Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 46 - Jalan-Jalan


__ADS_3

Keesokan harinya pukul setengah 5 pagi Alfa dan Syabil sudah bangun, segera mandi dan sholat, setelahnya mereka masih rebahan di tempat tidur, karena diluar masih gelap. Alfa sibuk dengan hp nya sedangkan Syabil nonton tv.


“Mas nanti beli oleh-oleh buat mama dan papa juga ya?”


“Iya nanti kita beli..”


“Asik, di traktir terus!”


Alfa hanya tersenyum, perjalanan kali ini sebagian besar memang Alfa yang membayar mulai dari berangkat,


akomodasi, beli oleh-oleh juga. Adi sampai heran Alfa dapat uang dari mana, tapi lama-lama dia tau ternyata Alfa digaji oleh Ayahnya karena selalu ikut membantu pekerjaan kantor, secara Alfa nantinya mewarisi perusahaan Ayahnya.


Tidak ada yang tau tentang hal ini selain keluarganya sendiri, teman-temannya di sekolah juga tidak ada yang tau. Meskipun masih SMA tapi sedari SMP dia sudah diajari dan dibiasakan oleh Ayahnya membantu pekerjaan kantor jadi dia sudah punya tabungan banyak.


Di kamar Adi, dia sibuk main hp setelah mandi, rupanya Ana sejak ketemu di jalan malioboro menghubunginya. Dia menanyakan agenda Adi hari itu, Adi menjawab jika dia akan ke area alun-alun Yogyakarta dan ke pusat oleh-oleh.


Pukul 07.00 Syabil dan Alfa mengajak Adi turun ke lantai satu untuk sarapan. Kebetulan menu di pagi itu ada nasi goreng, dengan antusias Adi langsung mengambil sarapannya begitu juga Syabil dan Alfa mengambil menu sarapan lain.


Di meja makan Adi menceritakan pada kakaknya kalau Ana menanyainya destinasi yang akan mereka  kunjungi,


“Terus kamu jawab kemana Di ?” tanya Alfa.


“Ya aku jawab aja ke alun-alun Mas..” jawab Adi dengan polosnya.


“Aduh Adi.. gimana sih kamu, nanti kalau dia datang lagi gimana!” sahut Syabil.


“Lho emang kenapa mbak ? enak


dong bisa tambah rame..”Adi masih tidak tau maksud kakaknya.


“Ya enak sih, tapi kan aku sama mas Alfa jadi nggak bisa leluasa dong kalau mau ngobrol.. yang ada dia bisa


curiga nanti..”


Adi langsung melongo, sejenak otaknya langsung bisa mencerna maksud kakaknya itu.


“Oh iya ya.. wah gimana dong kak..”


“Ih kamu ini ya!” syabil sangat gemas dengan adiknya,


“Udah nggak apa-apa, lagian nggak mungkin juga kalau sampai curiga, dia kan sudah tau kalau kita memang saudara sepupu, pasti dia menganggapnya hal yang wajar..” lerai Alfa.


“Ya semoga aja deh mas.. awas ya Di kalau kamu ember lagi!” syabil langsung memberi peringatan pada adiknya.


Adi hanya bisa cengengesan setelah dimarahi oleh kakaknya. Setelah selesai sarapan mereka kembali ke kamar masing-masing untuk bersiap-siap karena akan jalan-jalan lagi ke alun-alun Yogyakarta. Sebenarnya letak alun-alun dekat dengan titik 0 yang mereka kunjungi tadi malam, tapi untuk kesana mereka memilih untuk naik ojek mobil online, karena jika jalan lagi akan terasa capek.


Tujuan mereka yang pertama yaitu Alun-Alun kidul Yogyakarta, perjalanan memakan waktu hampir 20 menit, sampai disana mereka langsung menuju pohon bringin kembar yang ada disana, mereka tertarik karena pohon bringin kembar ini sudah terkenal dimana-mana.


Syabil sampai terkagum melihat pohon tersebut, pohon yang sudah berusia ratusan tahun dan masih berdiri dengan kokohnya. Mereka menyempatkan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Disana masih belum banyak orang karena mereka datang di pagi hari jadi suasananya masih sangat asri.


Saat mereka tengah duduk-duduk diarea pohon, notif hp Adi berbunyi ternyata ada pesan whatsapp dari Ana yang menanyakan posisinya, karena dia sekarang ada di alun-alun utara.


“Ana tanya ke aku Mbak posisi kita sekarang, dia lagi di daerah wisata keraton Yogyakarta katanya, ini aku


kasih tau posisi kita nggak ?” Adi tidak mau disalahkan lagi, dia langsung bertanya pada kakaknya.


“Bilang aja lagi disini, trus bilang juga kalau kita nanti juga kesana..” jawab Syabil kemudian.


Adi mengangguk dan langsung membalas pesan Ana. Alfa yang penasaran akan suatu hal langsung bertanya pada Adi,


“Di kalian ada hubungan ?” tanya Alfa dengan wajah datarnya.


