Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 55 : Royal Knight!?


__ADS_3

Warlen yang kemampuannya terus menerus diasah oleh Hans De Brofed, Altares Larden, rekan-rekan kelompoknya, bahkan Amber dan Gremory, membuatnya semakin berkembang dalam banyak hal.


Kini Warlen menguasai seluruh element yang berevolusi sampai ketahap tinggi, dan Inti sihirnya juga turut membantu perkembangan pahlawan itu dalam pelatihannya sampai sekarang.


Disuatu pagi, satu minggu tepat sebelum memasuki dua bulan, kelompok Warlen saat ini berjejer menghadap kearah kedua guru mereka, Ratu Iblis Amber dan Kaisar Api Gremory.


Warlen, Jevanna, Nerine, Garm, Mopelina, Zarin, dan Gerina. Masing-masing dari mereka sudah menjadi lebih kuat dari saat sebelum melakukan perjalanan dua tahun lalu.


Tepat dibelakang Kelompok Warlen terlihat ada tiga portal yang berwarna-warni. Portal itu merupakan sebuah jalan yang sebelumnya sudah mereka lewati, dan juga tempat masuk mereka kedalam Istana Langit tempo hari.


Portal ini memiliki keunikannya sendiri, portal-portal itu dapat bertukar posisi dalam waktu satu hingga dua detik saja, guna menghalangi penyusup ataupun orang yang tak berkepentingan memasuki Istana Langit.


Disisi yang lain ketiga portal itu terdapat di Reruntuhan Valhalla kuno, yang juga merupakan tempat berlatih Kelompok Warlen dengan Jendral Masa Lalu, Hans De Brofed selama satu setengah tahun terakhir.


Satu dari ketiga portal itu merupakan jalan yang menghubungkan Istana Langit dengan Kawah Berapi, dan yang satunya lagi merupakan jalan masuk acak kedalam Istana Langit.


Sama seperti saat Gerina, Jevanna, dan Mopelina yang terjun dari langit menembus kedalam atap dari Tahta Kaisar Gremory.


Hanya ada satu portal yang benar-benar menghubungkan Reruntuhan Valhalla kepintu utama Istana Langit, sebab itu dengan bantuan Hans De Brofed mereka bisa masuk dengan aman, kecuali ketiga wanita jahil itu.


Pada detik ini dihadapan Amber dan Gremory, para gadis-gadis kelompok Warlen itu mulai berpamitan satu demi satu, dan masuk kedalam portal yang sudah dibekukan oleh Kaisar Api menuju ke Reruntuhan Valhalla.


Sekarang yang tersisa hanyalah Warlen seorang saja, dirinya cukup bingung harus bersikap seperti apa, namun pada akhirnya dia tetap berteguh hati untuk tak mengungkit penyakit ibunya.


"Kami pergi dulu nona Gremory, Amber." Ujar Warlen tersenyum tipis saat melihat Gremory dan kemudian menatap ibunya.


Walaupun perasaannya cukup bimbang dan gelisah, dirinya tetap menahan diri untuk terus menatap teguh kedepan dengan sedikit kesedihan yang tebelenggu didalm hatinya.


"Ya.. Jaga dirimu, Warlen Lilith Illusia." Balas Amber dengan perasaan sedih yang mulai terlukiskan di tatapan matanya saat memandang Warlen.


"Kembalilah kesini, kau punya ruang ditempat ini." Balas Gremory seraya memamerkan kekuatan apinya dihadapan Warlen.

__ADS_1


Perbincangan itu begitu singkat, sampai akhirnya Warlen-pun mulai beranjak pergi untuk melangkahkan kakinya menuju kedalam portal untuk kembali ketujuan awalnya, menghancurkan Lucifer.


...•••...


"Apakah tak ada lagi yang ingin kau sampaikan, Amber?" Tanya Gremory yang pada saat itu mengetahui perasaan dari sahabatnya.


Gremory sedikit menoleh pada Amber dan kemudian menatap kearah punggung pria pahlawan itu dengan perasaan yang sedikit malu, sebab Kaisar Api ini masih mengingat betul kejadian disaat-saat dirinya dipeluk Warlen.


"Hoo~ Apa ini? Kau menyukai anakku? Hahahaha~" Goda Amber yang menyadari perubahan sikap Gremory, dirinya tahu betul Kaisar Api ini dikenal tak ramah pada siapapun selain Amber, namun kali ini berbeda.


Amber merasa Gremory cukup terhibur dengan kehadiran mereka, bahkan Kaisar Api itu sampai memamerkan kekuatan apinya.


