Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 34 - Kebiasaan Baru


__ADS_3

Sejak saat itu setiap ada kesempatan Alfa selalu berusaha untuk menggoda istrinya, contohnya suatu ketika Syabil sedang masak sarapan, tiba-tiba Alfa memeluknya dari belakang. Spontan Syabil kaget dan berusaha melepaskan diri dari suaminya,


“Mas Alfa lepasin, orang lagi masak juga..” protes Syabil.


“Masak ya masak aja Bil..” jawab Alfa dengan santai.


“Tapi aku nggak bisa gerak kalau gini terus..”


“Hmm…”


Alfa masih tidak mau melepaskan pelukannya, mau tidak mau Syabil harus mengambil tindakan dengan mencubit pinggang Alfa sampai dia kesakitan dan melepaskan tangannya.


“Aduh Bil.. kamu ini main cubit aja..”


“Biarin, salah sendiri iseng terus..”


“Biarin, kan kita udah halal jadi bebas..” jawab Alfa dengan tersenyum.


“Ih bisa aja kamu ini Mas.. udah sana tunggu di meja makan bentar lagi matang ini..” perintah Syabil.


“Iya deh, sini aku bantuin bawa nasi dan piringnya ke meja biar cepat..”


Alfa langsung bergerak, Syabil yang melihat tingkah suaminya tersenyum. Suaminya memang sering membantu menyiapkan makanan, kadang juga bersih-bersih rumah. Alfa memang sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumah jadi bisa meringankan kerjaan Syabil.


Beda dirumah beda lagi di sekolah. Alfa tetap menjadi sosok ketua OSIS yang tegas, sikapnya pada Syabil juga tidak berubah, tidak pilih kasih kalau masalah tata tertib sekolah. Mereka memang sepakat memisahkan masalah pribadi dan sekolah jadi ketika di sekolah tidak akan curiga kalau mereka ternyata sepasang suami istri yang sah.


Indra di sekolah masih terus mendekati Syabil, seperti contoh saat jam istirahat di kantin dia membayar makanan Syabil. Awalnya Syabil menolak dan bersikeras kalau dia akan membayar sendiri tapi dia kalau cepat Indra sudah memberikan uangnya pada bapak penjual makanannya.


“Ndra kamu ini apa-apaan sih, aku bisa bayar sendiri..” kata Syabil.


“Nggak apa-apa Bil aku lagi pengen nraktir kamu..”


“Nggak mau pokok nya nanti uangnya aku ganti..”


“Aduh beneran deh nggak apa-apa Bil, aku ikhlas kok ntraktir kamu..”


“Haduh yaudah deh makasih ya Ndra..” kata Syabil kemudian, dia masih merasa tidak enak.


“Iya sama-sama.. yuk duduk disana barengan..” ajak Indra.


Mereka duduk di meja panjang yang ada di kantin, Riri dan Intan yang dari tadi bersama mereka langsung menarik Syabil untuk duduk berjejer dengan mereka, sementara Indra duduk di depan Syabil.


“Kalian kok ikutan ?” tanya Indra pada Riri dan Intan.


“Biarin, kita kan memang datang bareng Syabil, iya nggak Bil ?” Intan membela diri.


Syabil hanya tersenyum dan mengangguk, dia fokus dengan baksonya yang terlihat sangat menggiurkan. Selang beberapa menit datang Alfa dan Andi yang sedang mencari tempat duduk, Riri yang melihatnya langsung memanggil,

__ADS_1


“Alfa, Andi sini ada tempat kosong..” panggil Riri.


Alfa dan Andi menoleh kearah Riri terlihat ada Indra disana, Alfa menarik nafas dan beranjak pergi kesana. Andi berharap Alfa tidak badmood lagi.


“Ndra kamu geser dong, biar Alfa sama Andi kebagian tempat duduk..” perintah Riri.


“Kenapa ngajak mereka ?” protes Indra.


“Emang nggak boleh ?” tanya Riri balik dengan nada penekanan.


“Ya boleh sih..”


Indra terlihat sedikit kesal, dia tidak suka dengan Alfa apalagi sejak kejadian di gazebo. Indra melihat Syabil terlihat santai dan diam, dia mengira Syabil akan protes seperti dirinya karena kejadian di gazebo tapi ternyata tidak.


