
Setelah keluar dari ruang OSIS Syabil tidak langsung ke kelas, dia ke toilet untuk membasuh mukanya supaya keliatan segar kembali. Dalam hati dia berfikir mungkin benar perkataan Alfa jika nantinya dia melanggar peraturan sekolah akan berimbas pada Alfa. Tapi tidak seharusnya Alfa mengatakan kata-kata yang bisa membuatnya sakit hati apalagi dia istrinya sendiri.
Setelah dirasa cukup tenang Syabil berjalan kembali ke kelas, melihat sahabatnya kembali Intan dan Riri langsung menanyai bagaimana keadaan saat di ruang OSIS, Syabil menjawab tidak terjadi apa-apa dan hanya dimarahi oleh Alfa, dia tidak ingin membuat kedua sahabatnya khawatir.
“Beneran kamu nggak apa-apa Bil ?” tanya Intan memastikan.
“Iya Tan.. beneran..”
“Tapi kamu keliatan sedih gitu ?”
“Beneran aku nggak apa-apa kok..”
Intan dan Riri tau Syabil menyembunyikan sesuatu dilihat dari ekspresinya, tapi mereka tidak memaksanya untuk bercerita jika Syabil sendiri tidak ingin bercerita apa masalahnya. Yang bisa mereka lakukan adalah menghiburnya supaya tidak sedih lagi.
Jam pulang sekolah Alfa sedang beres-beres dan ada pesan masuk dari Syabil yang mengatakan jika dia pulang duluan. Alfa menghela nafas, bisa di pastikan Syabil marah dengannya.
Ketika dia beranjak pergi tiba-tiba Linda memanggilnya,
“Alfa kamu mau kemana ?” tanya Linda.
“Mau pulang, ada apa Lin ?” tanya Alfa balik.
“Ada dokumen yang perlu kamu cek segera, bisa ke ruang OSIS ?
Alfa tampak berpikir, dia sebenarnya ingin segera pulang dan berbicara pada Syabil, tapi karena ada urgent mau tidak mau dia harus mendahulukan urusannya di OSIS.
“Yaudah yuk ke ruangan OSIS dulu..”
__ADS_1
Linda tersenyum dan mengikuti Alfa jalan ke ruang OSIS, ini kesempatan untuknya bisa berduaan dengan Alfa. Sampai diruangan Linda memberikan beberapa dokumen yang perlu di cek ke Alfa, dia langsung mengecek dokumen dan Linda duduk di sebelahnya,
“Hm, baiklah udah oke tinggal diberikan ke kepala sekolah untuk minta tanda tangan..” kata Alfa setelah selesai mengecek dokumen.
“Oke deh, oh iya kamu tadi ngomong apa aja sama Syabila kok lama banget ?” tanya linda yang penasaran.
“Hm nggak apa-apa, cuman marahin dia karena ngelanggar peraturan..” jawab Alfa dengan santai.
“Oh, bagus itu biar pada tertib dan nggak ngulangin lagi.. kamu harus tegas sebagai ketua OSIS..” puji Linda.
Alfa diam, memang benar yang dikatakan oleh Linda dan dia tidak salah jika menegur Syabil tapi entah kenapa melihat istrinya pergi dengan wajah seperti itu membuatnya tidak nyaman. Setelah selesai dengan urusannya Alfa pamit pulang, Linda sebenarnya ingin lebih lama bersama Alfa, tapi apa daya Alfa buru-buru pulang.
Dirumah Syabil langsung tidur karena dia merasa lelah, Alfa yang baru datang langsung mencari Syabil yang ternyata sudah tidur di kamar, dia tidak ingin mengganggunya dan memilih rebahan di depan tv.
Sore harinya Syabil bangun dan melihat ke meja belajar sudah ada tas Alfa yang artinya dia sudah pulang, dengan malas dia keluar kamar dan melihat Alfa tertidur di shofa. Syabil memutuskan untuk mencuci piring bekas mereka sarapan tadi, Alfa terbangun mendengar suara air, ketika melihat ke dapur ada Syabil disana dan segera menghampiri istrinya yang sedang mencuci piring,
Syabil menghentikan aktivitasnya dan berbalik menatap kearah Alfa, dia masih diam tak bersuara.
“Kamu marah sama aku ?” tanya Alfa.
“Pikir sendiri!” Syabil yang masih emosi segera berbalik menata piring yang sudah dicucinya.
Tanpa pikir panjang Alfa menarik tangan Syabil dan mengajak duduk di meja makan, Syabil masih diam menunggu Alfa buka suara, dia menarik kursi ke samping kursi tempat Syabil duduk. Sekarang Alfa berhadapan dengan Syabil,
“Aku minta maaf kalau aku ngomong kasar tadi sama kamu..” ucap Alfa.
Syabil masih diam menatap Alfa, dia melihat wajah Alfa keliatan tulus mengucapkan permintaan maafnya barusan.
__ADS_1
“Kamu mau maafin aku ?” tanya Alfa kemudian.
Syabil akhirnya angkat bicara,
“Mas aku sakit hati waktu kamu bilang malu kalau istrinya melanggar aturan sekolah, aku tau aku salah tapi nggak perlu juga kamu ngomong kayak gitu ke aku!” terang Syabil sambil berkaca-kaca.
“Aku tau aku nggak pintar, ceroboh orangnya tapi.. nggak gitu juga kamu marahin aku!” lanjut Syabil tanpa sadar air matanya mulai menetes.
Alfa yang tidak tega melihat istrinya menangis langsung menghapus air mata Syabil yang dipipi dan menangkup pipinya dengan kedua tangannya.
“Aku minta maaf kalau aku tadi nyakitin kamu, beneran aku nggak bermaksud gitu, aku cuman nggak pengen kamu melanggar peraturan sekolah itu untuk kebaikan kamu juga..”
Syabil masih terisak dan Alfa berusaha menenangkannya sambil minta maaf. Lama-lama Syabil mulai tenang,
“Maafin aku ya ?”
“Oke aku maafin tapi janji jangan kayak gitu lagi!” pinta Syabil
“Iya aku janji deh..”
Mereka sama-sama tersenyum, Alfa lega Syabil mau memaafkannya. Dia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat Syabil sedih lagi. Entah kenapa dia tidak tahan melihat Syabil menangis.
“Kalau gitu malam ini biar aku yang masak, sebagai permintaan maafku..” kata Alfa kemudian.
“Jadi cuman makan malam aja nih ?” tanya Syabil.
“Terus kamu maunya apa hm ?” tanya Alfa sambil mendekatkan wajahnya ke arah Syabil dengan tersenyum
__ADS_1
Syabil langsung mengarahkan wajah Alfa ke samping, seketika dia salah tingkah dan berdiri meninggalkan Alfa yang masih dengan posisinya. Alfa tertawa kecil dan menyusul Syabil ke dapur. Seperti yang dikatakan tadi malam kalau hari itu dia yang akan masak.