
Keesokan harinya Alfa sudah masuk sekolah, dia tidak masuk sekolah dua hari juga sudah mendapatkan izin dari guru. Sampai di kelas Syabil memberikan beberapa camilan pada Intan dan Riri,
“Ini buat kalian..” kata Syabil sambil memberikan beberapa camilan.
“Eh ini dari Jogja ?” tanya Riri.
“Iya.. katanya makasih udah nemenin aku di rumah.. hehe..”
“Wah baik juga pak ketos kita..” puji Riri.
“Iya kalau ada maunya..” timpal Intan.
Syabil hanya tersenyum mendengar ucapan kedua sahabatnya, untung masih sedikit yang datang di kelas jadi tidak ada yang dengar percakapan mereka barusan. Sementara itu di kelas Alfa, dia memberikan camilan pada Andi karena dia tau kalau Alfa habis dari luar kota.
“Wah makasih bos, udah repot-repot dibawain..” kata Andi.
“Iya.. sering-sering bantuin aku ya nanti..”
“Wah suap ini ceritanya ?”
“Nggak, bercanda aja..hehe..”
“Gimana perjalanan bisnis kamu kemarin ?” tanya Andi.
“Hmm.. lumayan lah bisa buat pelajaran.. ketemu banyak orang dan bisa memperluas koneksi..” terang Alfa.
“Bagus deh, duh calon bos besar ini..” canda Andi.
“Apaan kamu Di..” Alfa menanggapi candaan Andi dengan tertawa.
“Oh iya kemarin Syabil sendirian dong ?”
“Aku suruh ngajak Intan sama Riri nginap dirumah..”
“Oh gitu.. syukur deh nggak sendirian dirumah.. tau gitu aku main ke rumah kamu..”
__ADS_1
“Trus mau ngapain ?” selidik Alfa.
“Ya mau ketemua Syabila lah..” goda Andi dengan tersenyum.
“Awas aja kalau berani!”
Andi tertawa mendengar jawaban dari Alfa, dia tidak menyangka Alfa menjawab seperti itu padahal dia mengira Alfa akan cuek. Waktu istirahat seperti biasa Syabil dan kedua sahabatnya ke kantin untuk makan siang, saat mereka sibuk berbincang-bincang ada cowok yang tiba-tiba datang dan duduk disamping Syabil. Semuanya langsung memandang kearahnya,
“Hai Bila…” sapa cowok itu.
“Oh Indra.. lama nggak ketemu..” balas Syabil.
“Iya nih.. gimana kabar kamu ?” tanya Indra.
“Baik, kamu gimana ?”
“Aku baik juga..”
Melihat Syabil dan Indra ngobrol, Riri dan Intan hanya mengamati, Indra teman sekelas mereka, akhir-akhir ini dia jarang masuk. Mereka bisa menilai bagaimana sifat dan sikap Indra, cowok berpostur tinggi dan rambut lebat, jangkung, cara berpakaiannya tidak rapi seenaknya sendiri, tipe-tipe bukan anak yang penurut.
“Emang nggak boleh ya aku masuk sekolah ?” tanya Indra balik.
“Nggak ada kamu kita serasa damai..” canda Intan.
“Oh iya kamu jarang masuk kenapa emangnya ?” tanya Syabil.
“Hmm.. ya gitu deh Bil, kadang malas mau masuk sekolah..”
“Kamu itu dari dulu gitu ya.. suka bolos sekolah, nggak baik tau!”
“Iya iya, aku tau kok Bila..” kata Indra yang tanpa basa basi menyentuh kepala Syabil yang tertutup jilbab.
Semua kaget termasuk Syabil sendiri, dia tidak mengira Indra melakukan itu dan Syabil spontan langsung menghindar. Indra langsung tertawa melihat tingkah Syabil barusan,
“Kamu nggak berubah ya Bil..” kata Indra lalu beranjak pergi.
__ADS_1
“Indra jangan gitu lagi ya!” kata Syabil memperingatkan.
“Iya Bil, maaf deh.. aku tau kamu nggak suka kalau disentuh cowok..”
Syabil, Intan dan Riri masih diam, mereka tidak menyadari ada yang memperhatikan dari jarak dekat yaitu Alfa dan Andi. Andi sedikit melirik ke arah Alfa untuk melihat ekspresi wajahnya, ternyata Alfa terlihat biasa saja.
“Fa siapa itu ?” pancing Andi.
“Mana aku tau!” jawab Alfa sambil terus makan.
Di lain sisi Intan dan Riri sudah tau sebenarnya jika Syabil dan Indra satu SMP, tapi mereka penasaran bagaimana mereka bisa saling kenal,
“Bil kamu kenal sama dia gimana sih ceritanya ?” tanya Intan.
“Dulu nggak sengaja sih waktu masih SMP, aku pernah negur dia karena bandel eh habis itu dia sering ngajak ngobrol aku..” jawab Syabil.
“Hmm gitu ceritanya.. hati-hati Bil bisa aja dia suka sama kamu..” kata Intan yang bermaksud menggoda.
“Apaan sih, yuk balik aja udah mau masuk..”
Saat berbalik Syabil baru menyadari disana dari tadi ada Alfa yang sedang menatap kearahnya, dia langsung kaget dan buru-buru pergi dari sana disusul Intan dan Riri. Alfa sendiri terlihat biasa saja dari ekspresinya. Indra siswa yang dikenal bandel di sekolah, sering bolos pelajaran dan jarang masuk kelas. Indra satu kelas dengan Syabil dan diam-diam dia selalu memperhatikannya.
Kembali saat SMP, Indra selalu terlibat masalah dan sering masuk BK, teman-teman di kelasnya juga jarang berbicaradengannya, termasuk Syabil. Mungkin karena sikapnya yang agak kasar dan seenaknya sendiri. Pernah suatu ketika dia dihukum oleh guru berdiri di depan tiang bendera selama satu jam, Syabil yang kebetulan melintas karena habis dari toilet melihatnya merasa kasihan karena terlihat lelah.
Bagi kebanyakan orang pasti enggan menghampirinya bahkan hanya menonton dari kelas masing-masing, tapi tidak bagi Syabil, karena dia merasa kasihan juga dia menghampiri Indra dan memberikan minuman untuknya.
“Nih buat kamu, makanya jangan bandel!” kata Syabil sambil memberikan minuman dingin padanya.
Indra sedikit terkejut, dia tidak menyangka ada yang mau berbicara dengannya dan perhatian,
“Makasih Bil, kamu baik juga ternyata..” ucap Indra.
“Sama-sama..”
Setelah itu Syabil langsung pergi takut ada guru yang melihatnya, karena guru sudah berpesan untuk membiarkan Indra sendiri menjalani hukumannya. Indra tersenyum memperhatikan Syabil yang pergi. Semenjak itu Indra jadi sering bertegur sapa dengan Syabil, dan Syabil hanya menanggapi yang penting aja.
__ADS_1