
NOTE :
BAB INI PANJANG.
TANDA (R) DIJUDUL BERARTI REVISI.
.Dalam Percakapan.
•Kalo pake kata AKU berarti POV
________________________________
Namaku Sakamichi Kentaro, orang-orang biasa memanggilku 'Kentaro', Aku adalah seorang pria single berusia 29 tahun yang berprofesi sebagai Peneliti Bencana Alam disalah satu Lembaga Negara yang cukup terkenal.
Banyak wanita yang menyukaiku karena wajahku dan tubuku sixpack ideal, akan tetapi aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka atau lebih tepatnya aku tidak ingin terkekang oleh perasaan duniawi.
Singkatnya tujuan hidupku hanyalah untuk mencari tahu tentang kejadian bencana alam misterius yang menimpa kotaku dan juga orangtuaku 15 tahun lalu.
Saat bencana alam itu datang, beruntung aku sedang dalam perjalanan karyawisata dengan sekolahku untuk pergi ke kota lain.
Kota kelahiranku itu tiba-tiba tenggelam bagai ditelan bumi lalu menghilang, bahkan tidak ada satupun orang yang selamat termasuk kedua orang tuaku.
Seluruh saksi mata yang berada didekat lokasi kejadian melakukan bunuh diri massal karena penyebab yang misterius, sampai saat ini tidak ada titik terang dari kejadian yang mengerikan itu.
Pemerintah Nasional mengatakan bahwa itu hanya sebuah bencana alam biasa, tapi bagiku itu bukan bencana alam biasa, melainkan hal yang tidak bisa diungkapkan dengan logika pada umumnya.
Banyak juga kerabat korban dan orang-orang yang menentang penjelasan pemerintah, sampai-sampai mereka semua pernah melakukan aksi demo setiap bulan dan berlangsung selama 4 tahun pertama.
15 tahun telah berlalu semenjak kejadian itu, aku terus berjuang tanpa henti untuk mengungkap sumber dari bencana mengerikan itu.
Tetapi hingga saat ini hasil penelitianku masih nihil, dan yang tersisa dari kota kelahiranku sekarang hanyalah sebuah danau yang disebut sebagai Danau Jisatsu atau Danau Kematian.
...Dijalan Kota...
...Pict From Google...
Terlihat Kentaro dengan setelan bajunya yang berwarna oranye dan celana panjang hitam lengkap dengan hoodienya baru saja keluar dari supermarket sambil membawa barang belanjaan untuk makan malamnya.
...Mystic Messenger Seven...
...Pict From Google...
Tak terasa sudah sebulan penuh aku bekerja tanpa libur, tapi saat ini aku baru saja mendapatkan liburan musim panas. Entah kenapa aku malah mengingat kata-kata rekan kerjaku tadi pagi.
"Seorang pria yang single dan memilih tinggal ditepi Danau Jisatsu, HAHAHAHA!"
"Memang apa salahnya jika aku ini single." Ucapku kesal sambil menatap langit.
...Tepi Danau Jisatsu...
...Pict From Google...
Aku selalu merasa ditepi Danau ini benar-benar tenang. Aku juga melihat ada beberapa induk angsa yang bermain dengan anak-anaknya diatas danau dan juga beberapa orang yang sedang menebarkan makanan ikan ditepian.
Beberapa orang yang percaya takhayul menganggap kalau memberikan makan pada ikan ditempat ini akan membawa keberuntungan. Mungkin suatu saat aku akan mencobanya.
Aku menyempatkan diri untuk berdoa dikuil kecil yang terletak ditepi jalan danau ini, pemerintah membuatkannya sebagai penghormatan terakhir untuk mereka yang menjadi korban bencana.
Setelahnya aku mulai melanjutkan perjalananku untuk pulang kerumah.
...Disekitar Rumah Kentaro...
Tak butuh waktu lama bagiku untuk menuju ke sekitar rumahku. Jika dari tepi danau itu hanya sekitar 300 meter kearah utara dan belok kearah kiri dipertigaan pertama dan berjalan kaki sekitar 200 meter lagi.
