
...Dalam Perjalanan...
......Pict From Google......
Kami mulai berjalan menuju Kerajaan Duskford dengan berjalan kaki. Akan tetapi Helena yang seharusnya menjadi pemanduku malah berjalan dibelakangku.
'Kenapa gadis ini berjalan dibelakangku sih' kataku dalam hati sambil menoleh melihatnya. "Hey, bukankah kau yang seharusnya memanduku?" Ucapku padanya sambil menyipitan mataku.
"Aku tidak tau apa yang akan kaulakukan, tapi setidaknya aku bisa mengawasimu jika berada dibelakangmu" Jawabnya dengan nada ketus.
...……………………………………………………...
...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyrie✦...
"Perempuan ini sepertinya tidak menyukaimu." Ucap Valkyrie dalam benakku.
"Lebih baik kau diam." Jawabku kesal.
...✦selesai✦...
...……………………………………………………...
"Ah, bisakah kau menyimpan senjatamu Michi??" Ucap Helena sambil menunjuk kearah senjata ditanganku.
"Haaah?? Michi?" Ucapku sambil menunjuk diriku sendiri.
"Kurasa lebih mudah memanggilmu Michi dari pada Sakamichi. Cepat sembunyikan senjatamu." Ucap Helena seraya mengerutkan keningnya.
'Kurasa tak terlalu buruk juga' Ucap batinku, "Baiklah. Terserah kau saja." Jawabku sambil melihat kearah senjataku.
...……………………………………………………...
...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyrie✦...
"Omong-omong bagaimana caraku menyimpannya, Valkyrie?" Tanyaku bingung.
"Katakan 'Release'." Jawab Valkyrie singkat.
"Release" Ucapku dan seketika saja senjataku berubah menjadi gelang yang sebelumnya dan entah kenapa aku merasa ini benar-benar keren.
"Ini keren banget Valkyrie!!" Ucapku sambil mengangkat tanganku keatas dan tertawa-tawa.
"Iya kan! Hehe~" Balas Valkyrie yang tertawa kecil.
...✦selesai✦...
...……………………………………………………...
Aku mulai tertawa-tawa sambil memutar-mutar tangan kananku keatas. Helena melihatku sedikit jengkel dengan tingkah lakuku dan bergumam kecil "Apa sih yang dia lakukan, dasar bodoh."
"Hei! Aku bisa mendengarmu loh dan berhentilah memanggilku bodoh." Tegurku padanya sambil menatap kesal.
"Cih! Aku tidak percaya dewa akan mengirimkan pahlawan bodoh seperti ini." Gumamnya sambil membuang muka.
Aku melihatnya mulai mempercepat langkah kakinya, dan mulai mendahuluiku. 'Hoo~ Dia kesal padaku. Sifatnya polos sekali.' Kata batinku sambil menatapnya.
"Hey, bukankah kau mau mengawasiku?" Godaku padanya.
"Aku tidak ingin mengotori mataku dengan tingkah lakumu yang bodoh itu!" Bentak Helena kemudian mempercepat langkahnya.
Matahari yang sebelumnya menyinari dunia ini mulai tenggelam. Tak terasa pemandangan langit sudah gelap, bintang-bintang dan bulan juga semakin terlihat bersinar. Hawa malam yang dingin mulai menusuk kulit kami.
......Masih dalam perjalanan......
'Ternyata perjalanan kami cukup jauh. Tapi aneh kakiku sama sekali tidak terasa letih, kurasa semua ini berkat kekuatan Valkyrie. Andai saja sebelumnya aku tak dipasangkan dengan dirinya, mungkin saja saat ini aku sudah mati.' Ucapku dalam hati sambil memandang bintang-bintang dilangit.
...……………………………………………………...
...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyrie✦...
"Valkyrie, terima kasih untuk yang sebelumnya."
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Valkyrie.
"Yah.. karena sudah menolongku sebelumnya."
"Aku hanya melakukan tugasku kok." Jawab Valkyrie yang malu-malu.
"Omong-omong. Tentang kekuatanmu Time Stop. Kenapa kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu seperti sebelumnya? Dan juga Time Dilation, kekuatan seperti apa itu?" Tanyaku padanya.
