Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 38 : Tujuan Nerine


__ADS_3

Beberapa saat setelahnya. . .


...Masih ditempat jantung Chardybis....


"Yun-Yun.. Kenapa kau bisa ada disini??" Tanya Nerine bingung.


"A-A-Aku lupa..." Jawab Yun-Yun yang menangis.


Nerine #Facepalm mendengar jawaban Yun-Yun. Setelahnya mereka berdua mulai berbagi informasi satu sama lain.


"Jadi maksudmu ada hal yang aneh didalam sini?" Tanya Nerine sambil menunjuk ke jantung Chardybis yang berukuran kecil.


"S-S-Sepertinya begitu." Jawab Yun-Yun sambil melirik dari belakang tubuh Nerine.


Nerine menghunuskan pedangnya untuk membelah jantung yang berukuran kecil itu. JRASH!


Nampak dari jantung itu keluar sebuah bola hitam pekat sebesar bola basket. Brug!


"Ah! Ini dia!" Ucap Yun-Yun yang kegirangan berlari mengambil bola itu.


Nampak Nerine menatap Yun-Yun jengkel. "Jadi maksudmu.. Kau kesini hanya untuk mengambil bola itu?" Tanya Nerine.


"T-Tidak..." Balas Yun-Yun panik.


"Terserah deh.. Dasar kau ini.. Tidak pernah berubah sejak dulu.." Ucap Nerine sambil memperhatikan sekitarnya.


"Jadi.. Dimana jantung yang asli?" Tanya Nerine.


"S-Sepertinya ada disana." Balas Yun-Yun yang menunjuk jantung Chardybis yang berukuran besar sebesar mobil.


JRASH! Nerine kembali membelah jantung Chardybis itu. Alih-Alih berhasil mereka malah dikejutkan oleh terowongan yang mengarah kesebuah tempat yang luas seperti lapangan.


"Kau.. salah ya..?" Tanya Nerine jengkel.


"S-Sepertinya begitu." Jawab Yun-Yun takut.


"Baiklah.. Belah saja semuanya." Balas Nerine.


JRASH! JRASH! JRASH! JRASH! JRASH! Nerine membelah semua jantung yang dilihatnya.


"Ternyata tak ada apapun disini." Ucap Nerine setelah membelah semua jantung itu.


"Ayo.." Ucap Nerine sambil menggandeng tangan Yun-Yun menuju tempat yang luas itu.


"Tidak mau!" Bentak Yun-Yun sambil melepaskan gandengannya.


Nerine nampak terkejut dengan sikap Yun-Yun.


"Kenapa? Kau takut?" Tanya Nerine.


"B-Bukan begitu!" Jawab Yun-Yun kesal.


"Disana ada Leviathan." Lanjut Yun-Yun.


Nerine benar-benar terkejut mendengar perkataan Yun-Yun. Namun Nerine tidak bisa tinggal terlalu lama ditempat itu Audelia, Azgul dan Helena sedang bertarung dipertarungannya masing-masing.


"Maaf. Aku akan tetap pergi." Jawab Nerine sambil berjalan ketempat luas itu.


Nampak Yun-Yun yang merasa takut menggenggam kecil pakaian dari Nerine dan mengikutinya.


Beberapa saat kemudian. . .


Tempatnya besar sebesar auditorium. Dinding dan lantainya seperti kulit pucat yang berkerut berlendir, ditengah-tengahnya ada lubang yang muat dimasuki mobil.


"Tempat apa ini? Tidak ada siapapun disini." Ucap Nerine sambil melihat sekelilingnya dan kemudian menatap Yun-Yun.


Nampak Nerine membuka mata sebelah kirinya yang tertutupi itu dan memperhatikan sekitar lalu menutupnya lagi.


"S-Sepertinya iya." Balas Yun-Yun takut.


'Haaaah~ Sepertinya akan merepotkan.' Ucap benak Nerine yang menatap Yun-Yun.


