Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 53 - Kena Siram!


__ADS_3

Suatu hari Indra tampak melamun saat pelajaran berlangsung, dia terus memandang kearah Syabil. Guru yang sedang mengajar membiarkannya karena sudah terlalu sering memberi peringatan tapi diabaikan oleh Indra.


Indra sedang memikirkan hubungan antara Syabil dan Alfa, dia mulai curiga karena mereka berdua selalu bersama dan setiap dia ingin mendekati pasti gagal karena ada Alfa. ‘aku harus segera cari tau!’ kata Indra dalam hati.


Jam istirahat semua siswa mulai memadati kantin, Ririn, Intan dan Syabil pergi ke kantin untuk makan siang. Setelah membeli makanan mereka mencari tempat duduk dan menemukan tempat kosong di dekat pintu masuk kantin.


Saat asik menikmati makanan datanglah Indra ikut gabung duduk disana,


“Kalian makan apa tuh ?” tanya Indra yang langsung duduk disamping Intan.dia ingin duduk disamping Syabil tapi sudah ada Ririn disana.


“Makan bakso Ndra, kamu nggak makan siang ?” tanya Intan.


“Udah tadi..oh iya Bil rumah Alfa deket sama rumah kamu ya ?” tanya Indra kemudian.


Syabil sedikit terkejut mendengar pertanyaan Indra,


“Ada apa emangnya kok tumben kamu tanya rumahnya Alfa ?”


“Nggak apa-apa, penasran aja..” jawab Indra dengan wajah datar.


Syabil tersenyum dan memilih tidak menjawab, tapi entah kenapa Indra juga tidak tanya lagi. Dia semakin yakin jika antara Alfa dan Syabil ada hubungan. Selesai makan ada Ana lewat, dia menyapa Syabil,


“Halo Mbak Syabil, apa kabar ?” sapa Ana.


“Halo Na, Alhamdulillah baik, kamu baik juga kan ?”


“Baik mbak hehe, yaudah aku lanjut mau beli makan dulu ya mbak..”


Syabil mengangguk dan tersenyum, lalu Ana melanjutkan jalan ke tempat yang jual makanan.


“Kamu udah akrab sama Ana Bil ?” tanya Intan.


“Nggak begitu kok, tapi kita pernah ngobrol bareng waktu di Jo...”


Belum sempat meneruskan kalimatnya, dia teringat disitu ada Indra dan tidak melanjutkan lagi.


“Waktu dimana Bil ?” tanya Indra penasaran.


“Eh.. waktu jogging sama adikku maksudnya..” Syabil langsung mengalihkan.


“Ohh temennya adik kamu dia..”


Syabil mengangguk, hampir saja dia keceplosan, Intan dan Ririn juga ikut panik takut kalau Syabil keceplosan,


bisa ketauan kalau bohong nanti. Setelah selesai mereka kembali ke kelas bersama. pelajaran berlangsung seperti biasanya dan sebagian siswa mulai ngantuk karena sudah siang.


Saat jam terakhir 15 menit sebelum waktunya pulang Syabil izin ke toilet, dia jalan ke toilet dengan terburu-buru tanpa memperhatikan sekitar, saat dia masuk toilet ada satu siswa yang tidak sengaja berpapasan dengannya. Linda yang melihat Syabil sendirian ke toilet langsung terbesit niat untuk mengerjai Syabil. Dia mengikuti Syabil ke toilet dan pergi ke toilet sebelah Syabil, karena toilet disana berbentuk sekat-sekat seperti di Mall, Linda dengan mahir menaiki kloset dan mengguyurkan air dalam ember kecil ke tempat Syabil. syabil yang kaget langsung teriak,

__ADS_1


“AAAAAAA........”


Linda langsung lari dari toilet, diluar dia tertawa puas lalu berjalan ke keasnya lagi. Sedangkan Syabil yang


masih shock langsung keluar dilihatnya sudah tidak ada orang, sekarang bajunya basah, apalagi dia sekarang memakai seragam abu-abu putih kalau dia keluar sekarang yang ada baju ********** akan keliatan dan jadi bahan ejekan siswa lain.


“Aduh harus gimana ini..malu kalau keluar dengan pakaian basah gini.. siapa sih yang nyiram aku tadi!” keluh


Syabil.


Mau tidak mau dia harus menunggu siswa pada pulang baru dia keluar dari toilet, dia berharap Intan dan Ririn menyusulnya ke toilet. Tapi ternyata tidak, Ririn dan Intan sempat kepikiran Syabil yang tidak kunjung kembali ke kelas, tapi mereka mulai berpikir jika Syabil sedang ketemu dengan Alfa jadi mereka tidak memikirkannya lagi.


Jam pulang berdering dan guru yang mengajar di kelas Syabil bertanya-tanya kemana dia sampai waktunya pulang belum kembali, teman-teman di kelas juga tidak tau kemana dia.


Kembali ke toilet siswa perempuan, syabil masih disana dan sayup-sayup terdengar beberapa siswa perempuan yang menuju kesitu. Pintu terbuka dan terlihat Ana dengan temannya yang datang, dia langsung kaget melihat Syabil dengan baju basah dan tangan yang memegangi lengannya,


“Yaampun mbak, ada apa ini kok bisa basah kuyup ?” tanya Ana dengan heboh.


