Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 60 - Persiapan Berangkat Study Tour


__ADS_3

Tidak terasa ujian telah selesai, semua siswa merasa lega karena setelah ini mereka akan libur dua minggu, dan untuk kelas XI akan ada acara study tour ke Bali, disana mereka akan mengunjungi banyak tempat wisata.


Saat hari terakhir ujian, setelah ujian mata pelajaran terakhir Alfa dan Andi keluar dari kelas. Mereka pergi ke kantin karena sudah merasa lapar. Sesampainya di kantin Andi melihat ada Syabil dan Ririn di salah satu tempat duduk.


“Fa, tuh istri kamu ada disana..” kata Andi.


“Yaudah kesana aja..” Alfa langsung menuju tempat Syabil berada.


Melihat kedatangan Alfa dan Andi, Syabil langsung tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk. Alfa duduk di samping Syabil sedangkan Andi ada disamping Ririn.


“Gimana ujiannya lancar ?” Alfa membuka percakapan.


“Lancar kok.. aku bisa ngerjainnya..” jawab Syabil.


“Bagus deh kalau gitu, berarti nilainya bisa lebih baik dong...” Alfa tersenyum misterius.


Syabil yang melihat ekspresi Alfa langsung mengalihkan pandangannya, dia tau maksud suaminya apa.


“Kenapa Bil ?” tanya Ririn yang mulai curiga.


“Kalian merencanakan sesuatu ya ?” tambah Andi.


“Enggak, nggak ada...” jawab Syabil langsung.


Alfa tertawa melihat tingkah istrinya, Syabil tau maksud Alfa yaitu jika nilainya bisa lebih bagus dari semester lalu maka sesuai kesepakatan ketika tidur dia akan memeluk Alfa, dan itu membuatnya sangat malu.


“Awas kalian kalau merencanakan liburan nggak ajak kita..” sahut Andi.


“Lah kita kan memang habis ini mau liburan Di satu angkatan ke Bali..” kata Alfa dengan santai.


“Bukan itu, liburan kalian sendiri maksud aku..”


“Enak aja, nggak nggak.. ngapain kalian ikut, ganggu kita aja..” tolak Alfa.


“Iya iya mentang-mentang udah sah aja bisa seenaknya..” timpal Ririn.


Syabil hanya tertawa mendengar percakapan mereka bertiga. Tidak lama pesanan Alfa dan Andi datang yaitu mie ayam, dengan cepat mereka melahap mie ayam tersebut.


Di sela-sela makan Andi menanyakan keberadaan Intan pada Ririn dan Syabil karena tumben mereka cuman berdua di kantin.


“Intan kemana Rin ?” tanya Andi.


“Lagi ada urusan jadinya langsung pulang dia..” jawab Ririn.


“Terus kamu pulang sama siapa nanti ?” tanya Andi , dia tau kalau selama Ini Ririn selalu bersama Intan berangkat dan pulang sekolah.


“Emm.. naik ojek mungkin Di..kenapa ?”


“Mau aku anter ? daripada naik ojek..”


“Yaudah deh aku mau..”


“Ehm, tumben kamu Di, ada apa nih ?” selidik Syabil.


“Nggak ada apa-apa, kenapa Bil ? kamu mau aku anter juga ?” canda Andi.


“Enak aja! mau aku timpuk nih sama sendok..” sahut Alfa.

__ADS_1


“Haha yakali aku mau nganter Syabil, kecuali kalau kamu nggak masuk, baru aku mau..” Andi tertawa mendengar Alfa yang mulai cemburu.


“Awas aja kalau berani..”


Andi, Ririn dan Syabil tertawa. Jarang-jarang Andi bikin Alfa cemburu padahal niatnya cuman bercanda. Pembicaraan mereka berlanjut membahas study tour yang akan dilakukan satu minggu lagi,


“OSIS ikut andil dalam acara study tour nggak Fa ?” tanya Andi.