"Aku ingin buat perjanjian denganmu." Ucap Nerine sambil menunjuknya. "Aku akan mengeluarkanmu dari sini, jika kau membuatkan senjata suci untuk dua rekanku." Lanjut Nerine.


"T-T-Tapikan... kita belum mengetahui jalan keluarnya." Balas Yun-Yun cemas.


"Itu disana... kita akan keluar dari sana. Aku sempat melihat ada air laut yang masuk dari dalam sana." Jawab Nerine sambil menunjuk kearah lubang itu.


"Da-Dari mana kau bisa tahu?" Tanya Yun-Yun yang bingung.


"Sudahlah.. Kau mau keluar atau tidak?" Tanya Nerine kesal.


"B-Baiklah..." Balas Yun-Yun sambil melihat bola hitam ditangannya.


"A-Ayo..." Lanjut Yun-Yun menarik tangan Nerine.


Namun Nerine belum ingin pergi dari tempat itu dan menunggu Azgul juga Audelia. "Tidak bisa kalau sekarang. Aku akan menunggu disini." Ucap Nerine kemudian menarik Yun-Yun. "Kau juga harus disini." Lanjut Nerine sambil menatapnya, kemudian duduk.


Nampak Yun-Yun mulai mengeluarkan air mata.


"Hwaaa~ Kau kejam! Hwaaaa~" Ucap Yun-Yun yang menangis dihadapan Nerine sambil memukul-mukul Nerine dengan bola hitam itu. Bug! Bug! Bug! Bug!


'Ya ampun.. Buk! Kenapa harus.. Buk! Aku yang.. Buk! Bertemu.. Buk! ' Belum selesai Nerine berpikir dia malah jadi kesal wajahnya dipukul terus.


"DIAMLAH BRENGSEK!" Ucap Nerine kemudian. 'Ah.. Aku kelepasan...' Pikir Nerine sambil menatap Yun-Yun yang menangis lebih kencang.


"HWAAA~ BRENGSEK~ HWAAA~" Ucap Yun-Yun yang menangis sambil berlari memutari Nerine terus-menerus.


Beberapa saat kemudian. . .


Nampak Yun-Yun tertidur dipangkuan Nerine sambil memeluk bola hitam itu.


'Walaupun umurnya sudah sangat tua, namun dia ini masih kecil. Berlarian mengitariku lalu pusing dan pingsan. Dasar bodoh.' Ucap Nerine dalam benaknya sambil menunggu Azgul dan Audelia.


'Tapi kenapa dia bilang ada Leviathan disini?' Ucap benak Nerine menatap Yun-Yun bingung.


"Walaupun dia muncul.. Aku bisa mengalahkannya dengan mudah.. Lagipula dia bukan jendral iblis yang kuat seperti yang dikatakan orang-orang.. Mungkin mata pemberian Warlen ini akan kugunakan." Ucap Nerine kecil sambil melihat kearah lubang itu.


Sementara itu ditempat Audelia.


Nampak Audelia berlari menerobos monster-monster yang menghadangnya dengan lihai dia terus menghindari serangan demi serangan yang diarahkan padanya.

__ADS_1


'Kalau begini aku tidak akan sampai tepat waktu, Azgul. Jangan mati!' Ucap Audelia dalam benaknya.


"ZIROR! ZAN FURY!" Teriak Audelia yang menambah kecepatan berlarinya secara drastis.


Beberapa saat kemudian. . .


Tak butuh waktu lama bagi Audelia sampai ditempat pertarungan Azgul dan Quendin.


Sesampainya disana Audelia dikejutkan dengan serigala raksaksa yang sudah mengoyak-ngoyak tubuh Quendin dengan cakarnya yang tajam.


"Az-Azgul!?" Ucap Audelia yang terkejut melihatnya.


Disekitar tempat Azgul juga terlihat banyak sekali mayat dari Gafang's-man yang sudah hancur lebur.