...✦selesai✦...
...……………………………………………………...
Bersamaan dengan perjalanan kami, Valkyrie menjelaskan beberapa hal tentang kekuatannya, dikarenakan akan ada efek samping dalam penggunaan kekuatan miliknya, maka Valkyrie membatasiku dalam penggunaan kekuatannya.
Valkyrie menjelaskan dirinya dapat memanipulasi waktu dan juga beberapa sihir unik miliknya. Akan tetapi saat ini aku hanya dapat menggunakan dua sihir dari tiga sihir yang berhasil dia masukkan kedalam diriku.
Valkyrie pernah bilang kalau sebelumnya ada sebuah pelindung sihir dari dalam diriku yang menghalanginya untuk mentransfer seluruh kekuatannya. Dia juga baru pertama kali melihat hal yang seperti ini.
Kemudian mataku yang dapat memprediksi dengan memproyeksikan pergerakan suatu benda dan juga reflekku yang bertambah cepat juga merupakan kekuatan tersembunyi yang selama ini ada didalam diriku.
Aku menyebutnya sebagai Perfect Vision untuk kedua mataku, dikarenakan aku bisa mengaktifkan dan menonaktifkannya sesuka hati. Akan tetapi untuk reflek aku tidak bisa menonaktifkannya jadi kubiarkan saja.
Time Stop merupakan kekuatan untuk menghentikan waktu yang dilarang oleh Valkyrie, dikarenakan itu akan menambah umurku selama ratusan tahun setelah sihirnya berhenti bekerja atau singkatnya mati sekejap.
Time Dilation merupakan kekuatan untuk mempercepat seluruh tubuhku dan organku dalam kecepatan cahaya selama 0.3 detik, namun dampak dari kekuatan ini sangat beresiko pada tubuhku atau singkatnya organ dalamku akan bekerja secara berlebihan dan meledak 'overheat' .
Valkyrie's Fang merupakan gigi taring dari Valkyrie yang menyerupai sebuah pedang panjang seukuran 3 meter dengan gagang pedang berwarna biru dan corak putih hitam dimata pedangnya. Kemampuannya dapat melindungi penggunanya secara otomatis dan juga memanjangkan luka musuh yang sudah terkena tebasannya.
Tidak butuh waktu lama kemudian, sampai akhirnya kami tiba didepan Gerbang Kota Kerajaan Duskford. Terdapat dua penjaga gerbang lengkap dengan baju zirahnya sedang bersiaga dikedua sisinya.
...Gerbang Kota Kerajaan Duskford...
......Pict From Google......
Aku melihat salah satu dari penjaga gerbang itu menghampiri Helena dengan tergesa-gesa, kemudian "Tuan Putri Helena, anda dari mana saja? Pangeran Daren sangat mencemaskan anda." Ucapnya sambil sedikit menundukkan kepala.
...……………………………………………………...
...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyrie✦...
"A-A-APA!? TUAN PUTRI!?" Ucapku yang terkejut dalam benakku.
"K-KITA BARU SAJA MENGANCAM SEORANG TUAN PUTRI!?" Lanjutku yang masih terkejut.
"Kau ini bodoh ya? Tadi kan dia sudah bilang padamu, kalau dia berasal dari Kerajaan Duskford." Jawab Valkyrie yang sepertinya sudah mengetahuinya terlebih dulu.
"T-Tapi kan... Dia tidak bilang dari Keluarga Kerajaan." Balasku sambil melongo menatap Helena.
"Dia menawarkanmu pekerjaan dan juga tempat tinggal. Memangnya apalagi kalau bukan seorang anggota kerajaan?" Jawab Valkyrie Jengkel.
"Hei! Dada Rata, kenapa kau tidak memberitahukannya padaku?!" Balasku yang marah.
"Siapa yang kau sebut DADA RATA!?" Bentak Valkyrie.
Valkyrie yang marah akhirnya menggerakkan tanganku untuk meninjuku, namun sayangnya aku sudah bersiap untuk menghindarinya.