Aku sengaja memilih untuk tinggal disini, biaya sewanya juga murah dan memudahkanku untuk pergi ke danau jika aku merindukan kedua orang tuaku.
Saat ini aku hanya ingin melihat kearah cahaya bulan sebelum pulang kerumah, namun ketika aku mengangkat kepalaku.
Aku malah dikejutkan dengan sosok gadis kecil yang tertutupi bayangan. Dia sedang berdiri tepat diatas tepi gedung kosong yang tak jauh dari rumahku.
...Kentaro POV...
...Pict From Google...
Entah apa yang merasuki wanita itu tapi sepertinya dia ingin mengakhiri hidupnya.
Aku yang terkejut mulai berlari sekuat tenaga mendekati lokasinya untuk melarangnya melompat.
Aku menggenggam kantung belanjaanku dengan erat, dan tak butuh waktu lama bagiku untuk sampai di didekat gedung gadis itu berdiri lalu berteriak panik.
"HEI! AKU TAK TAU MASALAHMU SEPERTI APA, TAPI KUMOHON JANGAN LOMPAT!!!" Teriakku padanya.
Aku juga sempat melihat sepertinya gadis itu mendengar teriakanku lalu menoleh kearahku.
'O..orang ini bisa melihatku ? , Lalu siapa juga yang ingin bunuh diri ?!' Ucap benak gadis itu kesal sambil melihat Kentaro.
Tak lama kemudian sinar cahaya bulan purnama mulai menyinari dan membuat sosok gadis kecil yang sebelumnya tertutupi bayangan itu tertampilkan.
...The Girl...
...Pict From Google...
...Art By : Otokuyou125...
Aku yang seharusnya khawatir padanya malah terpaku terpesona 'Dia cantik sekali.' , aku sama sekali tak bisa mengalihkan pandanganku dari wajahnya.
'Kenapa dia menatapku seperti itu? Aku merasa dia sedang mengintip celana dalamku.' Ucap benak gadis itu sambil menatap Kentaro, cemberut.
'Huh? Apa yang sedang dipikirkan gadis itu? Kenapa dia cemberut seperti itu ketika melihatku?'
'Ada yang ingin kupastikan. Apakah dia benar-benar bisa melihatku?' Gumam Gadis itu sambil mengangkat tangannya dengan perlahan keatas langit.
Jujur saja aku masih terheran-heran dengan apa yang sedang gadis itu lakukan, tapi tetap saja aku tak mau melihat ada orang yang bunuh diri disekitar sini.
BAAM! Aku malah melihat gadis itu menyeringai kesal dan mengacungkan jari tengahnya kearahku.
"Bocah sinting.." Bisik Kentaro dengan nada dan wajah yang kesal sekaligus berbalik badan berniat meninggalkan lokasi itu.
"KAU ORANGNYA!!!!!" Teriak kencang Gadis itu sambil menunjuk kearah Kentaro dengan sikap tegas.
"Hooo~ mau lari ya.. 'Nekrós' ." Ucap gadis itu sambil menyeringai.
^^^ Nekros \= Kematian^^^
Seusai dengan apa yang telah dikatakan oleh gadis itu, mendadak Kentaro nampak langsung tersungkur dan terbaring lemas disamping bekal makan malamnya.
Gadis ini merasa sudah menemukan apa yang ia cari, nampak melompat dari atas gedung itu dengan empat buah sayap yang muncul dari punggungnya.
'Apa-apaan dia ini?'
'Dia baru saja melompat, menghilang, lalu tiba-tiba muncul dihadapanku seperti hantu.'
'Kecepatan macam apa itu!? Apa benar kalau dia ini seorang manusia!?'
Aku dapat melihat dengan samar, gadis itu berjalan perlahan-lahan menghampiriku. Namun itu tidaklah penting lagi bagiku, aku merasa dadaku sesak seperti terbakar.
Jantungku seperti mau meledak, tubuhku terasa sangat kaku dan tak bisa digerakkan. Bahkan aku menggigit bibirku sendiri hingga berdarah agar bisa tersadar, dan mendengar semua ucapan omong kosong gadis ini.
