Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 42 - Terkunci di Gudang


__ADS_3

Hari ketiga acara kegiatan akhir semester disekolah adalah puncak acara karena besok sudah pembagian raport. Hari itu Linda merencanakan sesuatu buat Syabil, pagi-pagi dia memanggil 2 siswi teman satu kelas Syabil bernama Ika dan Reren, mereka berdua adalah fans Alfa. Linda memanggil mereka untuk bertemu di kantin.


“Ada apa Lin kok manggil kita berdua ?” tanya Reren.


“Kalian tau nggak sih kalau akhir-akhir ini Alfa dan Syabil sering bersama ?” tanya Linda balik.


Ika dan Reren saling pandang, ekspresi mereka berubah menjadi marah.


“Iya kami tau, nggak suka aku melihatnya, dia kan bukan pacarnya juga tapi sok deket banget..” jawab Ika.


Linda langsung tersenyum sinis,


“Aku juga nggak suka liatnya, aku punya rencana kalian mau bantuin aku nggak ?” tanya Linda.


“Bantuin apa Lin ?” tanya Reren penasaran.


Linda menyuruh mereka mendekat untuk membisikkan rencananya, Ika dan Reren setelah mendengar rencana Linda langsung tersenyum dan menyetujuinya.


Hari itu Syabil sendirian lagi karena Ririn dan Intan sibuk dengan lomba mereka, akhirnya dia hanya duduk-duduk di depan kelas sambil menonton lomba yang ada di lapangan. Tiba-tiba datang Indra,


“Kamu sendirian Bil ?” tanya Indra yang langsung duduk disampingnya.


“Iya Ndra, Ririn sama Intan lagi sibuk jadinya aku sendirian deh..Eh kamu nggak lagi sibuk ?” tanya Syabil balik.


“Aku udah selesai, sekarang lagi free nggak ada kerjaan hehe..”


“Wah enak dong, sekarang udah bisa santai-santai”


“Eh iya Adi dari kelas IX itu adik kamu kan ?” tanya Indra.


“Iya, emang ada apa ?”


“Kelas dia menang di lomba basket, cara mainnya juga bagus, aku aja sampai kalah..”


Syabil tersenyum mendengarnya,


“Iya memang maniak basket banget anak itu!” kata Syabil.


“Oh iya liburan sekolah kamu mau kemana Bil ?” tanya Indra.


Pertanyaan Indra langsung mengingatkannya pada janji Alfa yang mengajaknya berlibur, dia lupa belum


menagih janji itu. Sampai dirumah nanti dia akan langsung menagih liburan pada Alfa.


“Emm nggak tau Ndra belum ada rencana, kalau kamu ?”


“Sama, nanti kalau misalkan kita keluar jalan-jalan bareng mau nggak Bil ?” tanya Indra langsung.


“Kemana Ndra ?”


“Yah, yang deket-deket aja.. mau nggak ?”


Syabil bingung menjawab, dia tidak mungkin juga meng-iyakan ajakan Indra tapi dia bingung bagaimana cara


menolak yang halus.


“Emm.. lihat-lihat kondisi dulu deh ya Ndra, hehe..”


“Hmm yaudah deh nanti aku kabarin lagi Bil kalau udah hari libur..”


Syabil tersenyum dan mengangguk, Indra kemudian pamit pergi dia mengantuk dan akan mencari tempat untuk tidur, dan sekarang Syabil sendirian lagi.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang, kegiatan juga sudah selesai, para siswa mulai menuju ke


kantin karena lapar, ketika Syabil akan beranjak mencari Ririn dan Intan dari lapangan dia dipanggil oleh Ika, mau tidak mau Syabil menemuinya.


“Ada apa Ka ?” tanya Syabil.


“Bisa minta tolong bantuin kita nggak Bil bawa perlengkapan ini ke gudang alat olahraga ?” pinta Ika.


“Boleh, sini aku bantuin..”


Syabil tanpa pikir panjang ikut membantu, dia membawa bola volly dikedua tangannya mengikuti Ika dan Reren dari belakang. Sementara Ika dan Reren saling pandang dan tersenyum sinis.


