Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 55 - Perkara CCTV


__ADS_3

Setelah meninggalkan Indra yang masih mematung di tempat, Alfa bergegas menemui Syabil di UKS dan mengantarnya pulang. saat mereka berjalan menuju parkiran banyak siswa yang memperhatikan, kebanyakan mulai menduga kalau keduanya pacaran, karena tatapan Alfa pada Syabil sangat penuh arti. syabil merasa malu dilihat banyak orang, dia mengajak Alfa untuk berjalan lebih cepat.


"mas ayo cepet jalannya, malu diliatin.. " kata Syabil.


"biarin aja, lagian kamu masih sakit juga, jalannya nggak boleh cepat-cepat.. " jawab Alfa dengan santai


syabil hanya bisa geleng-geleng mendengar jawaban suaminya, dia berusaha menutup mukanya karena saking malunya.


Sampai parkiran syabil segera naik dibonceng Alfa dan motor melaju meninggalkan sekolah, sebelumnya mereka sudah izin jadi diperbolehkan oleh satpam sekolah.


sesampainya dirumah Alfa langsung menyuruh syabil untuk istirahat, tadi mereka sebelum sampai rumah juga membeli makan siang,


"yaudah habis ini makan dulu ya Bil.. aku tinggal balik ke sekolah nggak apa-apa kan? " tanya Alfa.


"iya mas, nggak apa-apa kok.. Hati-hati di jalan.. " jawab syabil sambil rebahan di tempat tidur.


Setelah memastikan Syabil istirahat, Alfa segera bergegas ke sekolah lagi. Selama di jalan dia memikirkan langkah yang harus dia lakukan supaya Syabil tidak menjadi korban lagi, ini sudah kedua kalinya Syabil mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan dari seseorang.


“Aku harus segera ambil tindakan!” gumam Alfa.


Sesampainya di sekolah dia bergegas ke kelas untuk lanjut mengikuti pelajaran.


“Gimana udah kamu antar Syabil ?” tanya Andi.


“Udah Di, udah dirumah dia.. aku suruh langsung istirahat..” jawab Alfa.


“Tau nggak, tadi pada heboh liat kamu sama Syabil jalan berdua..” tutur Andi.


“Biarin aja deh, lagian Indra tadi tanya hubungan aku sama Syabil..”


“Trus kamu jawab kalau kalian udah nikah ?” Andi semakin penasaran dengan jawaban Alfa.


“Wah ya nggak lah, bisa gempar satu sekolah nanti! Aku bilang aja kalau kita pacaran gitu..” tutur Alfa.


“Iya juga sih ya, hehe.. terus kalau ada orang lain yang nanya?”


“Hmm.. mungkin udah saatnya pada tau biar nggak ada yang berani gangguin Syabil lagi..”


“Iya juga sih, kamu jadi cek cctv ?” tanya Andi.


“Iya, nanti waktu pulang sekolah aja..”


“Oke kalau gitu..”


Linda yang tempat duduknya tidak jauh dari Alfa samar-samar mendengar percakapan antara Alfa dan Indra, tapi dia hanya mendengar sebagian, yang jelas dia mendengar ketika Andi menyebut akan mengecek cctv, hal itu membuatnya ketar ketir dan cemas jika Alfa akan mengecek cctv karena kejadian kemarin di toilet.


“Istirahat nanti aku harus cari cara supaya bisa hapus rekaman cctv kemarin..” gumam Linda.


Sementara itu di kelas Adi, ada salah satu teman sekelasnya yang kebetulan melihat Syabil waktu digendong ke


UKS,


“Di kakak kamu tadi aku liat pingsan trus dibawa ke UKS..” tutur salah satu teman Adi.


“Ha ? Yaampun kenapa lagi itu.. terus keadaannya sekarang gimana ?” Adi langsung heboh.


“Ya mana aku tau Di! Aku tadi kebetulan pas lewat.. yang gendong sih tadi kak Indra..”