"Hal seperti itu tidak akan mempan kepadaku, Dada Rata." Jawabku sambil menghindari serangan dari tanganku sendiri.
"DIAAAAAM!!" Teriak Valkyrie dalam kepalaku sambil melancarkan pukulannya bertubi-tubi.
...✦selesai✦...
...……………………………………………………...
Terlihat Valkyrie yang terus menerus menggerakan tangan kanan Kentaro untuk memukul wajahnya. Nampak juga Kentaro menghindari pukulan dari tangannya sendiri dengan elegan dan tertawa seakan-akan sedang menari bahagia.
Nampak penjaga gerbang itu sedang memperhatikan Kentaro dengan raut wajah yang terheran-heran "Dan siapa laki-laki yang bersama anda?" Tanya penjaga sambil berbisik ke Helena.
'Sepertinya aku bisa memanfaatkan orang ini untuk menolak Daren.' Pikir Helena, kemudian "Oh... Dia itu em.. ya.. calon suamiku" Jawab Helena sambil bertolak pinggang melihat ke penjaga itu.
"HAAAAAAAAAH!?!? apakah anda yakin Tuan Putri? Bagaimana dengan Tuan Daren?" Jawab penjaga itu yang terkejut.
__ADS_1
"Ya, memangnya apa yang salah? Aku juga tidak pernah menyukai Daren" Jawab Helena dengan bersikap tidak peduli.
"Tidak. Bukan seperti itu Tuan Putri, hanya saja...." Jawab penjaga itu sambil menunjuk kearahku.
Helena sangat terkejut melihatku yang sedang menghindari pukulanku sendiri. Bagaimana tidak, jika kau melihat seseorang yang memukul dirinya sendiri berkali-kali dan menghindarinya pasti akan terlihat gila.
...Gif From Google...
..._____________________________________________...
...Kamar Istana Duskford (Kentaro)...
...
…Pict From Google…...
Terlihat Kentaro yang sedang terbaring ditempat tidur kerajaan itu dan kemudian mulai membuka matanya. Dia beranjak bangun dari tempat tidurnya dan melihat sekitarnya.
'Kamar siapa ini? Kenapa aku bisa ada ditempat ini? Ugh! Kepalaku sedikit sakit dan kenapa saat ini sudah pagi hari?' Pikirku yang mengusap kepalaku dan melihat sekitarku.
...……………………………………………………...
...✦Telepati antara Kentaro dan Valkyre✦...
"Kau sudah bangun, Kentaro?" Tanya Valkyrie.
"Apa yang terjadi? Kamar siapa ini?" Tanyaku padanya.
...✦selesai✦...
...……………………………………………………...
Valkyrie menjelaskan kejadian yang terjadi kepadaku saat malam tadi.
Tadi Malam
Helena yang melihatku sedang bertarung dengan tanganku sendiri langsung berlari kearahku dan memukul kepalaku hingga pingsan.
"APA YANG SEBENARNYA KAU LAKUKAN!?" Teriak Helena yang malu setelah memukulku dengan keras.
Setelahnya aku dibawa oleh Penjaga Kerajaan dan masuk ke Istana Duskford, kemudian sekarang aku berada disalah satu kamar istana.
Saat ini
'Memalukan sekali.' Ucap benakku #Facepalm.
Tiba-tiba saja aku mendengar suara langkah kaki seseorang yang mendekati kamarku, dan aku bisa merasakan tekanan udara yang berada disekitarku sedikit berubah.
...……………………………………………………...
...✦Telepati Antara Kentaro dan Valkyrie✦...
"Valkyrie, kau merasakannya?" Tanyaku sedikit cemas.
"Ya, aku merasakanya juga." Jawabnya waspada.
...✦selesai✦...
...……………………………………………………...
Aku bisa merasakan tekanan yang tidak bersahabat dari arah pintu itu langsung mengubah Valkyrie kedalam mode bertarung.
"Valkyrie's Fang" Ucapku yang mengubahnya menjadi senjata.
