
Masih di kantin, Syabil dan kedua sahabatnya masih asik bercengkrama sambil makan siang, tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk pundak Syabil, spontan dia menoleh
“Hallo Syabila lama nggak ketemu..”
“Lho Indra, aku kirain kamu nggak masuk tadi.. apa kabar ?” tanya Syabil.
Indra ikut bergabung dan duduk di sebelah Syabil, dia keliatan ceria sekali,
“Baik, kamu sendiri gimana Bil ?” tanya Indra balik
“Baik juga Ndra.. wah kamu tadi telat ya ? kok nggak keliatan di kelas..”
“Iya, males juga hari pertama masuk pasti cuman bagiin jadwal” jawab Indra dengan santainya.
Syabil mengangguk, benar juga yang dikatakan oleh Indra tadi.
“Liburan kamu kemana aja Ndra ?” sekarang gantian Intan yang tanya.
“Aku sibuk touring sama temen klub motor ku Tan..”
“Wah asik dong, touring kemana aja ?” Intan jadi tambah antusias
“Em, kemarin ke Jogja Tan tujuannya..”
Mendengar jawaban Indra, spontan Intan, Ririn dan Syabil saling berpandangan. Syabil mulai khawatir jika dia
tanpa sengaja bertemu Indra saat Jogja.
“Kenapa kalian kok kaget gitu ? kalian juga kesana ?” tanya Indra yang mulai curiga.
“Enggak kok Ndra, kita dirumah..” jawab Ririn sambil menunjuk dirinya dan Intan
“Kamu disana dari kapan Ndra ?” Syabil ingin memastikan.
“Kalau nggak salah hari ketiga liburan sih Bil aku baru sampai sana malam di malioboro..” jawab Indra sambil
mengingat-ingat.
Syabil langsung bernafas lega, hari ketiga liburan dia waktu itu malamnya sudah istirahat di hotel, jadi tidak
mungkin ketemu Indra secara tidak sengaja.
“Kalau kamu liburan kemana aja Bil ?” tanya Indra yang tiba-tiba jadi antusias.
“E.. aku kebanyakan dirumah kok Ndra..” jawab Syabil dengan sedikit gugup. Dia tidak bohong memang dia banyak menghabiskan dirumah, karena di jogja juga cuman sebentar.
Ririn dan Intan yang melihat Syabil sangat gugup jadi tertawa kecil, Syabil yang merasa ditertawakan
langsung menyenggol kaki mereka berdua.
__ADS_1
“Oh gitu, tau gitu aku ajak kamu ikut touring bareng aku Bil..”
“Wah aku nggak suka touring Ndra..hehe,” Syabil tertawa kecil.
“Seru lho, lain kali aku ajak..”
Syabil tidak menjawab dia hanya tersenyum saja, Indra lalu terlihat membuka tasnya dan mengeluarkan gantungan kunci, dia lalu memberikannya pada Syabil,
“Ini Bil aku kasih oleh-oleh kemarin dari Jogja..” kata Indra.
“Wah makasih Ndra, bagus banget gantungan kuncinya..”
“Buat kita mana Ndra ?” tanya Ririn dengan wajah datarnya.
Indra menghela nafas, dia lalu mengambil lagi 2 gantungan kunci dari tas dan memberikannya pada Intan dan
Ririn,
“Nih buat kalian, aku udah menduga pasti kalian minta juga..” jawab Indra dengan santai.
“Yaiyalah masak syabil aja, kita kan juga mau souvenir, haha..makasih banyak yaa..” Intan tampak begitu senang mendapatkan souvenir.
Mereka berempat tampak bergembira saat bercengkrama, membahas kegiatan yang dilakukan saat liburan. Mereka tidak menyadari kalau dari tadi ada 2 pasang mata yang sedang memperhatikan dari bangku pojok kantin, yaitu Ika dan Reren. Mereka tampak suka melihat kedekatan Syabil dan Indra.
“Sebelumnya Alfa sekarang Indra, dia akrab banget sih sama cowok-cowok populer di sekolah kita..” ujar Ika dengan sebal.
Linda yang baru aja selesai rapat OSIS merasakan hp nya bergetar di saku langsung membuka hp dan dilihatnya ada pesan masuk dari Reren. Saat melihat foto yang dikirimkan dia langsung merasa kesal, bagaimana tidak sekarang Indra juga terlihat suka dengan Syabil dan itu membuat Linda semakin membenci dia.
Alfa yang sedang berdiri tidak jauh dari sana tidak sengaja melihatnya, dia langsung menghembuskan nafas
dengan kasar, ingin rasanya dia menarik syabil dari situ dan mengajaknya pulang, tapi dia tidak boleh gegabah karena bisa membuat semua orang curiga.
Alfa lalu segera mengemasi barang-barangnya ke tas dan beranjak keluar dari ruangan, dia meminta salah
satu teman OSIS nya untuk mengunci ruangan sebelum pulang. Linda yang melihat Alfa terburu-buru pulang langsung bergegas menyusulnya, tapi saat dia sampai luar ruangan dia sudah tidak melihat Alfa lagi.
