Our Secret Marriage

Our Secret Marriage
Ch 14 - Terlanjur Masak


__ADS_3

Jam mulai menunjukkan pukul 8, Rian mengajak istri dan anaknya pulang. Alfa dan Syabil juga mengikuti orang tua mereka pulang ke rumah. Sampai rumah mereka bergantian mandi.


Ketika Syabil ke ruang keluarga dia melihat Ari sedang main sendirian dan langsung menghampirinya.


“Ari kamu lagi main apa ?” tanya Syabil sambil duduk disampingnya.


“Ini Mbak, mainan mobil-mobilan…” jawab Ari sambil bermain.


“Hee..mbak boleh ikutan main ?” tanya Syabil antusias.


“Nggak boleh, kan mbak cewek..” jawab Ari dengan polos.


Syabil ketawa sendiri mendengar jawaban dari Ari, bisa-bisanya anak umur 5 tahun sudah pintar ngomong seperti itu, akhirnya dia hanya diam memperhatikan adik iparnya bermain. Tidak lama Alfa datang, dia langsung duduk di samping Syabil dan melihat adiknya bermain. Ari yang melihat Alfa datang  langsung menghambur dan duduk di


pangkaunnya.


“Duh deket banget sama Mas nya..” canda Syabil.


“Iya dong, mas Laka kan mas nya aku…” jawab Ari


Syabil tertawa mendengar Ari berbicara karena dia masih belum bisa ngomong huruf R. akhirnya Ari mengajak Alfa main sedangkan Syabil hanya bisa menyaksikan. Dia merasa dikacangin karena tidak diajak main sama Ari. Alfa melirik kearah Syabil dengan senyum mengejek.


Syabil tidak tinggal diam, dia mencoba membujuk Ari supaya dia juga diajak main,


“Ari ajak mbak Syabil main juga dong, masak mas Alfa aja..”


“Mbak kan cewek.. mainnya nggak mobil-mobilan..” tolak Ari lagi.


“Mbak kan pengen main sama Ari.. hehe..” pinta Syabil.


Ari tetap menggeleng tidak mau, Alfa langsung tertawa mendengar penolakan dari Ari ketika Syabil meminta untuk diajak main. Seketika Syabil memukul punggung Alfa dengan keras sampai dia mengaduh sakit,


“Aduh sakit Bil..” keluh Alfa.


“Biarin, aku nggak diajak main..”


“Kayak anak kecil aja kamu..”


“Kan biar aku semakin akrab sama Ari Fa..”


“Ari nya nggak mau trus mau gimana lagi.. hm ?”


Syabil hanya bisa menghela nafas dan menonton Ari dan Alfa yang bermain, sesekali dia juga ikut tertawa melihat tingkah lucu Ari. Sore harinya Alfa dan Syabil pulang ke apartemen mereka karena besok sudah hari senin dan harus sekolah. Ketika pamitan Ari sempat nangis karena tidak mau pisah dari kakaknya, tapi Firamembujuknya supaya tidak nangis lagi.


“Alfa jaga baik-baik Syabil jangan bikin dia sedih..” pesan Mama Fira.

__ADS_1


“Iya Ma, Alfa tau..” jawab Alfa dengan santai.


Sesampainya di apartemen mereka langsung mandi dan bersantai, Syabil tidak perlu masak karena sudah dibawakan lauk oleh Mamanya.


Keesokan harinya seperti biasa Alfa dan Syabil masuk sekolah,  tidak ada yang spesial sampai pada saat pulang sekolah Alfa memberi kabar pada Syabil jika dia akan pulang telat setelah maghrib karena ada rapat OSIS. Akhirnya Syabil pulang sendirian.


Sementara itu di ruang OSIS Alfa memimpin rapat membahas kegiatan tengah semester yang akan dilaksanakan sebentar lagi, selama Rapat tidak ketinggalan Linda mencari perhatian pada Alfa tapi tidak ditanggapi olehnya.


Selesai rapat Linda menawari semua anggota OSIS untuk makan di restaurant keluarganya.


“Fa kamu ikut kan sama kita ?” tanya Linda.


“Oke boleh deh..” jawab Alfa santai.


Linda begitu senang Alfa mau ikut, kesempatan juga buatnya supaya bisa lebih dekat dengan Alfa. Alfa sendiri berpikir kalau lumayan juga bisa makan enak malam itu. Sementara di rumah,Syabil mempersiapkan makan untuk dirinya dan Alfa karena dia mengira Alfa pasti belum makan soalnya pulangnya sekitar habis Maghrib.


