
Berita heboh antara Alfa dan Syabil sudah sampai ditelingga Indra, akhir-akhir ini dia menghabiskan waktu bolos dari kelas dan nongkrong di warung bersama teman-temannya. Entah kenapa sejak Alfa mengatakan kalau dirinya dan Syabil pacaran membuatnya hilang semangat dan malas pergi ke sekolah.
Teman-temannya sudah memberi nasihat supaya tidak terlalu memikirkan hal tersebut dan bersikap biasa, tapi untuk Indra dia membutuhkan waktu karena selama ini dia suka dengan Syabil dan punya harapan padanya tapi sekarang harapan itu sudah hilang.
Suatu hari saat pelajaran berlangsung Syabil mengedarkan pandangannya dan dia tidak menemukan Indra di kelas, sudah beberapa kali dia memperhatikan tapi tetap sama Indra tidak masuk sekolah.
“Kamu lagi cari siapa Bil ?” tanya Intan yang dari memperhatikan tingkah Syabil.
“Indra akhir-akhir ini jarang masuk ya.. ada apa sih ?” tanya Syabil balik.
Intan dan Ririn saling pandang, mereka tau alasan Indra jarang masuk yaitu karena perkataan Alfa waktu dia mengambil tas Syabil di kelas.
“Emm.. nggak tau juga sih Bil, coba nanti kalau dia udah masuk tanya aja..” jawab Ririn.
Syabil mengangguk setelah itu dia kembali fokus ke pelajaran yang diterangkan oleh guru. Reren dan Ika yang tidak sengaja mendengar obrolan antara Syabil dan kedua sahabatnya langsung sewot,
“Bisa-bisanya ya udah dapat Alfa eh masih aja nyari yang lain.. mau koleksi apa gimana sih dia itu!” ketus Reren.
“Tenang Ren, kita kasih dia pelajaran aja gimana ?” Ika mulai kompor.
“Tapi kalau ketahuan Alfa gimana ? tau sendiri waktu dia anter Syabil kesini ekspresinya ke kita gimana..” Reren merasa ragu.
“Hmm iya juga sih..”
Reren dan Ika mulai ragu jika ingin mengerjai Syabil takut kalau Alfa bertindak dan melaporkan mereka pada guru, bisa-bisa mereka kena skors. Sementara itu di kelas Alfa tampak Linda sedang melamun, dia sedang memikirkan sesuatu yaitu cara untuk memberi pelajaran pada Syabil, beberapa menit kemudian wajahnya menjadi sumringah, dia sudah menemukan ide!
Jam istirahat Linda menemui Ika dan Reren, mereka sebelumnya sudah janjian untuk bertemu di dekat gudang penyimpanan alat olahraga.
“Ada apa Lin tiba-tiba manggil kita ?” tanya Reren.
“Kalian tau nggak kalau Alfa dan Syabil udah pacaran ?” tanya Linda balik.
Ika dan Reren langsung mengangguk, mendengar nama Syabil disebut seketika raut wajah mereka berubah menjadi kesal, mereka teringan obrolan di kelas tadi,
“Eh Lin tau nggak sih tadi di kelas si Syabil nyariin Indra, udah jelas dia punya pacar kok malah nyariin cowok lagi, dasar keganjenan banget dia tuh!” Reren bercerita dengan ekspresi kesal
Linda tersenyum,’ternyata belum aku panas-panasi mereka udah panas duluan’ batinnya.
“Nah itu dia, aku mau kasih pelajaran ke dia biar nggak sok cantik, kalian mau bantu aku ?”
Reren dan Ika saling berpandangan,
“Tapi Lin, kalau Alfa tau gimana ? nanti bisa gawat urusannya..” Ika mulai pesimis.
“Alah tenang aja, nanti Alfa aku yang urus.. gimana kalian mau nggak ?” Linda dengan percaya diri meyakinkan kedua temannya itu.
“Oke deh kalau gitu, kita mau! Jadi bagaimana rencana kamu ?” sahut Ika.
