Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 8 - Gosip


__ADS_3

Suatu hari saat pulang sekolah seperti biasa Syabil menunggu Alfa di perempatan dekat sekolah, tidak lama Alfa datang dengan motornya. Syabil langsung menyalimi tangan Alfa dan mencium punggung tangannya. Tanpa disadari dari kejauhan ada salah satu siswi yang melihat mereka, siswi itu menatap dengan heran tingkah Alfa dan


Syabil barusan.


“Lho mereka ngapain itu pakai cium tangan segala..” gumam siswi itu.


Keesokan hari sesampainya Syabil disekolah banyak siswa yang memandang kearahnya sambil bisik-bisik, dia jadi nggak enak sendiri takut jika ternyata dia berbuat sesuatu yang bikin semua orang nggak suka dengannya.


Sesampainya di kelas Intan sama Riri langsung menyeretnya duduk di bangku,


“Bil kamu udah denger beritanya belum ?” tanya Riri.


“Ada berita apa sih ?” tanya Syabil.


Dia mulai merasa Riri akan membicarakan tentangnya karena dari tadi ketika jalan ke kelas banyak yang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


“Tau nggak Bil, ada yang ngeliat kamu sama Alfa kemarin di perempatan sana..” kata Riri sambil menunjuk ke arah perempatan dekat sekolah.


Seketika Syabil kaget, dia jadi bingung dan takut kalau hubungannya dengan Alfa terbongkar.


“Siapa yang bilang Ri ?” tanya Syabil dengan suara pelan.


“Aku nggak tau Bil, beritanya nyebar gitu aja tadi waktu aku baru nyampe..”


“Haduh, jangan-jangan udah pada curiga lagi..” Syabil mulai gelisah.


“Tenang Bil, semoga nggak pada tau.. yang penting nggak ada yang bocorin tentang ini semua.. yang tau kan cuman kita berdua sama Andi aja..” terang Intan.


Intan dan Riri mencoba menenangkan Syabil supaya tidak cemas, Syabil juga percaya kedua sahabatnya tidak akan membocorkan hubungan Alfa dengannya. Sementara itu di kelas Alfa, beberapa siswa bertanya tentang berita itu. Sekilas Alfa terkejut dia tidak menyangka jika ada yang melihatnya dengan Syabil, tapi dia berusaha untuk tenang dan menjelaskan jika dia dan Syabil memang kebetulan pulang bersama.


Beberapa percaya dengan penjelasan Alfa tapi yang lainnya masih ragu dan malah mulai menyebarkan gosip jika mereka berdua pacaran.


“Fa, kamu nggak nemuin Syabil ?” tanya Andi.


“Ngapain ?”


“Ya dia pasti cemas kan ada gosip ini..”


“Nggak nanti aja.. lagian berita kayak gini pasti pada cepet lupa..” jawab Alfa dengan cuek.


“Hmm.. kamu ini, terserah kamu deh..”

__ADS_1


Andi tidak berhasil membujuk Alfa untuk berbicara dengan Syabil, memang Alfa kadang suka semaunya dan tidak memperhatikan perasaan orang lain.


Saat jam istirahat Syabil membuka hpnya dan dia dapat pesan dari Alfa yang meminta datang ke ruang OSIS, kebetulan juga dia ingin membicarakan gosip itu. Syabil pamit dengan kedua temannya dan segera menuju ruang OSIS, sampai depan ruang OSIS dia melihat sekeliling memastikan tidak ada yang melihatnya kemudian mengetuk pintu.


Tok.. Tok..


“Masuk!” jawab Alfa dari dalam ruangan


Syabil membuka pintu dan melihat Alfa sedang duduk menghadap serius ke laptopnya, Syabil menutup pintu dan menghampiri Alfa.


“Kunci dulu pintunya, takut ada yang masuk nanti..” perintah Alfa.


Syabil menurut dan mengunci pintu dari dalam, tidak masalah baginya lagian mereka sudah menikah jadi tidak apa-apa jika mereka satu ruangan berdua. Syabil duduk disamping Alfa,


“Tunggu bentar, aku selesaikan dulu laporan ini..” kata Alfa sambil terus fokus dengan laptopnya.


