Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 48 - Main ke rumah Mertua


__ADS_3

Pagi hari setelah pulang dari jogja, Alfa dan Syabil langsung bebersih apartemen mereka, Syabil membagi tugas supaya cepat selesai dimana Alfa menyapu dan mengepel semua ruangan sementara dirinya mencuci baju dan memasak. Alfa setuju melakukannya, tapi untuk masak sarapan dia memilih untuk pesan makanan saja biar istrinya tidak terlalu capek.


Syabil senang Alfa mau membantu pekerjaan rumah dan perhatian, entah mulai kapan dia seperti itu tapi yang pasti sejak mereka mengutarakan perasaan masing-masing. Bersih-bersih rumah berjalan lancar dan bisa cepat, mereka sudah selesai sekitar pukul 7 pagi dan mereka mulai tadi sekitar pukul setengah 6.


Syabil langsung merebahkan dirinya di shofa, Alfa dari dapur mengambilkan air minum untuk istrinya.


“Ini minum dulu..” Alfa memberikan air minum untuk Syabil.


“Makasih mas..” Syabil mengambil air minum yang diberikan suaminya dengan tersenyum senang.


Alfa ikut menghempaskan tubuhnya di shofa, dia langsung rebahan dengan kepalanya ada di atas paha Syabil.


“Uhuk, Ih mas Alfa ini, aku ambilin bantal ya!” Syabil kaget dengan tingkah Alfa, hampir aja dia menyemburkan


minumannya.


“Nggak usah, gini aja lebih nyaman..” jawab Alfa dengan santai sambil membuka hp, dia akan memesan sarapan untuk berdua.


“Hadeh, curi-curi kesempatan ih kamu!” Syabil mengacak-acak rambut Alfa sampai tak beraturan. Yang bersangkutan tidak bergeming dan sibuk sendiri


Setelah memesan makanan Alfa malah tidur dengan posisi yang sama, Syabil hanya bisa pasrah dia akhirnya


nonton tv sambil menunggu makanannya datang. Sekitar 30 menit kemudian makanan mereka sampai, Syabil langsung ke dapur untuk mengambil minuman dari kulkas dan membawanya ke meja makan. Alfa membeli bubur ayam 2 porsi lengkap dengan kuah dan kerupuknya


Saat mau makan terlihat Alfa mengaduk buburnya, syabil yang melihatnya langsung berkomentar,


“Mas Alfa tim diaduk ya kalau makan bubur ?” Syabil yang merasa jadi tim tidak diaduk ketika makan bubur langsung bertanya.


“Iya emang kenapa ? kan lebih enak diaduk bumbunya campur jadi satu..” jawab Alfa dengan santai.


“ih enak nggak diaduk tau.. tuh liat warnanya campur aduk gitu!” syabil mulai protes.


“Yaampun Bil, gini aja kok repot sih.. udah ayo makan habis ini kita ke rumah Mama!”


Syabil tidak bersuara lagi, tapi dia memalingkan wajahnya biar tidak keliatan bubur yang dimakan suaminya. Alfa sendiri sampai geleng-geleng melihat tingkah istrinya, permasalahan cara makan bubur aja dipermasalahkan.


Selesai makan mereka segera gantian mandi dan siap-siap berangkat, syabil menenteng 2 paper bag ukuran


sedang untuk dibawa ke rumah, Alfa mengambil 1 paper bag yang dibawa oleh Syabil dan berjalan menuju parkiran motor. Perjalanan menuju rumah orang tua Alfa tidak lama mungkin sekitar 20 menit sudah sampai.


Sampai di rumah Alfa memarkirkan motornya di garasi dan mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam, karena ditutup pintunya. Tidak lama pintu terbuka,


“Wa’alaikum salam..” yang membuka pintu ternyata si kecil Ari,


Alfa dan Syabil langsung tersenyum melihat Ari, sedangkan yang bersangkutan langsung lari ke dalam mencari Mamanya di dapur,

__ADS_1


“Maa... Maa.. ada mas Afa...”


“Aduh gemesin banget Ari.. bicaranya lucu banget..” Syabil masih memperhatikan adik iparnya itu yang lari ke dapur.


“Apa ? mana mas Alfa nak ?” Mama Fira datang dari dapur, melihat putra kecilnya berlari dia langsung menggendongnya dan jalan ke ruang tamu.


“Assalamu’alaikum Ma..” ucap Alfa.


“Wa’alaikum salam.. wah yang habis liburan..” canda Mama Fira.


Alfa dan Syabil bergantian mencium tangan Mama Fira, kemudian duduk di kursi ruang tamu. setelahnya Syabil memberikan oleh-oleh yang dia bawa pada Mama mertuanya,


“Ma, ini ada sedikit oleh-oleh dari Jogja.. semoga suka ya Ma...”


“Wah, makasih sayang, kok kalian repot-repot banget sih..”


“Nggak kok Ma..”


Ari yang tadi digendong mamanya meminta untuk diturunkan, dia berlari kearah Alfa dan minta digendong.


“Wah Ari kangen ya sama kakak, udah lama nggak ketemu tuh..” kata Mama Fira.


Alfa menarik tubuh Ari dan memangkunya, terlihat Ari begitu senang. Syabil disampingnya ikut gemas dengan


tingkah Ari, dia lalu membuka satu kotak berisi bakpia dan menawarkannya pada Ari.