Setelah selesai masak dia bersantai sambil nonton tv, dia menunggu Alfa belum datang juga padahal sudah mau Isya’. Dia ingin menghubungi Alfa tapi takut nanti jika ketahuan teman-temannya, jadi diurungkan.


“Kok belum pulang, padahal katanya cuman sampai habis maghrib aja..” gumam Syabil.


Waktu terus berjalan sampai habis Isya’ Alfa belum datang juga, Syabil memanasi makanan yang sudah dia siapkan dengan harapan ketika Alfa sampai rumah nanti bisa langsung dimakan dengan keadaan masih hangat.


Pukul 8 malam Alfa sampai apartemen, Syabil masih asyik nonton tv sambil memangku bantal ketika Alfa datang.


“Wa’alaikum salam.. langsung mandi sana Mas..” pinta Syabil.


“Iya..”


Alfa langsung beranjak mandi supaya bisa segar kembali setelah capek seharian beraktivitas. Setelah selesai mandi Alfa menghampiri Syabil,


“Bil kamu nggak belajar ?” tanya Alfa sambil duduk disamping istrinya.


“Udah tadi, kamu kok sampe malem banget ada apa ?” tanya Syabil.


“Oh tadi ada yang nraktir makan anggota OSIS..” jawab Alfa


Seketika ekspresi Syabil berubah, ternyata Alfa pulang sampai jam segitu karena makan diluar, sedangkan dia sudah menyiapkan makan malam untuk mereka sampai dia belum makan karena menunggu Alfa pulang.


‘Terus apa gunanya aku masak tadi! Dasar nyebelin nih..’ batin Syabil


“Kamu kenapa Bil keliatan kaget gitu ?” tanya Alfa.


“Nggak apa-apa, udah makan berarti ?” tanya Syabil memastikan.


“Udah dong kan tadi aku bilang kalau di traktir sama salah satu anggota OSIS..”

__ADS_1


“Yaudah aku makan sendiri aja..” jawab Syabil dengan cuek dan tanpa basa-basi langsung berjalan menuju dapur. Bantal yang dari tadi dipangkunya di lempar begitu saja.


“Lho kamu belum makan ?” tanya Alfa.


“Belum!” jawab Syabil dengan nada tinggi.


Alfa bingung sendiri kenapa juga Syabil tiba-tiba marah, dia masih tidak ambil pusing dan merebahkan tubuhnya di shofa karena capek. Terdengar suara sendok dan piring yang beradu dengan keras, Alfa mulai terganggu dengan suara itu,


“Bil kalau makan yang tenang dong..”


“Hmm..” jawab Syabil singkat.


Alfa bangkit dari posisi tidurnya dan melihat Syabil menikmati makanan sendiri di meja makan sambil cemberut. Alfa jadi berpikir sendiri alasan kenapa Syabil tiba-tiba seperti itu, lalu dia bangkit dan berjalan menuju dapur, dilihatnya ada lauk yang sudah matang cukup untuk 2 porsi sedang di panaskan, nasi di magic com yang sekarang cukup untuk 1 porsi, Syabil yang terlihat sedang marah, lama-lama akhirnya dia sadar kenapa istrinya itu tiba-tiba


marah.


Glek


‘Waduh gawat ini’ batin Alfa.


Alfa mencoba duduk di samping Syabil dengan kedua tangan disandarkan di meja dan memperhatikannya, Syabil sendiri hanya cuek tidak memperdulikan suaminya sambil terus makan.


“Bil maaf ya..” kata Alfa pelan.


“Buat apa ?” tanya Syabil memancing.


“Maaf karena aku udah makan diluar padahal kamu udah masak..”


“Hmm…” jawab Syabil singkat tidak peduli.


Setelah selesai Syabil segera membereskan piringnya dan berjalan menuju kamar untuk tidur, Alfa hanya mengamati tingkah istrinya yang sedang marah tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Satu hal yang dia tau kondisinya sekarang adalah ‘Syabil lagi marah’. Dia garuk-garuk kepala sendiri karena permintaan maafnya gagal, untung dia tidak mengatakan jika makan di restoren milik keluarga Linda, mungkin Syabil tambah marah jika dia tadi mengatakannya. Alfa hanya bisa mencoba sabar semoga besok pagi Syabil sudah tidak marah padanya. Tapi Kenyataannya ternyata malah sebaliknya.


Halo Reader semua, jangan lupa Like, Comment, Share ya kalau kalian suka (kayak di youtube aja) 🤭


Jangan lupa baca karya Author lainnya, Author ada karya lain :



Fira & Rian (Induk cerita ini)


M.A.A.P ( Masa Abu-Abu Putih)



Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2