Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 32 - Alfa dan Syabil Kecil


__ADS_3

Alfa jadi teringat waktu berumur 7 tahun ketika dia berkunjung ke rumah kakeknya di desa, dia bertemu dengan Syabil yang sedang berkunjung ke rumah kakeknya juga. Rumah kakek-nenek mereka bersebelahan karena Irfan dan Fira adalah saudara sepupu. Alfa yang sedang bermain di depan rumah melihat Syabil,Adi dan kedua orang tuanya yang baru datang, keduanya saling menatap.


“Eh Alfa ada disini rupanya, sejak kapan ?” tanya Irfan.


“Sudah dari kemarin paman..” jawab Alfa kecil.


“Oh.. Mama kamu mana ?” tanya Irfan lagi.


“Ada di dalam rumah..”


“Oh yaudah, paman masuk dulu yaa..”


Alfa hanya mengangguk dan lanjut bermain sendiri, Adi yang masih berumur 5 tahun langsung menghampiri Alfa tidak lupa dia menggandeng tangan kakaknya yaitu Syabil untuk ikut bersamanya.


“Mas Alfa boleh aku ikut main ?” tanya Adi.


“Boleh..” jawab Alfa.


Syabil masih diam, dia hanya mengikuti adiknya. Saat itu dia belum begitu akrab dengan Alfa. Irfan meninggalkan anaknya di halaman sedangkan dirinya dan Icha masuk ke dalam rumah.


“Syabil, Adi jangan kemana-mana main sama mas Alfa aja ya..” pesan Icha.


“Iya Ma…” jawab Syabil dan Adi barengan.


Syabil hanya menonton Alfa dan Adi yang bermain karena dia sedang tidak begitu mood. Alfa yang melihat Syabil hanya diam saja sejak datang mencoba mendekatinya,


“Kamu kenapa nggak ikutan main ?” tanya Alfa.


“Lagi nggak ingin main aja..” jawab Syabil.


“Ayo main sama aku!” ajak Alfa sambil menarik tangan Syabil.


Mereka bertiga pun main bersama, lama-lama Syabil jadi semakin akrab dengan Alfa meskipun masih malu-malu. Bahkan saat dirinya di jahili oleh adiknya yaitu Adi, Alfa selalu menolongnya. Fira dan Irfan melihat kedekatan anak-anak mereka jadi senang. Sejak saat itu waktu di Surabaya ketika ada waktu luang Syabil selalu mengajak berkunjung ke rumah Alfa.


Pernah waktu liburan sekolah Syabil merasa bosan di rumah, dia mengajak kedua orang tuanya ke rumah Alfa.


“Ma.. ayuk ke rumah mas Alfa..” ajak Syabil.


“Kenapa Bil kok tiba-tiba ingin ke rumah mas Alfa, kangen yaa ?” canda Icha.


“Iya, aku ingin main sama mas Alfa..” jawab Syabil dengan wajah polos.


Icha langsung tertawa, bisa-bisanya putrinya berkata seperti itu, padahal di rumah sudah ada adiknya.


“Ayo Ma..” rengek Syabil lagi.


“Iya sebentar, nunggu Ayah dulu yaa..” jawab Icha.


Ekspresi Syabil langsung berubah jadi kecewa, karena gemas Icha langsung menghubungi suaminya supaya pulang sebentar untuk mengantar mereka ke rumah Fira. 15 menit kemudian Irfan sampai di rumah, rupanya Icha, Syabil dan Adi sudah menunggu di teras.


“Lho langsung ini ?” tanya Irfan.


“Iya Mas, ada yang udah nggak sabaran ini..” jawab Icha sambil melirik kearah Syabil.


Syabil segera bergegas masuk ke mobil, Irfan yang melihatnya tertawa sendiri. Ada-ada saja putrinya itu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Fira, Syabil berbegas turun dari mobil.


“Bila, tunggu Mama dong, jangan asal masuk!” pesan Irfan.


“Iya Yah..” jawab Syabil.


Dari dalam rumah Fira yang sudah diberitahu oleh Icha kalau mereka mau berkunjung langsung ke depan rumah, saat dia baru membuka pintu terlihat Syabil yang sudah ada di depannya,


“Assalamu’alaikum tante, Mas Alfa nya mana ?” tanya Syabil dengan bersemangat.


“Wah Wa’alaikum salam Syabil.. aduh lagi nyari mas Alfa ya.. itu ada di ruang tengah sama teman-temannya..” jawab Fira.


Spontan Syabil berlari ke dalam rumah, dia sudah biasa disana. Fira geleng-geleng sendiri melihat tingkah Syabil. Icha dan Adi masih di depan rumah, Irfan hanya mengantar mereka dan langsung kembali ke café.


“Anak kamu keliatannya suka sama anak aku Cha…” canda Fira.


“Ah kamu bisa aja Ra mereka masih kecil, kita lihat nanti saja..”


Mereka menyusul Syabil ke dalam rumah. Syabil sendiri bergegas ke ruang tengah mencari Alfa, sampai disana dia langsung diam ternyata Alfa sedang mengerjakan tugas bersama teman-temannya, ada cewek dan cowok.


“Eh Syabil, kamu main kesini ?” tanya Alfa setelah melihat Syabil datang.


“Iya Mas.. ini siapa ?” tanya Syabil yang penasaran.


