Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 41 - Kegiatan Akhir Semester


__ADS_3

Beberapa hari setelah selesai ujian, diadakanlah kegiatan akhir semester dimana akan ada kegiatan beberapa


lomba diantaranya lomba basket,volly, dan dance. Setiap kelas wajib berpartisipasi dan mengirimkan perwakilan disetiap lomba.


Dikelas Syabil dia tidak mau berpartisipasi apapun, dia hanya ingin membantu dibalik layar saja, sedangkan Intan dan Ririn mengikuti lomba volly. Sedangkan Alfa sebagai ketua OSIS sibuk sebagai panitia kegiatan  sehingga dia jarang bertemu dengan Syabil disekolah karena kesibukan masing-masing. Momen ini juga dimanfaatkan oleh Linda untuk mendekati Alfa, secara dia setiap saat sekarang selalu bersamanya karena sama-sama panitia kegiatan.


Hari pertama kegiatan akhir semester, pagi hari di apartemen Syabil dan Alfa sedang sarapan bersama, mereka sudah siap menggunakan seragam olahraga.


“Bil nanti aku pulang agak telat ya, masih ngurus acara nanti..” kata Alfa.


“Hmm iya mas, sampai jam berapa emangnya ?” tanya Syabil.


“Sampai sore mungkin.. kamu nanti pulang duluan aja minta antar Adi aja..”


“Iya deh mas..”


“Kenapa ? apa kamu nunggu mas sampai sore ?” tanya Alfa setelah melihat ekspresi istrinya yang keliatan


sedih.


Syabil menggeleng, dia nanti bisa minta tolong adiknya saja kalaupun mau menunggu Alfa sampai pulang dia akan memberitahu dulu nantinya. Setelah sarapan mereka bergegas ke sekolah, seperti biasa Syabil diturunkan di tikungan dekat sekolah dan Alfa lanjut naik sepeda motor ke sekolah.


Acara dimulai dengan apel pembukaan, Alfa sebagai ketua OSIS memberikan sambutan, ketika dia maju ke


depan sontak banyak siswa perempuan yang berbisik-bisik, Syabil tidak sengaja mendengar ada yang memuji ketampanan Alfa, dia mencoba bersikap biasa biar tidak ada yang curiga padanya. Intan yang ada didekatnya langsung menyenggol bahu Syabil,


“Sabar ya istrinya Alfa..” goda Intan dengan sura sangat pelan.


Sontak Syabil langsung menepuk bahu Intan, bisa-bisanya sahabatnya itu menggodanya disaat ada banyak orang.


Setelah Apel selesai lomba dimulai, semua sibuk dengan tugas masing-masing. Tugas syabil sudah selesai,


dia membantu menyiapkan minuman untuk teman-temannya yang ikut lomba, sekarang dia hanya duduk menonton lomba di lapangan dari depan kelas, dia tidak sendirian ada beberapa temannya juga. Kebetulan sedang berlangsung lomba basket, dari kelasnya Indra ikut serta.


Dari tempat duduknya dia bisa melihat Alfa yang sedang sibuk mengatur jalannya lomba, disampingnya ada Linda yang terus mendampinginya. Syabil langsung cemberut, mata nya jadi tidak bisa beralih dari suaminya.


Disisi lain Alfa yang tengah sibuk dengan tugasnya, tiba-tiba merasa ada yang sedang mengawasinya, dia


langsung celingukan mencari-cari siapa yang sedang memperhatikannya tapi ujungnya tidak ketemu.


“Ada apa Fa ?” tanya Linda.


“Eh.. nggak ada apa-apa lin.. kita lanjut lagi..” jawab Alfa,


Dia tidak tau kalau dari jauh Syabil terus memperhatikannya dengan tatapan cemburunya. Sementara itu Linda begitu senang karena dia bisa bersama Alfa sepanjang waktu, kesempatan itu dia tidak akan menyia-nyiakannya.


jam setengah 12 siang lomba di hari itu selesai, semua siswa beristirahat ada yang ke kantin untuk makan siang ada juga yang duduk-duduk di sekitar kelas dan taman, jam pulang selama acara kegiatan akhir semester yaitu jam 12 siang. Panitia sibuk membereskan alat-alat yang tadi mereka gunakan setelah itu mereka istirahat.