Ari masih memperhatikan bakpia yang dipegang Syabil, dia masih asing dengan makanan itu, tapi dia kemudian mengambil pemberian dari kaka iparnya. Setelah memperhatikan sebentar makanan yang dipegangnya dia coba memakannya, pertama dia merasa asing, tapi lama-lama suka, diayun-ayunkan lah kakinya dan membuat semuanya tertawa,


“Enak ya dek bakpia nya ?” tanya mama Fira.


“Enak Ma..”


Mama Fira berbincang-bincang sebentar dengan Syabil dan Alfa membahas liburan mereka ke Jogja, sampai


tiba-tiba Mama Fira menanyakan suatu hal yang membuat dua sejoli itu bingung untuk menjawabnya,


“Jadi.. setelah liburan kemarin sejauh mana hubungan kalian ?” tanya Mama Fira dengan tersenyum


“Apaan sih Ma tanyanya kok gitu, kan Syabil jadi malu..” jawab Alfa, Syabil yang mendengar jawaban dari suaminya langsung mencubit pinggangnya.


“Aw saki Bil!” keluh Alfa.


“Nggak ada apa-apa kok Ma.. kita masih dalam batasan kok..” jawab syabil kemudian dengan malu-malu.


“Yaah, berarti mama belum bisa punya cucu dong dalam waktu dekat ini ?” goda mama Fira lagi.

__ADS_1


“Mama... kita masih kelas IX belum lulus juga, masak mau ngelakuin itu, kalau Syabil hamil gimana kan kita


masih sekolah..” cerocos Alfa tanpa rem.


‘yaampun mas Alfa, kalau ngomong kok nggak difilter sih!’ batin Syabil, dia dari tadi menahan malu karena tingkah suaminya.


“Hahaha, iya iya Mama faham, cuman bercanda aja, lagian kalian masih mau kuliah juga kan, nanti aja kalau


udah mau lulus kalian baru boleh melakukannya..faham?” ucap Mama Fira kemudian.


Keduanya mengangguk secara bersamaan, Mama Fira masih tertawa melihat keduanya yang masih malu-malu. Tiba-tiba Ari mengajak main kakaknya di halaman rumah dan Alfa menurutinya, sedangkan Syabil membantu Mamanya membuat kue di dapur, kebetulan Mama Fira sedang membuat kue tadi jadi sekalian aja.


Alfa dan Syabil ada dirumah Mama Fira sampai sore saja, saat mau pulang Ari merengek minta ikut tapi tidak


dibolehin oleh Mamanya, Ayah Alfa masih dikantor belum pulang. Syabil juga diminta mama mertuanya membawa beberapa kue biar di apartemen ada jajanannya, syabil dengan senang hati menerimanya, karena dia memang sangat suka berbagai macam kue.


Sampai di apartemen, Alfa dan Syabil bergantian mandi dan sholat, sambil menunggu maghrib mereka nonton tv bersama. Tiba-tiba Syabil teringat kalau dia punya oleh-oleh untuk Ririn, Intan dan Andi,


“Mas kita kan ada oleh-oleh buat Ririn,Intan dan Andi, gimana kalau ngundang mereka kesini besok ?” tanya


Syabil.


“Hmm.. boleh deh, lagian mereka juga tau hubungan kita.. yaudah kamu udang aja Ririn dan Intan, aku  hubungin Andi..” jawab Alfa.


Setelah Alfa mengizinkannya, Syabil langsung mengambil hp nya dan menghubungi Intan dan Ririn, begitu juga dengan Andi. Syabil juga mengajak Alfa untuk ke supermarket dekat apartemen nanti habis maghrib karena kebutuhan bulanan mereka hampir habis.


“Mas nanti ke supermarket yuk ? kebutuhan kita hampir habis..” ajak Syabil.


“Iya, nanti habis sholat maghrib sekalian ya..” jawab Alfa sambil mengelus kepala syabil.


Syabil tersenyum, dia bersyukur punya Alfa yang pengertian dan mau diajak ke supermarket untuk belanja. Syabil segera mengambil buku catatan kebutuhannya dan mendaftar barang-barang apa saja yang akan dia beli nanti. Alfa melihat istrinya sibuk sendiri tersenyum senang, dia merasa beruntung punya Syabil, untung dia tidak menolak perjodohannya dulu.


“Ciee.. ibu-ibu rumah tangga..” goda Alfa.


Syabil langsung mencubit lengan Alfa, dia langsung malu digoda Alfa seperti itu. Alfa sendiri lansung mengeluh sakit karena cubitan Syabil sangat keras.


setelah maghrib mereka pergi ke supermarket dekat apartemen, syabil mengambil troli yang besar lalu Alfa mengambil alih troli nya, syabil membeli kebutuhan dapur, kebutuhan cuci baju, beberapa snack dan minuman buat besok ketika Ririn, Intan dan Andi datang.


mereka mengelilingi tiap rak yang ada dan memastikan tidak ada yang kelewatan dari daftar belanjaannya. setelah selesai seperti biasa Alfa menyuruh syabil mencari tempat duduk dan menyerahkan antri pembayaran pada dirinya.


"beneran ini mas nggak mau ditemenin antri? " syabil memastikan lagi.


"iya bener, nanti kamu capek kalau berdiri terus, sana cari tempat duduk dan istirahat disana! " perintah Alfa dengan halus.


syabil menurut dia segera menuju deretan tempat duduk yang sudah disediakan di dekat kasir. "alhamdulillah suami perhatian banget, hehe" batin syabil.

__ADS_1


sekitar 15 menit berlalu dan Alfa sudah selesai membayar, mereka segera pulang ke apartemen takut kejadian lagi ada orang sekolah yang melihat mereka seperti saat bertemu dengan Indra dulu.


__ADS_2