“Oh ini teman-teman aku.. kenalin ini Rani dan Andi..”


“Oh iya salam kenal aku Syabil..” jawab Syabil dengan ramah.


Syabil hanya mengamati mereka yang sedang sibuk mengerjakan tugas. Adi sendiri juga ikutan nimbrung, dia masih belum faham apa yang sedang mereka kerjakan. Karena bosan Syabil meninggalkan Alfa dan teman-temannya kemudian pergi ke tempat Mamanya dan Fira.


Icha dan Fira sedang asik berbincang di gazebo halaman belakang, melihat kedatangan Syabil Icha jadi heran sendiri padahal tadi dia ingin segera menemui Alfa.


“Disana tidak asik Ma.. mereka lagi sibuk mengerjakan tugas matematika, aku bosen makanya kesini aja..” jawab Syabil dengan wajah cemberut.


Fira dan Icha tertawa, sikap Syabil yang seperti ini sangat menggemaskan.


“Padahal aku mau main sama mas Alfa.. tapi ada mereka, apalagi ada yang cewek juga..” tambah Syabil lagi.


Fira dan Icha spontan saling berpandangan, mereka pun tersenyum, Icha hanya bisa mengelus kepala putrinya itu yang tertutup oleh kerudung.


“Yaudah main sama adek sana, itu dek Adi lagi main ayunan..” kata Icha memberi saran.


Syabil mengangguk dan menghampiri Adi, dia memutuskan main dengan adiknya daripada tidak ngapa-ngapain.


Di dalam rumah Alfa masih sibuk mengerjakan tugas dengan kedua temannya,


“Fa tadi siapa ?” tanya Rani.


“Oh itu tadi anak sepupunya Mama, jadi masih saudara sama aku..” jawab Alfa.


“Oh.. sering main kesini ?” tanya Rani lagi.


“Sering sih, soalnya Mamanya teman kuliah Mamaku juga..kenapa Ran ?” tanya Alfa balik.


“Nggak apa-apa penasaran aja…”

__ADS_1


Setelah selesai mengerjakan PR Andi dan Rani langsung pulang karena sudah siang, setelah teman-temannya pulang Alfa menyusul ke halaman belakang, Fira yang melihat kedatangan Alfa langsung bertanya,


“Udah selesai Fa belajar kelompoknya ?” tanya Fira.


“Udah Ma, mereka udah pulang..” jawab Alfa.


Alfa beranjak menemui Syabil dan Adi yang bermain di ayunan. Syabil senang begitu melihat Alfa datang, dia mengajak Alfa main bersama. Disela-sela bermain Alfa berbincang-bincang dengan Syabil membahas teman-temannya yang datang tadi.


“Kamu tadi kenapa Bil malah pergi ?” tanya Alfa.


“Nggak asik Mas, kalian lagi fokus jadi aku pergi aja..” jawab Syabil dengan terus terang.


Alfa tertawa mendengarnya, dia sangat sayang pada Syabil dan Adi karena mereka masih saudara juga.


“Padahal tadi aku mau kenalin lebih dekat sama teman-temanku..” tambah Alfa.


“Nggak mau ah, aku nggak suka sama yang namanya Rani tadi..” jawab Syabil tiba-tiba.


“Hust nggak boleh gitu Bil, semuanya harus berteman.. emang kenapa kamu nggak suka sama dia ?” tanya Alfa yang penasaran.


“Nggak tau kenapa aku nggak suka, kamu jangan terlalu dekat sama dia ya mas..” pinta Syabil.


Alfa geleng-geleng sendiri, ada-ada saja saudaranya itu,


“Emang kenapa nggak boleh deket ?” tanya Alfa.


“Pokoknya nggak boleh..” jawab Syabil dengan polos.


“Haduh, iya iya..” Alfa hanya tersenyum kecil.


‘Ada-ada aja sepupu satu ini, masih kecil udah gemesin kayak gini..’ batin Alfa.


** Flashback Off **


Kembali saat Alfa dan Syabil yang masih berbaring di tempat tidur, Alfa mencoba membangunkan istrinya, tapi memang dasar Syabil agak susah untuk dibangunin,


“Bil bangun udah siang.. waktunya sholat Dhuhur..” kata Alfa.


“Hmmm…” Syabil hanya menggeliat dan masih tidak mau membuka mata.


Alfa mencoba mencubit pipi istrinya, tapi masih saja tidak mau bangun, karena gregetan akhirnya Alfa memiliki ide nakal,


“Bil, kalau nggak bangun aku bakal ngelakuin sesuatu nih!” ancam Alfa sambil berbisik di dekat telinga Syabil.


Spontan Syabil langsung membuka mata dan beranjak duduk, Alfa yang melihat tingkah istrinya langsung tertawa,


“Hahhahaha…”


Syabil merasa dikerjai, dia langsung memukul pundak Alfa.


“Ih kamu ini ngerjain aku ya…”


“Habisnya kamu nggak bangun-bangun, udah waktunya sholat Dhuhur ini.. sana Wudhu dulu..” perintah Alfa.


“Iya deh..”

__ADS_1


Akhirnya Syabil beranjak ke kamar mandi untuk Wudhu, setelah itu baru Alfa. Mereka sholat Dhuhur berjamaah di kamar.


To Be Continue ~


__ADS_2