Alfa sedang di ruang OSIS bersama teman-temannya, melihat semuanya sudah beres dia pamit untuk makan siang dulu di kantin, Linda berinisiatif ikut juga ke kantin karena dia juga lapar. Alfa sebenarnya tidak ingin Linda mengikutinya, tapi dia tidak bisa menolak juga, dia berharap tidak bertemu Syabil disana.


Saat jalan mereka diperhatikan banyak siswa lain, banyak siswa yang mengidolakan mereka dan berasumsi jika mereka berdua ada hubungan spesial. Sesampainya di kantin Alfa celingukan memastikan jika Syabil tidak ada disana, dan dia beruntung kali ini karena istrinya tidak ada disana dan dia melihat Andi sedang duduk dengan Adi, dia langsung menghampiri mereka, Linda tidak tinggal diam dia juga ikut menyusul.


“Kalian udah selesai makannya ?” tanya Alfa sambil duduk di dekat Andi.


“Udah, ini tinggal nongkrong aja, kamu belum Fa ?” tanya Andi.


“Ini mau makan..” jawab Alfa, dia menyandarkan punggungnya di kursi.


Linda ikut duduk, dia memutuskan duduk disamping Alfa karena kebetulan mereka duduk di kursi panjang, Adi yang melihat Linda jadi bertanya-tanya siapa itu.


“Ini siapa Mas ?” tanya Adi.


“Oh temenku OSIS namanya Linda..” jawab Alfa.


“Oh..”


“Hai aku Linda, kamu ?” sapa Linda dengan ramah.


“Hai kak.. salam kenal..” jawab Adi dengan ramah juga.


“Kamu mau makan apa Fa sekalian aku pesanin ?” tanya Linda.


“Nggak usah deh Lin, nanti aku pesan sendiri aja..” tolak Alfa.


“Alah tenang aja, ayo kamu mau apa ?”


“Hmm yaudah deh mie ayam aja..” jawab Alfa mengalah.


“Oke tunggu bentar ya..” Linda tersenyum senang dia segera berbegas ke stand yang menjual mie ayam.


Setelah Linda pergi, Andi langsung menintrogasi Alfa.


“Fa kamu kenapa dateng sama Linda kalau ada Syabil gimana ?” tanya Andi.

__ADS_1


“Iya mas, nanti kalau mbak Syabil marah gimana coba..” timpal Adi


“Semoga aja nggak dateng deh, bisa-bisa gawat nanti..” jawab Alfa.


Tidak lama kemudian Linda sudah kembali membawa 2 mangkok mie ayam, rupanya dia juga pesan mie ayam sama seperti Alfa.


“Nih Fa, dimakan dulu..” kata Linda.


“Makasih Lin..”


Keduanya kemudian makan, mereka sudah sangat lapar karena padatnya aktivitas tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, banyak siswa mulai meninggalkan sekolah dan satu persatu siswa meninggalkan kantin hingga tersisa tidak lebih dari 20 siswa disana termasuk Andi,Adi, Alfa dan Linda.


Ditengah-tengah Alfa sedang  makan hal yang tidak terduga terjadi, Syabil dan kedua temannya datang ke kantin,


*DEG*


Mata Syabil melihat kearah Alfa begitu pula sebaliknya, Syabil melihat disamping Alfa ada Linda, dia berusaha


mengontrol emosinya dan mencoba tenang. Dilain sisi Alfa sudah merasa tidak enak juga, tapi dia masih berusaha tenang biar tidak menimbulkan kecurigaan Linda.


Andi yang melihat Syabil juga kaget, dia buru-buru memanggil Syabil untuk ikut bergabung bersama mereka.