Ika dan Reren merasa jika dengan Linda akan aman secara Linda adalah anggota OSIS dan primadona di sekolahnya. Setelah memastikan Reren dan Ika mau mengikuti perintahnya, Linda tersenyum dan langsung memberitahu rencananya.
Keesokan harinya waktu istirahat Intan mengajak Syabil pergi ke kantin,
“Bil ke kantin yuuk, udah lapar nih..” keluh Intan.
“Hmm ayuk deh, eh tapi aku mau ke toilet dulu ya.. kalian duluan aja..” kata Syabil.
“Oke deh..”
Intan dan Ririn beranjak pergi ke kantin, Reren dan Ika yang mendengar percakapan tersebut langsung saling pandang dan beranjak pergi dari kelas. Ika mengirimkan pesan pada seseorang sambil tersenyum licik.
Toilet saat itu sepi tidak ada orang, Syabil langsung masuk ke salah satu toilet untuk buang air kecil, saat dia keluar dia dikejutkan oleh Linda, Reren dan Ika yang sedang memandang lurus ke arahnya dengan tatapan sinis. Linda berlagak menyilangkan tangannya di dada dengan sombongnya. Mendapat tatapan yang tidak mengenakkan Syabil mengernyitkan dahi,
“Ada apa kalian ? minggir aku mau pergi..” kata Syabil dengan bertanya-tanya.
__ADS_1
Linda tidak bergeming malah memblokir jalan Syabil, sementara Ika pergi ke pintu dan menutupnya. Syabil mulai merasa tidak enak, dia mulai menduga jika mereka bertiga mau berbuat sesuatu padanya,
“Eh Syabil kamu tau kok kecentilan banget sih! Mentang-mentang udah dapatin Alfa ya !” sungut Linda.
“Maksud kamu ? “ tanya Syabil yang masih belum faham.
“Aku nggak suka banget liat kamu bareng sama Alfa, emang apasih hebatnya kamu ? cantik juga nggak! Haha” sifat sombong Linda mulai keluar.
“Aku nggak ngerti deh, emang aku hubungan sama Alfa apa hubungannya dengan kalian ?”
“Bil, kamu tau kan kita fans Alfa, dan kita nggak setuju kalau kamu jadian sama Alfa tau!” kali ini giliran Reren yang berbicara dengan nada tinggi.
Syabil geleng-geleng sendiri tidak habis pikir dirinya ternyata sedang dilabrak oleh ketiga orang yang dari kemarin-kemarin mengganggunya.
“Emang kalau aku jadian sama Alfa aku harus lapor kalian gitu ?” Syabil masih menjawab dengan santai sambil mengontrol emosinya.
“iya lah! Kita yang nilai siapa aja yang layak buat deketin Alfa!” Ika ikut bersuara.
“Aku nggak ngerti, kenapa juga Alfa harus minta persetujuan kalian buat hubungan sama seseorang, kalau kalian iri bilang aja!” kali ini syabil menggunakan nada tinggi, dia merasa dari tadi dirinya selalu dipojokkan.
Tanpa basa basi Linda mendorong Syabil sampai jatuh, dia mengambil satu botol yang berisi air keruh dan menyiramkan pada Syabil. syabil yang tidak siap langsung kaget mendapat perlakuan dari Linda, Linda sendiri tertawa dengan puas diikuti oleh Reren dan Ika.
“Itu akibatnya kalau kamu berani deketin Alfa!” ucap Linda.
“Kalian bener-bener yaa!!” syabil mulai emosi, dia ingin bangkit tapi lagi-lagi Linda mendorongnya sampai terjatuh lagi dan tetap dengan posisi duduk, dia melihat seragam dirinya sekarang kotor karena air yang disiram oleh Linda, bau dan berwarna gelap.
“Aku ingin pastiin satu hal, kalian kan yang mengunciku di gudang dan menyiramku saat di toilet tempo hari?” desak Syabil.