“Nggak ada, kita cuman temen..” jawab Adi dengan santai.


“Masak ? tapi aku liat dia kok keliatannya ada rasa sama kamu..” pancing Alfa lagi.

__ADS_1


Adi diam sejenak,


“beneran Di kalian pacaran ? aku bilangin mama lho ya kalau beneran pacaran..” timpal Syabil


“Eh Eh nggak mbak.. kita cuman temen kok beneran deh, ya dia pernah sih ngutarain perasaannya ke aku, tapi aku tolak dengan halus kok.. aku udah bilang kalau masih belum ingin pacaran..” jawab Adi kemudian.


“Oh yaudah kalau gitu, kamu kalau belum siap mending jangan dulu, kasihan dianya nanti..” timpal Syabil lagi.


“Ehm, tumben bijak banget kamu Bil, kesambet apa tadi..” Alfa heran sendiri istrinya itu bisa tiba-tiba menjadi bijak.


Syabil langsung memukul lengan suaminya karena gemas, dia jadi malu sendiri jadinya. Adi dan Alfa tertawa


bareng melihat tingkah Syabil.


Ana sudah membalas chat Adi, dia memutuskan untuk menunggu di alun-alun utara saja, karena jika bolak balik dia juga capek sendiri.


Setelah puas jalan-jalan di alun-alun kidul mereka  menuju wisata keraton Yogyakarta dengan naik ojek online lagi. Sampai disana mereka ketemu dengan Ana, rupanya Ana tidak sendiri dia bersama sepupunya yaitu Vilia.


“Hai Di kita ketemu lagi, hehe..” sapa Ana dengan tersenyum ramah.


“Hai Na, kamu kok kesini juga ?” tanya Adi.


“Iya, soalnya kebetulan juga mau liat-liat daerah sini..” jawab Ana asal, sebenarnya dia cuman ingin ketemu


dengan Adi mumpung suasana liburan juga, dan karena  malu kalau sendiri dia akhirnya meminta Vilia untuk menemaninya.


Hai kak Alfa dan kak Syabil!” sapa Ana juga pada Alfa dan Syabil.


Alfa hanya mengangguk dan tersenyum sedikit.


“Halo Na, kita ketemu lagi, wah tambah rame jadinya.. oh iya kamu udah pernah masuk kesini Na ?” jawab Syabil dengan ramah juga.


“Pernah kak, satu kali aja tapi..”


“Boleh deh kak hehe..” ana senang, dia merasa bisa akrab dengan Syabil kaka Alfa.


Setelah puas ngobrol mereka beranjak mengelilingi sekitar daerah wisata keraton Yogyakarta dengan Ana


sebagai pemandunya. Selama diperjalanan Ana menunjukkan berbagai tempat, Alfa, Syabil dan Adi fokus dengan penjelasan Ana tapi tidak dengan Vilia, dia malah sibuk mencari cara dan celah supaya bisa ngobrol dengan Adi. Sementara Adi tidak terlalu menanggapinya karena sibuk mengikuti langkah Ana.


Setelah puas mengelilingi kompleks, mereka memutuskan untuk istirahat di salah satu cafe yang dekat dari


posisi mereka sekarang, suasana yang kental dengan nuansa jawa membuat mereka semakin nyaman disana.


“Wah terimakasih banyak ya Na udah nemenin kita tadi buat keliling-keliling..” ucap Syabil. Dia mulai merasa


asik ketika ngobrol dengan Ana meskipun dia masih sedikit malu.


“Sama-sama kak..” Ana tersenyum senang,


Vilia dari tadi diam saja, dia hanya banyak tersenyum dengan Adi. Alfa yang dari tadi memperkatikannya mulai merasa jika Vilia memiliki sifat yang sulit ditebak, dan dia juga merasa kalau Vilia suka dengan Adi.


“si Adi hebat banget, cewek baru ketemu udah suka sama dia..” batin Alfa.


Syabil yang memperhatikan suaminya dari tadi memandang kearah Vilia jadi cemburu, dia langsung menyikut


lengan suaminya, Alfa sendiri langsung memandang kearah Syabil dan dia langsung dipelototi oleh istrinya, seolah tau maksud Syabil dia spontan langsung geleng-geleng mencoba memberi kode kalau dia tidak seperti yang dibayangkan oleh Syabil.


“awas aja mas kalau macam-macam..” batin Syabil sambil terus memandang ke Alfa.


“Aduh istriku ini, peka bener deh..” Alfa langsung mengalihkan wajahnya memandang kearah lain.


Setelah selesai makan siang, Ana menanyakan lagi mereka mau kemana selanjutnya, Adi yang tidak mau salah jawab lagi membiarkan Syabil menjawab.


“Kita mau ke Jogja T-Shirt Na.. kamu mau ikut ?” tanya Syabil.

__ADS_1


“Emm.. gimna Vil ?” tanya Ana pada sepupunya.


“Boleh deh kebetulan aku lagi nyari kaos..” jawab Vilia.


“Iya deh mbak kita ikut juga hehe, boleh kah ?”


“Tentu boleh..” syabil mulai terbuka, dia tidak seperti pagi tadi yang enggan jika orang lain ikut mereka karena takutnya dia jadi tidak luasa ngobrol dengan Alfa.


Mereka kemudian menuju tempat Ana memarkirkan sepeda motor sambil menunggu ojek mobil mereka sampai, sebenarnya Alfa sudah menawari mereka untuk gabung naik mobil, tapi Ana menolak karena bawa


motor.


Sekitar 20 menit perjalanan mereka akhirnya sampai. mereka langsung masuk ke dalamnya dan mulai berburu baju, kaos, celana, baju batik, aksesoris, dll. semuanya berpencar mencari barang yang ingin mereka beli, Alfa tetap bersama Syabil, Adi pergi sendiri sedangkan Ana bersama Vilia.


"Mas mau beli apa ?" tanya Syabil pada Alfa, mereka sekarang sedang di bagian kaos.


"Hmm.. kaos boleh deh.." jawab Alfa.


"Gimana kalau kita beli baju couple batik juga ?" usul Syabil.


"Boleh.. ambil aja yang kamu suka.." kata Alfa sambil menepuk pelan kepala Syabil, mendengar perkataan Alfa Syabil langsung senang, dia semangat memilih baju.


Adi sibuk memilih kaos yang ingin dia beli, dia sudah menemukan 2 kaos selanjutnya dia ingin membeli baju batik, disana dia bertemu kakaknya.


"kak udah selesai ?" tanya Adi.


"Belum Di.. sepertinya masih lama.." jawab Alfa dengan nafas panjang.


Adi mengerti maksud Alfa, dia langsung menepuk pundak kakak iparnya itu mencoba menyemangatinya. Syabil terus keliling mencari-cari baju sampai lama-lama Alfa mulai bosen, dia sekarang merasakan bagaimana energi cewek ketika belanja, super power sekali.


Adi lalu meninggalkan Alfa dan Syabil, dia melipir ke kemeja batik untuk cowok, saat dia sedang memilih baju, tiba-tiba Villa menghampiri nya,


"kamu mau beli baju batik Di? " tanya Vilia


"iya nih, aku nggak punya baju batik yang formal soalnya"


"oh gitu, mau aku bantuin pilihin? "


"hmm nggak usah deh, aku sendiri aja, nanti merepotkan kamu.. " jawab Adi.


"nggak kok santai aja, aku bantuin ya.. "


dengan sigap Vilia memilih-milih baju, beberapa dia tunjukkan ke Adi, Adi sebenarnya tidak mau dibantuin memilih baju, tapi tidak enak juga menolak.


dari jauh Ana melihat tingkah sepupu nya yang sedang membantu Adi, dia takut Vilia punya perasaan pada Adi, Tiba-tiba dari belakang pundaknya ditepuk oleh Alfa,


"Na kamu jaga sepupu kamu itu, jangan caper sama Adi!" ucap Alfa.


"Eh maksudnya kak? Vilia mencoba deketin Adi? "


spontan Ana kaget, tapi Alfa tidak menjawab, dia langsung pergi begitu saja tanpa ngomong apa-apa lagi. Alfa menemuu Syabil yang sudah menunggunya di depan kasir, setelah membayar Alfa meminta Syabil untuk menghubungi adiknya supaya cepat karena udah sore.


Adi yang mendapat telfon dari kakaknya segera mengambil baju batik pilihannya sendiri kemudian ke kasir.


"eh Vilia udah ya, aku ambil ini aja pilihanku yang tadi, udah ditunggu kakakku soalnya.. kamu udah dapat baju yang kamu cari? "


"oh gitu, udah kok ini.. " Vilia menunjukkan belanjaannya.


Adi beranjak ke kasir untuk membayar, sementara Vilia mencari keberadaan Ana tapi tidak ketemu, saat dihubungi ternyata Ana sudah menunggu diluar toko, dia segera ke kasir untuk membayar.


setelah selesai berbelanja, mereka berkumpul lagi di depan toko, terlihat yang paling banyak belanjaannya adalah Syabil, meskipun begitu Alfa juga membawa beberapa belanjaan yang sudah di pilih kan oleh istrinya.


Ana yang melihat Vilia menjadi diam, dia masih kepikiran perkataan kakak kelasnya tadi, tapi dia mencoba berpositif thingking, lagian habis ini Vilia tidak ketemu lagi dengan Adi jadi tidak mungkin Vilia mengejar cinta Adi.


karena hari sudah sore, mereka berpisah disana. Vilia dan Ana pulang, begitu juga rombongan Syabil mereka kembali ke hotel.

__ADS_1


__ADS_2