Ririn dan Intan ikut saja, Syabil kemudian duduk disamping adiknya berhadapan dengan Alfa diikuti Ririn dan Intan disampingnya.


“Eh mbak, kirain udah pulang..” kata Adi dengan gugup.


“Belum..” jawab Syabil singkat.


Adi tidak berani bertanya lagi dia tau suasana hatinya sedang tidak enak, Alfa hanya diam saja.


“Lho kalian saudara ?” tanya Linda


“Iya aku adiknya Mbak Syabil..” jawab Adi.


“Oh begitu, oh iya tadi kan belum beli minum, kamu mau minum apa Fa ?” tanya Linda


Syabil langsung menatap kearah mereka, Alfa yang tau diri langsung menolak tawaran Linda.


“Nggak usah Lin, aku nggak haus, kamu aja..” tolak Alfa.


“Oh yaudah kalau gitu..” kata Linda, kemudian dia berlalu pergi.


Suasana hening tidak ada yang berani bersuara, Syabil kemudian berdiri.


“Mau kemana ?” tanya Alfa.


Syabil meninggalkan tempat duduk dan mengarah ke stand penjual bakso sendiri, Alfa menghela nafas dan dia akhirnya berdiri mengikuti Syabil dari belakang. Andi, Adi, Ririn dan Intan menghela nafas, mereka berharap Syabil dan Alfa baik-baik saja. Ririn dan Intan juga beranjak ke stand makanan lainnya.


Di stand yang jualan minuman Linda melihat Alfa menemani Syabil dari belakang mulai cemburu,


‘tadi ditawarin mau minum apa nggak mau, sekarang malah nyusulin syabil, dasar Alfa..’ batin Linda.


Alfa menyusul Syabil yang masih berdiri di depan stand bakso, istrinya itu hanya diam tanpa melihat dirinya


yang ada disampingnya.


“Pak bakso tambah 1 ya sama es jeruk 2” kata Alfa pada bapak penjual bakso.


“Bukannya mas tadi udah makan mie ayam ?” tanya Syabil sambil masih menatap ke depan.


“Mas masih lapar..”


Bakso mereka udah siap dan mereka kembali ke tempat duduk. Linda yang sudah datang duluan melihat Alfa membawa semangkok bakso lagi jadi jengkel,


“Lho Fa kamu makan lagi ? belum kenyang makan mie ayam tadi ?” tanya Linda.


“Iya tiba-tiba laper lagi jadi aku pesan makanan lagi ini..” jawab Alfa.


Suasana hening lagi hanya ada suasana sendok beradu dengan mangkok saja. Adi tidak tahan dengan suasananya, dia pamit pergi dulu.


“Mbak aku pulang dulu ya, capek tadi habis ikut lomba basket, mau istirahat..” pamit Adi.


“Iya, hati-hati dijalan Di jangan ngebut..” kata Syabil.


Setelah menyalami Andi dan Alfa, Adi meninggalkan kantin, dia segera menuju parkiran untuk pulang.


Syabil sudah selesai makan, dia bergegas ingin pergi dari kantin sementara Intan dan Ririn masih belum selesai makan.


“Rin, Intan aku pulang duluan yaa..” pamit Syabil sambil beranjak dari bangku.


Alfa diam sambil menatap terus kearah Syabil. Andi juga diam, sementara Linda sibuk dengan hp nya.


“Iya Bil hati-hati yaa..” kata Intan dan Ririn.

__ADS_1


“Mari Linda, duluan yaa..” pamit Syabil pada Linda.


“Iyaa..” jawab Linda dengan malas.


Alfa tidak tinggal diam, dia juga beranjak dari bangku,


“Mau kemana Fa ? kita kan habis ini kan ada rapat..” tanya Linda.


“Kamu duluan aja Lin, aku ada urusan bentar..” jawab Alfa buru-buru pergi.


“Eh Fa !”


Linda kesal, dia curiga dengan tingkah Alfa dan Syabil. Dia memutuskan untuk mengikuti Alfa dari kejauhan.


