
Setelah ditinggal kedua orang tuanya pergi, Alfa dan Syabil masih terdiam di gazebo. Syabil yang masih marah langsung beranjak membereskan sisa-sia kue lalu membawanya ke dapur, Alfa tanpa suara juga berinisiatif membantu.
Alfa sekali lagi melirik kearah syabil dan terlihat ekspresi datar,
‘Masih marah di..’
Setelah selesai mencuci piring Syabil beranjak pergi, tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh Alfa,
“Eh aku mau dibawa kemana ? lepasin!” pinta Syabil yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Alfa.
Alfa tidak memperdulikan perkataan Syabil dan terus menggandengnya berjalan menuju kamar. Sesampainya di kamar Alfa, dia segera menutup dan mengunci pintu kamarnya.
“Lepasin Mas!” pinta Syabil lagi.
Akhirnya Alfa melepaskan genggamannya, seketika Syabil berjalan ke pintu mau kabur, tapi dengan sigap Alfa menghalanginya.
“Kamu mau apa ?” tanya Syabil yang mulai emosi.
“Aku mau ngomong sama kamu..”
“Yaudah ngomong aja!” kata Syabil dengan suara agak tinggi.
“Bila, kamu sama suami ngomongnya bisa lebih pelan ?” tanya Alfa dengan santai.
Syabil mulai sadar kalau cara bicaranya barusan salah, karena dia tau kalau sama suami tidak boleh berbicara kasar. Akhirnya dia memutuskan untuk diam.
“Aku mau minta maaf kalau akhir-akhir ini udah nyuekin kamu, nggak peduli sama kamu..” ungkap Alfa.
“Lalu kenapa kamu melakukan itu Mas ?” tanya Syabil menuntut penjelasan.
“Aku merasa cemburu waktu liat kamu deket sama Indra..” jawab Alfa yang sedikit malu.
Kini dia sudah faham dengan perasaannya yang sayang dan cinta dengan Syabil, tidak mau orang lain dekat dengan istrinya, dan ingin Syabil hanya untuknya.
Syabil langsung melongo, ‘apa aku tidak salah dengar, mas Alfa cemburu liat aku sama Indra ?’ batin Syabil.
Terukir senyum kecil di wajah Syabil melihat pengakuan suaminya. Dia tidak menyangka ternyata Alfa cemburu ketika dia bersama Indra. ‘apa itu artinya dia sayang sama aku?’ Tidak hanya sampai disitu, dia ingin tau bagaimana perasaan Alfa padanya.
“Aku marah sama kamu Mas, kamu udah buat aku bingung sendiri, merasa bersalah atas kejadian waktu di gazebo, terus kamu diemin aku gitu aja, bagaimana aku bisa tenang! Kamu jahat memang!” kata Syabil sambil memukul dada suaminya itu.
Dengan sigap Alfa langsung menahan tangan Syabil,
“Iya aku tau aku salah, aku minta maaf.. kamu mau maafin aku ?” pinta Alfa dengan ekspresi penuh penyesalan.
Syabil masih diam, dia tidak mau menjawab,
“Aku cemburu karena aku sayang sama kamu..” ungkap Alfa kemudian.
__ADS_1
Syabil langsung memandang ke wajah Alfa, tidak terlihat kebohongan diwajahnya. Saking terharunya tidak terasa air mata Syabil jatuh begitu saja, tanpa ragu tangan Alfa bergerak menghapus air mata yang ada di pipi istrinya.
“Jangan nangis dong..” kata Alfa sambil mengusap air mata Syabil dengan lembut.
“Habisnya kamu gitu.. aku sayang sama kamu mas sejak kamu mengucapkan ijab qabul saat akad, kamu harus percaya dong aku istrimu mana mungkin aku suka sama orang lain..” tutur Syabil.
Mendengar ungkapan Syabil Alfa langsung tersenyum senang, tanpa basa basi dia memeluk Syabil. Syabil sendiri cukup kaget saat Alfa memeluknya, ini kali pertama mereka berpelukan secara langsung. Keduanya sudah mengungkapkan isi hatinya. Syabil mencoba membalas pelukan dengan melingkarkan tangannya di pinggang Alfa.
“Jadi sekarang kita pacaran ya..” kata Alfa.
“Udah nikah kok pacaran sih ?”
“Ya bisa dong, pacaran setelah menikah.. benar nggak ?” tanya Alfa,
“Hehe iya benar Mas..”
Syabil lebih mengeratkan lagi pelukannya, mendapat perlakuan seperti itu Alfa berniat untuk menggoda istrinya.