Syabil menunggu sambil meletakkan tangannya di meja dan menyandarkan kepalanya di tangan. ‘yang manggil siapa yang nunggu siapa..dasar..’ batin Syabil.


Tak lama Alfa selesai dan menutup laptopnya, lalu menghadap ke arah Syabil, melihat Alfa yang menghadap kearahnya Syabil langsung bangun.


“Kamu udah denger gosipnya ?” tanya Syabil.


“Tapi nanti kalau ketauan gimana ?”


“Udah gampang, bilang aja kita memang masih keluarga, itu kan nggak bohong,hm ?”


“Hm.. iya sih bener juga..”


Syabil terdiam, Alfa meyakinkan Syabil untuk tetap tenang dan pasti gosip itu cepat berlalu. Mendengar perkataan dari Alfa Syabil sedikit lebih tenang.


“Udah makan siang ?” tanya Alfa.


“Belum lah, kan kamu nyuruh aku kesini tadi..” jawab Syabil dengan kesal karena dia merasa lapar sekarang.


Alfa mengambil tasnya dan mengeluarkan beberapa roti. Dia memberikan roti ke Syabil untuk dimakan,


“Aku ada roti, nih kamu makan aja..” kata Alfa sambil meletakkan roti di meja.


“Roti dari mana ?” tanya Syabil.


“Tadi dikasih Andi..”

__ADS_1


“Nggak kenyang kalau gini, ke kantin aja yuk ?” ajak Syabil.


Alfa melihat kearah jam, masih ada waktu 30 menit lagi. Istirahat mereka 45 menit, terhitung cukup lama.


“Yaudah yuk..” Alfa bangkit dari tempat duduk


Sejenak Syabil berfikir ulang, kalau dia jalan bersama Alfa ke kantin pasti gosipnya semakin merebak.


“Eh tunggu, nanti kalau kita jalan bareng pasti mereka ngira yang nggak-nggak..”


“Udah cuek aja, biarin mereka berasumsi sendiri.. yang penting kita nggak ngomong apa-apa..” terang Alfa.


Syabil menurut, mereka pun berjalan ke kantin, seperti dugaan Syabil banyak siswa yang memandang kearah mereka, ada yang berbisik-bisik membenarkan gosip hari itu.


Di kantin mereka melihat Intan, Riri dan Andi duduk bersama langsung menyusul. Alfa mengikuti Syabil dan langsung duduk disamping Andi.


“Kalian ini katanya mau nyembunyiin hubungan malah jalan bareng ke kantin..” kata Riri.


“Kebetulan aja.. cuek aja lah sama gosip itu..” jawab Alfa dengan santai.


“Hm tapi kalau semakin lama mereka nyari tau hubungan kalian gimana ? kamu kan populer Ka..” tanya Andi.


“Tenang aja lagian yang ngeliat kan Cuma satu orang dan paling banyak yang meragukan, pasti gosipnya cepet berlalu..” terang Alfa.


Syabil hanya diam dan fokus menikmati makanannya, meskipun Alfa menyuruhnya untuk tetap tenang dan cuek, tapi baginya yang tidak ingin menonjol di kalangan siswa malah membuatnya tidak nyaman diperhatikan banyak orang.


Tidak lama datang Adi yang ingin gabung duduk dengan Syabil dkk, kali ini dia sendirian ke kantin,


“Mbak aku ikut gabung sini ya..” pinta Adi lalu langsung duduk disamping Syabil.


“Kamu sendirian ?” tanya Syabil


“Iya, temen-temenku pada sibuk.. oh iya aku denger gosip nya tadi pagi.. gimana Mbak perasaan kamu sekarang ?” tanya Adi.


Syabil hanya diam dan mengangkat bahu, Adi mengangguk faham dan melanjutkan makannya.


“Tenang aja Mbak, nggak usah dipikirin, nanti pada lupa juga..” lanjut Adi.


“Tuh, Adi aja santai..” kata Alfa.


“Hmm… iya iya..” jawab Syabil dengan malas.

__ADS_1


__ADS_2