Andi yang ditinggal sendirian hanya bisa menghela nafas, dia merasa dicuekin dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang saja.


Alfa mengejar Syabil dia melihat Syabil sudah hampir halaman depan, dia langsung menarik tangan istrinya mencari tempat sepi di dekat parkiran, untungnya disana sudah tidak terlalu banyak orang. Syabil mau menolak tapi mengingat itu suaminya akhirnya dia menurut saja.


Sesampainya di tempat yang agak sepi, Alfa masih menggenggam tangan Syabil dengan erat,


“Mas lepasin nanti kalau dilihat siswa lain gimana ?” pinta Syabil.


Akhirnya Alfa melepas genggamannya,


“Bil dengerin aku tadi itu cuman kebetulan aja aku sama Linda keluar dari ruang OSIS barengan trus kita ke


kantin..” kata Alfa memberi penjelasan.


“Iya mas aku tau kok, tapi mau gimana lagi aku cemburu, dan nggak suka kalau Linda deket-deket sama kamu..” kata Syabil dengan jujur dan menundukkan wajahnya.


Dia malu sebenarnya mengucapkan hal tersebut, tapi entah kenapa saat itu perkataannya meluncur begitu saja. Alfa yang mendengarnya tersenyum, istrinya cemburu itu tanda kalau Syabil cinta pada dirinya.


“Jadi mas minta maaf ya, aku akan berusaha biar Linda nggak dekat-dekat lagi sama Mas..” kata Alfa meyakinkan Syabil.


“Iya, awas aja kalau ketauan lagi, aku nanti nggak masak selama seminggu!” ancam Syabil.


Alfa terkekeh mendengar ancaman dari istrinya,


‘ada-ada aja, punya istri selucu ini..’ batin Alfa.


Dia mengelus kepala Syabil dengan lembut, membuat Syabil tersenyum senang. Tidak lama Adi datang, dia langsung menghampiri kakak dan kakak iparnya,


“Cie udah baikan..” goda Adi.


“Lho kamu katanya pulang tadi kok baru ke parkiran ?” tanya Syabil.


“Emm.. tadi bantu temen bentar Mbak..” kata Adi


Dari arah belakang Adi ada cewek yang lari tergesa-gesa,


“Adi!” panggilnya


Adi, Alfa dan Syabil langsung memandang kearah cewek itu,


“Lho Ana, ada apa ada masalah lagi ?” tanya Adi.


“Enggak, ini hp kamu ketinggalan tadi..” kata Ana memberikan hp ke Adi.


“Yaampun, makasih ya Na..” Adi baru sadar hp nya ketinggalan.


“Haduh Adi, kok sering sih hp nya ketinggalan, lain kali sebelum pergi dicek dulu!” kata Syabil menasehati


adiknya.


“Hehe maaf Mbak..” Adi hanya cengengesan.


“Makasih ya, udah balikin hp adek aku, nama kamu Ana ?”


“Iya kak..” jawab Ana malu-malu


Dia gugup karena sekarang berhadapan dengan kakak dari orang yang disukainya dan ketua OSIS.


“Salam kenal ya Ana...” kata Syabil dengan ramah.


Ana hanya mengangguk dan tersenyum kemudian dia pamit pergi. Ketika Ana pergi Adi terus memperhatikannya dari belakang, Syabil langsung menepuk pundak adiknya itu,


“Hayo liat apa, udah yuk anterin Mbak pulang..”


“Eh, yaudah deh ayo...”  Adi langsung sadar setelah ditepuk pundaknya


“Hati-hati di jalan Di..” kata Alfa.


“Iya mas!”

__ADS_1


Adi dan Syabil pulang, Alfa segera kembali ke ruang OSIS karena akan ada rapat evaluasi kegiatan hari ini


dan mempersiapkan lomba besok. Dia tidak sadar dari tadi diperhatikan oleh Linda dari jauh, Linda cemburu dengan Syabil,dia mulai merencanakan sesuatu.


__ADS_2