Aku bisa melihat pintuku terbuka dengan perlahan dan rupanya dia adalah seorang pria tampan berambut perak dengan baju zirah bercorak emas dan biru. Lengkap dengan perlengkapan tempuranya bersamaan juga ada sebuah tombak yang ujungnya berbentuk kapak bermata dua ditangannya seperti Halberd.
Hanya dengan pertama kali melihatnya saja, aku sudah menyadari pria ini tidak lemah dan juga dia bukan orang sembarangan. Aku meningkatkan kewaspadaanku padanya.
"Apa yang sedang kau lakukan? mengeluarkan senjata terhadap orang yang baru saja kau temui, bukankah itu berlebihan?" Tanya pria itu sambil mengeluarkan tekanan lebih kuat.
Terlihat lantai kayu yang ada dibawah kakinya mulai retak dan menyebabkan guncangan disekitar kamarku. Terdapat juga serpihan-serpihan kayu dari retakan itu melayang-layang diantara kakinya.
Entah apa yang ada dipikirannya. Tiba-tiba saja pria itu menurunkan tekanan kekuatanya lalu tersenyum setelah melihat senjata yang ada ditanganku.
"Maaf. Aku tidak mengerti maksudmu." Jawabku yang waspada.
"Tidak usah dipikirkan. Lagipula aku hanya ingin bertarung denganmu, Tuan Pahlawan." Balas Pria itu sambil melemparkan selembar kertas dan pergi.
'Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa dia ingin menantangku?' Suara hatiku yang masih bingung.
Tak lama kemudian aku mendengar suara gaduh beberapa orang yang berlarian diluar kamarku, dan nampaknya mereka sedang menuju kearah kamarku. Sebelum mereka datang aku menyimpan senjataku dengan 'Release' .
Sesaat setelah aku menyimpan senjataku, aku melihat Helena berada didepan pintu menggunakan baju tidurnya dan berlari kearahku tergesa-gesa. "Michi!! Apa yang terjadi!?" Tanya Helena dengan nafas yang terengah-engah.
Aku menceritakan kepada Helena tentang pria yang menghampiriku tadi sembari mengambil kertas yang dilempar pria itu dan aku melihat ada sebuah pesan yang ditinggalkan diatasnya.
...Isi Pesan...
...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°...
Sakamichi Kentaro.
Aku sudah mendengar tentang dirimu dari Helena.
Aku tidak membencimu namun juga tidak menyukaimu, dan aku ingin mengetahui seberapa kuatnya dirimu sampai-sampai kau berani merebut dirinya dariku.
Temui aku ditaman bagian utara tepat sebelum matahari terbenam tiga hari lagi.
^^^Fvck You Sakamichi Kentaro^^^
...°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°...
'Ada apa dengan orang-orang didunia ini??' Kata hatiku yang melihat tulisan diakhir pesannya. "Jadi siapa pria yang tadi itu?" Tanyaku sambil melihat Helena kesal.
Helena yang mendengar pertanyaanku langsung duduk disamping ranjangku, lalu "Dia.. Dia adalah tunanganku, akan tetapi aku tidak menyukainya sama sekali." Jawabnya yang malu sambil membuang muka.
Aku merasa ada masalah yang sedang mengekor padaku, padahal aku tidak pernah melakukan apapun. Entah kenapa aku tidak bisa memilih untuk diam atau terus maju.
Pertama-tama Helena bilang padaku kalau aku harus mengubah namaku menjadi Warlen, itu adalah perintah dari ayahnya yang juga seorang Raja Kerajaan Duskford dan juga hanya ada beberapa petinggi yang mengetahui identitas asliku, itu berarti pria yang tadi juga seorang petinggi.
Kerajaan ingin menyembunyikan identitas asliku yang seorang anak dari Cursed Hero, Yamada Kentaro. Namun yang paling mengejutkan dari semua informasi yang Helena sampaikan ialah tentang diriku yang akan menjadi menantu kerajaan. Helena sudah mengumumkan ke seluruh penduduk bahwa aku adalah calon suami dan juga orang yang dia cintai.
Aku sangat terkejut dan melongo setelah mendengar penjelasannya. "Kau sedang bercanda padaku kan... Helena?" Tanyaku cemas.
