Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 22 - Kelompok (2)


__ADS_3

Setelah semuanya pergi gantian Riri mengantar Syabil pulang, perjalanan memakan waktu kurang lebih 15 menit, suasana di jalan masih ramai maklum kota besar. Banyak lalu lalang orang pulang bekerja, padahal waktu sudah menunjukkan pukul setengah 7 lebih dan untungnya jalan yang mereka lewati tidak macet. Syabil diantar oleh Riri sampai depan apartemen, mereka sampai pada pukul 7 malam, Riri langsung pamit pulang karena keburu malam.


“Makasih ya Ri udah mau nganterin aku..” ucap Syabil.


“Sama-sama, oh iya jangan sampai deh si Indra nganterin kamu..”


“Iya lagian aku nggak mau juga lah..”


“Sip deh aku balik dulu Bil, Assalamu’alaikum..”


“Wa’alaikum salam.. Hati-hati dijalan Ri..”


Riri melajukan motornya pergi meninggalkan apartemen dan Syabil segera masuk ke rumah, dia berharap Alfa tidak marah kalau baru pulangjam segitu. Baru masuk rumah Syabil melihat Alfa duduk di shofa dan sedang serius dengan laptopnya.


“Assalamu’alaikum..”


“Wa’alaikum salam.. baru pulang Bil ?”Alfa menoleh kearah Syabil yang baru masuk rumah.


“Iya Mas..”


Tak lupa Syabil menyalimi tangan Alfa dan mencium punggung tangannya. Setelah itu dia bergegas mandi karena merasa gerah dari tadi pagi belum mandi. 20 menit dia selesai mandi dan membuat badannya segar kembali.Syabil ikut duduk di samping Alfa sambil nonton tv.


“Udah makan Mas ?” tanya Syabil.


“Udah tadi.. kamu ?”


“Udah tadi dirumah Riri..” jawab Syabil.


“Kamu satu kelompok sama siapa aja Bil ?” tanya Alfa tanpa memalingkan wajahnya.


“Hm sama Riri, Intan dan Indra..” jawab Syabil.


Ketika mendengar nama Indra, tangan Alfa spontan berhenti mengetik dan langsung memandang kearah Syabil,


“Kenapa ada Indra juga ?”


“Nggak tau, pak guru yang nentuin Mas..”jawab Syabil sambil mengangkat bahunya.


Alfa langsung menghela nafas, terlihat dia sangat tidak suka mengetahui istrinya satu kelompok dengan Indra.


“Kenapa emang ?” tanya Syabil penasaran.


“Nggak apa-apa..” jawab Alfa dan langsung kembali fokus ke laptopnya.


Teringat kalau besok ada materi bahasa inggris Syabil segera mengambil buku pelajarannya, dia berniat belajar sambil nonton tv. Sambil nonton tv Syabil membaca buku pelajarannya, tapi sayangnya dia lebih fokus ke tv daripada bukunya, dan akhirnya bukunya diletakkan dan tidak dibaca lagi.


Sesekali Syabil melirik Alfa yang sedang serius dengan laptopnya, dia penasaran apa yang sedang dikerjakan suaminya dari tadi sampai-sampai dia dicuekin dan lebih memilih bergelut dengan laptopnya.


“Lagi ngerjain apa sih Mas ?” tanya Syabil sambil mendekat, kini jarak mereka sangat dekat sampai bahu mereka bersentuhan.


“Kerjaan kantor..” jawab Alfa singkat setelah menoleh kearah istrinya.


Syabil melihat ekspresi Alfa yang datar jadi bertanya sendiri apa mungkin dia melakukan sesuatu yang membuat suaminya marah sampai dicuekin seperti itu. Tidak mau ambil pusing lagi karena mungkin memang sedang tidak ingin diganggu akhirnya Syabil pergi ke kamar untuk tidur, sementara Alfa masih tetap dengan posisinya di shofa.


“Aku tidur duluan Mas..” pamit Syabil sebelum masuk kamar.


“Hmm…”


Setelah Syabil pergi ke kamar Alfa menghentikan aktivitasnya, dia menyenderkan kepalanya di shofa menenangkan diri sejenak karena merasa kesal sendiri Syabil satu kelompok dengan Indra dan artinya mereka akan sering bertemu, entah kenapa itu membuatnya begitu jengkel.  Alfa sudah tidak fokus lagi bekerja, menutup laptopnya


kemudian memutuskan untuk tidur. Masuk kamar Alfa melihat Syabil sudah tidur, dia kemudian ikut berbaring disampingnya.


Keesokan paginya Syabil bertemu lagi dengan Adi ketika di koridor sekolah,

__ADS_1


“Mbak Syabil..” panggil Adi.


“Kenapa Di ?”Syabil yang sedang berjalan otomatis berhenti.


“Kemarin kok nggak nonton pertandingan aku ?” tanya Adi.


“Yah lupa, lagian aku ada kerja kelompok juga..” jawab Syabil beralasan.


“Hmm dasar, padahal aku mau nunjukin betapa hebatnya aku main basket, haha…” Adi berlagak sombong langsung didepan kakaknya.


“Huh dasar ya sombong, sehebat apa sih kamu ?” Syabil ganti bertanya, dia tau adiknya hanya bercanda tapi masih ingin menggodanya.


“Ya hebat lah, buktinya banyak anak yang naksir sama aku, haha..” jawab Adi dengan cengengesan.


Ingin rasanya Syabil menjewer kuping adiknya itu, tapi sayangnya ini di tempat umum, malu juga akhirnya dia lampiaskan dengan menginjak sepatu Adi.


“Aduh! kok diinjak sih Mbak!” protes Adi.


“Lagian narsis banget kamu.. nggak malu apa ?”


“Ngapain malu coba..” jawab Adi sambil tersenyum kecil.