Azgul yang terekejut mendengar suara Audelia langsung menatapnya.


"A-Apa yang kau lakukan disini, Nona Kecil ?!" Ucap Azgul yang terkejut.


"Jadi.. Kau selamat, Azgul!!" Ucap Audelia sambil berlari kearah Azgul dan memeluk hidung Azgul yang besar itu.


"K-K-Kau tidak takut padaku?" Tanya Azgul yang terkejut dengan sikap Audelia.


"Kau lembut sekali." Jawab Audelia sambil mengusap-usal kepalanya di hidung Azgul.


Mendengar perkataan Audelia. Azgul merasa sangat lega kekhawatiran yang sebelumnya menghantui perasaannya kini seakan memudar.


"Kenapa kau bisa sebesar ini, Azgul? Tapi aku suka dengan penamplanmu dalam wujud apapun!" Ucap Audelia sambil mengusap-usap kepalanya.


Usap-usap Usap usap Usap-usap. . . Kepala Audelia.


Kibas-kibas Kibas-kibas Kibas-kibas. . . Buntut Azgul.


'Sampai kapan dia mau mengelus-ngelus kepalanya dihidungku?' Tanya Azgul dalam benaknya sambil tersenyum.


"Kita harus pergi sekarang Azgul.. Nerine terjebak diruang jantung Chardybis sekarang. Bisakah kau mengecilkan tubuhmu?" Tanya Audelia pada Azgul.


Azgul menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu cara untuk mengecilkan tubuhku." Ucap Azgul.


Audelia sangat terkejut mendengar perkataan Azgul dan menatapnya cemberut. "Apa maksudmu? Jangan bercanda denganku, Azgul." Ucap Audelia.


"Aku meminjam kemampuan dari dewa yang menjadi pelindungku, Fenrir. Hanya saja aku tidak mengerti cara menonaktifkannya dan mungkin kepribadianku akan berubah dalam dua hari." Jawab Azgul sambil berbaring tengkurap seperti hewan yang sedang santai.


"Itu tidak penting.. sekarang, apakah ada cara lain untuk mengecilkan tubuhmu? Kakek Azgul?" Tanya Audelia cemberut.


"K-K-Kakek?" Tanya Azgul terkejut.


"Cara bicaramu seperti orang tua, nona kecil-nona kecil. Aku lebih suka dipanggil Audelia!" Bentak Audelia pada Azgul.


"B-B-Baiklah.. A-A-Audelia." Balas Azgul #Sweatdrop.


"Jadi apakah ada caranya?" Tanya Audelia cemberut.


Beberapa saat kemudian. . .


Azgul menceritakan kisahnya ke Audelia, dikala dia bertemu dengan penyelamat pertamanya, Warlen.


"A-A-Apa!? Warlen sekuat itu!?" Tanya Audelia terkejut.


"Ya... Dia juga orang yang menemukan dan mematahkan taring gigiku saat dalam bentuk ini." Ucap Azgul sambil gemetar trauma.


"Kakek! Aku akan mencobanya!" Balas Audelia semangat.


"B-Baiklah.." Jawab Azgul yang panik seraya memiliki perasaan yang sama saat Warlen mematahkan taringnya dulu.


Beberapa saat kemudian. . .


Nampak terlihat Azgul dengan tubuh besarnya seperti seekor serigala kecil yang menurut pada tuannya. Dia berbaring tengkurap dengan perasaan trauma.


Seusai Audelia menyiapkan beberapa sihirnya. Dia mengambil kuda-kuda untuk menyerang taring Azgul, dengan begitu maka tubuh Azgul akan kembali seperti semula.


"Purple Rapier's Thrust!" Ucap Audelia yang kemudian melesat kearah taring Azgul.


Nampak Azgul malah menghindari serangan Audelia dengan melompat.