Aku melihat reaksinya yang terdiam dan membuang pandangannya dariku. Hanya dengan itu saja sudah membuatku sadar, semua yang dikatakannya adalah kebenaran.
'Ya ampun... yang benar saja! Situasi macam apa ini. Jadi itukah alasan sebenarnya dia mengundangku kemari?' Kata batinku yang tersiksa.
Helena yang merasa bersalahpun berdiri dari ranjangku lalu pergi meninggalkanku dengan wajah yang bersalah, kemudian "Maafkan aku, Mic- Warlen." Ucap Helena yang berlari sambil meninggalkan kamarku.
Terlihat Helena yang sedang berlari tergesa-gesa di lorong istana 'Aku harus menghentikan Daren!' Kata hatinya.
Saat ini aku hanya diam membatu menatap para pelayan yang datang kemari. Mereka yang ikut menyaksikan kejadian ini malah memohon kepadaku untuk menolong Helena.
Mereka bilang Daren adalah orang yang sudah mengejar Helena selama bertahun-tahun dan juga dia orang yang pernah menyelamatkan Helena saat perang besar dulu.
'Akan tetapi kenapa mereka malah memintaku untuk menolong Helena? dan saat kutanya alasannya mereka tidak bisa menjawabnya' Pikirku sambil melihat mereka semua.
..._____________________________________...
...Kamar Istana Duskford (Kentaro)...
Tak terasa hari sudah siang. Aku baru saja selesai membersihkan diriku dan mengganti pakaianku dengan seragam pelayan di istana ini, sebelumnya Garm dan Helena bilang kalau aku harus terus menyembunyikan identitasku.
Alasan dari keputusan Raja Duskford yang tak lain adalah tidak ingin membahayakan rakyatnya karena ada seorang pahlawan yang baru saja tiba disini.
'Menjadi seorang raja pasti sangat sulit ya.' Pikirku yang melihat ketampananku dikaca.
Garm adalah seorang Elf yang menjadi Kepala Pelayan di istana ini sekaligus paling setia pada Helena. Aku bertemu dengannya di meja makan tadi pagi setelah para pelayan menyarankanku untuk sarapan, dan saat ini dia juga yang akan menyiapkan seluruh kebutuhanku kedepannya.
"Namun wajahnya yang cantik itu benar-benar menggangguku, dia itu pria atau wanita sih?" Tanyaku pada diriku sendiri yang bingung.
......Garm......
__ADS_1
......Beginning After The End, Jasmine......
......Pict From Google......
Jadi saat ini aku akan bekerja sebagai pelayan di istana ini dan tugas pertamaku sebagai seorang pelayan adalah menyirami tanaman bunga di halaman istana.
Agar tidak terlalu mencolok aku juga sempat memerintahkan Valkyrie untuk merubah tampilan gelang ini yang menjadi rumahnya kebentuk lain. Tak mungkin aku dapat bekerja dengan tenang jika gelang norak yang besar ini terpasang ditanganku.
Awalnya dia menolak tidak mau, tapi aku mengancamnya akan melaporkan hal ini pada Michael, akhirnya dirinya yang tak punya pilihan setuju pada saranku dan saat ini dia berubah menjadi tattoo ditangan kiriku.
......Halaman Istana......
...
...Pict From Google......
Tempat ini sangat luas bisa digambarkan seperti lapangan sepakbola dengan bunga-bunga yang bermekaran, serta banyak sekali patung-patung hiasan yang tertata rapi.
"Mewah sekali." Ucapku tang takjub dengan pemandangan ini.
Seingatku Garm bilang terdapat sebuah patung pahlawan ditengah halaman ini, mungkin aku harus mengunjunginya nanti.
Tak lama kemudian akupun mulai menyirami tanaman.
Beberapa jam setelahnya dan terlihat juga siang hari yang cerah mulai berganti sore hari dengan pandangan matahari yang terbenam.
"Fuah.. Akhirnya selesai. Halaman ini luas sekali sih." Ucapku puas sambil mengelap keringat diwajahku.
'Kurasa aku akan pergi ke monumen pahlawan itu' Kata hatiku dan mulai berjalan ketempat monumen itu.
