Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 42 : Keluarga dan Cursed Hero


__ADS_3

Disuatu tempat didalam rumah mewah milik Maurer, nampak terlihat Warlen sedang membagi-bagi mereka mnjadi dua kelompok dengan tujuan yang berbeda.


Kelompok pertama diketuai oleh dirinya sendiri yang beranggotakan : Yun-Yun, Nerine, Garm, dan Zarin. Dengan tujuan mencari untuk mencari keberadaan Altares sekaligus membuka segel Marie Larden Eirini.


Kelompok kedua diketuai oleh Freya yang beranggotakan : Helena, Azgul, Audelia, dan Valkyrie. Dengan tujuan untuk mendeklarasikan perang pada Kerajaan Zealos dan Hutan Efriot secara terang-terangan.


Mereka semua berpendapat kalau ini yang terbaik, sebab kelompok mereka sudah mendapatkan dukungan penuh dari Ketiga Kerajaan Wilayah Selatan.


Dukungan itu terjadi berkat dari jerih payah Jendral Maurer yang sebelumnya sudah menemui raja dari masing-masing kerajaan itu, Kerajaan Grizel, Frell, dan Griffith.


Beberapa hari kemudian. . .


Pada saat itu, hari menjelang pagi.


Mereka semua sedang berada didepan Gerbang Kerajaan Grizel yang unik itu, tak terasa jua mereka sudah bersama-sama selama seminggu penuh. Sekarang sudah waktunya mereka untuk berpisah dan menjalankan tujuannya.


Nampak Warlen hanya menatap mereka semua tanpa berkata-kata, namun dapat benar-benar jelas terlijat diwajahnya sudah terlukiskan perasaan cemas saat harus berpisah lagi.


"Jangan menampilkan wajah yang seperti itu, pada awalnya kukira kau hanyalah seseorang yang payah, tapi lihatlah dirimu sekarang." Balas Freya sambil memukul Zirah Warlen dengan pelan.


"Itu benar! T-Tuan Warlen! Jangan pernah menyerah! Kita pasti akan bertemu lagi!" Ucap Azgul dengan ekor panjangnya yang berkibas-kibas.


"Ini bukan yang pertama kalinya kita berpisah, tenang saja, kali ini aku tidak akan merepotkan rekan-rekanku seperti waktu itu." Tegas Audelia dengan senyuman percaya diri diwajahnya.


"Kuharap kalian berhasil menemukan Altares, kalau tidak mungkin Dwarf kecil ini akan menangis lagi. Benar kan, Yun-Yun?" Ucap Helena sambil mengusap-usap kepala Yun-Yun.


"Em.. Aku tidak akan menangis.. Warlen adalah orang yang pertama bagiku... Aku senang dia menjadi orang pertamaku...." Balas Yun-Yun sambil menunjuk wajah Warlen.


"Eh! Aku!? Pertama!?" Tanya Warlen terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri.


Sontak mereka semua menatap Warlen dengan mata yang seram.


"Tak kusangka!! Ternyata kau itu benar-benar Penjahat! Kau sudah mengintip CD-ku dan sekarang!?" Ucap Valkyrie sambil menunjuk-nunjuknya.


"Eh!? Tidak! Bukan begitu! Garm tolong aku!" Balas Warlen seraya memanggil Garm.


"Ternyata seleramu seperti itu! Warlen!?" Tegur Garm sambil mengacungkan jari tengah padanya.


"Eh? Nerine..." Panggil Warlen sambil menoleh kebelakang menatapnya.


"Aku kecewa padamu.. Warlen." Ucap Nerine sambil berjalan menjauhi dirinya.


"Helena..." Ucap Warlen sambil melihat Helena dengan rasa minta tolong.


"Brengsek! Kau benar-benar mesum!" Teriak Helena sambil memeluk Yun-Yun melindunginya.


"Freya..." Panggil Warlen dengan mata yang berbinar.