Syabil duduk di pinggir, di depannya yang awalnya Indra sekarang digeser oleh Andi menjadi Alfa. Merea berdua tampak santai, Andi, Riri dan Intan sudah diberitahu oleh Alfa dan Syabil kalau mereka sudah baikan jadi bisa santai.


Syabil sesekali mencuri pandang kearah Alfa, tapi ternyata saat dia melihat Alfa, sebaliknya Alfa juga sedang melihat kearahnya, spontan Syabil langsung menunduk malu, Alfa menyunggingkan senyum kecilnya.


“Kalian tumben manggil kita buat makan bareng kalian ?” tanya Alfa.


“Ya nggak apa-apa, mumpung kita lagi damai..” jawab Intan berasalan.


“Hmm gitu ya, Awas aja kalau kalian sampai ngelanggar tatib lagi bakalan tak hukum..” kata Alfa dengan tegas.


“Ih jangan galak-galak lah pak ketos nanti nggak ada yang mau lho..” canda Riri.


Syabil hanya diam tidak bereaksi, dia mau merespon tapi disana ada Indra takut dicurigai. Dari tadi Indra masih fokus ke Syabil, Alfa mulai risih melihatnya dan memberi kode pada Syabil menggunakan mata untuk segera pergi dari kantin.


Syabil faham dan segera mengajak kedua temannya untuk balik, dia tau kalau Alfa mulai tidak nyaman karena ada Indra.


“Ri, Tan balik yuk.. udah selesai kan makannya ?” ajak Syabil.


“Oh iya bentar lagi Bil..” jawab Intan.


“Lho kenapa keburu Bil udah selesai kah makannya ?” tanya Indra.


“Iya Ndra udah mau jam masuk juga..” jawab Syabil beralasan.


Syabil dan kedua temannya beranjak pergi meninggalkan Alfa, Andi dan Indra, mereka bertiga saling diam tidak tau harus ngomong apa dan akhirnya Indra beranjak pergi.


“Kamu nyuruh Syabil segera balik Fa ?” tanya Andi.


“Iya Di..” jawab Alfa santai.


“Kenapa ?”


“Habisnya ada Indra, ya aku suruh segera balik aja..”

__ADS_1


“Hmm dasar cemburuan kamu ternyata..”


“Biarin sama istri sendiri juga..”


Mendengar jawaban Alfa yang seperti itu seketika Andi merasa jiwa kejombloannya meronta-ronta,


“Aduh ampun deh, iya iya yang udah punya istri, aku mah apa masih jomblo..” protes Andi.


“Haha makanya segera cari pacar sana..” Alfa tertawa mendengar perkataan Andi.


“Aku pengennya bisa kayak kamu Fa yang serius trus langsung nikah, tapi aku masih belum punya apa-apa..”


“Hmm.. santai Di, jangan keburu hal kayak gini harus dipikirkan matang-matang hehe..” tutur Alfa.


“Oke siap Bos!”


Di tempat lain Syabil dan kedua temannya sudah kembali ke kelas,


“Bil ngapain tadi kok cepat-cepat ngajak balik ?” tanya Riri.


“Tadi dikode sama Alfa buat cepat-cepat balik Ri..” jawab Syabil.


“Oh pantes aja.. cemburu dia ternyata, haha..”


“Iya aku harus hati-hati sekarang jangan sampai dia marah lagi..” jawab Syabil.


“Ehm iya iya udah punya suami.. harus jaga hati haha..” canda Intan.


“Nah itu kamu udah tau hehehe…”


Tidak lama berselang Indra masuk ke kelas, dia protes pada Syabil karena ditinggalkan di kantin sendirian,


“Bila, kok aku ditinggalin kenapa ?” tanya Indra,


“Eh maaf ndra, aku kira kamu masih mau ngobrol sama Alfa dan Andi..” jawab Syabil.


“Ngapain juga aku ngobrol sama mereka…” Indra menjawab dengan ketus.


“Ya siapa tau mau akrab in diri biar kamu punya temen..”


Pernyataan Syabil sangat menyinggung Indra, karena memang Indra tidak punya teman banyak karena sikapnya itu, ada juga sesama siswa yang juga bandel.


“Nggak deh makasih!’


Syabil hanya tersenyum dan memalingkan mukanya menghadap kedua sahabatnya, sementara Intan dan Riri melonggo mendengar perkataan Syabil barusan, terlalu jujur dan sangat menusuk bisa dibilang.


 

__ADS_1


To Be Continue ~


__ADS_2