“hehe nggak tau Na, ada yang nyiram aku tadi waktu di toilet..” jawab Syabil.


“Yaampun, kok bisa sih..”


“Oh iya Na boleh minta tolong panggilin Intan sama Ririn nggak di kelas suruh kesini ?” pinta Syabil.


“Iya mbak, bentar ya aku segera kesana sekarang.. yuk Sil!” Ana langsung bergegas ke kelas Syabil ditemani


Sesampainya di kelas Syabil, Ana langsung menghampiri Intan dan Ririn yang sedang membereskan buku mereka,


“Eh kamu Ana kan temannya Adi, ada apa ?” tanya Ririn setelah melihat kedatangan Ana.


“Itu mbak, Mbak Syabil basah kuyup di toilet, dia minta tolong kalian kesana..” terang Ana.


Sontak keduanya kaget, mereka langsung bergegas ke toilet diikuti Ana dan Sisil. Reren dan Ika yang tidak


sengaja mendengar perbincangan tadi tersenyum senang, mereka bisa menduga jika Linda yang melakukannya. Indra tidak tau karena dia sudah keburu pulang duluan.


Sesampainya di kantin terlihat Syabil sedang jongkok sambil memegangi lengannya karena menggigil kedinginan, melihat Ririn dan Intan datang dia langsung bangkit,


“Yaampun Bil ini kenapa kamu bisa basah kuyup gini ha?” Intan langsung panik.


Syabil hanya menggeleng, Ririn langsung menutupi badan Syabil dengan jaket yang dia bawa. Mereka mengajak Syabil keluar dari toilet, saat menuju kelas banyak siswa yang melihat mereka, benar dugaan Syabil dia pasti akan jadi bahan ejekan dan di tertawakan,


“Udah nggak usah diliat Bil, nggak usah didengerin ejekan mereka..” kata Intan.


Ana masih mengikuti mereka sampai ke kelas, disana sudah tidak ada orang.


“Ana makasih ya udah manggilin mereka buat datang ke toilet..” ucap Syabil.

__ADS_1


“Iya kak, sama-sama, yaudah aku pulang dulu ya kak....”


“Iya, makasih banyakk..”


Ana tersenyum lalu dia beranjak pergi dari kelas Syabil.


“Bil kamu kok bisa basah kuyup gini, kamu mandi ya tadi ?” tanya Intan dengan polosnya.


Ririn langsung menoyor bahu Intan, “ya kali dia mandi sampai basahin seragamnya Tan..”


Syabil lalu menjelaskan kejadiannya, dia tidak tau siapa yang menyiramnya karena di tidak mendengar orang lain masuk dan ada di toilet sebelahnya,


“Wah kalau sampai Alfa tau bisa habis tuh orangnya, Alfa pasti cari tau sampai ketemu!” kata Ririn.


Syabil mengangguk setuju, dia tau Alfa pasti tidak akan tinggal diam kalau ada kejadian seperti ini. Sementara itu di kelas Alfa Linda tampak senang, dia tersenyum sendiri karena ulahnya tadi berhasil. Alfa membereskan buku-bukunya lalu keluar kelas bersama dengan Andi.


“Lho mu kemana kamu Fa ? parkirannya disana!” tanya Andi setelah melihat Alfa berjalan kearah yang


berlawanan.


“Firasatku nggak enak, aku mau ke kelas Syabil dulu..” jawab Alfa dengan buru-buru.


Andi akhirnya mengikuti Alfa, dan firasat Alfa benar sesampainya di kelas Syabil dia langsung kaget melihat


istrinya basah kuyup, dengan cepat dia menghampiri Syabil.


“Kamu kenapa bisa basah kuyup gini ? habis dari mana ?” tanya Alfa.


“Itu Fa, tadi waktu dia ke toilet ada yang nyiram dia dari atas..” Intan menjelaskan dengan rinci dan jelas.


Alfa langsung emosi, siapa yang berani mengganggu istrinya dengan menyiram air.


“Sialan! Siapa yang berani ngelakuin ini! Aku harus segera cari tau!” kata Alfa dengan nada tinggi.


“Udah, aku nggak apa-apa kok.. kita pulang aja yuk!” Syabil menenangkan Alfa, diraihnya tangan suaminya itu.


Alfa masih diam, mata nya masih menyorotkan kemarahan. Syabil tidak tinggal diam, dia langsung mengajak Alfa keluar kelas dan menuju parkiran. Andi, Intan dan Ririn mengikuti di belakang,


“Kalian nggak sama syabil tadi waktu ke toilet ?” tanya Andi.


“Enggak, dia sendirian tadi.. kita di kelas..” jawab Intan.


“Hadeh bener-bener deh, kalau gini kayak bangunin macan tidur!” Andi menghela nafasnya.


“Ha ? siapa macannya ?” tanya Intan lagi dengan polos.


“Tuh!” Andi menunjuk ke arah Alfa.

__ADS_1


Intan dan Ririn saling berpandangan, kali ini mereka setuju dengan omongan Andi. semoga besok aman-aman saja buat yang ngerjain Syabil di toilet.


__ADS_2