Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Chapter 67 - Keluar Negeri ?


__ADS_3

Hari sabtu malam, di apartemen Alfa dan Syabil sedang ada tamu yaitu Adi. Dari siang dia ada disana dan katanya lagi bosan di rumah.Syabil mengajaknya makan bareng, hari itu kebetulan dia masak nasi goreng.


“Mbak nambah..” pinta Adi sambil menyodorkan piringnya.


“Ambil sendiri Di, itu ada di depan kamu nasi nya..” jawab Syabil.


“Huh, iya deh!”


Sambil makan mereka bertiga berbincang-bincang, Adi menanyakan rencana Alfa setelah lulus sekolah nanti,


“Mas rencana mau lanjut kuliah dimana ?” tanya Adi.


“Hmm, belum kepikiran Di, paling deket-deket sini aja..” jawab Alfa.


“Oh gitu.. kalau mbak gimana ?” tanya Adi lagi.


“Belum kepikiran, kamu kenapa tiba-tiba tanya gitu ?” tanya Syabil.


“Nggak apa-apa, penasaran aja, kalian kan udah kelas 12 dan mulai banyak ujian terus mas Alfa juga udah nggak jadi ketua OSIS..” jawab Adi.


“Hadeh.. ada-ada aja kamu Di.. oh iya gimana rencana jualan kamu sama Ana ?” Syabil tiba-tiba teringat dengan Ana.


“Besok aku sama dia mau belanja bareng..”


“Dimana ?” tanya Syabil yang mulai kepo


“Di supermarket deket situ..”


“Oh gitu.. hati-hati lho ya.. kamu bawa cewek harus dijagain..” tutur Syabil


Adi hanya mengangguk-angguk sambil terus makan. selesai makan mereka bersantai nonton tv, rencananya Adi ingin menginap karena lebih dekat ke supermarket dari situ daripada dari rumahnya.


“Mbak aku nginep ya ? udah malam nih..” Adi meminta izin pada kakaknya.


“Yaudah, daripada kamu nanti kenapa-kenapa di jalan..”


Alfa beranjak ke kamarnya karena mendengar ada bunyi dering dari hpnya, meninggalkan Syabil dan Adi yang masih asik nonton tv.


“Halo Pa!” Alfa langsung mengangkat telfon dari Papanya.


“Alfa, besok kamu ada acara ?” tanya Papa Alfa.


“Nggak ada sih, emang kenapa ?”


“Besok ke rumah ya, ada yang mau papa bicarakan..” kata Papa Irfan dengan nada serius.


Alfa mengernyitkan dahi, dia mulai merasa curiga pada papanya,


“Ada masalah Pa ?” tanya Alfa memastikan.


“Besok aja papa jelasin, gimana di Bali kemarin nggak ada masalah kan ?”


“Hmm.. besok aja deh Alfa ceritain sekalian..”


“Yaudah kalau gitu, sampai ketemu besok ya..”


“Iya Pa..”


Alfa menutup telfon Papanya, dia merasa aneh dan curiga dengan nada bicara papanya tadi. Alfa merasa Papanya sedang merencanakan sesuatu. Malam itu Syabil tidur di kamar sendirian karena Alfa menemani Adi tidur di depan tv, tidak enak juga jika dia tidur dikamar.


Pagi hari setelah selesai sarapan dan bebersih diri, sesuai janji dengan Ana, Adi langsung berangkat ke tempat janjian, meninggalkan Syabil dan Alfa yang masih di apartemen,


“Mbak aku berangkat dulu ya..” pamit Adi.


“Iya hati-hati.. salam buat Ana..” kata Syabil.


“Oke..”

__ADS_1


setelah kepergian Adi, Alfa dan Syabil bersiap-siap untuk pergi ke rumah orang tua Alfa. sebelumnya Alfa sudah memberitahu Syabil kalau mereka diminta datang hari itu.


“Kok tiba-tiba ya Papa sendiri yang minta kita datang ? biasanya Mama..” celoteh Syabil.


“Aku juga nggak tau, tumben banget..” jawab Alfa.


selesai siap-siap mereka beranjak pergim tidak lupa oleh-oleh dari Bali juga dibawa, terutama buat adiknya Alfa yaitu Ari. perjalanan memakan waktu tidak kurang dari 30 menit. sesampainya di rumah Alfa dan Syabil langsung masuk rumah dan disambut oleh Mamanya Alfa


Alfa dan Syabil bergantian salim dengan Mama dan Papanya, kemudian mereka duduk di shofa ruang tamu.