“Bil kamu sekarang jadi lebih berani ya..”
“Hm ? kenapa Mas ?” tanya Syabil yang belum faham maksud suaminya.
“Nanti aku bisa khilaf kalau kamu meluk aku dengan erat gini..”
Syabil yang mulai sadar langsung melepas pelukannya dan memandang kearah suaminya dengan tatapan kaget,
Alfa tertawa mendengar ancaman istrinya, tidak mungkin juga dia menuntuk haknya sebagai suami sedangkan mereka masih sekolah.
“Haha kamu ini Bil, nggak lah.. tapi selain itu boleh ya ?” tanya Alfa sambil tersenyum nakal.
“Hmm.. aku pikirin dulu..” jawab Syabil yang kemudian langsung mengambil langkah mundur sambil tersenyum malu.
Alfa gemas dengan tingkah istrinya, dia langsung berusaha mendekatinya, tapi dengan sigap Syabil selalu berhasil menghindar, aksi kejar kejaran di kamar pun terjadi.
“Bil kok kamu menghindar sih, sini!” perintah Alfa.
“Nggak mau, pasti kamu mau macam-macam kan ?”
“Haha nggak Bil..” elak Alfa.
Tak lama Syabil tertangkap oleh Alfa, karena gemas Alfa langsung menggelitik pinggang istrinya dan membuat Syabil merasa geli. Tawa mereka berdua pecah, tapi untungnya suaranya tidak sampai terdengar di lantai satu, karena asisten rumah tangga sedang ada di dapur.
“Haha Ampun Mas..”
“Nggak mau, salah siapa dari tadi menghindar terus..”
Tanpa ragu Alfa langsung menarik badan Syabil dan mereka terjatuh di tempat tidur dengan posisi Alfa memeluk Syabil dari belakang.
__ADS_1
“Bil..” panggil Alfa.
“Hm ?”
“Hadap sini dong..” perintah Alfa.
Syabil merasa malu dengan posisinya sekarang, meskipun saat tidur beberapa kali Alfa memeluknya dari belakang tapi kali ini terasa berbeda, mungkin karena keduanya sudah tau isi hati masing-masing sehingga membuatnya merasa gugup.
“Nggak mau..” jawab Syabil dengan tersenyum kecil.
Alfa tersenyum, dia langsung menarik Syabil supaya menghadap kearahnya, dilihatnya wajah istrinya memerah seperti tomat. Kedua tangan Alfa langsung menangkup pipi Syabil dan memainkannya karena gemas.
“Ih Mas Alfa jangan mainin pipi aku…” pinta Syabil.
“Habisnya kamu gemesin sih..”
Karena kesal, Syabil langsung membalas perbuatan suaminya dengan gantian mencubit pipi Alfa menggunakan tangannya.
“Aduh sakit Bil..”
“Biarin, salah sendiri..”
Keduanya saat ini saling berpandangan, tenggelam dalam pandangan masing-masing. Tanpa aba-aba Alfa mendekatkan wajahnya, Syabil spontan menutup matanya, dia deg-degan kalau Alfa akan menciumnya. Melihat ekspresi Syabil Alfa tersenyum kecil. Dia kemudian mencium kening istrinya cukup lama.
Syabil membuka matanya, mendapatkan ciuman di kening dari suaminya membuat dirinya sangat senang, apalagi dengan cinta. Syabil bisa merasakan jantungnya berdegup kencang ada di dekat Alfa. ‘ini karena cinta’, dia pun tersenyum.
Alfa melepaskan ciumannya, dia tersenyum melihat ekspresi istrinya.
“Boleh kan ?” Alfa tersenyum nakal.
Syabil yang gemas memukul dada bidang Alfa,
“Udah ngelakuin baru tanya..”
Syabil tersenyum kemudian membenamkan wajahnya di dada Alfa dan memeluknya. Alfa sangat senang dan langsung membalas pelukan istrinya.
“Udah yuk tidur siang.. aku ngantuk..” kata Alfa.
Syabil hanya mengangguk lalu ikut memejamkan matanya. Entah kenapa dia bisa merasakan degup jantung Alfa yang cepat, mungkin karena merasakan hal yang sama seperti dirinya.
Di lain tempat
“Mas balik yuk ? aku kepikiran Alfa sama Syabil di rumah..” Ajak Fira.
“Iya yuk, aku udah selesai juga urusannya..” jawab Rian.
Fira kepikiran bagaimana Alfa dan Syabil dirumah, dia berharap Alfa dan Syabil sudah baikan.
__ADS_1