
Syabil memperhatikan wajah Alfa yang tidur pulas dengan seksama, kulit putih, pipi tirus, tanpa sadar tangan Syabil menyentuh pipi suaminya, melihat Alfa mengernyitkan alisnya Syabil langsung menutup matanya dan pura-pura tidur, dia berharap Alfa tidak tau tingkahnya berusan.
Pukul 05.00 Alfa bangun, dilihatnya Syabil masih pulas dipelukannya, diamati wajahnya yang tertidur dengan pulas, Alfa mengecup kening istrinya dan menepuk pundaknya supaya bangun.
“Bil.. Bila.. udah shubuh bangun yuk..” kata Alfa.
“Hmmm…” Syabil hanya menggeliat dan tidak bangun.
“Bila, kalau nggak mau bangun aku gendong ke kamar mandi nih!” ancam Alfa.
Seketika Syabil langsung membuka matanya dan beranjak ke kamar mandi, Alfa yang melihatnya langsung tertawa dan membereskan tempat tidur mereka. 15 menit kemudian Syabil keluar dari kamar mandi dan sudah ganti baju.
“Tunggu kita sholat bareng, aku mandi dulu..” pinta Alfa.
Syabil mengangguk dan duduk di pinggir tempat tidur sambil memainkan hpnya menunggu Alfa selesai mandi. Tak lama Alfa keluar dan mereka sholat shubuh berjamaah. Setelah sholat Syabil bergegas ke dapur untuk menyiapkan sarapan mereka, sedangkan Alfa masih di kamar membereskan kamar dan membuka laptopnya melihat jadwal kegiatan OSIS hari itu.
Pagi itu menu untuk sarapan mereka adalah nasi goreng, Syabil membuat yang simple biar cepat. Setelah siap semua Syabil memanggil Alfa supaya keluar dan sarapan bersama.
“Mas Alfa.. sarapannya udah siap!” teriak Syabil.
“Iya bentar Bil..”
Alfa keluar dari kamar dan berjalan ke meja makan, disana udah ada nasi goreng yang diatasnya ada telur ceplok dan teh hangat. Alfa langsung duduk diikuti Syabil.
“Maaf ya sarapannya simple gini..” kata Syabil.
__ADS_1
“Nggak apa-apa, yang mudah-mudah aja mau berangkat ke sekolah juga..” kata Alfa.
Alfa mulai menyendok nasi goreng di piringnya, Syabil terus memperhatikan Alfa yang makan, harap-harap cemas gimana tanggapan tentang masakannya.
“Udah ayo makan, nanti keburu telat.. tenang enak kok nasi gorengnya..” puji Alfa.
Seketika Syabil tersenyum dan langsung makan. Tidak ada suara dari mulut mereka, yang ada hanya suara piring dan sendok. Setelah selesai sarapan Syabil langsung mencuci piring supaya nanti pulang sekolah tidak repot mencuci lagi.
Setelah selesai mereka berangkat sekolah bersama, seperti sebelumya Syabil diturunkan di perempatan dekat sekolah dan Alfa menaiki motornya sampai parkiran sedangkan Syabil jalan.
Saat menuju kelas Alfa bertemu dengan Adi,
“Pagi Mas Alfa..” sapa Adi.
“Pagi Di.. kamu baru nyampe ?” tanya Alfa.
“Udah duluan tadi..”
“Oh yaudah aku ke kelas dulu Mas..”
“Oke..”
Adi melangkah menuju kelasnya begitu juga dengan Alfa. Saat istirahat Syabil, Intan dan Riri ke kantin. Saat di jalan mereka berpapasan dengan Alfa, seperti biasa dengan wajah tegas Alfa langsung menghentikan mereka bertiga dan seketika Intan dan Riri punya firasat tidak enak.
“Tunggu kalian bertiga!” kata Alfa.
__ADS_1
“Ada apa pak Ketos ?” tanya Intan.
“Baju kalian nggak rapi tuh, rapiin dulu!” perintah Alfa.
“Yah nanti dulu deh.. kita kan mau makan siang…” Intan langsung beralasan.
“Nggak bisa, kalian benerin sekarang! sabuk kalian, baju harus dimasukkan!”
Mereka bertiga mau tidak mau menurut dan membenarkan seragam mereka, Syabil yang pakai kerudung tak luput dari sasaran Alfa,
“Kamu juga Bil, lengan baju jangan di lipat gitu!”
“Gerah Fa..” kata Syabil beralasan.
“Nggak pakai tapi-tapi, peraturan tetap peraturan!” Alfa sedikit meninggikan suaranya.
Syabil langsung benerin lengan seragamnya dengan muka cemberut, meskipun dia istrinya tapi Alfa tidak pandang bulu di sekolah. Peraturan tetap peraturan, itu adalah prinsip Alfa sebagai Ketua OSIS.
Seperti biasa banyak siswa yang menyaksikan mereka bertiga di marahi oleh Alfa, hal itu membuat mereka malu karena semua orang jadi mengira mereka anak nakal. Terutama Syabil, yang tidak menonjol di sekolah jadi kebawa karena kedua sahabatnya sering tidak mematuhi peraturan, padahal dia tidak ngapa-ngapain.
Setelah selesai dimarahi Alfa mereka bertiga melanjutkan jalan ke kantin, sedangkan Alfa kembali ke kelas. Di kantin sambil makan Intan protes pada Syabil tentang sikap Alfa barusan,
“Bil, Alfa tega banget sih.. udah tau kita temen kamu tapi masih aja gitu sikapnya..” protes Riri.
“Yah kalian tau sendiri lah Alfa gimana.. aku harus gimana lagi..” jawab Syabil sambil menghela nafas panjang.
__ADS_1
“Hmm.. padahal kamu istrinya masih aja kena.. dasar ketos!” timpal Intan.
Syabil hanya tesenyum kecut dia tau Alfa seperti apa, dan itu tidak bisa dirubah, lagian mereka udah mutusin buat merahasiakan status mereka, kalau sampai ada yang curiga atau tau bisa gawat.