Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Jangan membanding-bandingkan!


__ADS_3

Disaat kebanyakan siswa sedang menyantap makan malam di restoran hotel, Alfa, Andi dan Riko sedang adu mulut di kamar. Riko adalah teman satu kelas Alfa dan Andi. Pertengkaran dipicu ketika Riko mengomentari fisik Syabil sehingga membuat Alfa marah.


“Fa kamu kok bisa suka sih sama Syabil, padahal masih lebih cantik Linda..” celoteh Riko.


“Aku nggak mandang fisik Ko..” Alfa masih santai menjawab pertanyaan Riko. Andi yang sedang mandi tidak mendengar percakapan mereka berdua.


“Alah jaman sekarang masak sih nggak mandang fisik, apasih kelebihannya Syabil ?” pertanyaan Riko mulai merendahkan Syabil.


“Yang jelas kamu pasti nggak akan ngerti..” sampai sini Alfa mulai nggak suka dengan pertanyaan Riko tapi dia masih berusaha mengontrol emosinya.


“Haha Alfa Alfa, padahal Linda itu cantik, anak orang kaya, pintar lagi, sedangkan Syabil pintar nggak.. cantik juga nggak..” Riko masih dengan santainya mengejek Syabil.


“Kalau kamu memang suka sama Linda, sana ungkapin perasaan kamu Ko! Jangan jelek-jelekin Syabil!” Alfa mulai meninggikan nada bicaranya,


Andi yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri Alfa,


“Ada apa Fa ?” tanya Andi.


Alfa masih diam dan menatap Riko dengan tajam, Riko tak mau kalah dia juga menatap balik Alfa dengan tajam,


“Ko, ada apa ini kenapa kalian ribut ?” Andi masih belum tau apa yang terjadi.


“Ini Di, aku cuman ngomong kalau Linda itu lebih baik dibandingkan dengan Syabil, harusnya Alfa sama Linda yang jauh lebih baik dibandingkan Syabil!” tutur Riko.


Andi menghela nafas, dia tau sekarang kenapa Alfa bisa marah,


“Ko! Tiap orang beda penilaiannya, aku nggak butuh pendapatmu juga buat nentuin siapa yang aku suka, jadi jangan ikut campur dan jangan jelek-jelekin Syabil!” Alfa sampai menunjuk-nunjuk wajah Riko.


“Dasar nggak bisa dibilangin! Syabil nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan Linda!” RIko masih kekeh dengan pendapatnya.


“Terserah apa katamu, jangan ikut campur urusan aku lagi!” Alfa pergi dari kamar dengan tatapan horror kearah Riko.


Riko sendiri juga tidak mau kalah, dia menatap Alfa dengan tatapan benci. Andi yang dari tadi masih mengamati langsung bertindak,


“Ko mending kamu tukeran sama siapa gitu kek biar nggak sekamar sama kita, bisa-bisa Alfa badmood terus disini! Ujar Andi yang secara tidak langsung mengusir Riko dari kamar.


Riko diam, dia langsung mengambil tasnya dan keluar dari kamar, entah dia mau tukeran sama siapa nantinya. Andi setelah merapikan rambut dia bergegas keluar kamar dan menyusul Alfa ke tempat makan.


Alfa keluar kamar dengan perasaan dongkol, dia berhenti di pintu masuk tempat makan celingukan mencari sososk Syabil, setelah ketemu dia langsung menuju ke tempat Syabil berada.


Syabil yang tengah makan dengan kedua sahabatnya dikagetkan dengan kedatangan Alfa yang langsung duduk dengan kasar.


“Ada apa ?” tanya Syabil.

__ADS_1


Alfa geleng-geleng kepala, dia menghembuskan nafas dengan kasar karena masih marah, membuat Syabi, Intan dan Ririn bertanya-tanya sendiri. Sejenak kemudian Alfa bangkit untuk mengambil makan.


“Aku ambil makanan dulu..” kata Alfa.


Syabil terus memandangi punggung suaminya yang menuju tempat makanan, karena kebetulan semua siswa bisa ambil sendiri makanannya atau prasmanan. Tidak berselang lama Andi datang,


“Alfa mana ?” tanyanya.


“Itu lagi ambil makan, kamu ambil makan dulu gih..” perintah Ririn.


“Yaudah kalau gitu..”


Andi menyusul Alfa ke tempat makanan,


“Mereka berdua kenapa sih kok mukanya serius amat ya..” kata Intan.


Syabil mengangkat bahunya tanda tidak tahu, mereka bertiga memikirkan hal yang sama yaitu ada yang terjadi sebelum datang ke tempat makan.


“Coba nanti aku tanya ke Alfa..” kata Syabil kemudian.


