya.. Alhamdulillah deh kalau gitu, semoga aja nggak pakai acara bertengkar lagi mereka..”
“Hehe iya Ri..”
Intan dan Riri senang karena hubungan Alfa dengan Syabil kembali membaik, dan mereka sudah diberitahu oleh Syabil kalau Alfa sudah mengutarakan perasaannya. Sejak saat itu tidak jarang Intan dan Riri menggoda Syabil tentang hubungannya dengan Alfa.
Tiba-tiba datang Indra dengan tergesa-gesa menghampiri Intan dan Riri,
“Ri!” panggil Indra.
“Syabil kemana ? aku cari di UKS kok nggak ada ?” tanya Indra.
“Udah pulang Ndra..” jawab Intan.
Mendengar seseorang menyebut nama Syabil, Alfa langsung melihat kearah sumber suara, ternyata Indra.
“Ha ? diantar siapa ?” tanya Indra.
“Em.. dijemput saudaranya tadi..” jawab Intan.
“Padahal aku udah rencana mau jenguk dia lagi di UKS dan kalau belum sembuh mau aku antar pulang..” gumam Indra.
Mendengar perkataan Indra, Intan dan Riri langsung melotot dan seperti ingin marah tapi tidak jadi karena mereka ingat sedang di tempat umum. Alfa yang duduk tidak jauh darisana juga mendengar ucapan Indra.
“Dasar masih nggak nyerah aja dia..” guman Alfa.
Andi yang disebelahnya hanya tertawa kecil, ‘mulai muncul nih sifat cemburunya..’
“Ndra kamu ini gimana sih, tau sendiri Syabil nggak suka yang seperti itu masih aja kayak gitu..” cerocos Intan.
“Habis gimana lagi Tan, aku kan pengen dekat sama dia..”
“Hmm dasar ya, mending kamu nyerah aja deh!”
Mendengar perkataan Intan Indra langsung marah,
“Apaan sih bukannya dukung temannya malah kayak gitu!”
__ADS_1
“Justru karena kita teman kamu aku nyaranin kamu buat nggak deketin Syabil lagi, udah lah temenan biasa aja…”
“Ah tau lah, percuma aku ngomong sama kalian!”
Indra beranjak pergi meninggalkan Intan dan Riri, keduanya masih melongo tidak habis fikir apa yang dikatakan oleh Indra, kalau sudah seperti itu mereka harus mengawasi Indra supaya tidak terlalu dekat dengan Syabil. Mereka berdua bersamaan memandang kearah Alfa, dan terlihat kesal. Keduanya menghela nafas, ‘sangat mudah ditebak kalau cemburuan..’
Andi menepuk pundah Alfa sambil nyengir, Alfa melihatnya penuh tanda tanya
“Sabar ya Fa.. kamu punya saingan..” kata Andi.
“Ha ? saingan apa ? dia aja yang sikapnya gitu Syabil aja cuek..”
“Iya iya yang belain istrinya sekarang..” Andi mengalah.
“Iya lah, harus percaya sama istri sendiri..” jawab Alfa dengan percaya diri.
“Hmm dasar..”
Alfa hanya cekikikan mendengar ucapan Andi karena kalah omongan, setelah selesai makan mereka kembali ke kelas. Saat Alfa baru duduk Linda mendatanginya dan duduk di kursi depan bangku Alfa.
“Fa kamu tadi dari mana ?” tanya Linda.
“Ada urusan bentar Lin, kenapa ?” tanya Alfa.
“Nggak kenapa-kenapa sih cuman penasaran aja kok lama..”
“Hehe iya..” jawab Alfa dengan santai.
“Oh iya tadi pagi yang pingsan dan di bopong sama guru itu Syabil ya ?” tanya Linda memancing.
“Iya katanya..”
Alfa berusaha menyembunyikan, dia tau Linda pasti sedang mencoba cari informasi tentang Syabil.
“Oh kenapa dia ?”
“Nggak tau Lin yang pasti sakit karena tadi di bopong sama guru..” Alfa menjawab sambil sibuk sendiri tidak melihat keraha Linda.
“Tumben kamu tanya tentang Syabil ada apa ?” tanya Alfa.
“Nggak ada apa-apa sih cuman penasaran aja kamu kan selalu dekat dengan dia..”
“Nggak juga tuh.. biasa aja kok..” jawab Alfa mengalihkan.
“Hmm oke deh..’
Linda beranjak pergi dan menuju tempat duduknya.
“Dia kepo banget Fa, kamu harus hati-hati,..” kata Andi yang dari tadi disamping Alfa.
“Iya Ndi..”
Di lain sisi Linda masih membatin, dia tidak akan menyerah untuk menggali informasi dan apapun yang terjadi dia akan tetap mendekati Alfa.
__ADS_1