Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 56 - Heboh!


__ADS_3

Sambil menunggu Alfa pulang sekolah, syabil yang badannya udah mendingan memutuskan untuk mandi biar badannya segar lalu nonton tv.


“Tumben jam segini belum pulang, ada apa ya..” gumam Syabil.


Tidak berselang lama Alfa datang,


“Lho kok nonton tv ? badan kamu udah enakan ?” tanya Alfa sambil duduk disamping Syabil.


“Udah kok mas, udah mendingan..” jawab Syabil.


Tidak percaya Alfa langsung memegang dahi istrinya, dan ternyata benar sudah tidak sepanas tadi siang.


“Kok tumben pulangnya telat ada apa mas ?” tanya Syabil yang penasaran.


“Oh tadi lagi ngecek cctv kejadian kemarin Bil..”


“Terus udah ketemu siapa orangnya ?” Syabil jadi makin penasaran.


Alfa mengangguk,


“Linda..” jawab Alfa singkat.


Syabil terdiam, terbesit juga dipikirannya kalau itu ulah Linda tapi Syabil hanya diam, dan sekarang ternyata benar memang Linda pelakunya.


“Oh jadi benar dia.. trus sekarang gimana mas ?” tanya Linda lagi, dia bingung harus bagaimana.


“Udah biarin aja dulu, kita belum ada bukti dia menyiram kamu secara langsung, nanti kalau sampai kejadian lagi baru kita laporin ke guru..” terang Alfa.


Syabil mengangguk setuju, dia juga berpikir seperti itu. Alfa memandang lurus kearah Syabil dengan tatapan sayangnya,dipeganglah kepala syabil dengan lembut,


“Kamu tenang aja, aku akan selalu disampingmu dan melindungimu..” ucap Alfa.


Mendapat ucapan dari Alfa, Syabil langsung tersenyum dan memeluk suaminya. Ucapan suaminya membuat dia merasa aman dan nyaman. Alfa pun membalas pelukan istrinya dengan erat.


“Oh iya tadi Indra tanya hubungan kita, akhirnya aku ngomong deh kalau kita pacaran..” ucap Alfa tiba-tiba.


Seketika Syabil langsung melepas pelukan Alfa karena kaget, dia langsung melotot tidak percaya jika suaminya membocorkan rahasia mereka,


“Lah kok bisa Mas ?” tanya Syabil.


“Ya bagaimana lagi, dia kekeh banget tanya, daripada dia tambah ngejar kamu lagi mending aku bilangin aja biar dia tidak coba deketin kamu lagi..” jawab Alfa dengan santai.


“Yaah gimana dong..”


“Ya nggak gimana-gimana Bil, udah bersikap kayak biasanya aja..” tutur Alfa lagi.


Syabil menghela nafasnya, emang dasar suaminya itu gampang cemburu juga, jadi mau bagaimana lagi.

__ADS_1


Keesokan harinya Syabil sudah sembuh karena semalam dia minum obat dan tidur lebih awal. Seperti biasa Syabil memasak sarapan untuk dia dan Alfa, setelah sarapan saat jalan ke parkiran motor Alfa mengatakan sesuatu yang membingungkan untuk Syabil,


“Siap-siap nanti waktu sampai sekolah siapkan mental ya, hehe..” kata Alfa sambil cengengesan.


“Emangnya ada apa mas ?” Syabil mulai penasaran.


Alfa tidak menjawab dia malah terus berjalan ke parkiran, syabil yang penasaran terus mengganggu Alfa supaya mau menjawab pertanyaannya, tapi sayangnya tidak membuahkan hasil.


Perjalanan ke sekolah saat melewati tikungan yang biasanya tempat syabil diturunkan Alfa terus melajukan motor, Syabil mulai gugup jangan-jangan Alfa mau memboncengnya sampai parkiran sekolah,


“Loh mas kok nggak turun sih, nanti kalau banyak yang liat bagaimana ?” protes Syabil sambil menepuk-nepuk pundak suaminya.


“Udah tenang aja..” jawab Alfa dengan santai.


“Wah ada yang nggak beres ini pasti, hayo apa Mas !” desak Syabil.


Alfa hanya tertawa kecil sambil terus melajukan motornya, dan benar dugaan Syabil banyak siswa yang memperhatikan mereka saat masuk dari pintu gerbang utama sampai parkiran.


“lho itu Alfa sama Syabil kok boncengan ya, apa mereka pacaran!” seru salah satu siswi dengan temannya.


Sampai parkiran Syabil langsung turun dari motor dan melepas helmnya, dia melihat siswa yang di parkiran juga memperhatikan mereka.


“Tuh kan mas kita jadi pusat perhatian...” keluh Syabil pada suaminya.


“Udah nggak apa-apa, yuk ke kelas..” ajak Alfa sambil menggandeng tangan Syabil.


Syabil langsung kaget, bisa-bisanya Alfa melakukan itu di sekolah. Dia ingin melepaskan tangannya tapi Alfa sudah menggenggamnya erat.


“Iya, biarin aja biar pada tau semuanya, tapi yang penting kan kita nggak bilang kalau udah nikah...” terang Alfa.


“Uuh, yaudah deh..” syabil mau nggak mau harus nurut.


Sekarang dia jadi pusat perhatian dan semua siswa membicarakannya. Alfa terus menggandeng tangan Syabil  seolah memberitahu semuanya kalau Syabil adalah pasangannya, dia mengantar sampai kelas.