"Diamlah... Omong-omong, memangnya apa yang kau bicarakan padanya waktu itu?" Tanya Gremory yang merasa penasaran, dirinya sedikit bingung dengan perubahan mendadak dari sikap Warlen yang tak berkata apapun tentang penyakit Amber.


"Tak ada yang penting... Aku hanya mengucapkan selamat tinggal padanya." Balas Amber dengan raut wajah pucatnya yang menahan rasa sakit dari gumpalan hitam itu.


Gremory hanya diam membalas perkataan Amber. Kaisar Api itu mengerti betul perasaan yang dialami oleh Ratu Iblis ini, dia sempat menggelengkan kepalanya dan kemudian mengajak Amber kembali.


"Jangan hanya diam saja disana, aku akan berada disisimu saat waktunya tiba." Sahut Gremory dengan lambaian tangannya sembari berjalan kembali ke kediamannya, Istana Langit.


...•••...


Sementara itu di dalam ruangan portal, Reruntuhan Valhalla.


Terlihat Warlen baru saja menginjakkan kakinya ditempat ini, tempatnya cukup luas hanya terlihat beberapa pecahan-pecahan dari bangunan batu yang sudah dilumuti, dan juga sinar-sinar cahaya matahari yang menembus celah retakan dari langit.


Warlen merasa dirinya dan rekan-rekannya sudah sangat kuat setelah menjalani pelatihan kurang lebih selama dua tahun belakangan ini, walaupun didalam hatinya masih merasa gelisah akan kenyataan yang diderita ibunya.


Namun dia tetap berdiri tegak, dengan wajah yang memandang tajam lurus kedepan menguatkan hatinya, langkah kakinya kini tak lagi berat setelah bertemu ibu kandungnya sendiri, Amber Lillith Illusia.


Warlen pun berjalan menyusuri reruntuhan itu demi menyusul teman-temannya, ia mengira kalau saat ini mereka sedang pergi kemakam dari Hans De Brofed untuk berterima kasih.

__ADS_1


Hans De Brofed menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebulan seusai dirinya mengantarkan Kelompok Warlen ke Istana Langit.


Namun dia terkejut kebingungan, seusainya ia melewati ruangan portal itu, dirinya malah mendapati banyak dari tentara prajurit berzirah putih dengan bendera lambang Kerajaan Alphatheria yang mereka bawa.


"SELAMAT DATANG PAHLAWAN KESEPULUH!" Seru seluruh prajurit dengan lantang sekaligus mengangkat senjata memberi hormat pada Warlen.


"A-Ada apa ini?" Warlen bertanya dengan bahasa tubuh yang sedikit gelagapan, dirinya sangat heran atas kehadiran prajurit Alphatheria. Namun Warlen tahu betul kalau mereka bukanlah musuh, dia sempat melirik kearah bendera Kerajaan yang mereka bawa.


"Dor!" Sahut suara seorang gadis kecil dengan lantang dari belakang prajurit-prajurit itu seraya berjalan menembus mereka semua menuju ketempat Warlen yang berada didepan.


Warlen yang merasa kenal dengan suara itupun langsung melihat-lihat kearah pasukan prajurit itu, sampai akhirnya dia terpaku pada sebuah topi berwarna ungu dan merah yang muncul diantara prajurit itu seakan sedang berlari kearahnya.


'Ah.. baiklah.. si pembuat senjata suci, tapi siapa yang satunya?' Tanya Warlen dalam benaknya, dia menatap bingung dengan mata yang terus memandang dua topi berjalan itu sampai akhirnya keduanya tiba dihadapannya.


"Namaku Celie! Kakak Warlen! Salam Kenal!" Ucap gadis kecil yang berperawakan anak-anak berumur 7 tahun, rambutnya pirang pendek twintails dan tertutupi topi merah, kupingnya lancip seperti elf, wajahnya imut ceria.


Disebelah Celie terlihat adalagi seorang gadis kecil lain yang berperawakan sama. Rambutnya ungu berkepang panjang dan tertutupi topi biru, raut wajahnya imut datar.


Warlen tahu kalau yang disebelah Celie adalah Yun-Yun, dirinya sedikit terkejut melihat kedatangan si pembuat senjata ini. Namun hal yang paling mengejutkan adalah ketika seluruh prajurit bertekuk lutut seraya memberi hormat pada kedua gadis kecil ini, bahkan mereka semua berseru dengan lantang.


...HORMAT PADA ROYAL KNIGHT...


...YUN-YUN DAN CELIE !!!...


...Yun-Yun & Celie...



•••


END. . . .

__ADS_1


...____________________________...


Pesan Penulis : Alur cerita akan dipercepat.


__ADS_2