“Akhirnya datang juga.. gimana liburan di Balinya kemarin ?” tanya Mama Alfa.


“Seru kok Ma.” jawab Syabil dengan tersenyum, dia ingin menutupi insiden yang dialami waktu di Bis.


“Alhamdulillah kalau gitu.. ”


“Oh iya Ma.. ini ada oleh-oleh dari Bali..” kata Syabil sambil meletakkan beberapa bingkisan di atas meja.


“Waah makasih banyak ya sayang.. Mama taruh di meja makan dulu..” Mama Alfa sangat antusias, beliau langsung membawa bingkisan oleh-oleh ke meja makan.


“Pa, mau ngomong apa ?” tanya Alfa langsung pada papanya,


“Oh iya, ikut papa sebentar ke ruang kerja..” ajak Papa Rian.


Alfa mengikuti langkah Papanya ke ruangan kerja, sementara Syabil yang melihat Ari sedang nonton tv, langsung menghampirinya.


“Hai Ari.. lagi nonton apa kamu ?” tanya Syabil setelah duduk disamping Ari.


“Nonton..kartun..” jawab Ari dengan tetap menghadap ke layar TV.


syabil tersenyum melihat tingkah Ari yang sedang nonton tv sambil makan camilan ringan. tidak lama mama fira datang dan ikut nimbrung. sementara itu di ruangan kerja Papa Rian duduk di kursi kerjanya sementara Alfa duduk menghadapnya,


“Ada apa Pa ?” tanya Alfa lagi.


“Jadi gini Fa, kamu dulu pernah ngomong kalau ingin kuliah di luar negeri kan ?” Papa Rian sedang dalam mode serius


Alfa mulai tau apa yang akan dibahas oleh Papanya, dia masih diam tidak menjawab.


“Sebentar lagi akan ada pendaftaran program beasiswa untuk kuliah di jepang, kamu mau ambil ?”


“Pa.. tapi Syabil gimana ? masak aku tinggal sendirian disini..” Alfa balik bertanya pada papanya.


“Syabil jangan ikut dulu.. papa tau ini berat buat kalian mengingat kalian baru aja tinggal bersama..”


Alfa masih diam, dia tampak berpikir keras, kuliah di luar negeri adalah impiannya dari dulu, dia ingin belajar lebih banyak tentang teknologi dan bisnis untuk persiapan nanti sebagai penerus perusahaan.


“Pikirkan baik-baik dulu Fa, papa kasih waktu 1 minggu buat keputusan kamu..”


“Iya pa..” Alfa menggaruk-garuk kepalanya bingung harus bagaimana.


“Oh iya, kamu katanya mau cerita tentang di Bali kemarin, memangnya ada apa ?” tanya Papa Rian.


Alfa kemudian bercerita tentang kejadian yang menimpa Syabil waktu di bis sampai setelah sampai di sekolah. Papa Rian langsung kaget, tidak menyangka jika terjadi hal yang seperti itu pada menantunya.


“Terus guru itu sekarang masih ngajar ?” tanya papa Rian.


“Aku sih usul dikeluarin aja guru kayak gitu, takut nanti ada korban-korban lain lagi Pa..” jawab Alfa.


papa Rian mengangguk setuju, beliau kebetulan kenal dengan kepala sekolah dan langsung mengambil hp yang ada di meja kerja. terlihat Papa Rian menghubungi seseorang dan hal itu membuat Alfa penasaran.


“Halo iya selamat siang pak Setiawan, mohon maaf mengganggu waktunya di hari libur ini…” sapa papa Rian dengan tenang.


Alfa tersenyum kecil mendengar ucapan papanya, memang papanya itu kadang suka bertindak langsung tanpa berfikir dulu.


papa Rian dengan santai ngobrol dengan pak Setiawan, basa-basi terlebih dahulu dan tidak lama beliau menyinggung masalah Syabil.


“Ngomong-ngomong pak saya mau tanya,katanya ada masalah ya dengan keponakan saya kemarin waktu perjalanan pulang ke bali ?” tanya papa Rian.

__ADS_1


“E.. iya pak, terkait hal itu sudah kami tangani dengan baik dan bapak tidak perlu khawatir..” jawab pak Setiawan.


“Ditangani dengan bagaimana ya pak ?” papa Rian mulai memancing, Alfa hanya diam mendengarkan papanya bicara.