"Mungkin kau bertanya-tanya apa yang sedang terjadi, dan mungkin kau juga sedang mengutuk diriku saat ini." Ucap Gadis itu sambil mengangkat tangannya kedepan sekaligus membentangkan telapak tangannya. Seperti sedang memegang bola basket tanpa bola/memberkati seseorang.
"Tidurlah dalam tenang, lalu bangkitlah sebagai pahlawan dunia. Semua ini adalah takdirmu." Lanjut Gadis itu menyeringai dan kemudian menutup wajahku dengan telapak tangannya.
"Sepertinya dia sudah tertidur, waktunya pemindahan!" Tampak riang wajah Gadis itu sambil menjentikan jarinya, lalu keduanya menghilang.
Singkat Cerita
Nampak ada sebuah ruang yang sangat gelap, bahkan tak ada satupun cahaya yang mampu memasukinya, seakan seperti kau tidak bisa membuka matamu untuk selamanya.
Didalam ruang gelap itu juga terlihat tubuh Kentaro yang sedang terbaring menghadap keatas dengan kondisi setengah sadar.
'Sebenarnya aku ada dimana? Kenapa semuanya gelap sekali? Aku juga sudah tidak merasakan sakit dibagian dadaku. Aku tak bisa bergerak, apakah aku sudah mati?'
'Yang kuingat hanya wajah gadis itu, aku menatapnya dengan samar, siapa sebenarnya dia? Apakah ini akhir dari semua pencarianku?'
Disaat itu tiba-tiba saja muncul setitik cahaya yang sangat terang dan kemudian mulai meluas hingga aku harus menutup mataku untuk sesaat.
...Kentaro POV...
__ADS_1
...Pict From Google...
Ketika aku merasa cahaya itu sudah menghilang sepenuhnya, hal pertama yang terlintas dipikiranku ketika aku membuka mataku-pun terucapkan dari mulutku.
"Matahari? Kok bisa? Aku dimana sih? Aku gak mimpi kan? Kenapa mataharinya sebesar ini!? Apakah matahari memang sepanas ini ya?"
"Eh? Aku bisa menggerakan tubuhku?? Tunggu! Kenapa.... Aku merasa burung-burung itu terbangnya dekat sekali dengan dara....TAAAAAAAAN!?????"
Kentaro menemukan dirinya sedang terbaring diatas awan yang sangat luas, namun tak butuh waktu lama baginya untuk membiasakan diri dengan situasi yang tak masuk akal ini.
Beberapa saat kemudian, terlihat Kentaro sedang berjalan-jalan kesana-kemari tanpa arah dan tujuan yang pasti.
'Sial, mau dilihat dari sisi manapun tempat ini sangatlah luas. Meskipun aku berjalan kearah yang sama, aku selalu menemukan pemandangan yang sama.' Gumam Kentaro dalam hatinya sambil menatap jengkel sekelilingnya dengan seksama.
'Omong-omong dimana gadis sinting itu? Apa yang dia lakukan padaku?'
'Sebelum itu ada sesuatu yang ingin kupastikan, untuk sekarang aku akan menikmati pemandangan indah disekitarku saja'
Kentaro akhirnya melanjutkan langkah kakinya untuk mencari gadis itu, sekaligus menikmati pemandangan indah ini dan memastikan perasaannya.
30 Menit Kemudian
'Sudah cukup lama aku mengitari tempat ini tapi tidak ada siapapun yang kutemui.
Hal pertama yang dapat kupastikan aku adalah satu-satunya manusia yang berada disini, lalu hal kedua ialah ditempat ini tidak ada apapun, seakan akan ini adalah ruang kosong yang benar-benar hampa.
Mendadak aku mendengar suara yang menggetarkan tempat ini, burung-burung yang sedang berkeliaran dilangitpun seakan pergi seperti ketakutan.
Aku juga mulai merasakan udara disekitarku terasa seperti jarum-jarum kecil yang menusuk sampai ketulang. Tubuhku merinding dan nafasku cukup sesak sampai-sampai membuatku tidak sanggup untuk berdiri.