Linda berpandangan pada Ika dan Reren, mereka tersenyum licik,
“Kalau iya memang kenapa ?” tanya Linda dengan nada meledek.
Syabil sudah benar-benar habis kesabarannya, dia langsung bangkit dan memeluk Linda, Reren dan Ika secara bersamaan supaya seragam mereka juga ikut kotor.
“Lepasin Bil, baju kita jadi kotor nih!” sahut Ika.
Syabil tidak bergeming, dia tetap diam dan mempererat pelukannya, setelah beberapa saat dia lepaskan dan dia merasa lega karena sekarang seragam mereka juga ikut kotor.
“nggak adil dong kalau seragam aku aja yang kotor, seragam kalian juga ikut kotor itu baru adil!” tawa Syabil
Ditengah pertengkaran, tiba-tiba ada yang membuka pintu ada seorang siswi yang menengok ke dalam dan dia melihat Syabil, Linda, Reren dan Ika sedang bertengkar, spontan dia menutup lagi dan berlari menuju kelas Alfa.
Linda gelagapan ada orang yang melihat mereka, dia ingin segera pergi, tapi syabil mencegahnya,
“Mau kemana kalian!” Syabil memegang lengan Linda, Reren dan Ika secara bersamaan, dia tidak akan membiarkan mereka kabur.
“Lepasin Bil! Mau kamu apa sih!” pinta Linda.
“Enggak, kalian duluan kan yang buat ulah, tunggu sampai orang lain atau guru datang kesini!” bentak Syabil. dia benar-benar emosi sekarang dan tidak bisa terkontrol.
Siswa yang melihat kejadian di kantin itu adalah Sisil teman satu kelas Ana, dia menuju kelas Alfa untuk menemuinya tapi tidak ketemu lalu menuju kantin karena masih jam istirahat.
Sesampainya di kantin dia mengedarkan pandangannya, ketemu! Alfa sedang makan siang bersama Andi, Intan
dan Ririn. Segera dia menuju tempat Alfa duduk, sampai di tempat dia mengatur nafasnya karena dari tadi berlari, Alfa dan teman-temannya yang melihatnya langsung melongo,
“Kamu kenapa Sil ?” tanya Andi yang ternyata kenal dengan Sisil.
“I.. itu.. itu kak Alfa, kak Syabil lagi berantem di toilet sama kak Linda, kak Reren dan kak Ika!” jawab Ika sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
“APA ? kurang ajar!”
Sontak Alfa kaget, dia langsung berdiri dan berlari menuju toilet diikuti Andi, Ririn dan Intan. Tidak ada yang bersuara selama berlari ke toilet. Sesampainya didepan toilet terdengar sayup-sayup suara Linda yang berteriak, Alfa langsung membuka pintu dengan kasar, dia sudah tidak ambil pusing kalau itu toilet cewek.
__ADS_1
Akhirnya dia melihat keadaan Syabil yang seragamnya kotor penuh dengan air keruh, di sampingnya Linda yang
sebagian bajunya juga kena air.
“Linda! Apa apaan ini!” bentak Alfa.
Bentakan Alfa terdengar sampai beberapa kelas didekat toilet, spontan semua siswa mendekat dan penasaran dengan yang sedang terjadi.
Melihat kedatangan Alfa syabil tidak bergeming dia tetap memegangi lengan Linda, Reren dan Ika meskipun mereka sudah berontak. Linda langsung beringsut melihat kedatangan Alfa, begitu juga dengan Reren dan Ika yang sudah pasrah.
“Yaampun kalian apa-apan sih! Berantem di toilet pula!” sahut Andi yang ada di belakang Alfa.
Ririn dan Intan langsung maju dan memegangi Syabil,
“Bil kamu nggak apa-apa ? udah lepasin dulu mereka..” pinta Intan.
“Enggak Tan, mereka sudah keterlaluan banget! Aku nggak salah apa-apa diperlakukan seperti ini!” kata Syabil dengan nada tinggi.