'Eh.. kok aku malah lompat!?' Ucap Azgul dalam benaknya.


"KAKEK! KENAPA KAU MELOMPAT!?" Teriak Audelia yang kesal.


"A-Aku tidak tau..." Ucap Azgul yang panik. 'Mungkin ini semua karena trauma yang kurasakan.' Ucap benak Azgul, kemudian DRAP! menyentuh tanah.


"Jangan menghindar lagi!" Bentak Audelia.


Nampak Azgul sendiri sebenarnya tidak ingin menghindarinya, namun tubuhnya terus-menerus mengingat rasa sakit saat gigi taringnya dipatahkan Warlen.


Audelia terus menerus menyerang gigi taring Azgul dan Azgul terus menerus menghindari serangan Audelia.


Beberapa saat kemudian. . .


TRANG! Nampak ada taring yang terlepas dari gigi Azgul. Pluk! Bunyi dari taring yang jatuh dan Azgul mengaum sekeras-kerasnya karena rasa sakit yang luar biasa.


"BERHASIL!!!" Teriak Audelia yang girang sambil melompat-lompat.


Nampak Azgul belum kembali seperti semula. Kegembiraan Audelia berubah panik saat menatap gigi yang seharusnya dia patahkan masih terhubung kuat dengan gusi Azgul.


"Eh.. Kenapa aku belum berubah!?" Ucap Azgul dengan gusi yang berdarah, kemudian menyadari kejanggalan setelah melihat wajah Audelia yang panik melongo.


"Ada apa?" Tanya Azgul cemas.


"T-Tidak.. Sepertinya aku salah mematahkan.. Hehe~ Kita coba lagi ya, Kakek." Jawab Audelia sambil mengelus kepalanya dan menjulurkan lidahnya lalu berkedip imut kearah Azgul.


Nampak Azgul yang terkena shock terapy mendengar jawaban Audelia langsung tak sadarkan diri.


Beberapa jam kemudian. . .


Nampak Azgul sudah dalam wujud kecilnya sambil mengelus-ngelus mulutnya yang panjang serta luka-luka yang diterimanya kembali normal.


Terlihat Audelia yang senang sedang memeluk dan mengelus patahan taring besar milik Azgul. Mereka berdua sedang berjalan ketempat Nerine.


'Rasanya sakit sekali..' Ucap Azgul dalam benaknya sambil melihat sekitarnya. "Kau menghabisi mereka seorang diri?" Tanya Azgul yang melihat banyak sekali mayat dari Gafang's-man.


"Tidak... Sebelumnya aku hanya melewati tempat ini tanpa menghabisi mereka." Jawab Audelia yang menyadari ada sesuatu yang salah.

__ADS_1


Mereka berdua berlari secepat mungkin, ditengah jalan mereka menyadari ada percikan-percikan listrik ungu yang menjalar hingga ketempat mereka dari tempat Nerine.


Mereka menyadari saat ini Nerine sedang bertarung dengan seseorang yang kuat. Sampai-sampai tekanan udara disekitar mereka berdua benar-benar kuat.


'Tak salah lagi, tekanan ini. Nerine!? Tapi kenapa tekanan miliknya jauh lebih kuat dari punyaku?' Tanya Azgul dalam benaknya kemudian "Agni's Transform!" Ucap Azgul yang kemudian berlari dengan kecepatan tinggi.


Audelia juga merasa ada yang janggal ditempat Nerine ikut menggunakan kekuatannya untuk mengejar Azgul sambil memeluk taring besar itu. "Ziror! Zan F-ury!" Ucap Audelia yang kemudian ikut menyusul Azgul.


Beberapa saat kemudian. . .


Sesampainya ditempat Nerine, mereka berdua malah menemukan ada salah satu Jendral Iblis yang sudah terbelah dua dan hangus karena sengatan listrik. Mereka berdua tak percaya Nerine yang sudah membunuh dan melawan Leviathan seorang diri.