Syabil hanya geleng-geleng melihat tingkah adiknya itu, tanpa sadar Syabil melihat dari belakang Adi ada seorang cewek yang sedang memperhatikan dia dengan Adi, keliatan dari badge di bajunya kelas X,


“Di itu temen kamu ?” tanya Syabil sambil menunjuk kearah cewek tersebut.


Merasa ditunjuk cewek itu langsung bersembunyi, Adi langsung berbalik untukmelihatnya.


“Lho kok sembunyi..” ucap Syabil.


“Siapa Mbak ?” tanya Adi.


“Nggak tau dari tadi merhatiin kita..”


“Hmm.. mungkin salah satu fans aku, hehehe…” Adi narsis lagi.


“Hehehe, yaudah deh aku lanjut dulu.. salam buat Mas Ipar..” kata Adi sambil berbisik.


“Hmmm….”


Syabil malas menanggapi candaan adiknya dan beranjak pergi ke kelas.


Saat pelajaran berlangsung Riri kepikiran untuk mengajak kerja kelompok lagi dan kali ini mungkin sampai malam karena sudah punya tema jadi harus semaksimal mungkin mengerjakannya supaya cepat selesai.


“Ndra nanti jangan lupa kerja kelompok lagi..” kata Riri pada Indra yang bangkunya ada disebelahnya.


“Oke siap!”


Riri juga memberitahu Intan dan Syabil terkait rencananya, dia berharap mereka izin dulu ke rumah kalau pulang telat supaya orang rumah tidak khawatir. Saat istirahat Syabil berinisiatif mencari Alfa di kelas tapi sampai disana tidak ketemu, yang ada hanya Andi. Melihat Syabil yang celingukan di depan pintu Andi langsung menghampirinya,


“Cari siapa Bil ?” tanya Andi.


“Hm, Alfa mana Di ?” tanya Syabil.


“Di ruang OSIS kayaknya, ada apa kangen ya ?” canda Andi.


“Ih siapa juga yang kangen.. cuman ada perlu bentar..” jawab Syabil.


“Haha.. tuh cari aja di ruang OSIS.. disana dia..”


“Oke makasih..”


Syabil segera menuju ke ruang OSIS meninggalkan Andi yang masih di depan kelasnya. Sampai depan ruang OSIS syabil mengetuk pintu terlebih dahulu, tak lama ada sahutan dari dalam, ‘Masuk!’

__ADS_1


Syabil masuk dan dilihatnya Alfa sedang membawa dokumen di tangannya,


“Ada apa Bil ?” tanya Alfa ketika melihat Syabil masuk.


“Gini Mas aku mau izin nanti pulang sekolah kerja kelompok lagi di rumah Riri..” kata Syabil.


“Sampai jam berapa ?”tanya Alfa.


“Nanti agak malem mungkin jam 7 an…”


Alfa tampak berfikir sejenak,


“Oke ntar aku jemput aja kalau gitu..”


“Eh nggak usah Mas bair nanti dianter Riri atau Intan..” tolak Syabil.


“Nggak apa-apa, aku jemput aja lagian malem-malem juga..”


“Yaudah deh kalau gitu..”


“Nanti aku tunggu di minimarket deket rumah Riri aja..” kata Alfa.


“Oke deh, yaudah aku balik dulu..” pamit Syabil.


“Iya, jangan lupa tutup pintunya..” pesan Alfa.


“Iya..”


Syabil merasa Alfa masih cuek, tapi dia bisa maklum memang sikapnya seperti itu, ketika menutup pintu dia bertemu dengan Linda, Syabil tersenyum sekilas dan langsung pergi, dia tidak ingin Linda bertanya aneh-aneh padanya.


Linda melihat Syabil keluar dari ruang OSIS jadi penasaran ada urusan apa sampai kesana, masuk ruangan dia melihat Alfa sedang sibuk dengan dokumennya,


“Hai Fa..” sapa Linda.


“Hai Lin..”sahut Alfa tanpa berpaling dari dokumen yang sedang dibacanya.


“Aku tadi liat Syabil keluar dari ruangan ada apa ?” tanya Linda.


“Em ada urusan dikit tadi sama aku..” jawab Alfa beralasan.


“Oh gitu..”


Linda merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Alfa, dia masih penasaran tentang hubungan Alfa dengan Syabil.


Sepulang sekolah kelompok Syabil segera ke rumah Riri, disana mereka serius mengerjakan tugasnya, mulai dari pengamatan sampai menyicil penulisan laporan sekaligus dilakukan biar cepat selesai. Pengerjaan tugas dibagiada yang bagian pengamatan dan penulisan laporan.


Di sela-sela mengerjakan ada aja ulang Indra mencari perhatian Syabil salah satunya memberikan minum untuknya atau sekedar bertanya tengan kegiatan sehari-hari Syabil setelah pulang sekolah. Meskipun begitu Syabil hanya menjawab seperlunya.


“Bil nanti pulang sama aku gimana ?” ajak Indra.


“Nggak Ndra makasih..” tolak Syabil.


“Hmm.. kok nolak terus sih..”


“Lagian ya Ndra kalian kan nggak ada hubungan apa-apa ngapain nawarin diri nganter Syabil ?” tanya Intan.


“Emang nggak boleh ?”


“Ya nggak boleh lah!” kata Riri.


“Hmm… yaudah deh..”


Intan dan Riri merasa Indra akan tetap mengejar Syabil, meskipun Syabil sendiri tidak menyadarinya. Intan dan Riri hanya bisa berusaha menjauhkan Syabil dengan Indra karena Syabil sudah menikah dengan Alfa.

__ADS_1


** to be continue..


Jangan lupa baca karya Author yang lainnya ya, Like & Share jika kalian suka  ^^


__ADS_2