
Adi masih tetap menggandeng kakaknya sampai parkiran motor, tak lama disusul Alfa datang.
“Mas Alfa bener-bener deh, untung aja nggak adu hantam tadi!” cerocos Adi begitu melihat kakak iparnya datang.
“Maaf habisnya liat dia bikin emosi aja, kamu nggak apa-apa ka Bil ?” Alfa langsung meraih tangan istrinya dan terlihat agak merah di pergelangan tangan.
Syabil hanya geleng-geleng dan tersenyum, dia lega Alfa tidak berantem dengan Indra tadi.
“Yaudah aku pulang dulu, kalian nggak apa-apa kan boncengan dari sini ? lagian udah sepi juga..” ucap Adi.
“Iya, kamu pulang duluan aja Di, makasih banyak..” kata Syabil pada adiknya.
Adi mulai mengendarai motornya dan pergi meninggalkan sekolah, Intan dan Ririn juga pulang setelah berbincang-bincang sebentar dengan Syabil. Alfa dan Syabil juga menyusul, kali ini mereka boncengan dari sekolah tidak lagi di luar sekolah.
Di jalan Syabil mencoba tanya pada Alfa tentang kejadian tadi di kantin,
“Mas tadi kenapa sih kok sampai emosi gitu ?” tanya Syabil.
“Nggak emosi gimana, dia mau antar kamu pulang gitu, trus pegang tangan kamu juga, kamu kan istriku!” jawab Alfa dengan santai.
“hihi.. cemburu yaa ?” Syabil mulai tersipu mendengar jawaban suaminya.
Alfa tidak menjawab dia malah meningkatkan kecepatan laju motornya sehingga membuat Syabil mau nggak mau memeluk Alfa.
“Ih mas Alfa ini curi-curi kesempatan!” Syabil langsung memukul pundak Alfa, sedangkan Alfa sendiri tertawa lebar.
Sampai di apartemen syabil langsung masuk kamar diikuti Alfa dari belakang. Setelah Syabil menutup pintu ketika dia berbalik mau ke tempat tidur Alfa langsung menarik tangannya dan mengunci badan Syabil dengan tangannya, dia melingkarkan tangannya di pinggang Syabil dan langsung menciumi lehernya.
“Lho mas Alfa ngapain sih! Ih aku keringetan tau!” protes Syabil.
Alfa menghiraukan perkataan Syabil dan terus melakukan aksinya, syabil mulai capek memberontak akhirnya dia mengalah dan membiarkan Alfa melakukan aksinya, Alfa terus menciumi leher istrinya kemudian lama-lama naik ke bibir, dilumatnya bibir kecil syabil dan ciuman mereka mulai memanas, syabil tidak mau kalah dia juga membalas ciuman Alfa.
Tanpa melepas ciumannya Alfa dan Syabil menuju tempat tidur dan Alfa langsung menghempaskan tubuhnya diatas tubuh istrinya, syabil yang mulai sulit bernafas menepuk pundak Alfa supaya berhenti.
__ADS_1
“M..Mas ngapain sih kok tiba-tiba gini ?” tanya Syabil dengan nafas tersengal-sengal.
“Habisnya kamu tadi keliatan akrab banget sama Indra, apalagi tangan kamu sampai dipegang sama dia..”ucap Alfa dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Syabil.
“Aduh, mas kan tau sendiri aku nggak punya perasaan sama dia!”ucap syabil sambil menjauhkan wajah suaminya, dia jaga-jaga kalau suaminya mulai melakukan aksinya lagi.
“Aku nggak mau tau, kamu udah bikin aku cemburu jadi kamu nggak boleh nolak kemauan aku sekarang..” Alfa tanpa basa-basi langsung ******* bibir Syabil lagi.
Syabil mau menolak tidak bisa karena tangannya dipegangi oleh Alfa, lama-lama dia terlena lagi dan menikmati setiap ciuman dari Alfa. Entah kenapa setiap Alfa menyentuhnya dia merasa sangat nyaman, begitu juga dengan Alfa yang sekarang sangat ketagihan dengan bibir Syabil, seperti kecanduan dan ingin terus-menerus menyentuhnya.
“Mmas..Mas Alfa.. udah mas..” kata Syabil disela-sela aktivitas mereka.
Alfa akhirnya menurut dia menyudahi ciumannya, meskipun cuman ciuman bibir tapi membuatnya tidak bisa berhenti. Alfa masih bisa mengontrol dirinya kali ini, tapi entah dikemudian hari, karena dia mulai kecanduan dengan Syabil.
“jangan deket-deket sama dia lagi, Aku nggak suka!” kata Alfa sambil mengusap kepala Syabil dengan lembut.
“susah mas, kita kan satu kelas.. pasti ada kegiatan bareng juga..” jawab Syabil.
Alfa menghela nafas, dia merebahkan tubuhnya. Syabil yang melihat tingkah suaminya tertawa sendiri, dia mulai menyadari kalau suaminya itu mulai posesif dan bucin sekali. Tapi baginya tidak apa-apa karena itu menandakan kalau Alfa cinta padanya.