...★★★★★...
...SAKAMICHI KENTARO, SEORANG MANUSIA YANG AKAN MENJADI PAHLAWAN BAGI DUNIA!...
...★★★★★...
'Pahlawan?!' Pikirku yang terkejut mendengar suara itu.
Mendengar hal itu. Aku jadi teringat perkataan gadis loli yang tadi.
Seiring suara itu menghilang suasana yang mencekam turut kembali normal, sama seperti saat Kentaro tiba disini.
Tiba-tiba saja Gadis Loli yang sebelumnya membunuh Kentaro muncul dihadapannya.
...Kentaro POV...
...Pict From Google...
"Apa yang kalian inginkan?" Tanyaku sambil berdiri.
Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan olehku tapi sialnya, aku malah terpesona oleh kecantikannya dan terdiam.
Gadis Loli itu kemudian menatap wajahku kesal sambil berkata "Berhenti menatapku seperti itu! MESUM!"
Setelahnya aku dikejutkan dengan sikapnya yang mengeratkan kepalan tangannya dengan raut wajah kesal serta menarik nafas sedalam-dalamnya.
"Tadi saat aku berdiri diatas gedung. Kau sempat melihatnya kan?" Tanyanya padaku.
"Hah? Lihat apa?" Jawabku yang heran menatapnya.
Aku melihatnya sangat marah padaku. Dia mengeratkan gigi dan kepalan tangannya kemudian meninjuku. BUAGH! "Kau melihat CD-ku kan!?" Ucapnya setelah meninjuku.
Kemudian aku terpental kebelakang dan mendarat dengan wajahku yang terseret awan. "Tak kusangka ada seekor monster dibalik tubuhnya." Ucapku kecil sambil mengusap-usap wajahku.
"APA?" Tanya gadis loli itu sambil menatapku tajam.
"T-Tidak.. Tidak ada." Jawabku sambil menggelengkan kepala. 'Lagipula siapa yang mengintip CD-nya? Biarlah.' Ucap benakku.
...★★★★★...
...DIAM!...
...★★★★★...
Seketika langit yang sebelumnya berwarna cerah kebiruan berubah menjadi gelap bersamaan dengan suara petir juga mulai terdengar dimana-mana dan hujan deras mulai turun dan membasahi kami.
Aku melihat gadis ini yang sebelumnya sedang marah sontak terdiam setelah mendengar suara itu dan entah kenapa dia sama sekali tidak terganggu dengan perubahan yang mendadak ini.
...★★★★★...
...★★★★★...
Aku menatap ketengah awan yang berguncang dan seketika muncul sepasang kastil kembar dengan nuansa yang berbeda.
...Kentaro POV...
...Pict From Google...
'Apa ini kenapa ada kastil yang muncul dihadapanku?!' Ucap benakku yang mencemaskan nasibku seraya terkejut.
Tiba-tiba saja dari sisi depan kastil sekitar 20meter kedepan, Muncul kabut yang sangat tebal bersamaan dengan sebuah bayangan menyerupai bangunan yang sangat besar.
Seiring waktu bayangan bangunan itu mulai terlihat jelas dan kabut yang tadinya menutupi juga turut menghilang.
Beberapa saat kemudian. . .
...Kentaro POV...
...Pict From Google...
Tepat ditengah-tengah bangunan itu ada sebuah gerbang yang sedikit terbuka. Aku berusaha untuk mengintip apa yang ada dibelakang gerbang itu, namun pandanganku terhalangi oleh cahaya yang sangat terang.
'Rasanya seperti saat menatap matahari yang disiang hari.' Ucap benakku sambil melihatnya.
Aku juga sempat melihat gadis loli itu memberi hormat. Tiba-tiba dia berlutut dengan satu kaki dan tangan kanannya menyentuh bagian atas dada kirinya serta pandangannya lurus menghadap kedepan.
Aku turut melakukan hal yang sama dengannya. Entah kenapa perasaanku mengatakan untuk melakukannya, akan tetapi karena aku yang penasaran akhirnya bertanya pada gadis itu.
"Hei, apa yang kau lakukan?" Tanyaku meliriknya penasaran.