“Enggak, yang ngurusin guru-guru kalau itu..” jawab Alfa.


“Katanya pembagian tempat duduk di bisnya diacak Fa ?” tanya Ririn.


“Yang aku denger sih enggak Rin, itu cuman asumsinya temen-temen mungkin.. bis nya sesuai kelas kok..”


“Untung deh jadinya kalian nggak bisa satu bis..” kata Ririn sambil menunjuk Alfa dan Syabil.


“Lho emang kenapa Rin kalau kita satu bis ?” tanya Syabil.


“Nggak kuat kita melihat ke-uwuan kalian berdua..” Ririn sambil geleng-geleng.


Alfa dan Syabil saling pandang dan tertawa, ada-ada aja pemikiran Ririn. Kantin makin lama makin sepi Alfa mengajak Syabil pulang karena sudah siang juga, sementara Ririn akhirnya diantar oleh Andi pulang.


Sampai apartemen Alfa langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan Syabil langsung ganti pakaian dan mengambilkan minum untuk Alfa.


“Ini mas diminum dulu..” kata Syabil sambil meletakkan segelas air minum di meja depan sofa.


“Iya, makasih sayang..” Alfa bangkit dari tidurnya dan duduk diteguknya air minum yang diberikan istrinya.


Alfa kemudian bangkit dan jalan menuju kamar, dia ingin ganti baju dan tidur. Syabil masih membersihkan sisa-sisa sarapan tadi pagi, setelahnya dilihat ke kamar Alfa sudah pulas tidur, keliatan capek. Syabil naik ke tempat tidur dan ikut tidur siang disamping suaminya.


Satu minggu kemudian semua siswa dipulangkan lebih awal karena untuk persiapan berangkat ke Bali malam harinya. Tempat duduk dan bis sudah dibagi, seperti yang dibilang oleh Alfa tempat duduknya tidak diacak dan


“Bil nanti kamu berangkat jam berapa ke sekolah ?” tanya Intan.


“Paling jam 8 sampai sini Tan, kan kita berangkatnya jam 9 malam kan ?”


“Iya, yaudah nanti kita ketemu disini aja ya..” kata Intan.


Syabil dan Ririn mengangguk setuju.Pulang sekolah seperti biasa Syabil pulang dengan Alfa, sebelum pulang Syabil mengajak mampir ke supermarket untuk membeli camilan untuk perjalanan, tapi Alfa mengajak pulang dulu untuk ganti baju.


Sampai di apartemen mereka langsung istirahat dan sore nya ke supermarket dekat apartemen, Syabil membeli tidak banyak camilan, dia juga membeli obat-obatan seperti obat anti mabuk, minyak kayu putih, koyo, dll, setelah dirasa cukup mereka pulang.


“Kamu beneran nggak apa-apa Bil ?” tanya Alfa, dia khawatir karena istrinya itu tidak kuat naik kendaraan bis lama-lama dan bisa mabuk perjalanan.


“Insyaallah nggak apa-apa mas, kan adan Intan dan Ririn..” jawab Syabil sambil mengemasi beberapa baju milik dia dan Alfa ke tas.


“Iya.. tapi aku khawatir,.” Alfa menepuk pelan kepala istrinya


Syabil tersenyum melihat suaminya yang khawatir,


“Aku beneran nggak apa-apa mas..”


“Yaudah nanti kalau ada apa-apa kabarin aku ya..” kata Alfa kemudian.


“Iya.. siap bos! Hehe..”


Alfa tersenyum, dia sebenarnya masih khawatir tapi mengingat di bis Syabil ada saudaranya Andi yang bertanggung jawab di bis itu membuatnya sedikit tenang.

__ADS_1


“sini aku bantuin packingnya..” kata Alfa menawarkan diri.


Akhirnya mereka berdua packing baju bersama, Alfa dan Syabil hanya membawa tas ransel masing-masing membawa beberapa baju ganti, perlengkapan mandi dan obat. Syabil sudah mempersiapkan semuanya dengan teliti.