Sesampainya di gudang Ika dan Rerens segera meletakkan bola basket yang dibawanya, dan mereka memberitahu Syabil jika letak bola volly nya ada di gudang bagian tengah. Saat Syabil berjalan menuju tempat bola volly, Ika dan Reren cepat-cepat keluar dan mereka menutup pintu secara perlahan dan langsung menguncinya dari luar. Mereka tertawa kecil dan segera lari dari sana.


Syabil masih sibuk membereskan bola-bolanya, dia tidak menyadari jika pintunya sudah di tutup karena lampu gudangnya sebelumnya sudah dinyalakan jadi tidak keliatan jika pintunya ditutup, kalau lampunya tidak dinyalakan dia pasti langsung sadar karena ruangan akan menjadi gelap.


Saat Syabil pergi ke pintu dia kaget pintunya sudah dikunci,Ika dan Reren juga sudah tidak ada disana, dia sontak bingung apa yang harus di lakukan sedangkan dia sekarang tidak bawa hp nya.


“Ya Allah kenapa ini, apa ini ulah Ika dan Reren ? tapi kenapa mereka mengunciku di dalam gudang!”


Syabil mencoba menggedor pintu dan berteriak minta tolong tapi tidak ada yang merespon teriakannya.dari luar.

__ADS_1


“Huhu, tolong.. mas Alfa tolong aku..” Syabil mulai terisak.


Sementara itu Reren dan Ika pergi menemui Linda di kantin, kebetulan Linda sedang istirahat juga bersama anggota OSIS lainnya tetapi Alfa tidak kelihatan disana. Melihat kedatangan Reren dan Ika, dia langsung mencari tempat duduk lain menjauhi teman-temannya dan mereka duduk bersama.


“Gimana berhasil ?” tanya Linda.


“Udah, aman deh Lin..” jawab Reren.


“Oke kalau gitu, biar rasain dia salah sendiri deket-deket sama Alfa..” Linda tersenyum senang begitu juga


dengan Reren dan Ika.


siswa di sekolah sudah mulai pulang, Ririn dan Intan dari tadi mencari Syabil tapi tidak ketemu, tas nya ada


di kelas dan juga hp nya jadinya mereka tidak bisa menghubungi Syabil.


“gimana ini Rin, kemana ya si Syabil, apa kita coba cari keliling sekolah ?” ajak Intan.


“Yaudah yuk, hpnya Syabil kita bawa aja dulu..”


Mereka berdua meninggalkan kelas dan mulai mencari, dimulai dari kantin mereka tidak menemukannya, kemudia ke toilet juga tidak ketemu, sampai akhirnya mereka tidak tau harus kemana lagi dan memutuskan untuk menemui Alfa.


“Kita coba ke Alfa aja ya mungkin Syabil lagi sama Alfa..” kata Intan.


“Yaudah yuk..”


Mereka berjalan menuju lapangan, mereka melihat Alfa sedang duduk di bangku pinggir lapangan dengan Andi.


“Fa kamu liat Syabil nggak ?” tanya Ririn.


“Nggak, bukannya sama kalian ?” tanya Alfa balik.


“Enggak, dari tadi kita berdua sibuk sama lomba dan Syabil sendirian trus waktu selesai acara tadi kita cari


Syabil nggak ketemu, sedangkan tas dan hp nya ada di kelas..” terang Intan.


Alfa langsung berdiri,


“Kok bisa, kemana dia, dari tadi aku nggak ketemu sama dia soalnya..”


“Fa ini udah jam pulang lho, apa dia pulang duluan ?” tanya Andi.


“Nggak mungkin Di dia pulang tanpa bawa tas.. ayo kita cari..” ajak Alfa


Mereka berempat bergegas mencari Syabil, Intan sudah menjelaskan jika mereka sudah mencari ke kantin dan toilet tapi tidak ketemu. Andi ada ide mencari ke setiap kelas dan mereka mulai dari kelas yang ada di lantai 1.


Linda mengambil lagi kunci gudang yang tadi diberikan pada Reren dan Ika dan segera mengembalikannya ke tempat kunci di ruang guru bersamaan dengan kunci ruangan lainnya supaya orang lain tidak curiga jika dia yang mengambil kunci gudang. Linda juga meminta Ika dan Reren segera pulang, sedangkan dirinya kembali ke ruang OSIS mencari Alfa.