“Belum selesai mas kerjaannya ?” tanya Syabil.
“Belum, kurang dikit lagi sih..” jawab Alfa.
Mereka kemudian makan malam, setelah selesai syabil mencuci piring lalu nonton tv, sedangkan Alfa kembali dengan pekerjaannya di laptop. Sekitar setengah jam kemudian Alfa selesai, dia langsung menutup laptopnya dan keluar kamar, dilihatnya Syabil masih asik nonton film di tv. Alfa tiba-tiba punya niat jahil, dia langsung menghampiri istrinya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Syabil.
“Eh Mas Alfa ini kok ndusel-ndusel gitu sih.. duduk gih!” perintah Syabil.
Alfa tidak menanggapi, dia menghadap ke perut Syabil dan melingkarkan tangannya di tubuh istrinya. Tidak ada respon Syabil kembali nonton tv, tapi lama-lama dia merasa geli, rupanya Alfa sedang menggelitik punggungnya dari balik bajunya.
“Mas Alfa ih! Geli tau..” Syabil langsung memukul pundak Alfa.
Alfa sendiri tertawa kecil, dia terus melanjutkan aksinya menjahili Syabil. Syabil terus tertawa geli, dia berusaha melepaskan pelukan Alfa, tapi sangat susah karena pelukan Alfa sangat kuat.
__ADS_1
“Udah ah mas, jahil banget sih!” Syabil
mencubit pipi Alfa sampai dia kesakitan dan melepaskan pelukannya.
“Aduh sakit Bil, hehe..” canda Alfa.
“Lagian sih, jahil banget dari tadi, udah ah aku mau tidur!” syabil beranjak dari shofa. Dilihatnya Alfa masih cengengesan sambil memandang kearahnya,
“Awas kalau macam-macam lagi waktu aku tidur!” Syabil langsung memberi peringatan pada suaminya, dia tau suaminya ingin jahil lagi.
“Apa sih Bil, udah nggak kok hehe..” Alfa masih tersenyum lebar.
Syabil segera masuk ke kamar dan tidur, Alfa sekarang sendirian nonton tv, lama-lama dia bosan dan ngantuk, akhirnya dia mematikan tv dan ke kamar untuk tidur. Dilihatnya Syabil sudah terlelap, dia langsung merebahkan tubuhnya disamping Syabil, tak lupa dia memeluk syabil dari belakang dan tertidur.
Pukul setengah 4 shubuh, Syabil terbangun, saat membuka mata posisi dia sekarang ada dipelukan Alfa. Dilihatnya Alfa masih tertidur dengan nyaman, syabil mulai meraba leher suaminya, rahangnya yang keras membuat imagenya menjadi cowok keren yang di idam-idamkan siswi disekolahnya, lalu disentuhnya bibir suaminya yang tipis, bibir itu yang menciumnya kemarin, bibir yang membuatnya ketagihan. Reflek Syabil bergerak mengecup bibir Alfa, masih belum puas ketika dia mengecup lagi bibir Alfa bergerak dan menciumnya. Syabil kaget dia tidak menyangka jika Alfa sudah bangun, spontan Alfa langsung bangun dan menindihnya,
“Apa Bil? Kamu mau apa hmmm ?” goda Alfa dengan suara serak khas bangun tidur.
“e..e.. enggak apa-apa mas, udah akum au mandi trus sholat..” Syabil berkilah dia sangat malu sekarang.
Alfa mencegahnya, dia langsung menangkup wajah Syabil dan tersenyum manis,
“Kamu yaa udah bangunin aku, aku jadi mode On kan sekarang..nanti dulu mandinya!”
Alfa langsung mencium leher syabil lalu naik ke pipi, dan berujung di bibir. Syabil tidak bisa menghindar lagi, ya mau bagaimana lagi itu karena tingkahnya juga, tapi entah kenapa dia malah suka ketika Alfa menciumnya. Mereka berdua kembali menikmati ciuman pagi itu karena dipancing oleh Syabil.
Setelahnya mereka gantian mandi dan beraktivitas seperti pagi sebelum-sebelumnya sampai sarapan. Ditengah-tengah sarapan Alfa memberitahu kalau dirinya mungkin dalam beberapa hari kedepan akan
pergi diajak ayah Rian keluar kota lagi untuk presentasi program baru punya perusahaan.
“Berapa hari mas ?” tanya Syabil.
“Masih belum tau, nunggu kabar lagi dari Ayah.. kamu nggak apa-apa kan sendirian ? atau mau pulang kerumah Mama ?”
__ADS_1
“Hmm, aku pikirin nanti dulu aja deh..”
Alfa mengangguk, setelah sarapan mereka segera berangkat ke sekolah, hari itu sudah mulai ada pelajaran seperti biasanya dan sekarang sekolah menerapkan full day school jadi pulangnya sore sekitar jam 4, dan hari sabtu menjadi libur.