“Eh Bil, kamu tuh ya sok banget! Kamu nggak pantas jadian sama Alfa!” sahut Linda yang mulai tersulut lagi
Syabil tanpa aba-aba langsung menampar Linda, sekarang kesabarannya sudah sampai batas. Andi dan Alfa baru tau Syabil bisa se-marah itu. Intan dan Ririn yang pernah melihat Syabil seperti ini langsung mencoba menenangkannya.
“Kamu! Bukan apa-apanya Alfa percaya diri banget ngomong gitu!” kata Syabil.
Memang benar orang yang sabar jika kesabarannya sudah habis dan mentok ketika marah akan meledak-ledak, dan itu terjadi pada Syabil.
Linda terdiam, dia masih kesal sebenarnya tapi dia tidak punya kata-kata untuk menyanggah perkataan Syabil.
Alfa yang dari tadi diam mulai melangkah mendekati Syabil dan mengajaknya pergi dari situ.
“Ayo Bil kita pergi kita bersihin badan kamu!” ajak Alfa sambil menarik lengan Syabil yang dari tadi merengkuh lengan Linda,Reren dan Ika. Mata Syabil masih menyala-nyala memandang kearah mereka bertiga. Alfa berhasil menarik tangan Syabil dan menggandengnya keluar.
“Alfa! Apa hebatnya dia sih sampai kamu suka sama dia!” tanya Linda sambil teriak.
“Yang pasti dia jauh lebih baik daripada kamu yang egois dan mementingkan diri sendiri!” jawab Alfa dengan santai.
Linda tambah sebal, Alfa dan Syabil berjalan keluar dan saat sampai di pintu datang guru BK yaitu pak Herman,
“Ada apa ini! Siapa yang bertengkar ?” tanya pak Herman dengan nada tinggi. Beliau memandang sekitar.
“Linda ! apa yang kamu lakukan ? kamu sebagai anggota OSIS malah bikin malu OSIS!” terang pak Herman.
Linda dan kedua temannya langsung menunduk ketika ada guru datang, sementara Alfa dan Syabil masih berdiri di samping pintu.
“Syabil kamu bersihkan badan kamu dulu lalu ke ruang BK dengan Alfa, lalu kamu Linda, Ika dan Reren ikut Bapak ke ruang BK sekarang!” perintah pak Herman.
Beliau berbalik dan langsung membubarkan kerumunan siswa yang dari tadi menonton. Alfa mengantar Syabil ke kelas diikuti Ririn, Intan dan Andi. Syabil diam seribu bahasa, dia masih kesal dengan tindakan Linda tadi yang keroyokan.
“Kamu tunggu disini aja Fa, aku mau ambil baju olahraga lalu ke kamar mandi di mushola buat ganti baju..” kata
Syabil ketika sampai di depan kelasnya.
“Iya aku tunggu disini ya..” kata Alfa sambil mengelus kepala Syabil yang tertutup jilbab.
Syabil tersenyum tipis, dia langsung mengambil bajunya dan pergi ke kamar mandi. Intan dan Ririn mengikutinya. Sambil menunggu Syabil, Alfa dan Andi bergegas ke ruang BK, di jalan mereka menggerutu sendiri.
“Fa, Linda bener-bener keterlaluan, apa perlu kita bongkar kejadian kemarin-kemarin ?” tanya Andi.
“Harus Di, biar pak Herman tau dan mereka dapat hukuman!” jawab Alfa dengan nada marah. Dia dari tadi diam karena membiarkan Syabil yang mengambil tindakan dan membuktikan pada semua yang melihat tadi kalau Syabil bukan selemah yang mereka kira. Setelah ini giliran dia yang akan beraksi untuk melindungi istrinya.
bagaimana kah nasib Linda, Reren dan Ika ? tunggu chapter selanjutnya yaa...
------**-------
__ADS_1
hallo reader makasih ya udah baca karya ini, mohon dukung karya ini ya dengan like.komen dan vote yaa.. terimakasih :)