“Aduh, masalah lagi ini..” Adi langsung menepuk jidatnya, dia berpikir kalau sampai Indra yang menggendong


kakaknya, Alfa pasti akan marah.


“Yaudah deh makasih infonya, nanti aku coba tanya ke kelasnya..”

__ADS_1


Ana yang dari tadi menguping pembicaraan Adi langsung ikut bicara,


“Di kemarin aku ketemu sama kak Syabil di toilet dengan baju yang basah kuyup, apa karena itu ya dia jadi sakit..” tutur Ana.


“Ha ? apa Na ? basah kuyup ? yaampun masih ada lagi ini.. ulah siapa sih sebenernya bikin geram aja!” Adi langsung terlihat emosi, dia tidak terima kakaknya di ganggu seperti itu.


“Tenang Di, kemarin aku langsung manggil kak Ririn dan Intan trus ada kak Alfa juga..”


“Hmm.. makasih ya Na infonya..”


“Sama-sama Di..” jawab Ana dengan tesenyum ramah.


Jam istirahat Linda bergegas ke ruang cctv, disana ada satu orang yang bertugas untuk mengawasi semua cctv yang ada di sekolah namanya mas Danu, usianya masih 25 tahun.


“Eh Linda, ada yang bisa dibantu ?” sapa Danu dengan ramah, dia sudah kenal Linda sebagai anggota OSIS.


“E.. itu mas ada barangku yang hilang di sekitar depan toilet, bisa minta tolong liatkan cctv yang ada disitu


mas ?” tanya Linda.


“Oh.. bentar ya.. waktunya kapan kira-kira ?” tanya mas Danu sambil membuka file cctv.


“Sekitaran 1 jam sebelum jam pulang mas..”


Mas Danu tampak membuka-buka file, Linda masih cemas.


“Wah kayaknya pas waktu itu cctv nya rusak deh Lin, soalnya nggak ada file sekitar jam segitu tuh, malah seharian kemarin nggak ada rekamannya.” Tutur mas Danu dengan santai.


Linda langsung lega, dengan begitu bukti kalau dia yang menyiram Syabil tidak ada, dia langsung tersenyum.


“Lho kok senyum Lin ? kan barang kamu ada yang hilang..” selidik mas Danu.


“Oh nggak apa-apa kok mas, nggak terlalu penting juga sih hehe.. yaudah makasih ya mas aku pergi dulu..” kata


Linda dengan tersenyum ramah.


Linda pamit pergi dari ruang cctv dengan perasaan tenang, setelah kepergian Linda  mas Danu langsung  membuka hp nya dan mengirim pesan pada seseorang.


Sementara itu Adi langsung mencari kakak iparnya, dia cari di kelas didak ketemu akhirnya dia ke kantin,


dan benar Alfa sedang makan siang dengan Andi, dan dia langsung ikut gabung duduk disamping Alfa.


“Mas, mbak syabil kena masalah lagi ?” tanya Adi.


Alfa mengangguk, dia lalu menceritakan kronologi kejadian mulai dari saat Syabil di siram oleh seseorang


yang belum diketahui waktu ke toilet sampai saat pingsan di jam olahraga tadi.


“Mas udah tau siapa dalangnya ?” tanya Adi lagi, dia sekarang udah sangat emosi.


“Belum, nanti pulang sekolah rencananya mau cek cctv..” tutur Alfa.


“Aku ikut deh, penasaran siapa orangnya, udah beberapa kali lho bikin masalah sama kakakku!” Adi tidak terima


kakaknya diperlakukan seperti itu.


Alfa mengangguk setuju, tiba-tiba hp Andi berbunyi, dia langsung membuka pesan yang masuk, seketika dia


tersenyum.


“di whatsapp siapa mas kok seneng banget kayaknya?” tanya Adi.


“Enggak, nggak apa-apa kok.. nanti kalian bakalan tau sendiri..” jawab Andi dengan santai.

__ADS_1


Jam istirahat berakhir semua siswa kembali ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


Linda yang tadinya gelisah dan cemas sekarang tambah tenang tanpa beban, dia mengira tingkahnya kemarin tidak bakalan ada yang tau.