Dari dalam kelas Intan dan Ririn yang sudah datang langsung melongo, tidak percaya kalau Alfa mengantar Syabil sambil gandengan pula.


“Itu mereka apa nggak apa-apa gandengan ?banyak yang liat gitu..” ucap Intan.


“Udah biarin aja Tan, itu pasti idenya Alfa..” balas Ririn.


Sementara itu Reren dan Ika juga shock melihat Alfa dan Syabil yang gandengan tangan, mereka tidak  menyangka kalau Alfa dan Syabil ada hubungan, mereka kira sebatas dekat saja.


Alfa menyuruh syabil untuk segera masuk ke kelas, dia hanya mengantar sampai depan pintu. Sebelum pergi dia mengedarkan pandangannya di dalam kelas Syabil dengan tatapan datar, tepat saat matanya bertemu dengan Reren dan Ika dia langsung menatap tajam kearah mereka, seolah memberi peringatan setelah itu langsung pergi.


Reren dan Ika langsung gemetar, mereka kini sudah mengerti kalau Alfa tau kejadian saat Syabil dikunci di gudang. Keduanya saling pandang dan saling cemas tidak tau harus bagaimana jika Alfa membuat perhitungan pada mereka.


Sementara itu Syabil langsung berlari ke bangkunya, dia tidak tahan dipandangi teman-teman sekelasnya  karena malu, Intan dan Ririn langsung menggodanya,

__ADS_1


“Ciee.. udah berani go public nih ceritanya...” goda ririn..


“Apasih Rin.. udah ah malu aku dari depan sekolah sampai sini dipandangin mulu sama semua siswa..” terang Syabil.


Dia terus menundukkan wajahnya karena malu,


“Bil kamu beneran pacaran sama Ketos ?” tanya salah satu teman kelas.


“Iya, kamu nggak liat tadi Alfa gandeng tangan dia gitu..” cerocos Intan.


“Wah beneran ya.. hebat deh bisa pacaran sama ketos..” sahut teman kelas lainnya.


Entah itu ejekan atau pujian Syabil tidak mau ambil pusing, dia coba menenangkan dirinya supaya kuat menghadapi pertanyaan minta konfirmasi dari teman-temannya.


“hmm rupanya ini yang dimaksud mas alfa buat siapin mental, wah awas aja nanti!” gumam Syabil dalam hati.


Alfa sampai kelas langsung disoraki teman satu kelasnya, mereka mengucapkan selamat karena sudah punya pacar, padahal teman-temannya mengira kalau Alfa suka menjomblo karena banyak cewek yang mengutarakan perasaannya tapi selalu ditolak oleh Alfa.


Lain dengan Linda, dia tampak cemberut tidak suka, dugaannya ternyata benar antara Alfa dan Syabil ada hubungan. Mengetahui hal itu semakin membuat dia ingin memberi perhitungan pada Syabil entah  bagaimanapun caranya. ‘awas aja kamu Bil!’


“Wah udah go public nih, keren deh!” ejek Andi.


“Apa sih Di, bener-bener deh.. lebih baik gini biar pada tau semuanya, AWAS AJA KALAU ADA YANG BERANI GANGGU SYABIL, URUSANNYA SAMA AKU!” kata Alfa sambil memandang kearah Linda


“Wah wah! Ngeri pak ketos kita ini! Ampun pak !” sahut salah satu teman kelas Alfa,


Yang disusul tawa satu kelas.


Mereka tidak tahu kalau sebenarnya Alfa sengaja mengeraskan suaranya supaya Linda mendengarnya, Linda pun langsung bergidik ngeri, dia sama sekali tidak menoleh kearah Alfa melainkan hanya menghadap kedepan sambil bermain dengan hp nya.


“Apasih hebatnya syabil sampai Alfa bisa kayak gitu! Awas aja kamu Bil udah berani rebut Alfa dari aku..” gumam Linda di hati.


Di kelas Adi juga heboh dengan berita Ketua OSIS sekolah pacaran dengan siswi yang tak lain adalah kakak Adi, Adi kerepotan menjawab pertanyaan dari teman-temannya,


“E... sepertinya begitu deh..” jawab Adi sambil garuk-garuk kepala..” dia bingung kenapa tiba-tiba kakak iparnya itu malah mengumumkan hubungan mereka.


“Kok sepertinya sih Di! kamu kan adiknya pasti tau dong..” desak salah satu temannya.


“Aduh iya iya deh mereka pacaran!” Adi akhirnya menjawab,


Setelah teman-temannya puas mendapatkan jawaban mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, Ana lalu mendekati Adi, dia jadi penasaran akan satu hal,


“Di, jadi waktu kita di jogja itu kak Syabil dan kak Alfa udah pacaran ?” tanya Ana.


“E.. em.. iya Na hehe..” jawab Adi dengan cengengesan ‘bukan Cuma pacaran sih malah udah nikah’ Adi hanya bisa membatin dalam hati.


“Wah aku nggak nyangka loh! Aku kira memang kalian bertiga masih keluarga jadi keluar bareng wajar gitu..”

__ADS_1


“Hehe ya begitulah..”


Sekarang seluruh penghuni sekolah sudah tau jika Alfa dan Syabil pacaran, bahkan guru-guru juga sudah tau, tapi mereka membiarkannya yang penting Alfa masih tanggung jawab sebagai ketua osis dan tidak merugikan sekolah.


__ADS_2