Tidak berselang lama Andi dan Alfa kembali, Alfa duduk disamping Syabil sedangkan Andi duduk disamping kiri Ririn, untungnya Intan sudah duduk di sebelah kanan Ririn, jadinya dia tidak merasa sendirian tidak ada  pasangan.


Syabil membiarkan Alfa makan terlebih dahulu, setelah selesai baru dia berani tanya,


“Tadi lagi adu mulut sama Riko..” jawab Alfa dengan ekspresi datar.


“Ha ? emang kenapa sama dia ?” ganti Intan yang bertanya.


“Tadi dia tiba-tiba bahas Linda dan Syabil, dia bilang kalau Linda jauh lebih baik, aku jawab lah emang dia tau apa tentang Syabil beraninya ngomong seperti itu..” jawab Alfa.


“Tadi aku mengira bakalan ada adu jotos antara mereka..” timpal Andi.


“Yakali mau berantem, kita lagi diluar sekolah harus bisa jaga nama baik..” terang Alfa.


“Wah bener-bener deh itu anak cari masalah aja.. kalau dia suka sama Linda ya ngomong aja langsung..” Intan juga ikut menimpali.


“Udah-udah sabar..nggak usah diladenin kalau yang begitu tuh..” Syabil mencoba menengahi.


Alfa masih terlihat kesal, dia berusaha mengatur nafasnya yang masih memburu. Semuanya jadi diam, suasananya jadi tidak enak karena Alfa sedang badmood.


“Bil ini udah jam bebas kan.. aku mau tidur duluan aja deh capek.. kamu temenin Alfa dulu aja nggak apa-apa..” kata Intan.


“Kalau aku Tan ?” tanya Ririn.

__ADS_1


“Kamu masih ada perlu sama Andi nggak ? kalau nggak ayo istirahat di kamar aja..”


Ririn langsung mengarahkan pandangannya pada Andi, Andi terlihat bingung..


“Yaudah kamu istirahat aja di kamar, aku juga mau balik ke kamar capek mau tidur..” kata Andi.


Akhirnya Andi,Ririn dan Intan kembali ke kamar meninggalkan Alfa dan Syabil yang masih duduk di tempat. Suasana tempat makan sudah mulai sepi tinggal beberapa guru aja yang masih makan,


“Mas mau pindah tempat nggak ?” tanya Syabil.


Tanpa aba-aba Alfa langsung meraih tangan Syabil dan mengajaknya keluar dari tempat makan, mereka mencari tempat ngobrol yang nyaman dan akhirnya mereka ngobrol di dekat kolam renang kebetulan ada kursi panjang disana.


Hanya ada beberapa orang pengunjung disana, ada yang sedang berenang maupun sekedar nongkrong.


“mas kamu masih kesal ?” tanya Syabil.


“Hmm bener-bener itu anak, dari dulu aku nggak suka sama dia, terlalu ceplas ceplos..” jawab Alfa.


“Udah lah mas.. orang kayak gitu nggak usah didengerin, nanti dia bakalan capek sendiri..”


“Hmm iya.. tapi aku bener-bener nggak terima kalau kamu dijelek-jelekin..”


Mendenger perkataan Alfa, Syabil langsung tersenyum.


“Kenapa kamu kok tersenyum gitu ?” selidik Alfa.


“Nggak, nggak apa-apa..” syabil tidak mau menjawab dan terus tersenyum.


“Ada apa ?” Alfa kali ini menggenggam tangan istrinya,


“cuman senang aja, kamu mau bela aku..hehe..”


“Yaampun sayang, udah pastilah, kamu itu istri aku, dibandingin siapapun kamu yang terbaik buat aku..” Alfa menangkup kedua pipi Syabil dengan tatapan sayangnya.


Hati Syabil semakin berbunga-bunga mendengar perkataan suaminya, ‘belajar dari mana sih ini suami, tumben so sweet banget..’


“Iya iya aku percaya..” wajah Syabil tampak sumringah dan membuat Alfa tersenyum juga.


“nah gitu dong senyum, jangan cemberut gitu..” kata Syabil lagi.


Alfa sejenak bisa melupakan kekesalannya berkat Syabil. Mereka berdua menghabiskan waktu dengan bercengkrama dan bercerita satu sama lain, waktu menunjukkan pukul 9 malam, Alfa mengantar Syabil sampai depan pintu kamarnya setelah itu dia menuju kamarnya sendiri.


Terlihat di kamar ada Andi saja yang sudah tidur, tidak terlihat Riko dan tasnya, Alfa langsung beranggapan jika Riko pindah ke kamar lain bersama teman-temannya, Alfa tidak ambil pusing lagi dan segera menghempaskan tubuhnya di tempat tidur dan langsung tidur. ‘hari yang melelahkan’ gumam Alfa.

__ADS_1


__ADS_2