Jam pulang sekolah Alfa dan Andi bergegas ke ruang cctv, disusul oleh Adi dari kelasnya. Sesampainya di ruang


cctv mas Danu sudah menunggunya.


“Mas mana rekaman cctv yang aku bilang kemarin ?” pinta Andi.


“Nih udah mas siapkan!” kata mas Danu sambil menunjukkan rekaman cctv yang ada di depan toilet perempuan.


Alfa, Andi dan Adi fokus mengamati rekaman cctv pada sore itu, sambil menunggu Alfa bertanya pada mas Danu,


“Ada yang minta rekaman cctv ini nggak mas ?” tanya Alfa.


“Ada tadi 1 orang..” jawab mas Danu,


Ekspresi Alfa langsung berubah,


“Siapa ?” tanya Alfa dengan serius


“Linda..” jawab mas Danu singkat.


Tepat saat mas Danu mengatakan nama Linda, rekaman cctv menunjukkan saat dimana Syabil masuk toilet kemudian disusul oleh seorang siswi yang tidak lain adalah Linda,


“Nah itu tuh, dia pasti pelakunya!” seru Adi dengan heboh.


“Sialan!” umpat Alfa.


Seketika ekspresi Alfa berubah, dia sekarang sangat marah dan ingin sekali melabrak Linda, tapi dicegah oleh


Andi.


“Tunggu dulu Fa, jangan buru-buru..” cegah Andi.


“Nunggu apa lagi Di ? dia udah keterlaluan tau!” kata Alfa dengan nada tinggi.


“Kita butuh bukti lagi, yang bisa meyakinkan kalau memang dialah pelakunya, kalau cuman cctv dia pasti bisa


berkilah! Tidak ada yg membuktikan langsung kalau dia yang menyiram Syabil..” terang Andi.


Yang dibilang Andi benar juga, Alfa dan Adi setuju meskipun di hati mereka ingin sekali membuat perhitungan


pada Linda.


“Awas aja dia kalau macam-macam lagi sama kakakku! Aku bakalan awasin dia!” tambah Adi.


Setelah dirasa tenang lagi, Alfa berterimakasih pada mas Danu yang sudah membantunya,


“makasih ya mas atas bantuannya...” ucap Alfa.


“sama-sama Fa.. kalau butuh bantuan langsung bilang aja..” ucap mas Danu.


“ngomong-ngomong kalian kok santai banget ngomongnya sama orang ini ?” tanya Adi dengan polos.


Alfa, Andi dan mas Danu tertawa, Andi kemudian menjelaskan jika mas Danu adalah kakak kandungnya dan mereka bertiga sudah kenal lama. Andi juga menjelaskan jika Linda tadi menemui mas Danu untuk minta lihat rekaman cctv itu, tapi dia sudah bilang ke mas Danu duluan jika tidak boleh ada yang minta cctv di toilet.


“Oh jadi yang tadi siang itu mas Danu yang ngabarin ke kamu ?” tanya Adi.


Andi mengangguk dan tersenyum, dia sudah mengira kalau Linda lah pelakunya sejak saat dia melihat Linda


mengikuti dirinya dan Alfa ke ruang UKS saat Syabil pingsan. Dengan begini sudah ketauan siapa dalang dari semua kejadian sebelum-sebelumnya, Alfa menjadi ekstra hati-hati dengan tingkah Linda dan dia akan  mengawasi Linda supaya tidak macam-macam lagi dengan Syabil.

__ADS_1


Alfa membulatkan tekatnya untuk mempublik kan hubungannya dengan Syabil, supaya tidak ada yang berani


macam-macam lagi dengan Syabil. hari itu setelah selesai melihat cctv masing-masing dari mereka pulang, Adi yang sebelumnya ingin ikut ke apartemen Alfa membatalkan niatnya karena sudah diminta cepat pulang oleh Mamanya.


__ADS_2