"Kembalikan rasa hormatku!!" Teriak Freya sambil menatap Warlen tajam.


"Aud.." Belum selesai Warlen berucap, Audelia langsung memotong perkataannya.


"Jangan panggil namaku, kau menjijikan.." Potong Audelia dengan tatapan seram dan membuang wajahnya.


"Azgul!! Maurer!! Jangan bilang kalian juga." Panggil Warlen sambil menatapnya.


Nampak Azgul dan Maurer sedang bersiul-siul seolah tak mendengar sambil melihat kearah matahari pagi.


"Indah sekali matahari pagi ini.." Ucap Azgul.


"Kau benar..." Balas Maurer padanya.


"Kakak! Kau mengkhianatiku!!" Tegur Zarin sambil melayangkan tinju padanya. Buagh!


Terlihat para wanita menginjak-injak Warlen yang tak berdaya tanpa rasa kasihan. Nampak Yun-Yun juga ikut-ikutan menginjaknya dengan semangat tanpa perasaan bersalah.


Buagh! Buagh! Buagh! Buagh! Buagh!


"Aku senang kau orang pertama yang mengajariku cara menulis." Ucap Yun-Yun ditengah-tengah keadaan itu.

__ADS_1


Sontak para wanita yang mendengarnya terkejut terheran-heran menatap Yun-Yun seraya berhenti menginjak-injak Warlen.


"Ha..Harusnya... Kau... bilang dari awal..." Balas Warlen dengan wajah penuh lebam yang lucu dan benjolan sebesar bola pingpong sebanyak empat buah dikepalanya.


Beberapa saat kemudian. . .


Nampak akhirnya mereka semua saling berpamitan untuk pergi, dan saat ini Warlen yang tak sadarkan diri sedang dibopong element air milik Yun-Yun.


Setelahnya Freya, Helena, Audelia, Azgul, dan Valkyrie pergi menuju ke Kerajaan Zealos untuk mendeklarasikan perangnya.


Warlen, Yun-Yun, Nerine, Garm, dan Zarin pergi menuju ke Reruntuhan Kota Larden untuk melepas segel Marie sekaligus mencari keberadaan Altares.


Maurer juga sempat mengingatkan mereka untuk berhati-hati jika bertemu pasukan dari Kerajaan Zealos dan Efriot.


Dia juga bilang saat ini, Ketiga Kerajaan yang mendukung Warlen akan mengirimkan masing-masing salah satu Jendral terbaiknya nanti pada mereka.


Beberapa hari setelah mereka berpisah..


Tak terasa perjalanan dari Kelompok Warlen yang diwarnai dengan pembantaian pasukan dari Kerajaan Zealos dan Hutan Efriot selalu berakhir dengan kemenangan mereka.


Nampak juga saat ini mereka sudah tiba di Reruntuhan Kota Larden yang hancur itu.


Bulan sudah tepat berada diatas langit, udara dingin yang menusuk hidung, batu besar yang menyegel pahlawan, dan bebatuan bekas bangunan juga masih berserakan diatas tanah ini.


Dinding bukit yang hancur serta beberapa bagian tanah berlubang yang besar, menjadi saksi dari pertempuran yang terjadi antara kedua orang yang luar biasa kuatnya.


A/N : Jasper dan Altares Larden


"Kenapa disini banyak sekali lubang dan bukit yang hancur?" Tanya Yun-Yun dengan mata yang terbuka lebar-lebar melihat sekitarnya.


"Ya.. Sebelumnya aku juga sempat heran, tapi yang pasti Guru Altares sudah bertarung dengan seseorang." Balas Warlen yang melihat kearah batu besar itu dengan rasa waspada.


"Ada apa, Warlen?" Tanya Nerine yang cemas melihat batu besar itu.


"Kami berdua merasakan hawa seseorang yang sangat kami kenal." Jawab Zarin dengan raut wajah yang marah menatap batu besar itu.


Nampak sekali Yun-Yun sangat terkejut setelah melihat kesekitar batu besar itu. Dia dikejutkan dengan pandangan matanya yang melihat sesosok pria berzirah lengkap dan rambut yang berwarna merah, sedang duduk didepan batu itu.


Clap! Clap! Clap! Suara tepuk tangan dari pria merah itu sambil berucap. "Lama tidak berjumpa, Warlen, Zarin." Tegurnya sambil berjalan pelan kearah mereka berlima.


"Dua pedang api ditangannya dan aura yang berapi-api itu.... JASPER!!!" Teriak Nerine dengan rasa marah yang tak bisa dibendung lagi.


Garm yang sudah menyadari hal itu langsung mengeluarkan senjata suci yang terbentuk dari element es miliknya sendiri. "Skadi's Holy Bow." Ucap Garm yang memunculkan busur panjang berwarna biru dan terbuat dari es.


...Jasper Viuz Eirini...



"Ooh! Ternyata ada kekasih dari Putraku. Lama tak berjumpa Clidia Nerine." Balas Jasper sambil membungkukkan badannya seakan memberi hormat dengan rasa menghina.


"Dan satu lagi, mantan Pemanah Pembunuh Es dari Hutan Efriot, Dielnor Garm Efriot." Lanjut Jasper sambil menatap kearah Garm dengan rasa mengejeknya.


Seketika itu juga Yun-Yun langsung sontak menyadari kalau orang yang bertarung dengan ayahnya adalah Jasper, Cursed Hero.


Yun-Yun yang marah langsung maju kedepan dengan pedang suci wyvern berwarna biru miliknya. Dia menerjang melewati kelompoknya dengan air mata yang membasahi pipinya.


Namun Yun-Yun terhenti ditengah-tengah sebab dia melihat Warlen dan Garm yang sudah terlebih dulu menerjang kearah Jasper.


Dengan perasaan marah, dendam, kecewa, dan kebencian yang terlukis dimatanya. Warlen mengangkat senjatanya yang terbentuk dari Guardiannya sekaligus adiknya sendiri, Zarin Lilith Eirini.


"Cursed Black Sytche of Death." Ucap Warlen yang kemudian menerjang kearahnya. Dia menyerang menghunuskan ujung senjatanya yang tajam pada ayahnya sendiri, Jasper Viuz Eirini.


Dengan kecepatan pergerakannya, hanya dalam satu kedipan mata. Dia sudah berada tepat dihadapan ayahnya dan mulai mengayunkan senjatanya.


TRANG! Jasper menghalau serangan Warlen yang cepat tanpa kesulitan dengan kedua pedangnya.


"Apakah ini adalah caramu memberikan kasih sayang pada ayahmu sendiri, Warlen?" Tanya Jasper menatap tajam Warlen.


Warlen yang mendengar pertanyaan itu, nampaknya tidak perduli dan terus-menerus mengayunkan sabit besar yang digenggamnya dengan cepat tanpa henti.

__ADS_1


TRANG! TRANG! TRANG! TRANG! TRANG!


Jasper yang merasa adanya celah untuk menyerang balik langsung mengambil kesempatan yang ada didepan matanya.


Dia membalikkan ujung pedang yang berada ditangan kanannya dan mulai menghunuskan gagang pedangnya kearah tubuh Warlen.


BUAGH!!! Jasper berhasil memukul Warlen dengan gagang pedangnya, sampai-sampai Warlen terhempas sangat jauh dan membentur dinding bukit hingga hancur. BLARR!!


Garm yang melihat banyaknya celah untuk melepaskan anak panahnya langsung mencari posisi yang tepat untuk menembak Jasper dari kejauhan.


Dengan anak panahnya yang terbentuk dari es menyerupai Claymore kecil bersuhu dingin ditangan kanannya. "Endotia Sonido."


Dia mulai berlarian dengan cepat kesegala arah, melompat, membidik titik vital Jasper dan menembakkan anak panahnya miliknya dengan cepat.


Woosh! Woosh! Woosh! Woosh! Woosh!


Namun dengan cepat Jasper menangkis semua panah itu dengan kedua pedang ditangannya, dan kemudian dia mulai melesat kearah Garm dengan kecepatan tinggi.


Wush! Tak butuh lebih dari satu kedipan mata Jasper sudah berada tepat dihadapan Garm yang jaraknya tak terlalu jauh dari dirinya.


"Checkmate." Ucap Jasper yang tiba-tiba saja sudah mengayunkan kedua pedangnya untuk memotong kepala Garm.


Tak disangka-sangka Garm malah tersenyum lebar disituasi yang membahayakan nyawanya sendiri pada saat itu.


JRASH!!! Mendadak ada sebuah sabit hitam besar yang sudah menusuk perut Jasper dan kemudian menghempaskan dirinya ke bukit dibelakangnya sampai hancur. BLAR!!


"Apakah hanya ini saja?" Ucap Warlen yang ternyata tidak terluka sama sekali sambil menatap kearah Jasper tajam.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Garm dengan matanya yang kagum menatap Warlen.


"Ya.. Terima kasih sudah percaya padaku." Balas Warlen sambil terus menatap kedepan.


"Baiklah.. Ayo." Balas Garm yang kemudian mulai melesat menerjang kearah Jasper.


"Ya." Jawab Warlen singkat sambil mengikuti Garm.


'Kakak! Hati-Hati!' Ucap Zarin dalam benak Warlen.


'Ya.. Tenang saja.' Balas Warlen dalam benaknya.


Nerine yang pada saat itu juga memiliki rasa dendam pada Jasper dan mencemaskan nyawa dari kedua orang rekannya, membuatnya turut menerjang untuk ikut membantu mereka.


Bersamaan dengan itu Yun-Yun yang sebelumnya dikejutkan dengan tindakan Warlen dan Garm, mulai melangkahkan kakinya untuk membantu mereka berempat.


Namun sayang, tiba-tiba saja dari atas langit turun seorang wanita yang membawa sebuah pedang besar ditangan kanannya. Wanita itu langsung duduk dihadapan mereka berdua sambil berucap.


"Sudah lama sekali aku tak melihat ras campuran seperti kalian." Ucap Wanita itu dengan mata yang berkeliling.


"Dielnor Garm, keturunan kedelapan dari Pahlawan Elf Efriot dan manusia. Clidia Nerine, keturunan kesembilan dari diriku sendiri." Ucapnya sambil menatap mereka berdua tersenyum jahat.


"Putra-Putri dari Jasper dan Lilith. Warlen dan sabit hitammu, Zarin. Lama tak berjumpa dengan kalian berdua." Lanjutnya itu sambil menatap kearah Warlen dan sabitnya.


"Oh.. satu lagi. Gadis kecil yang disana... Yun-Yun seorang Dwarf pembuat senjata suci sekaligus keturunan pahlawan dan manusia. Kau mencari ayahmu? Karena aku orang yang baik hati. Aku membawakanmu buku miliknya. Maaf ya. Hanya ini yang tersisa darinya." Ucapnya sambil melemparkan buku milik Altares kearah Yun-Yun.


Nampak langkah kaki mereka semua terhenti dan juga terkejut melihat kehadiran serta mendengar perkataan wanita itu, mata mereka terbuka lebar-lebar tertuju pada dirinya seorang.


"Maaf.. Aku lupa memperkenalkan diriku. Cursed Hero kedua, Rize Griffith Eirini. Siap untuk membunuh kalian semua." Ucap Rize sambil memanggil beberapa pasukan Jendral milik Lucifer.


...Rize Griffith Eirini...



END


____________________________________________


Pesan Penulis :


Maaf kalau agak sedikit lambat updatenya.

__ADS_1


__ADS_2