Nampak Nerine yang menyadari kedatangan mereka berdua langsung cepat-cepat menutup mata sebelah kirinya dan menyapa mereka.


"Yo~ Azgul dan... Cebol meresahkan." Sapa Nerine sambil menunjuk kearah Audelia.


Audelia kesal dengan sebutan itu, namun dia malah dikejutkan dengan sesosok bocah kecil yang bersembunyi dibelakang salah satu organ tubuh Chardybis.


Azgul yang mengetahui bocah ini langsung saja berteriak terkejut. "Yun-Yun!? Sedang apa kau disini!?" Tanya Azgul yang bingung.


Nampak Audelia yang terkejut langsung berlari kearah Yun-Yun dan langsung menatapnya. 'Bocah ini Yun-Yun!?' Tanya Audelia dalam hatinya sambil menatap heran.


"A-A-Apa?" Tanya Yun-Yun sambil melirik Audelia.


Beberapa saat kemudian. . .


Seusai Nerine menceritakan soal hal yang dia lalui, Azgul nampak curiga dengan Nerine yang berhasil mengalahkan Leviathan seorang diri, namun dia tidak bertanya lebih jauh tentang hal itu.


Yun-Yun juga tidak menyaksikan pertarungan mereka berdua karena ketakutan. Penjelasan Yun-Yun pada Audelia juga tidak dapat dimengerti, dia cuma bilang DUAR! lalu BAM! lalu BLAR! lalu BZZT! lalu Ssssh!


Seusai mereka semua berdiskusi (Yun-Yun tidak termasuk), mereka semua sepakat untuk mengikuti saran dari Nerine, dan kemudian melompat kedalam lubang besar itu.


Sementara itu ditempat lain. . .


Terlihat Helena dan kru-kru kapal yang lain sedang terombang-ambing ombak laut itu, namun yang berbeda adalah banyak sekali bangkai putri duyung disekitar kapal itu.


"Kapten Helena! Lapor! Saya melihat ada topi berwarna biru yang mengapung dilautan!" Ucap salah satu pengintai yang ditugaskan Domino sebelumnya.


Nampak Helena bingung dengan perkataan yang diucapkan oleh kru itu dan memutuskan untuk mendekati topi yang mengapung.


Sesampainya disana Helena malah semakin bingung, karena ada sebuah es berukuran besar yang tiba-tiba muncul kepermukaan berisikan Nerine, Azgul, Audelia dan Gadis kecil.


'S-Sebenarnya mereka sedang apa sih..' Tanya Helena dalam hatinya yang melihat Azgul menganga dengan gigi yang ompong sebagian, Nerine memeluk dirinya sendiri seperti orang kedinginan, Audelia wajahnya nempel dilapisan es itu dan Gadis Kecil yang memegangi kepalanya seperti orang terjedut bola hitam.


Tiba-tiba saja muncul dari bawah air taring besar gigi Azgul yang menyembur keluar dan mendarat dikapal Nerine. BRUK!


Beberapa saat kemudian. . .


Seusai Helena mengangkat mereka berempat dan mencairkan es itu dengan api milik Helena. Mereka menceritakan kalau bisa selamat setelah melewati lubang anus dari Chardybis.


Dengan menggunakan sihir air tingkat lanjut milik Yun-Yun untuk membuat es yang melapisi tubuh mereka sebagai penahan tekanan kedalaman air dan menyemburkan tulang monster yang sebelumnya berada didalam perut Chardybis.


Audelia tidak ingin memberitahukan tentang taring milik Azgul dan Azgul nampak sangat terkejut setelah mendengar apa yang Audelia jelaskan pada mereka.


Nampak Yun-Yun setuju untuk membuat senjata suci untuk Audelia dan Helena, persetujuan Yun-Yun didasari dari Nerine yang menatapnya tajam sambil mengepalkan tangan.


