
Setelah selesai mandi dan sholat Adi segera keluar kamar dan mengetuk pintu kamar Alfa.
“Mbak ayo kita keluar..” ajak Adi yang sudah kelaparan.
Alfa dari dalam sudah siap tinggal menunggu Syabil masih siap-siap, dia kemudian membuka pintu untuk Adi.
“Masuk dulu Di..” kata Alfa setelah membuka pintu.
Adi masuk kedalam kamar, dilihatnya kakaknya sedang make up di depan cermin.
“Aduh Mbak lama banget make up nya, keburu laper nih..” Adi mulai mengeluh.
“Iya ini sedikit lagi selesai Di.. udah yuk kita keluar..” Syabil langsung buru-buru mengambil tas nya.
“Eh bentar-bentar, wajah mbak kok merah gitu, lagi sakit ?” tanya Adi penasaran.
“Eh masak sih ?” Syabil memegang kedua pipinya, dia masih malu atas kejadian tadi dengan Alfa.
Alfa sendiri hanya tersenyum kecil,
“Wah baru aja sampai sini udah sakit, nggak seru ah mbak ini..” keluh Adi yang polos.
“Nggak kok, aku nggak sakit, udah yuk berangkat..”
Syabil yang melihat Alfa cengengesan langsung menepuk punggung suaminya itu, Adi yang tidak tau apa-apa
hanya garuk-garuk kepala tidak mengerti. Mereka bertiga kemudian kelaur dari hotel dan berjalan kearah jalan malioboro, melewati tugu yogyakarta mereka menyempatkan untuk foto bersama.
“Adi minta tolong fotoin mbak sama mas Alfa ya!”
“Iya mbak, sini aku fotoin..”
“Ayo mas kita foto bareng..” ajak Syabil.
“Iya yuk deh..”
Alfa menurut dan mereka foto bersama, setelahnya mereka foto bertiga. Syabil juga minta tolong di fotoin sendirian. Alfa merasa ini nanti tidak akan ada habisnya, dia meminta Syabil untuk menyudahi karena jika dilanjutkan mereka tidak akan makan.
“Ayo Bil, nanti lagi fotonya, kita beli makan malam dulu..”
“Iya deh mas hehe..”
Alfa, Syabil dan Adi jalan beriringan, disana banyak angkringan yang menjual kopi, sundukan sate, nasi,
dan lain-lain. Adi mengajak mereka ke salah satu angkringan dan makan disana, untungnya Alfa dan Syabil setuju sehingga Adi merasa senang.
Selesai makan mereka berbincang-bincang sebentar membahas destinasi yang akan mereka kunjungi besok.
Syabil ikut saja karena tujuan dia hanya ke daerah malioboro sini, Adi ada beberapa ide dan Alfa sedang mempertimbangkannya.
Di tengah-tengah perbincangan ada seseorang yang menepuk pundak Adi dari belakang, reflek semua memandang kearah orang tersebut dan ternyata itu adalah Ana.
“Hai Adi!” sapa Ana dengan ramah.
“Lho Ana! Kamu kok bisa ada disini ?” tanya Adi yang terkejut melihat ada Ana di Yogyakarta.
“Hehe iyaa.. rumah nenekku deket sini Di, tiap liburan aku ke Yogyakarta..” jawab Ana sambil tersenyum.
__ADS_1
Alfa dan Syabil hanya saling pandang dan mengamati perbincangan antara Adi dan Ana.
“Oh gitu, kaget aku ternyata kamu disini haha, kamu sama siapa ?” tanya Adi lagi
“Ini sama adik sepupuku namanya Vilia..” jawab Ana sambil menunjuk cewek disebelahnya
“Hai!” sapa adik sepupu Ana, dia keliatan seumuran dengan Adi dan Ana, cuman Ana kalah tinggi dengannya.
“Oh Hallo, sini-sini gabung sama kita..” ajak Adi mempersilahkan mereka duduk bareng.
Ana dan sepupunya duduk disebelah Adi, saat duduk Ana baru sadar ternyata didepannya ada ketua OSIS sekolahnya dan satu lagi kakaknya Adi.
“Lho aku baru sadar ada kak Alfa sama kak Syabil, halo kak...” sapa Ana.
“Halo Ana..” jawab Syabil dengan ramah, sementara Alfa hanya tersenyum sekilas.
Alfa langsung setting mode cuek on karena ada Ana disana, dia tidak mau image nya sebagai ketua OSIS yang tegas hilang. Dengan adanya Ana, Syabil dan Alfa jadi tidak bisa leluasa ngobrol, takutnya nanti kalau mereka terlalu akrab bisa membuat Ana curiga.
Ana sedikit heran melihat Adi, Syabil dan Alfa, bagaimana mereka bisa jalan-jalan bertiga dan Syabil cewek sendirian pula.
“Kamu lama di sini Di ?” tanya Ana.
“besok malem kita udah balik ke surabaya Na..”
“Oh gitu, aku masih lama sih disini hehe..”
“Kamu nggak pesan apa gitu Na ?” tanya Adi.
“Nggak deh Di, kita mau lanjut jalan-jalan aja..” Ana dan sepupunya beranjak berdiri mereka akan melanjutkan
jalan-jalannya disekitar jalan malioboro.
