
Sampai dirumah tidak ada orang, hanya ada asisten rumah tangga dan satpam. Fira bisa menebak kalau Rian pergi keluar saat dirinya dan Fira ke supermarket. Karena masih jam 10 pagi Fira mengajak menantunya untuk membuat kue bersama di dapur, dengan senang hati Syabil ikut membantu. Sementara Ari sibuk bermain sendiri di ruang keluarga sambil nonton tv.
Tidak lama terdengar suara mobil datang yang tidak lain adalah Rian, tidak berselang lama terdengar juga suara motor yang Syabil sangat kenal, yaitu motor milik Alfa suaminya.
“Keliatannya Papa kamu udah pulang, dari mana saja dia nggak bilang sama Mama..” gumam Fira.
Syabil yang mendengarnya tersenyum sendiri, hubungan mertuanya sangat harmonis terlihat bagaimana Rian dan Fira yang saling melengkapi satu sama lain.
“Assalamu’alaikum..” kata Rian sambil membuka pintu.
“Wa’alaikum salam...” jawab Fira dan Syabil dari dapur.
Ari yang melihat Papanya datang langsung berlari dan minta digendong, dengan senang hari Rian langsung menggendong putranya itu. Rian berjalan menuju dapur karena mendengar suara aktifitas disana.
“Dari mana Mas ?” tanya Fira.
“Barusan keluar bentar, ada yang kelaparan belum sarapan.” Jawab Rian.
“Siapa ?” tanya Fira lagi.
“Tuh masih di depan, bentar lagi paling masuk..”
Rian kemudian mengajak Ari ke halaman belakang dan bermain disana, Fira masih penasaran siapa yang dimaksud oleh Rian, berbeda dengan Syabil yang sudah tau kalau itu Alfa. Terdengar langkah kaki dari depan rumah, tak lupa dia mengucapkan salam
“Assalamu’alaikum…” salam Alfa sambil berjalan masuk.
“Wa’alaikum salam..” jawab Fira sambil melirik ke ruang tamu.
“Oh kamu Fa, kirain siapa..”
Alfa langsung menyalimi tangan Mamanya, dan sedikit melirik sekitar, dia menemukan Syabil ada di dapur dan menghadap ke arah berlawanan dengannya.
“Oh jadi kamu yang katanya papa lagi kelaparan, kenapa kesini ?” Fira pura-pura tidak tahu.
“Nggak apa-apa Ma.. pengen main ke rumah aja..” jawab Alfa dengan santai dan duduk di ruang tengah sambil nonton tv.
“Yaudah deh, Mama mau lanjutin buat kue nya..”
Fira berlalu ke dapur melanjutkan aktivitasnya, sesekali dia melirik ke arah menantunya yang tetap fokus memixer adonan kuenya, padahal sudah tau kalau Alfa datang.
Baik Alfa maupun Syabil memilih diam, Syabil yang masih marah dengan Alfa sebaliknya Alfa bingung sendiri dengan fikirannya dan tidak tau harus ngomong apa ke Syabil. Menjelang siang kue buatan Fira dan Syabil sudah matang, Fira mengajak semuanya ke halaman belakang untuk bersantai.
“Bil yuk dibawa ke gazebo belakang kita makan bareng..” ajak Fira pada Syabil.
“Iya Ma…”
__ADS_1
Rian, Alfa kebetulan sedang menemani Ari bermain ayunan di halaman belakang, tidak lama Fira dan Syabil datang membawa kue buatan mereka dan minuman.
“Yuk Makan kue buatan kita, sambil nyantai…” ajak Fira.
“Oke Ma..” jawab Rian.
Alfa melirik kearah Syabil yang sama sekali tidak memandang kearahnya, dia bisa merasakan kalau istrinya itu masih marah. Ari yang mendengar Mamanya menyebut kata ‘kue’ langsung gembira dan berjalan menuju Mamanya.
Keluarga kecil itu akhirnya duduk di gazebo bersama sambil bercengkrama, Syabil duduk disamping Fira dan Alfa, meskipun begitu Alfa dan Syabil sama sekali tidak ada komunikasi. Mau tidak mau Rian dan Fira selalu mencari topik untuk dibicarakan bersama dengan tujuan Alfa dan Syabil bisa saling komunikasi.
“Oh iya gimana kabar Ayah sama Mama kamu nak ?” tanya Rian.
“Alhamdulillah sehat Pa, akhir-akhir ini sering keluar kota..” jawab Syabil.
“Ada urusan bisnis ?” tanya Rian.
“Iya, katanya mau buka cabang lagi..”
“Wah bagus deh, semoga diberi kelancaran terus..”
“Aamiin..”
“Kalau Adi gimana ?” sekarang ganti Fira yang tanya.
“Wah pasti tambah tampan aja nih..” puji Fira.
“Ehem.. mulai deh Mama..” timpal Rian.
“Hehe, terakhir ketemu dia memang tambah tampan Pa, Alfa aja hampir kalah..” goda Fira.
“Apaan sih Maa…” Alfa mulai kesal ketika dirinya dibandingkan dengan adik iparnya yang juga populer di sekolah.
“Hm.. palingan masih gantengan Papa..” Rian tidak mau kalah.
“Ahahaha…”
Semuanya tertawa mendengar pernyataan Rian, alhasil dirinya jadi malu sendiri.
“Papa ini ingat umur Pa..” kata Fira.
Memang tidak bisa dipungkiri meskipun umur Rian sudah masuk kelapa 4 tapi wajahnya masih terlihat tampan dan tidak keliatan sudah punya anak yang menikah.
Saat sibuk ngobrol Ari tiba-tiba berdiri dan jalan menghampiri Syabil, tanpa basa basi dia duduk di pangkuannya.
“Lho Ari, ada apa tiba-tiba duduk di pangkuan Mbak Syabil ?” tanya Fira yang heran.
__ADS_1
“Pengen pangku Mbak Maa..” jawab Ari dengan polos.
“Wah sudah mulai akrab nih..”
Syabil senang Ari mau menghampirinya, padahal sebelumnya dia masih malu-malu ketika dekat dengannya. Sementara Alfa hanya bisa mengamati tanpa bersuara sedikitpun.
“Mbak, suapi Ali dong..” pinta Ari.
“Eh manja banget kamu Ri..” Rian sampai heran dengan tingkah putranya itu.
“Bialin, Mbak kan punya nya Ali…”
“Haha, Mbak Syabil punya nya mas Alfa, sayang…” jawab Fira yang tidak bisa menahan tawanya.
Ari seketika melirik kearah kakaknya dengna tatapan tidak suka, tidak disangka juga Alfa memasang muka sebal sambil menatap Ari. Dia merasa mendapat saingan baru.
“Haduh sudah-sudah.. keliatan banget kalau kalian saingan..” canda Rian kemudian.
Syabil hanya tersenyum sekilas, dia cukup terhibur melihat tingkah Ari yang menggemaskan. Meskipun bercengkrama bersama tapi Alfa dan Syabil masih terlihat canggung dan saling cuek bahkan tidak ada interaksi, berkali-kali Rian melirik kearah Fira dan memberi kode tentang apa yang harus mereka lakukan supaya keduanya bisa baikan.
Tiba-tiba hp Rian berbunyi, rupanya ada telfon dari asistennya. Dengan cepat Rian mengangkat telfonnya,
“Halo!”
Alfa memperhatikan Papanya yang sedang telefon, dia bisa menebak kalau ada urgent karena tidak mungkin asistennya telefon tanpa alasan saat hari libur. Setelah selesai dengan telefonnya, Rian kembali ke gazebo.
“Ada apa Pa ?” tanya Alfa.
“Hm, mendadak ada urgent Papa harus ketemu sama asisten papa diluar..” kata Rian.
“Oh mau aku temenin ?” tawar Alfa.
“Nggak deh Fa kamu dirumah aja.. Oh iya Mama katanya mau beli sesuatu, sekalian aja yuk ? ” ajak Rian.
“Eh ? oh iya oke deh Pa, yuk langsung aja..” jawab Fira.
Rian dan Fira beranjak pergi, tidak lupa Ari diajak dan mereka naik mobil ke tempat janjiannya. Awalnya si kecil tidak mau beranjak dari pangkuan Syabil tapi karena terus dibujuk akhirnya mau ikut.
“Oh iya kita tinggal dulu ya, kalian jaga rumah dulu.. nanti sore Papa baliknya..” pesan Rian pada anak dan mantunya.
“Iya Pa..” jawab Alfa.
Sekarang tinggal Alfa dan Syabil aja di rumah, mereka masih di gazebo. Canggung, itu yang dirasakan keduanya.
* To Be Continue \~
__ADS_1