Sampai akhirnya mereka semua bersiap untuk kembali ke Kota Taris. Tak disangka-sangka ternyata seluruh kru kapal dari Nerine memohon pada dirinya untuk meninggalkan kapal dan bertemu dengan Warlen.


Hal itu didasari dari seluruh Kru kapal yang mengetahui perasaan Nerine pada Warlen sejak dulu, mereka selalu memperhatikan Kaptennya yang tidak pernah meminum RUM di dek kapal semenjak kepergian Warlen kebumi.


Mereka selalu mengetahui alasan dasar Nerine yang saat ini menjadi perompak penguasa lautan. Itu semua untuk membuktikan pada Warlen kalau dia berhasil mencapai mimpinya.


Permohonan itu berlangsung sangat alot karena Nerine menolaknya mentah-mentah, namun mereka semua tetap membujuk Nerine untuk berhenti menjadi perompak dan pergi ketempat Warlen.


Akan tetapi mereka sudah bersiap dengan hal itu dan mengikuti rencana Domino salah satu kru kapal yang paling dipercayai oleh Nerine.


Domino dan para kru kapal yang lain berjanji akan menjaga kapal milik Nerine seumur hidup mereka.


"KAMI SANGAT BANGGA MENJADI ANGGOTA BAJAK LAUT WARNER! HIDUP KAPTEN NERINE SELAMANYA!" Ucap seluruh kru kapal serentak sambil bersujud kearah Kaptennya.


Nampak Nerine yang sangat terkejut melihat mereka semua. "APA MAKSUD KALIAN!!!" Teriak Nerine yang marah.


Helena, Audelia, dan Azgul juga terkejut melihat mereka. (Yun-Yun sibuk dengan bola hitam dan taring Azgul).


Walaupun Nerine terus menerus meneriaki mereka, mereka semua tidak bergeming dan tetap bersujud hingga akhirnya air mata Nerine mulai menetes membasahi wajahnya.


Terlihat Nerine menghapus air matanya, kemudian tersenyum. "Kalian... Bodoh sekali.. Terima Kasih~" Balas Nerine pada mereka semua.


Nampak seluruh kru kapal langsung bersorak-sorai dan melompat-lompat karena kegirangan, mereka semua berhasil membujuk Nerine.


"Dengan ini Perompak Penguasa Lautan tidak akan ada lagi, benar kan. Azgul?" Tanya Nerine sambil menatap mereka dengan penuh arti.


"Itu hanyalah sebuah gelar, yang paling penting adalah bagaimana caranya kita menjalani hidup dengan perasaan bahagia." Jawab Azgul sambil bersilang tangan.


"INI PERINTAH TERAKHIRKU! MALAM INI KITA AKAN BERPESTA!" Perintah Nerine pada mereka semua.


"SEMOGA NANTI KAU MENIKAH DENGAN WARLEN!" Teriak Helena dengan perasaan sedih dan bahagia.


"SEMOGA KAPTEN NERINE BERHASIL MENAKLUKAN WARLEN!" Teriak Audelia yang senang-senang saja.


"ITU BENAR! MARI KITA BERPESTA!!!" Teriak seluruh kru kapal.


Nampak Nerine malah marah-marah karena malu.


"AYO KITA MULAI PESTANYA!!!!" Teriak Azgul pada mereka.


Nampak mereka semua selain Nerine menjawab "YA!!!"


"Kenapa kau ikut-ikutan, Yun-Yun!?" Tegur Nerine dengan rasa kesal dan malu.


"Bweeek~ Dasar Jelek!" Balas Yun-Yun sambil menjulurkan lidah mengejek Nerine dan berlari meninggalkannya.


END..


_____________________________________________


BAB 38.


NOTE : Mungkin updatenya bakal melambat, lagi ngerevisi bab-bab sebelumnya.. maaf ya.


Pesan Penullis :

__ADS_1


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.


Terima Kasih


__ADS_2