Ana dan Vilia meninggalkan mereka, Alfa dan Syabil bisa bernafas lega karena jika Ana mengikuti mereka
jalan-jalan suasananya pasti akan canggung.
“Yaudah udah selesaikan makannya, kita lanjut jalan-jalan yuk..” ajak Alfa.
Setelah selesai membayar, mereka bertiga lanjut jalan-jalan sambil foto bersama. Disetiap melewati pedagang
pakaian Syabil ingin sekali melipir kesana, tapi Alfa dengan sigap selalu menariknya pergi.
“Yaah Mas, aku pengen liat-liat dulu bajunya itu bagus-bagus..” protes Syabil
“Udah besok aja belanja bajunya sekarang kita jalan-jalan..”
“Iya Mbak nanti nggak selesai-selesai belanjanya malah nggak jadi jalan-jalan..” tambah Adi.
“Hmm yaudah deh kalau gitu..”
Syabil sebal sebenarnya tapi mau gimana lagi dia harus nurut sama suaminya. Setelah jalan terus tidak terasa
mereka sampai di titik 0 Yogyakarta. Disana banyak sekali muda-mudi komunitas yang sedang menghabiskan malam bersama. Alfa, Syabil dan Adi mencari tempat duduk yang nyaman.
“Adi minta tolong fotoin dong, yang keliatan gedung itu” Syabil langsung berpose duduk di dudukan yang
berbentuk bundar.
__ADS_1
“Iya deh..” Adi langsung beranjak dari tempat duduknya.
Tidak lupa syabil mengajak suaminya foto bersama, Alfa menurut saja dan foto bersama istrinya, terakhir
Adi juga ikut bergabung.
“Hadeh jadi ini alasan aku diajak buat jadi tukang foto gratisan gitu ?” keluh Adi.
“Haha iya lah nanti kalau cuman sama mas Alfa siapa coba yang fotoin..” jawab Syabil dengan tertawa.
“Huuh”
Meskipun Adi mengeluh tapi dia tetap merasa senang karena perjalanan dia gratis semua yang bayar Alfa. ‘Rejeki anak sholeh..’ batinnya
Mereka tidak menyadari dari kejauhan sedang diperhatikan Ana dan sepupunya. Ana ingin sekali ada disana
tapi dia sedang bersama sepupunya, tidak enak juga dengan kakak Adi.
“Ehm, kamu dari tadi terus memperhatikan cowok yang namanya Adi itu Na, kamu suka ya sama dia ?” tanya
Vilia.
Ana tidak menjawab hanya tersenyum malu, Vilia ikut memperhatikan Adi, dalam hatinya dia merasa jatuh
cinta pada pandangan pertama dengan Adi, dia berharap suatu saat nanti punya kesempatan untuk bertemu dengan Adi lagi.
“Udah yuk kita pulang, udah malam ini..” ajak Ana pada sepupunya.
Mereka berdua menuju tempat motor mereka di parkir dan pulang ke rumah. Sementara itu Syabil mulai capek dan mengajak kembali ke hotel untuk istirahat. Selama dijalan pulang tangan Alfa dan Syabil tidak berpisah mereka selalu bergandengan tangan, Adi yang jalan beriringan dengan mereka tidak ambil pusing, dia terlihat sudah biasa melihatnya.
Sekitar 20 menit berjalan mereka sampai di hotel tempat menginap, Syabil langsung tepar di ranjang tempat tidur, dia ngos-ngosan karena jalan terus dari tadi.
“Bil cuci tangan dan kaki dulu sana!” perintah Alfa.
“Hmm iya mas.." dengan malas Syabil jalan ke kamar mandi untuk cuci tangan dan kaki, Alfa yang lebih dulu cuci tangan dan kaki langsung berbaring di tempat tidur.
Syabil selesai dari kamar mandi langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, Alfa yang dari tadi mainan hp melihat istrinya sudah disampingnya langsung meletakkan hp nya di meja dan mendekati syabil.
“Mas mau ngapain ?” tanya Syabil melihat suaminya mendekat kearahnya.
“Mau tidur lah..” jawab Alfa dengan cengengesan.
“Ih sana agak jauhan!” syabil antisipas takut kejadian tadi sore terulang lagi.
“Lho gimana sih masak suami sendiri ditolak, aku nggak ngapa-ngapain kok cuman ingin deket aja, sini..” Alfa memeluk Syabil dari samping.
Spontan Syabil langsung deg-deg an, serasa dia bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri.
“Lagi deg-deg an ya ?” goda Alfa.
“Nggak, udah tidur!” Syabil mengelak, dia malu sendiri.
“kedengeran lho suara detak jantung kamu..” Alfa terus menggoda istrinya.
“Ih mas Alfa!”
Satu timpukan guling mendarat di badan Alfa karena ulah Syabil. Alfa hanya bisa mengaduh kesakitan, tapi setelahnya mereka langsung tidur.
__ADS_1
*-----------------------*
Hallo readers, mohon maaf baru bisa up lagi karena kemarin masih ada kesibukan dirumah, insyaallah rutin lagi ya up episode selanjutnya.. Terimakasih :)