"Tempat ini adalah penghakiman akhir dan kastil itu adalah tempat dimana jiwa-jiwa orang yang sudah mati akan beristirahat. Lebih baik kau jaga sikapmu dihadapannya". Jawabnya dengan nada yang datar dan dingin sambil menatapku tajam.
'YA UDAHLAH!' Ucap batinku yang kesal membiarkan sikapnya.
Tak lama kemudian aku melihat seorang piria yang muncul dari balik gerbang.
Dia memiliki sayap dan rambut panjang yang berwarna emas. Tatapannya matanya dan langkah kakinya terlihat begitu kuat serta tekanan udara disekitarku mulai terasa semakin berat.
Tiba-tiba saja dia terbang dengan sangat cepat dan mendarat dihadapan kami.
...Kentaro POV...
...Pict From Google...
Seusai dia mendarat dihadapan kami, dia bertanya kepada gadis loli disebelahku.
"Valkyrie, diakah pahlawan itu?" Tanya pria itu sambil menatap Valkyrie.
"Ya benar, Tuanku Archangel Michael. Dialah orang yang sudah dinobatkan sebagai Pahlawan ke sepuluh." Jawab Valkyrie seraya menundukkan kepala.
Aku masih belum mengerti apa yang mereka bicarakan, sampai akhirnya aku memberanikan diri untuk memotong percakapan mereka.
"Maaf, sebenarnya aku masih belum mengerti apa yang kalian bicarakan. Kenapa kalian membawaku ketempat ini? Kenapa kalian membicarakan tentang Pahlawan?" Tanyaku pada Michael seraya menundukkan kepala.
Michael tersenyum kearah Kentaro dan kemudian berkata "Irémise." Irémise \= Ketenangan/Tenanglah
Mendadak seluruh alam yang tadinya terlihat mengamuk mulai kembali tenang bersamaan dengan tekanan udara yang mencekam juga turut menghilang.
Aku merasakan perubahan alam yang sontak menjadi tenang, seketika meyakinian diriku sendiri kalau Michael adalah orang dibalik suara getaran itu.
'Pasti dia orang yang sebelumnya berbicara.' Pikirku sambil menunduk.
Tiba-tiba saja dia membalas pemikiranku yang barusan. "Ya, itu benar suara yang sebelumnya kau dengar adalah suaraku." Balas Michael sambil menatap Kentaro.
Aku terkejut mendengar balasannya seakan dia bisa membaca pikiranku. 'Bagaimana dia bisa mengetahui apa yang kupikirkan? Pria ini mengerikan.' Ucap benakku yang terkejut seraya berdiri menatapnya.
Tiba-tiba saja aku mendengar Valkyrie meneriakiku "BERANI SEKALI KAU BERDIRI DIHADAPAN MALAIKAT AGUNG!" Teriak Valkyrie sambil menatapku tajam.
"Tidak apa-apa, Valkyrie." Balas Michael.
Namun tiba-tiba raut wajahnya berubah sedikit kesal, dan mengerutkan keningnya kemudian berkata. "Hei, jangan bilang aku mengerikan. Itu sangat tidak sopan."
__ADS_1
"Ah! Maaf... Tuan Malaikat Agung yang tampan." Jawabku padanya dengan perasaan yang sedang dipermainkan. Dia malah cengar-cengir menatapku seakan-akan mengetahui perasaanku.
"Baiklah! Pertama-tama, maafkan atas ketidak sopananku. Kau bisa menyebutku dewa atau orang-orang dibumi biasanya memanggilku malaikat perang yang disebut Michael." Jelasnya sambil mengembangkan sayapnya yang seukuran motor gede.
'Tenang Kentaro kau pasti bermimpi. Tapi tak ada yang harus aku ragukan setelah melihat semua kejadian yang aneh ini. Aku bingung harus bagaimana.' Ucap benakku dengan bersikap sok keren diwajahku, tapi aku tau dia sedang menahan tawanya.
"Ahahahaha! Percayalah. Aku tidak berbohong." Jawab Michael yang tak bisa lagi menahan tawanya.
