
Sampai di foodcourt mereka langsung mencari tempat yang bisa mereka duduki. Syabil Intan dan Ririn menanyakan pada Indra dan Alfa mau makan apa biar mereka yang pesankan, sedangkan Indra dan Alfa tetap ditempat biar tidak ditempati orang lain.
“Ndra kamu mau dipesanin apa ?” tanya Intan.
“nasi goreng yang ada disitu aja deh yang masaknya cepat..” jawab Indra sambil menunjuk stand yang menjual nasi goreng.
“Oke..”
“Kamu mau makan apa ?” tanya Syabil pada Alfa.
“Hmm, terserah aja deh..” jawab Alfa dengan santai.
“Yaudah kalau gitu..”
Syabil dan kedua temannya pergi meninggalkan Alfa dan Indra. Ririn penasaran akan sesuatu dan mencoba bertanya pada Syabil.
“Bil si Alfa kok bilangnya terserah emang dia biasanya pesan apa kalau keluar ?” tanya Ririn.
“Alfa sukanya makan chicken katsu Rin..” jawab Syabil
“Oh gitu..wah bener-bener istri idaman nih, masakan kesukaan suaminya udah hafal haha..” goda Ririn.
Syabil ketawa digoda oleh Ririn, dia langsung menyikut lengan Ririn takutnya ada yang dengar pembicaraan mereka. Mereka sampai di stand yang menjual nasi goreng, dan kebetulan pesanan mereka semua ada di satu tempat jadi tidak perlu ke stand lain.
Sementara itu Indra yang ditinggal berdua dengan Alfa terus memandang ke arah Alfa seolah ingin mencari penjelasan, Alfa yang mulai risih dari tadi diperhatikan oleh Indra akhirnya buka suara.
“Kamu ngapain natap aku gitu ?” tanya Alfa.
“Kamu cuman sepupunya Syabil kenapa akrab sekali ?” tanya Indra.
“Lho emang nggak boleh ya ?”
“Ya boleh-boleh aja sih, tapi aku heran kenapa tiap ada Syabil kamu juga pasti ada ?” tanya Indra lagi dengan
rasa penasarannya.
Alfa hanya tersenyum kecil, sebenarnya dia sangat malas sekali menjawab pertanyaan dari Indra tapi kalau
__ADS_1
dia diam saja nanti dia akan terus bertanya.
“Ya emang kita udah bareng dari kecil jadi ya wajar lah bro..” jawab Alfa dengan santai.
Indra hanya bisa menghela nafas mendengar jawaban Alfa, dia tidak bertanya lagi dan memilih diam, sedangkan Alfa kembali sibuk dengan Hpnya, Indra masih tidak mau menyerah, dia berniat tetap mendekati Syabil.
Tidak lama Syabil dan kedua temannya kembali ke meja tempat Alfa dan Indra berada. Syabil duduk disebelah Alfa dan disampingnya lagi ada Ririn.
“Pesan makanan apa tadi ?” tanya Alfa.
Syabil menyuruh Alfa mendekatkan telinganya kemudian dia berbisik,
“Chicken Katsu” bisik Syabil.
Alfa tersenyum dan kembali ke posisi semula, dia salut pada Istrinya yang tau kesukaannya.
“Kenapa kalian bisik-bisik ? tinggal ngomong aja langsung kan nanti juga tau semuanya..” protes Indra yang
mulai panas melihat tingkah Syabil dan Alfa.
“Eh maaf Ndra, takutnya nanti kalau diomongin langsung Alfa marah jadinya aku bisikin aja..” kilah Syabil.
“Udah Ndra, gitu aja kok dipermasalahin...” kata Intan.
Indra tidak bersuara, ekspresinya masih terlihat kesal. Sedangkan Alfa dan Syabil tidak ambil pusing. Alfa
kembali sibuk dengan HP nya sedangkan Syabil berbincang dengan Ririn. Tidak lama kemudian pesanan mereka datang, mereka langsung makan karena sudah lapar semua. Saat makan tidak ada yang bersuara, suasananya agak canggung antara Alfa dan Indra. Syabil jadi bingung sendiri dan memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan biar suasananya mencair, tapi ternyata tetap aja canggung.
Selesai makan mereka memutuskan untuk pulang,
“Bil kamu yakin diantar sama Alfa ?” tanya Indra lagi, dia masih tidak mau menyerah.
“Iya Ndra, kan tadi Alfa bilang sendiri kalau dimintai tolong sama orang tua ku..” jawab Syabil.
“Yaudah kalau gitu..” Indra kecewa karena tidak bisa mengantar Syabil pulang.
“Oh iya temenin aku cari buku dulu ya Bil..” pinta Alfa.
__ADS_1
Syabil hanya mengangguk, dan mereka berpisah di depan foodcourt, Intan Ririn dan Indra pergi menuju parkiran sementara Alfa dan Syabil menuju toko buku.
“Sampai ketemu besok Bil di sekolah..” kata Intan.
“Oke, kalian hati-hati ya dijalan..”
Ririn dan Intan jalan di depan sedangkan Indra di belakang mereka, dia sesekali melihat kebelakang ke arah
Alfa dan Syabil, terlihat sangat akrab dan dekat. Dia sebenarnya ingin mengikuti mereka tapi Ririn dan Intan tidak diam saja, mereka selalu mengawasi Indra dan memastikan ikut dengan mereka ke parkiran motor.
Dilain sisi setelah memastikan Indra, Ririn dan Intan sudah tidak terlihat Syabil langsung mendekat disamping
Alfa. Dia senyum-senyum sendiri sambil jalan.
“Kenapa kamu Bil senyum-senyum sendiri ?” tanya Alfa.
“Hehe so sweet nya suami ku ini, tiba-tiba nyusul kesini tanpa kasih kabar dulu...” jawab Syabil.
Alfa hanya tersenyum dan menggandeng tangan Syabil, membuat istrinya tersipu malu. Orang lain yang
melihat pasti mereka lagi bucin pacaran, ya memang benar sih lagi bucin pacaran tapi dengan status sudah suami istri.
“Mas Alfa khawatir ya karena ada Indra ?” goda Syabil.
“Enggak tuh, cuman khawatir aja nanti kamu pulangnya bagaimana udah malem..”
“Alah boong, hehe..”
Alfa langsung menyentil dahi Syabil, bisa-bisanya istrinya itu menggodanya. Tapi dia senang karena istrinya bahagia waktu dia jemput. Mereka sudah melewati toko buku, tapi Alfa tidak mengajak masuk malah jalan lurus.
“Lho mas katanya ke toko buku ?” tanya Syabil.
“Nggak jadi, udah malam langsung pulang aja.. “ jawab Alfa.
“Oh yaudah deh kalau gitu..”
Syabil tersenyum, dia tau suaminya itu aslinya hanya mengulur waktu biar mereka tidak pulang barengan
__ADS_1
sama Ririn dan yang lainnya, karena takutnya Indra curiga dengan mereka dan mengikuti sampai apartemen yang nantinya bisa terbongkar semua rahasia mereka. Keduanya menuju parkiran motor dan langsung pulang ke rumah.