Sesampainya disana aku melihat deretan patung lengkap yang melingkar mengitari sebuah cawan berisikan minyak. Patung Pahlawan itu tingginya masing-masing sekitar 5 meter, ditambah lagi mereka juga memegang senjata dan mengenakan baju zirah mereka saat dulu berperang.
Aku juga melihat ada lempengan batu marmer dengan ukiran nama dan juga ras dari pahlawan-pahlawan itu yang terletak diantara kaki mereka, bahkan ada juga empat patung pahlawan perempuan yang sudah menjadi pendahuluku.
...______________________________...
...Pahlawan Surga...
M-Pahlawan #1 : Jorgan Vinziala Eirini
M-Pahlawan #2 : Isabela Zealos Eirini
D-Pahlawan #3 : Marie Larden Eirini
D-Pahlawan #4 : Debane Frell Eirini
E-Pahlawan #5 : Linette Grizel Eirini
E-Pahlawan #6 : Harold Efriot Eirini
M-Pahlawan #7 : Arian Duskford Eirini
E-Pahlawan #8 : Rize Griffith Eirini
...M : Manusia | D : Dwarf | E : Elf...
...__________________________________...
Setelah melihat patung itu satu persatu aku merasa ada yang janggal. Aku tidak bisa melihat patung ayahku dan mereka berakhiran denyan nama Eirini.
'Kenapa tidak ada yang berakhiran nama Kentaro seperti diriku?' Pikirku sambil memperhatikan tulisan-tulisan di batu marmer itu.
Tiba-tiba saja ada seorang pria yang menyapaku. "Wah, bukankah kau anak baru yang dibicarakan itu ya?" Ucap seorang pria tua dengan kepala botak dan tubuh yang cukup berotot sambil membawa sebuah ember dan juga sikat besi.
"Ah! Namaku Sak-- Warlen! Aku pelayan baru yang bertugas untuk menyiram tanaman bunga di halaman ini." Ucapku yang panik. 'Hampir saja, bisa gawat kalau aku kelepasan.' Kata batinku yang merasa lega.
"Ahahaha! Tidak usah kaku begitu, Dik Warlen." Ucappria tua itu yang mengeluarkan sikat besinya sambil menaruh embernya dan mulai membersihkan patung pahlawan yang ada dihadapannya.
"Emm.. Begini karena pekerjaanku yang sebelumnya sudah selesai, bolehkah aku membantumu?" Tanyaku sambil mengangkat ember miliknya.
Dia mengangguk kepadaku sambil tersenyum yang menandakan aku di izinkan. Akhirnya akupun ikut membantunya.
Beberapa jam setelahnya, terlihat bulan purnama juga sudah bersinar.
Setelah selesai membersihkan patung-patung itu. Kami berdua duduk bersama dan bersandar dibawah patung untuk beristirahat.
'Ternyata membersihkan patung itu merepotkan.' Pikirku setelah menyelesaikan pekerjaan pria tua itu.
Sebelumnya aku harus menyikati patung itu dengan sikat besi secara terus menerus dan setelahnya harus mengolesi cairan seperti pengawet.
Pria tua itu bilang patung ini dulunya dibuat oleh seorang dewa yang juga pandai besi. Dia bilang seharusnya patung-patung ini tidak ada disini, namun ini adalah hadiah pernikahan dari Kerajaan Vinziala pada Raja Duskford.
Kruyuk-kruyuk suara dari perutku yang mulai lapar.
"Ahahaha.. kau lapar? Aku punya beberapa roti yang diberikan istriku tadi pagi, ambillah" Ucap pria tua itu sambil memberikan salah satu rotinya.
"Te.. Terima kasih Pak..???" Jawabku sambil mengambil roti miliknya. 'Oh iya! Aku lupa menanyakan namanya!' Kata batinku panik sambil menatapnya.
"Orland, panggil saja aku Orland.. aku lebih suka dipnggil dengan nama tanpa 'Pak' " Jawabnya sambil tersenyum kecil kearahku.
"Terima kasih, Orland. Begini.. ada yang ingin kutanyakan.." Balasku Grogi.