Beberapa saat kemudian. . .
Seusai aku memperkenalkan diriku. Michael mengatakan kalau aku belum mati dan sebenarnya masih hidup, serta dia akan menjelaskan semuanya.
Michael mulai menjelaskan bahwa tempatku saat ini bisa disebut sebagai surga dan ada beberapa malaikat pemimpin bisa disebut juga sebagai Archangel.
Mereka adalah malaikat yang berhadapan langsung dengan perintah Sang Pencipta, salah satunya adalah dirinya Archangel Michael.
Michael juga memperkenalkan bahwa Valkyrie adalah seorang malaikat sementara yang bekerja langsung dibawah komando dirinya.
Ribuan tahun yang lalu salah seorang dari mereka yang juga seorang Archangel ditugaskan untuk menciptakan sebuah dunia yang sangat berbeda dari bumi yang kita kenal.
Disana terdapat beberapa jenis ras seperti Manusia, Elf, Dwarf, Monster, dan beberapa ras lain yang masih belum diketahui, banyak teka-teki yang belum terpecahkan didunia itu.
Akan tetapi ada 1 ras yang sangat dilarang untuk diciptakan yaitu ras iblis, namun diam-diam Archangel tersebut menciptakan ras iblis tanpa sepengetahuanNya, Sang Pencipta.
DIA yang mengetahui hal tersebut murka terhadap Archangel ini lalu mengusir dan mengasingkannya ke dunia yang telah diciptakan oleh dirinya sendiri, namun dikarenakan kekuatannya yang sangat besar. Dia mulai memimpin dunia itu.
"Siapa Archangel ini? Tuan Michael?" Tanyaku pada Michael.
Aku melihat Michael mengubah ekspresinya menjadi sangat serius. "Lucifer, dia yang dulunya adalah Archangel tertinggi diantara kami." Jawab Michael kepadaku.
Michael terus melanjutkan penjelasannya.
Lucifer yang jatuh kedunia ini membuat pasukan iblis miliknya sendiri dan memerintah serta menjajah seluruh ras lain untuk menguasai dunia ini.
"Kenapa harus membangun pasukan iblis miliknya sendiri?" Tanyaku pada Michael.
Namun dia menggelengkan kepalanya. "Aku pun tidak tahu sebabnya." Jawab Michael seraya melanjutkan penjelasannya.
Ras iblis yang memang sudah dikenal kejam berubah menjadi lebih kejam dan brutal. Seluruh dunia itu diselimuti oleh kegelapan, kehancuran, kematian, dan kesengsaraan bagi seluruh ras. Semua itu terjadi dibawah kekuasaanya.
Ras apapun yang tertangkap oleh Lucifer akan diperlakukan sangat sadis. Para perempuan termasuk anak-anak diperkosa dan dipaksa untuk berkembang biak layaknya hewan, para pria dipaksa untuk bekerja keras tanpa istirahat.
Tak banyak dari mereka yang bisa bertahan lebih dari sehari dan biasanya bagi mereka perempuan sekaligus pria yang sudah tua dipaksa untuk bunuh diri hanya untuk bersenang-senang.
Sampai pada akhirnya Sang Pencipta memerintahkan salah satu Archangel terkuatnya Michael turun kedunia untuk mengehentikan dan menjatuhkan Lucifer.
Namun usaha itu gagal. Lucifer memang sangat kuat, berawal dari dirinya yang dulu adalah malaikat tertinggi. Tapi ada dampak positif dari peperangan tersebut, Michael berhasil melemahkan kekuatan Lucifer, walaupun hanya sementara.
Diketahui Lucifer tidak bisa meninggalkan singgahsananya karena harus beristirahat penuh selama 666 tahun sejak peperangan itu terjadidan sekarang peristirahatannya sudah memasuki masa ke 662 tahun.
Lucifer hanya akan bangkit saat Fajar Tiba walaupun kekuatannya tidak seperti sebelumnya, namun Michael menyarankanku untuk tetap waspada saat berhadapan dengan dirinya.
"Tunggu dulu!! Kenapa aku harus waspada?!" Tanyaku yang terkejut pada Michael.
"Kau adalah Pahlawan ke sepuluh. Valkyrie akan menjadi Guardianmu." Jawab Michael sambil menatapku tajam.
Aku yang tak punya pilihan lain akhirnya menyutujui perkataannya, namun aku sempat menanyakan tentang bencana misterius itu. Michael tidak menjawabku dan menyuruhku untuk mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu.
Sang Pencipta yang mengetahui hal tersebut mulai mengutus seorang pahlawan untuk membinasakan Lucifer yang sudah melemah, dari masa ke masa, mereka sudah mengirim beberapa orang pahlawan, dari yang pertama hingga ke sembilan.
Namun semua pahlawan berakhir dengan kegagalan, dan juga semuanya diketahui sudah tewas. Lucifer juga memiliki dua puluh jendral Iblis yang membantunya dikala dia beristirahat.
"Mengapa semua Archangel yang ada disini tidak turun dan mengambil alih dunia itu selama Lucifer masih tertidur? Mengapa Sang Pencipta tidak menghapus iblis itu saja?" Tanyaku yang merasa janggal dengan penjelasannya.
"Maaf, aku tidak bisa memberitahukannya padamu." Jawabnya sambil menatapku tajam sekaligus terus menjelaskan perkataanya seakan-akan aku tidak dibiarkan untuk bertanya lebih jauh.
Diketahui rencana Lucifer saat ini adalah mengambil alih seluruh dunia guna meningkatkan pasukannya untuk menyerang surga, salah satunya adalah dunia yang kita kenal sebagai bumi.
Sekitar 15 tahun yang lalu Lucifer sempat berhasil membuka sebuah portal penghubung untuk menyerang bumi dan dampak dari hal itu bisa disebut sebagai Danau Jisatsu.
Aku sangat terkejut mendengarnya. Ternyata penyebab semua itu adalah Lucifer, jujur saja aku merasa sangat marah dengan Sang Pencipta setelah mengetahui kenyataannya, namun aku mengubur perasaanku dalam-dalam dan mulai menenangkan diri.
"Maafkan kami atas kekurangan kami. Kami mengerti perasaanmu." Ucap Michael sambil menundukan kepalanya.
Aku terkejut dengan sikapnya. Dia adalah seorang malaikat agung, namun dia menundukkan kepalanya padaku. Orang yang sangat bijaksana.
"Apakah jiwa-jiwa orang orang sudah meninggal sekarang sudah berada di Surga?" Tanyaku padanya.
"Tidak semua orang yang meninggal bisa masuk ke Surga dan seharusnya kau sudah mengerti hal itu." Jawab Michael menatapku tajam.
"Bukankah artinya kau sebelumnya sudah bertemu dengan kedua orang tuaku, lalu apa maksud dari pahlawanan itu?" Tanyaku dengan rasa cemas.
"Tidak. Aku belum menemuinya, terutama ayahmu Yamada Kentaro yang juga seorang pahlawan ke sembilan." Jawabnya sambil menatapku tajam.
Michael menceritakan bahwa saat itu ayahku berhasil menggagalkan rencana Lucifer 15 tahun lalu, namun sejak saat itu juga keberadaan ayahku menghilang.
"Mengapa keberadaannya menghilang? Apa yang terjadi dengan ayahku?" Tanyaku dengan rasa curiga.
"Ada beberapa hal yang harus kau cari tau sendiri jawabannya, Sakamichi." Jawab Michael sambil menatapku tajam.
"Argh! Baiklah! Akan kukesampingkan hal itu. Lalu apakah kau bertemu dengan ibuku?" Tanyaku padanya.
"Dari seluruh jiwa yang kutemui, aku sama sekali tidak bertemu dengan ibumu." Jawab Michael sambil menggelengkan kepalanya.
"Bukankah seluruh jiwa yang sudah mati pasti kesini?" Tanyaku sambil mengerutkan keningku.
Michael berpendapat itu berarti Ibuku saat ini masih belum mati, hanya saja tidak ada tanda-tanda kehidupan dari dirinya yang dirasakan oleh Michael.
"Apa maksud dari perkataanmu itu Michael?" Tanyaku dengan rasa cemas.
"Ibumu sepertinya sudah dimanipulasi oleh seseorang, keberadaannya sengaja dihilangkan dari jangkauan kami." Jawab Michael sambil menatapku tajam.
Aku bingung mendengar jawabannya, kemudian "Dimanipulasi?? Siapa yang melakukannya dan apa maksudmu? Jangakauan?" Tanyaku padanya.
Akan tetapi sekali lagi Michael menggelengkan kepalanya sambil berkata "Maaf, aku ingin kau menemukan jawabannya sendiri."
"Lalu, apa itu pahlawan yang kau maksud?" Tanyaku padanya dengan rasa jengkel.
"Pahlawan hanyalah orang-orang dengan kekuatan luar biasa yang ditugaskan untuk membebaskan Benua Elzia dan kau adalah salah satunya Sakamichi Kentaro atau......, lupakan-lah. Singkatnya kau adalah Pahlawan Surga." Jelas Michael padaku.
Mendadak awan-awan yang menjadi pijakanku kembali berguncang dan melunak, kemudian aku melihat Michael tersenyum kearahku sambil berkata "Ah! Sepertinya sudah waktunya."
Bersamaan dengan itu Valkyrie juga melihatku "Baiklah... Sebaiknya kau bersiap-siap." Ucap Valkyrie sambil meregangkan badannya.
Terlihat Kentaro yang bingung dan masih berusaha untuk tidak terjatuh. Coba kamu berdiri diatas wahana gelas-gelasan yang muter.
"Eh? Bersiap untuk apa?" Tanyaku kepada mereka sambil berusaha untuk tetap berdiri mempertahankan pijakanku.
"Pergi ke dunia yang akan kau tuju Elzia" ucap Valkyrie dengan wajah tersenyum jahat dan menunjuk jarinya kearahku lagi.
Aku sempat Michael tersenyum kepada kami sambil mengembangkan sayapnya sambil berucap "Valkyrie, kupercayakan pahlawan ini kepadamu."
"Eh, tunggu-tunggu dulu.. masih banyak yang ingin aku tanya-" belum selesai aku berbicara seketika tubuhku langsung terpelosok menembus awan.
Sesaat sebelum terjatuh aku sempat melihat Valkyrie menggunakan sayapnya untuk terbang dan melambaikan tangan kepadaku sambil berkata "Hehe~, Hati-Hati.." Ucap Valkyrie yang melambai-lambai.
Aku sangat jengkel dibuatnya, kemudian berteriak sekencang-kencangnya. "HEI!!!!, TURUN KAU KESINIIII, DASAR CURANG!!" Teriakku jengkel sambil mengacungkan jari tengah kearah Valkyrie.
Aku juga sempat melihat Michael yang terbang disebelah Valkyrie, dan untuk sesaat aku melihat Michael menggerakan mulutnya seakan berbicara kepadaku sekaligus tersenyum.
'Apa yang dia katakan? Malaikat ini--??' Ucap batinku sambil memperagakan cara bicaranya.
❂❂❂
Beberapa saat kemudian. . .
Kentaronya udah jatoh kebawah ya..
Terlihat Michael yang menatap kearah Valkyrie dengan raut wajah kesal. "Nah, sampai kapan kau ada disini?" Tanya Michael sambil bertolak pinggang.
Valkyrie yang mendengar itu sedikit kaget sambil menjawabnya. "Ah, anu.. em.. Aku akan pergi sekarang, jaga dirimu Tuan." Ucapnya dan nampak dia terbang pergi menyusul kearah Sakamichi Kentaro.
'Sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu, dasar anak itu' Ucap batin Michael sambil menggelengkan kepalanya. #FacePalm.
"Baiklah! Akan kudoakan keberuntungan dan keberhasilan kalian." Ucap Michael sambil tersenyum menatap langit.
❂❂❂
_____________________________________________________
BAB I (END)
Pesan Penulis :
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih
i don’t own the picture, all copyrights and credit go to the respective owner.
__ADS_1