Sesampainya di ruang OSIS sudah tidak ada siapapun, dia penasaran kemana perginya Alfa, saat dia berjalan di koridor kelas dia bertemu dengan Alfa, Andi, Intan dan Ririn yang tampak gelisah, dia sudah bisa menebak jika mereka sedang mencari Syabil. Linda kemudian menemui mereka.


“Alfa ada apa kok keliatannya gelisah gitu ?” tanya Linda.


“Syabil hilang Lin..” kali ini yang menjawab Andi, Alfa hanya diam tidak bersuara dan terus berjalan.


“Ha! Kok bisa hilang.. aku ikut nyari deh..” Linda pura-pura simpati dan ikut mencari Syabil.


“Kita coba cari di Lab komputer dulu..” usul Ririn.


Sampai lab yang mereka temukan malah Indra yang sedang tidur di lantai. Intan langsung membangunkannya.


“Indra bangun!” Intan menggoyang-goyangkan tubuh Indra.


Indra akhirnya terbangun, dia kaget kenapa ada banyak orang disana,


“Ada apa ini kok rame-rame kesini ? ada ketos pula..” tanya Indra.


“Kita lagi mencari Syabil, kamu tau nggak dia dimana ?” tanya Ririn.


“Lho tadi dia sempat ngobrol sama aku di depan kelas, terus aku pergi kesini buat tidur, setelah itu aku nggak


tau lagi.. dia hilang ?”


“Iya kita nggak tau dia dimana, tas dan hp nya ada dikelas..” jawab Intan.


Indra menatap Alfa sebentar kemudian bangkit, dan akhirnya dia ikut mencari keberadaan Syabil.


‘Bila kamu dimana sih, kok tiba-tiba menghilang gini!’ batin Alfa.


Alfa sangat khawatir kalau terjadi apa-apa sama istrinya, sambil jalan dia menghubungi Adi mungkin saja


istrinya itu sedang bersama sang adik, tetapi ternyata tidak. Adi sudah perjalanan pulang, dan ketika Adi mau tanya ada apa dengan kakaknya itu, Alfa langsung mematikan telfonnya.


Mereka semua mencari di Aula tidak ketemu juga, tapi sayup-sayup Alfa mendengar suara minta tolong dari arah gudang disamping Aula, segera dia berlari menuju pintu gudang.

__ADS_1


“Syabila kamu disana ?” teriak Alfa.


Indra dan yang lainnya berbegas mengikuti Alfa. Syabil yang mendengar suara Alfa langsung buru-buru mendekat ke pintu dan meminta tolong,


“Mas Alfa huhu.. tolong aku mas...” pinta Syabil.


“Tunggu bentar, aku akan coba buka pintunya..” kata Alfa.


Alfa berusaha membuka pintu tapi tidak bisa karena terkunci, dia mulai tergesa-gesa. Akhirnya dia meminta tolong Andi untuk mengambilkan kunci dari ruang guru.


“Andi minta tolong ambilin kunci gudang di ruang guru dong!” pinta Alfa.


“Oke bentar Fa..”


Andi langsung berlari pergi, Ririn dan Intan berteriak pada Syabil untuk menunggu sebentar karena Andi


sedang mengambilkan kunci. Sedangkan Indra mencoba pergi ke samping gudang mungkin saja aja jendela yang bisa digunakan untuk melihat situasi di dalam, dan ketemu. Indra mencoba melihat kedalam dan dia melihat Syabil di depan pintu.


“Syabil, kamu nggak apa-apa ?” tanya Indra.


Syabil langsung menengok kearah jendela dan melihat Indra disana, dia hanya bisa mengangguk. Alfa mondar mandir menunggu kunci dari Andi, sampai-sampai dia marah sendiri.


“Lama banget sih Andi!”


“Sabar Fa, Andi baru aja pergi beberapa detik yang lalu, udah dibilang lama, hadeh..” kata Intan.


“Ya maklumi aja Tan..” timpal Ririn.


Linda hanya diam, dia sebenarnya belum puas memberi pelajaran pada Syabil, tapi untuk kali ini dia biarkan, lain kali dia akan memberinya peringatan secara langsung. Beberapa saat kemudian Andi kembali dengan membawa kunci, Alfa buru-buru merebut kuncinya dan pintu gudang terbuka, Alfa melihat Syabil yang wajahnya sudah penuh air mata karena menangis, dia ingin sekali langsung memeluknya tapi disana ada teman-temannya jadi tidak mungkin.


Syabil melihat wajah Alfa yang terlihat sangat khawatir membuatnya ingin menangis, dia lega akhirnya pintu


gudangnya dibuka. Ririn dan Intan langsung memeluk Syabil.


“Syabil, kamu kok bisa ada disini sih, kita udah nyariin kamu dari tadi...” kata Intan.


“Iya bil, bagaimana ceritanya kamu bisa ada disini ?” tanya Ririn.


Syabil masih belum mau menjawab, Indra ikut menghampiri mereka, sementara Linda masih berdiri di luar.


“Siapa yang mengunci kamu di gudang Bil ?” tanya Alfa langsung.


Syabil hanya menggeleng, Alfa tau istrinya itu masih belum mau memberi tahu, untuk kali ini dia biarkan, nanti di rumah dia akan mencoba bertanya lagi ketika istrinya sudah tenang.


“Untung kamu nggak apa-apa Bil, aku khawatir banget..” kata Indra tiba-tiba.


Semua mata langsung menatap kearah Indra begitu pula dengan Alfa, dia menatap Indra dengan tatapan datar dan tidak bisa diartikan.


“Ayo kita pulang Bil aku antar..” ajak Alfa sambil meraih lengan Syabil.


Indra tiba-tiba menghentikan dengan menarik lengan Syabil yang satunya,


“Biar aku antar aja, kamu masih ada rapat OSIS kan ?”


“Iya Fa, bukannya ada rapat ya ?” tambah Linda, dia tidak ingin Alfa mengantarkan Syabil pulang.


Alfa menghentikan langkahnya,


“sudah tidak ada rapat OSIS karena kegiatan udah selesai, jadi kamu nggak perlu repot-repot mengantarnya


biar aku aja..” terang Alfa.


“Aku aja, itu kata si Linda ada..”


“AKU BILANG NGGAK ADA YA NGGAK ADA! Semuanya sudah pulang istirahat besok pembagian rapot!” kata Alfa dengan nada agak tinggi.


Dia sekarang kesal karena dari tadi Indra mengusiknya. Semua yang ada disana kaget dengan bentakan Alfa


termasuk Syabil, dia tau suaminya sedang kesal. Alfa langsung menarik lengan Syabil dan mengajaknya pergi dari sana, Ririn dan Intan kemudian menyusul dari belakang. Andi setelah meminta Indra atau Linda untuk mengunci pintu segera menyusul Alfa juga.


Alfa dan Syabil berjalan dan tanpa suara, Alfa menuju ruang OSIS mengambil tas nya kemudian menuju parkiran motor, disana sudah ada Ririn dan Intan, mereka memberikan tas Syabil.


“Kalian hati-hati ya, jangan ngebut Fa..” kata Intan.


“Iya, makasih bantuannya..” kata Alfa.


Alfa melajukan motornya setelah Syabil duduk dibelakangnya, mereka berdua pulang ke apartemen. Indra yang baru sampai di parkiran melihat Ririn dan Intan langsung bertanya pada mereka,


“Syabil mana ?”


“Udah pulang diantar Alfa, kamu kenapa sih Ndra ?” tanya Intan.


“Aku nggak suka aja sama Alfa, masak mau ngantar Syabil aja nggak boleh, mereka kan nggak pacaran jadi sah-sah aja kan aku mau ngantar Syabil pulang..” jawab Indra.

__ADS_1


Intan dan Ririn saling berpandangan, mereka hanya menghela nafas dan tidak berkata apa-apa lagi, lagian


memang benar Alfa dan Syabil tidak pacaran tapi mereka sepasang suami istri.


__ADS_2