Tiba-tiba telfon Syabil berdering, ternyata ada panggilan video dari Adi.


“Halo ..” sapa Syabil.


“Halo Mbak, jangan lupa oleh-olehnya ya!” kata Adi langsung.


“Mana sini uangnya dulu!” kata Syabil.


“Hutang dulu aja deh, nanti biar mas Alfa yang bayarin..haha..” jawab Adi dengan tertawa.


“Yaah, itu mah sama aja aku yang beli..” Syabil menanggapi candaan adiknya.


“Pokoknya jangan lupa oleh-olehnya, aku tunggu lho!”


“Iya-iya bawel.. mama mana ?”


Adi langsung memberikan hp nya pada mamanya,


“Halo Bil, kalian hati-hati ya.. jangan aneh-aneh, ingat yaa..” kata mama Icha pada pada anaknya.


“Iya Ma..” jawab Syabil.


“Alfa jaga Syabil ya..” pesan Mama Icha pada Alfa.


“Iya ma.. tenang aja..”


Setelah beberapa saat video call diputus. Alfa dan Syabil fokus kembali merapikan barang-barang mereka. Malam harinya Alfa dan Syabil berangkat sekitar pukul 7 malam, mereka mampir makan malam di penyetan bebek dulu karena lebih praktis, saat makan mereka melihat Linda yang dibonceng oleh seorang cowok,


“Mas itu masak pacarnya Linda ya ?” tanya Syabil.


“Nggak tau, biarin aja malah enak kan dia nggak ganggu kita lagi...” kata Alfa dengan santai.


“Iya juga sih...”


Mereka kembali menikmati makanan, setelah selesai lanjut ke sekolah. Sampai disana sudah banyak siswa dan bis-bis yang terparkir di depan sekolah. Alfa mengantar Syabil ke kelasnya dulu lalu gantian dia yang menuju ke


kelasnya untuk absen kehadiran.


Sampai kelas sudah banyak teman-teman syabil yang datang termasuk Ririn dan Intan.


“Udah nggak ada yang ketinggalan Bil ?” tanya Intan.


“Udah lengkap semua Tan hehe..”


Sambil menunggu pengumuman keberangkatan, mereka asik bebincang-bincang. Mata Syabil melihat ada Indra sedang berbincang dengan teman-temannya, antara dia dan Indra sudah jarang komunikasi dan bicara seperlunya saja, sebenarnya dia tidak enak hati tapi nggak ada pilihan lain.


Pukul 20.50 sudah ada pengumuman untuk semua siswa kumpul di halaman sekolah, mereka akan diberikan arahan-arahan sebelum masuk ke bis masing-masing. Syabil melihat sekeliling dan menemukan Alfa bersama Andi di barisan kelas mereka. 5 menit kemudian semua siswa masuk ke bis masing-masing, ada 5 bis dan kelas Syabil ada di Bis ke 2 sedangkan Alfa ada di bis pertama.


Seat bis disusun 2-2, Syabil duduk dengan Ririn sedangkan Intan ada di kursi seberang mereka dengan salah satu teman satu kelas juga.


“Semua nya sudah lengkap ya ?” tanya mas Danu sebagai pembina di bis itu, dia tidak sendirian karena ada guru olahraga laki-laki bernama pak Aryo juga yang ikut sebagai pembina.


“Sudah mas..”

__ADS_1


Mas Danu kemudian memberikan arahan sebelum berangkat, semua siswa mendengarkan dengan seksama, mereka tampak antusias sekali dalam perjalanan ini. Selesai memberikan arahan, satu persatu bis mulai berangkat dimulai dari bis 1disusul bis 2 dan seterusnya.


Bagaimana perjalanan Syabil ke Bali ? tunggu kelanjutannya yaa readers.. ^^


__ADS_2