“Kami akan mengambil tindakan dengan memecat guru yang bersangkutan pak,” jawab pak Setiawan lagi dengan suara gugup.


“Oh begitu, baiklah terimakasih ya pak, saya yakin pihak sekolah bisa menangani masalah ini dengan baik..”


beberapa menit setelahnya papa Rian mengakhiri teleponnya.


“Sudah tunggu aja keputusan dari kepala sekolah..” kata papa Rian.


Alfa hanya mengangguk tersenyum, dia tau papanya termasuk orang berpengaruh di sekolahnya, dan kepala sekolah juga tidak mau kehilangan donatur terbesar di sekolah itu.


selesai berbincang di ruangan kerja, papa Rian dan Alfa keluar dari ruangan lalu ikut nimbrung di depan tv. Syabil melihat ekspresi Alfa yang terlihat sedang galau jadi penasaran apa yang sebenarnya dibicarakan tadi di ruangan kerja.


“Ada apa mas ?” tanya syabil pada Alfa yang sudah duduk disampingnya.


“Nggak apa-apa, masalah kerjaan..” jawab Alfa sekenanya, dia masih belum ingin membahas yang sebenarnya terjadi pada Syabil.


“Oh gitu..”


Syabil tidak ambil pusing lagi, kalau masalah kerjaan dia tidak mau ikut campur dan dia pun lanjut bermain dengan Ari sambil nonton tv.


Dilain tempat Adi sudah menunggu Ana di tempat mereka janjian, yaitu di depan supermarket tempat mereka akan belanja keperluan untuk membuat cookies. sengaja Adi berangkat lebih awal supaya Ana tidak menunggu lama, sudah menjadi kebiasaannya karena dia dari kecil sudah dididik untuk selalu disiplin.


tidak berselang lama datanglah Ana dengan naik motor, setelah memarkirkan motornya Ana bergegas menghampiri Adi.


“Hai Di, sudah nunggu lama ?” tanya Ana.


“Enggak kok Na, kamu sendirian kesini ?” tanya Adi balik.


“Iya, soalnya Vilia lagi keluar sama mama aku..” jawab Ana.


“Oh gitu, yaudah yuk langsung aja..” Adi mengajak masuk ke supermarket


dengan sigap Adi mengambil trolli belanjaan, Ana menawarkan diri untuk membawanya, tapi dilarang oleh Adi, katanya biar cowok yang bawa. kata-kata Adi membuat Ana tersipu, ternyata Adi perhatian juga


mereka berdua mulai mengitari setiap rak dan mengambil beberapa bahan yang dibutuhkan, seperti tepung, gula, bubuk coklat dan lainnya, tidak lupa masing-masing dari mereka mengambil camilan yang mereka suka, kata Adi mumpung ada di supermarket jadi sekalian saja.


setelah dirasa cukup mereka segera menuju kasir, Adi meminta Ana untuk menunggu diluar saja, biar dia yang di kasir, Ana menolak karena dia tidak mau kalau semua dibayari oleh Adi, dia ingin membayar juga.


“Udah Na, kamu tunggu diluar aja..” kata Adi.


“Jangan gitu dong Di, ini kan kerja kelompok, aku kan juga harus ikut iuran..” tegas Ana.


“Udah santai aja.. kan nanti kamu yang buat semua dan aku nggak bisa bantu, jadi aku yang bayarin semua aja..”


“Enggak bisa gitu, pokoknya harus patungan dan aku mau bayar, titik!” kata Ana lagi


Adi menghela nafas, baru kali ini dia ketemu cewek yang dibayari tidak mau.


“Yaudah deh kalau gitu..”


“Nah gitu dong, biar adil..”


Adi hanya tersenyum, mereka berdua sampai dikasir dan membayar belanjaan mereka. Saat berjalan menuju parkiran, Adi menanyakan pada Ana acara dia selanjutnya,


“Aku mau langsung pulang aja deh Di, langsung aku buat aja cookiesnya..” jawab Ana.


“Mau aku bantuin ?” Adi menawarkan diri.


“Eh nggak usah, kamu pulang aja deh..” tolak Ana.


“Hmm,, yaudah kalau perlu bantuan atau ada apa-apa kabari aja ya Na..”


“Oke siap Di..”

__ADS_1


mereka berdua berpisah di jalan menuju rumah masing-masing. Alasan sebenarnya Adi tidak boleh datang ke rumah Ana adalah karena bisa jadi Vilia dan Mamanya heboh dan dia tidak enak dengan Adi.


__ADS_2