‘cepet banget dia, udah ngilang aja..’
Alfa langsung menuju kantin, dan dia berpapasan dengan Adi yang baru aja dari ruang klub basket, tanpa basa-basi Alfa langsung merangkul kepala adik iparnya itu dan mengajaknya ke kantin,
“Eh ada apa ini mas aku mau pulang tau!” protes Adi.
“Udah kamu ikut aku dulu aja..”
Rupanya Adi akan dijadikan tameng supaya Indra tidak curiga jika dia mengajak Syabil pulang. Sementara itu di kantin Intan yang duduknya menghadap pintu masuk kantin melihat kedatangan Alfa langsung diam, dia pura-pura tidak tau Alfa yang sedang jalan dan menatap lurus kearah tempat mereka duduk. ‘aduh yang punya datang’
Alfa dengan wajah datarnya terus berjalan dan berhenti di bangku tempat Syabil dan yang lainnya duduk. Syabil yang melihat kedatangan Alfa langsung diam dan menunduk, dia jadi cemas takut kalau Alfa marah lagi karena sekarang ada Indra disampingnya.
“Ada apa pak ketos kesini ?” tanya Indra.
__ADS_1
“Kita mau ngajak Syabil pulang..” jawabnya masih dengan wajah datar.
Adi mulai tau maksud kakak iparnya itu mengajaknya ke kantin, yaitu untuk jadi tameng karena dia adiknya
syabil dan bisa buat alasan untuk mengajak kakaknya pulang. ‘aduh dasar kena mulu sih aku!’ batin Adi.
“kenapa harus sama kalian ? kan bisa sama aku pulangnya..”
Perkataan indra langsung membuat semuanya memandang kearahnya, Syabil tidak habis pikir apa yang sedang dipikirkan Indra, udah jelas dia tidak akan mau kalau diantar Indra tapi kenapa Indra bicara seperti itu.
Alfa tetap dengan wajah datarnya, dia memandang kearah Adi seperti memberi suatu kode, Adi yang entah kenapa tiba-tiba jadi peka langsung tau maksud kakak iparnya itu,
“E..Ayo mbak pulang!” ajak Adi
Syabil mengangguk, dia segera membereskan makanannya dan ketika dia hendak berdiri,tangannya dicegah oleh Indra dan membuat dirinya kaget.
“Aku antar pulan Bil..”
“Apa sih Ndra, lepasin aku mau pulang..” kata Syabil yang menolak Indra memegang tangannya, tapi genggaman tangan Indra kuat membuatnya tidak bisa melepaskan genggaman tangannya.
Alfa yang udah tidak sabar lagi langsung menghampiri Syabil dan menarik tangan Syabil yang satunya dengan kuat sampai membuat Syabil hampir jatuh.
“Apaan sih Fa kamu kasar banget, itu Syabil mau jatuh!” Indra mulai emosi.
“Kamu yang lepasin, dia udah bilang minta dilepasin kan tangannya!” Alfa mulai ikut emosi karena dari tadi
Indra memegang tangan istrinya.
“Nggak, dia akan pulang sama aku bukan sama kamu!”
Dan terjadilah adegan tarik menarik, Intan dan Ririn ingin melerai tapi mereka takut melihat ekspresi Alfa dan Indra yang begitu emosi, akhirnya mereka meminta Adi untuk melerai.
“Di bantuin tuh kakak kamu, kita takut mau ikut campur..” pinta Ririn pada Adi.
“Haduh, yaudah deh!”
Adi kemudian menghampiri kakaknya dan melepas pegangan tangan dari Indra dan Alfa.
“Udah cukup!, kalian ini apa-apaan sih kasihan tau kakakku tangannya jadi merah tuh gara-gara kalian!” bentak Adi.
Alfa masih menatap tajam kearah Indra begitu juga sebaliknya,
“Udah kalian terusin aja, kita pulang kak!” ajak Adi pada kakaknya,
Syabil digandeng Adi meninggalkan kantin, Ririn dan Intan mengikuti dari belakang. Tidak lama Alfa pergi meninggalkan Indra tanpa mengatakan sepatah katapun, dari tatapannya ke Indra seperti mengisyaratkan kalau ‘jangan mendekati Syabil!’
Setelah kepergian Alfa tinggal Indra sendiri disana, karena kesal dia langsung menendang bangku sampai terjatuh. Dia kesal karena setiap kali dia mau mendekati Syabil pasti Alfa muncul, dia mulai curiga dengan hubungan Alfa dan Syabil.
Dari pojok kantin Reren dan Ika masih disana, mereka dari tadi mengabadikan momen saat Syabil direbutkan oleh Alfa dan Indra, dan bertambahlah alasan mereka untuk membenci Syabil. Linda juga mendapatkan foto dari Reren dan dia mulai merencanakan sesuatu untuk Syabil.
__ADS_1