"Hm...?? Tanyakan saja." Ucap Orland sambil mengunyah rotinya kemudian menelannya.
"Mengapa hanya ada 8 patung pahlawan disini? bukankah seharusnya ada 9?" Tanyaku sambil melihat roti yang diberikan Oland.
Orland pun mulai menjawab seluruh pertanyaanku.
...Kamar Istana Kerajaan (Kentaro)...
Tak terasa waktu sudah tengah malam. Terlihat Kentaro yang sedang terbaring di tempat tidurnya dan mulai mengingat penjelasan yang dikatakan Pak Tua Orland.
Cawan minyak itu pasti terbakar selama 7 hari 7 malam apabila seorang pahlawan menghembuskan nafas terakhirnya, namun ada beberapa pahlawan yang tewas dan dibangkitkan oleh Lucifer singkatnya Cursed Hero.
Informasi yang diketahui saat ini hanyalah Jorgan dan ayahku yang dibangkitkan oleh Lucifer, itu berarti akan ada Cursed Hero yang lain selain mereka berdua.
Akan tetapi sejak kepergian ayahku hingga saat ini wadah minyak itu tidak pernah terbakar dan juga patung pahlawan ke 9 tidak pernah dibuat karena dia adalah sebuah aib dari sejarah pahlawan, singkatnya ayahku secara sadar membelot kepada iblis.
Dikatakan pahlawan pertama yang muncul kedunia dikenal sebagai orang terkuat dan bisa mengendalikan Element Tanah dan Angin, Jorgan Vinziala Eirini.
Bersamaan dengan itu dia juga orang yang sangat misterius, dia memiliki naga dan memiliki lebih dari satu kekuatan Guardian.
^^^Guardian merupakan kekuatan penghubung antara pahlawan dan pelindungnya, seperti Kentaro dan Valkyrie.^^^
Konon langkah kakinya saja bisa membuat seisi kota bergetar dan tombaknya yang panjang bisa memotong sebuah gunung dalam sekali ayunan.
Dia berhasil membebaskan banyak kota yang dikuasai oleh Lucifer kala itu bahkan menghabisi 100 ribu pasukan serta beberapa Jendral Iblis lalu dinyatakan tewas setelah berhadapan dengan Lucifer.
Sebelumnya Orland juga bilang kalau pahlawan biasanya akan dipilih dari garis keturunannya. Tapi anehnya tak ada satupun dari mereka yang bermarga Kentaro.
Apabila aku memang berasal dari keturunan pahlawan, itu berarti aku berasal dari dunia ini.
Terlebih lagi aku tidak bisa mengingat apapun saat hidup disini, bahkan tidak ada satupun orang yang mengenalku termasuk juga dengan ibuku.
'Aku lupa menanyakan tentang ibuku pada Orland, bodohnya aku.' Kata batinku.
"Tapi yang harus dikhawatirkan adalah Lucifer. Bahkan Archangel Michael dan para pendahuluku dikalahkan olehnya." Ucapku pada diriku sendiri sambil memandang kelangit-langit kamarku.
Mengingat pertemuanku dengan Helena dan Daren membuat diriku sadar bahwa aku yang saat ini masih sangat lemah, apabila Valkyrie tidak menjadi Guardian milikku, pasti aku sudah mati.
Ditambah lagi waktuku hanya 4 tahun disini, jika lebih dari itu mungkin saja aku tidak akan punya kesempatan untuk menang berhadapan dengan Lucifer.
Ada juga beberapa mantan pahlawan yang menjadi Cursed Hero, mereka benar-benar berada dilevel yang sangat berbeda bahkan Lucifer lebih kuat dari mereka.
'Aku tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika waktuku sudah tiba saat berhadapan dengan Lucifer' Pikirku sambil melihat tattoo ditanganku.
Tak lama kemudian aku mulai mengantuk dan kemudian memejamkan mataku lalu tertidur pulas di tempat tidurku.
..._______________________________________...
BAB III PART 1 : KING SACRIFICE (REVISION)
Pesan Penulis :
__ADS_1
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih.