
...•Malam Hari•...
...Kota Zealos...
...[Gerbang Selatan]...
Nuansa malam yang cukup tenang, terlihat bulan purnama dan bintang-bintang yang bersinar terang, namun diatas jembatan selatan gerbang Kerajaan Zealos, ada dua pasang sosok pria dan wanita yang saling bertatapan dengan ekspresi kemarahan.
"Dimana Valkyrie?" tanya Helena kepada Audelia sambil menggenggam erat busur panahnya, kemudian Audelia menunjuk kearah potongan kepala dengan warna rambut silver yang ada dipeluk oleh Freya.
"Jadi... begitu..." jawab Helena setelah melihat potongan kepala itu, dengan ekspresi wajah yang tenang.
"Dimana Garm juga Orland, dan Pahlawan kesepuluh itu.." tanya Helena sambil menarik nafasnya dalam-dalam.
"Garm sedang pergi ketempat Warlen yang saat ini sedang berada di Reruntuhan Larden Atas... Jika dia selamat sampai disana, maka seharusnya tengah malam nanti dia akan tiba disini, kami semua mengulur waktu untuk dirinya, awalnya kami berencana untuk menyelamatkanmu secara diam-diam, tapi semuanya berubah... setelah kami bertemu dengan Jorgan" jelas Audelia.
"Apakah Garm tidak menggunakan sihir telepatinya?" tanya Helena.
"Dia tidak bisa menggunakannya jika jaraknya melebihi sepuluh kilometer" jawab Audelia sambil berusaha untuk berdiri disebelah Helena.
"Kau tidak menjawab pertanyaanku tentang Orland, aku mengerti keadaannya sekarang." Jawab Helena sambil melihat Audelia yang berdiri kembali dengan cemas, "Sebaiknya kau beristirahat saja... aku lebih kuat dari apa yang kau pikirkan" saran Helena ke Audelia.
"Maaf, aku tidak bisa berdiam diri" tegas Audelia sambil merapalkan beberapa mantra,
'Sepertnya dia memaksakan dirinya, jika terus begini dia juga akan mati. Akan tetapi...' kata batin Helena yang mencemaskan sikap Audelia, "Senang bertemu denganmu Tuan Putri Audelia" ucap Helena sambil tersenyum.
"Senang bertemu denganmu Tuan Putri Helena, dan saat ini aku bukanlah seorang Putri." jelas Audelia
"Tidak-tidak, kau lebih cocok dipanggil seorang Putri, dan juga saat ini aku juga bukanlah seorang Putri lagi." balas Helena.
"Nanti kita bicarakan setelah mengurus bedebah ini" ucap Audelia sambil menatap kearah Jorgan yang sedang mengamati tong-tong yang mengeluarkan darah itu.
'Jadi begitu... mereka beripikir aku tidak akan menyerang kerajaan ini selama seratus tahun kedepan, alasan yang cukup kuno.' kata Jorgan dalam hatinya, "Hm... bawa semuanya gerobaknya kesini." perintah Jorgan kepada prajurit itu.
Terlihat para prajurit itu membawakan seluruh gerobak dorong yang ada disana, gruduk! gruduk! gruduk! bunyi dari roda gerobak yang ber**putar.
"Maaf, urusanku sudah selesai." ucap Jorgan sambil menatap Helena dan Audelia, kemudian Jorgan membuat sebuah portal berwarna hitam untuk berpindah tempat. Zwung! suara dari Portal yang dibuat oleh Jorgan.
Fiery Souls!
Helena membuat lingkaran sihir api yang berada diudara sebagai pijakan kakinya.
Speed of Wind!
Helena membuat pusaran angin bertekanan tinggi dikakinya,
Eagle's Eyes!
Helena meningkatkan jarak pandangnya sejauh satu setengah kilometer kedepan.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk pergi dari sini.." ucap Helena sambil menembakkan anak panahnya kearah Jorgan. Wooosh! suara dari anak panah yang melesat.
Jorgan yang melihat anak panah itu melesat kearahnya dengan cepat langsung menangkap anak panah itu dengan tangan kanannya, Catch! Kemudian dia berkata 'Oxiomus' dan tepat diujung anak panah itu muncul tekanan angin dan serpihan permata kecil, setelahnya dia mengayunkan kembali anak panah itu kearah Helena dengan cepat. Bum! suara dari lemparan Jorgan.
'Gospel of Wind and Fire' Helena membuat sebuah perisai sihir dari angin dan api, nampak anak panah yang dilemparkan oleh Jorgan hancur setelah menabrak perisai milih Helena.
'Ballista Stance' Helena mengencangkan posisi kaki kanannya setengah kebelakang, lalu kaki kirinya yang ada depannya sebagai beban, menempatkan tumpuan tubuhnya pada pinggangnya, dan kuasa penuh ada pada tangan kirinya yang memegang busur secara horizontal
Helena menarik tali busurnya sampai ke dadanya dengan tangan kanannya,
__ADS_1
kemudian muncul tiga buah anak panah yang berwarna hijau menyala diantara sela-sela jarinya.
"Aku akan maju kesana..." ucap Audelia menatap Jorgan dengan tajam, Ziror! Zan Fury! lalu Audelia memposisikan dirinya untuk melompat kearah Jorgan.
'Hm.. anak panah itu tidak cukup kuat menahan tekanan 'Oxiomus' , ya... anak panah itu hancur sebelum menabrak perisainya.' pikir Jorgan, sambil memperhatikan Helena dan Audelia.
"PEMBERONTAK! TANGKAP PEMBERONTAK ITU!" teriak dari salah satu Prajurit Zealos sambil menunjuk Audelia.
Nampak banyak sekali Prajurit Zealos lengkap dengan persenjataanya yang berkumpul didepan gerbang selatan dan mulai menyerbu kearah Helena dan Audelia. DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! Bunyi dari langkah kaki para prajurit yang menyerang.
Jorgan hanya menatap prajurit itu, kemudian dia membuat banyak portal dimasing-masing gerobak yang membawa tong berisikan daging dan darah manusia itu. Zwung! Zwung! suara dari portal-portal yang dimunculkan oleh Jorgan, dan portal-portal itu mulai bergerak kearah gerobak untuk memindahkannya.
"Sepertinya mereka tidak ragu untuk menangkapmu, Tuan Putri.." ucap Helena yang masih menarik busurnya.
"Aku akan urus mereka, kau fokus saja pada Jorgan" balas Audelia, 'Maafkan aku Miresk, mungkin ini nyawa yang kau berikan.... tapi' kata batin Audelia.
"Tidak... pergilah dari sini, keadaan semakin memburuk, aku yang akan urus sisanya, cepat bawa Ibuku dan Miresk menjauh dari sini!" balas Helena kemudian,
Krt! suara dari lekungan busur Helena.
Shot! suara dari tembakan Helena.
Woosh! suara dari dua anak panah Helena yang melesat kearah pasukan itu, yang kemudian secara tiba-tiba anak panah itu menghilang.
CRAT! CRAT! CRAT! CRAT! Terdengar suara seperti anak panah yang menembus tubuh dari para pasukan prajurit itu, dan meninggalkan lubang seukuran jarum ditubuh pasukan itu.
Para pasukan mulai kebingungan dengan serangan yang Helena lancarkan, mereka benar-benar merasa ada sesuatu yang salah dengan tubuh mereka, mereka menyentuh seluruh baju zirah mereka, tapi tidak menemukan apa-apa.
Dan tiba-tiba saja tubuh dari salah satu pasukan prajurit itu terbakar, BLAR! Suara dari api yang menyala ditubuh prajurit itu, kemudian terdengar suara-suara api yang mulai membakar para prajurit itu.
Audelia nampak terkejut melihat itu, "Apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Audelia melihat Helena.
"Aku hanya memecah kedua panahku menjadi seratus bagian potongan kecil seukuran jarum, dan memasukan api yang sangat padat pada jarum itu dan mendorong jarum-jarum itu dengan anginku" jelas Helena pada Audelia.
'Dua? Apa!? Jari kelingking dan jari telunjuknya... Hebat...' kata batin Audelia sambil mengamati jari tangan Helena yang masih memegang salah satu anak panahnya.
"Ya, aku menarik tali busurku dengan kedua jari itu" Jelas Helena pada Audelia kemudian dia mulai menarik tali busurnya lagi, 'Kuharap serangan kali ini berhasil, jika tidak...' kata batin Helena yang memperhatikan busurnya.
Nampak Jorgan memperhatikan para prajurit yang mulai terbakar satu persatu, 'Begitu ya, memecah anak panah dengan inti sihir, menggunakan element api pada pecahannya, dan mendorong pecahan itu dengan element angin, kau... sangat berbakat' kata batin Jorgan yang kemudian mulai melangkah kearah portal miliknya.
Nampak dari kejauhan Helena sudah tidak berada di samping Audelia, Jorgan yang menyadari itu sontak langsung melihat kearah langit, benar saja, terlihat Helena sudah berdiri diudara diatas lingkaran sihir apinya dan bersiap menembakan anak panah miliknya kearah Jorgan.
*Pict From Google......
......Dota 2 Windranger*......
'Arrow Of Artemis' ucap Helena, kemudian Wooosh! terdengar anak panah milik Helena yang melesat dengan cepat kearah Jorgan, tembakannya sangat kuat, ada pusaran angin bertekanan tinggi yang mengekor pada anak panah itu, juga ditengah-tengah anak panah yang berwarna hijau itu ada api yang menyala.
Sepertinya Jorgan mendengar perintah dari Lucifer dikepalanya, setelah itu terlihat Jorgan mengubah raut wajahnya dan tersenyum, 'Ozmantha' ucap Jorgan lalu seluruh tubuhnya dari kepala sampai kakinya dikelilingi oleh permata berwarna putih yang kemudian menghitam dan memerah seperti api, tekanan disekitarnya berubah.
Swing! terdengar Jorgan mengayunkan tombaknya, dan tiba-tiba muncul tekanan angin yang sangat kuat setelah tombak itu di ayunkan, tekanannya bahkan membuat anak panah yang sudah ditembakkan oleh Helena seakan terhalang dengan tekanan angin itu sehingga anak panahnya terhempas kelangit dan meledak dengan kekuatan yang sangat dahsyat diudara.
BOOOOOOM! Suara dari ledakan anak panah milik Helena yang dihempaskan kelangit dan meledak dengan sangat dahsyat, seperti bom atom sampai-sampai ledakannya menerangi hampir seluruh Kerajaan Zealos sesaat, dan asapnya hampir memenuhi seluruh langit.
"Ooh.. jadi itu kekuatan dari Busur suci milik Artemis, sudah berapa kali kau menggunakannya?" tanya Jorgan yang sambil menatap kearah Helena yang sudah kelelahan untuk berdiri di udara.
Terlihat Helena sudah dalam posisi merangkak, seluruh tubuhnya lelah, keringatnya bercucuran diwajahnya, nafasnya terengah-engah, dia menggenggam dan memperhatikan busurnya dengan cemas.
__ADS_1
'Tidak.. mungkin, dia menghempaskan anak panah dan juga sihir suci hanya dalam sekali ayunan tombaknya, ini gila..' kata batin Helena sambil menatap tajam kearah Jorgan, 'apa.. Apa Itu!?' kata batinnya yang terkejut.
'Apa itu!? apa dia berencana membinasakan Kerajaan Zealos!?' kata batin Audelia yang terkejut melihat ledakan itu sambil memperhatikan Helena, 'Tunggu.. Busurnya... Busurnya hancur!?' kata batin Audelia.
Crack! Crack! bunyi serpihan-serpihan yang berjatuhan dari busur Helena yang mulai retak sedikit-demi-sedikit.
GROAAAAA!!!! Tekanan hawa membunuh yang sangat kuat dari tempat Jorgan berdiri, Tremble! Tremble! tanah yang ada diantara mereka terasa seperti beguncang.
Didalam Kota Zealos Selatan juga banyak prajurit yang berlarian karena mengira ini gempa bumi.
"Tekanan apa ini!? rasanya kulitku seperti disobek-sobek..." kata Audelia dalam hatinya, "A-apa... itu...." ucap Audelia setelah melihat kearah Jorgan.
Nampak Freya mulai sadar dan sedikit-demi-sedikit dia membuka mata, kemudian dia terkejut karena melihat Jorgan sudah bertransformasi penuh kewujud iblisnya.
'Tidak... mungkin.. kami pasti mati..' kata batin Freya yang merasakan tekanan dari udara yang dilepaskan Jorgan
"Maaf.. jika aku akan bertindak sedikit kasar" ucap Jorgan dengan nada yang mengerikan.
...Pict From Google...
"Hundo!" ucap Jorgan, kemudian dia menancapkan tombaknya ketanah JLEB! dan dia melesat kearah Helena dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Helena terkejut melihat Jorgan yang sudah berada tepat didepannya dalam sekejap mata, 'Jaraknya sekitar delapan ratus meter, dan bahkan dia sudah berada disini dalam waktu yang sangat singkat' pikir Helena, "Mons-" belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya dia terkena tendangan tepat dipunggungnya.
DUAGH! bunyi dari tendangan yang mengenai punggungnya, yang kemudian dia terhempas jatuh kebawah dengan sangat keras BUM! , terlihat Helena sudah tak sadarkan diri setelah membentur tanah.
"Pertama" ucap Jorgan yang melihat Helena tak sadarkan diri.
"Kedua" ucap Jorgan sambil menatap Audelia.
Nampak Audelia sangat takut saat Jorgan menatapnya, dan kemudian "Hundo!" ucap Jorgan sekali lagi, kemudian secara tiba-tiba Jorgan sudah berada tepat dihadapan Audelia.
BUAGH! Suara dari pukulan telak diperut Audelia, nampak Audelia memuntahkan darah, kemudian Jorgan memutar kepalan tangannya yang memukul Audelia, BUM! suara ledakan tekanan udara yang keluar dari sekitar tubuh Audelia yang membuatnya tak sadarkan diri, Bruk! bunyi tubuh Audelia yang terjatuh.
"K****etiga" ucap Jorgan sambil menatap Freya, kemudian "Hundo!" dan sekali lagi Jorgan secara tiba-tiba sudah berada tepat dihadapan Freya.
"Skadi!" terdengar suara seseorang berambut hitam ponytail berpony dari langit, "Endotia!" muncul sebuah anak panah berbentuk pedang yang dilesatkan oleh orang itu, Wooosh! suara lesatan dari anak panah orang itu kearah Jorgan.
Jorgan yang sedikit lengah karena serangan yang mendadak itu pun terkena serangannya,
CRASH! bunyi dari anak panah yang berbentuk es itu pecah mengenai baju zirah sebelah kiri milik Jorgan, serangan Jorgan meleset dan membentur bebatuan disamping Freya.
Freya yang sempat melihat anak panah itupun terkejut, 'SERANGAN INI!? GARM!?' kata batin Freya, kemudian melihat kearah langit, dan terlihat Garm sedang melesat kearah Freya menggunakan sihir miliknya.
'Itu berar-' belum sempat Freya menyimpulkan, Jorgan sudah bersiap untuk memukulnya lagi? "DASAR SIALAN!" ucap Jorgan yang melancarkan serangannya lagi.
Freya merasa kali ini dirinya akan mati, dia melihat secara perlahan kepalan tangan dari Jorgan yang mulai mendekati wajahnya, namun tiba-tiba BUAGH! Terdengar suara pukulan yang mengenai zirah kepala bagian kanan Jorgan, yang membuatnya terhempas sangat jauh.
"Wa-warlen... a-apakah.. itu.. benar-benar dirimu.." ucap Freya dengan perasaan takjub dan perasaan bingung.
"Ya.." jawabku. (Warlen)
Terlihat Warlen menyimpan sayapnya, dan mulai berkata "Maaf.. aku terlambat" ucap Warlen sambil menatap Freya.
_____________________________________________
Pesan Penullis :
__ADS_1
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih