Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 30 : Cobaan Pertama!


__ADS_3

...•Tengah Malam•...


...Godess Temple...


...Rumah yang ditinggalkan...


Terlihat Freya hanya menggunakan pakaian minim berwarna hitam seusai melepas baju zirahnya, dirinya saay ini sedang bermalam dilantai dua salah satu rumah yang ditinggalkan itu.


Beberapa kayu ada yang lapuk tapi ada yang masih layak pakai, beberapa serangga dan laba-laba juga memenuhi rumah itu, dia tidur beralaskan kain putih yang sudah sangat usang dan banyak noda kotoran.


Ditemani oleh lampu minyak dengan pencahayaan yang minim, Freya mengamati situasi diluar lewat jendela kamarnya dengan sangat waspada, dia tidak ingin sampai membuat suara sedikitpun.


Suasana malam itu sangat mencekam, diluar rumah banyak sekali monster-monster buas yang kelaparan, kabut hitam beracun yang keluar dari gunung merapi didekat Goddess Temple itu, dan Iblis-Iblis yang berlalu lalang.


Freya mengingat apa yang dikatakan oleh Maurer sebelum dia berangkat kesini, tempat ini sangat tidak layak huni karena letaknya berada dekat dengan wilayah yang dikuasai Lucifer.


Kemudian tiba-tiba saja muncul seseorang yang datang ketengah-tengah monster dan iblis itu.



......Pict From Google......


Seluruh Monster dan Iblis yang melihatnya langsung menyerang tanpa pikir panjang, tapi hanya dalam sekali tancapan pedangnya ketanah, muncul semburan api membentuk lingkaran yang keluar dari dalam tanah dan membakar mereka hingga menjadi abu dalam radius 10 meter.


Freya yang kaget melihat pria itu langsung bersembunyi, dia tau dia tidak akan menang jika harus berhadapan dengannya, namun dalam benak hatinya dia bertanya siapakah orang ini, kawan atau lawan.


Tapi untuk saat ini pilihan dirinya hanyalah bersembunyi, dan nampak pria dengan tubuh penuh armor itu menyadari keberadaan Freya, namun dia tidak menyerangnya dan hanya berdiri diam di tengah lingkaran api miliknya.


Empat hari berlalu sejak pria itu datang didepan Jembatan kayu yang menuju kearah Goddess Temple, lingkaran api yang masih menyala mengelilingi dirinya, yang juga tanpa bergerak sedikitpun seakan-akan menghalangi orang yang datang, dan banyak hewan-hewan yang sudah menjadi abu disekelilingnya karena terbakar habis oleh apinya.


...Pagi Hari...


Freya hanya bisa melihatnya dari kejauhan, tapi Freya menyadari sesuatu yang aneh datang dari gerbang itu, perisai pelindung yang berwarna kuning itu tidak ada disana.


"Kurasa aku harus bertarung dengannya, dan jika tidak, mungkin aku akan terus-menerus melihatnya seperti ini tanpa kemajuan" ucap Freya kecil, kemudian dia mengenakan baju zirahnya, mengambil pedangnya, dan turun kelantai dasar, lalu keluar dari persembunyiannya.


Nampak sekali orang itu tidak bergeming sama sekali dengan kehadiran Freya, bahkan tidak menoleh sedikitpun, dan hanya menatap lurus kedepan, 'Kurasa aku akan memanggilnya' kata batin Freya.


"Tuan!" teriak Freya sambil menatapnya dengan cemas, tak disangka-sangka orang itu sama sekali tidak menoleh seakan-akan tidak mendengar teriakan Freya.


'Ada apa dengan orang ini?' Kata batin Freya sambil memperhatikan orang ini, "Sang Dewa, Namaku Freya Duskford Eirini, bolehkah aku melewati jembatan ini?" ucap Freya sambil berlutut dan memberi hormat.


Tapi tetap saja pria itu tidak bergeming sama sekali dan diam tanpa kata, 'Mungkin dia tidak ingin diganggu' kata batin Freya, kemudian dia mulai mencoba untuk melemparkan kayu kedalam lingkaran api pria itu.


Tuk-Tuk-Tuk... bunyi dari kayu yang dilempar, kemudian BLAR!!!! Semburan api-pun tiba-tiba keluar dari tanah itu, dan membakar kayu yang dilempar oleh Freya hingga menjadi abu.


'Sudah Kuduga....' kata batin Freya, nampak orang itu tiba-tiba menatap balik kearahnya.


Freya-pun merasa cemas dengan tatapan orang itu dan langsung memegang pedang yang tersarung dipinggangnya bersiap untuk bertarung.


Akan tetapi lagi-lagi orang ini menatap kedepan seperti sesaat sebelum Freya melemparkan kayu itu, terlihat Freya sudah berkeringat dingin melihat reaksi dari orang itu sebelumnya.


'Apa yang dia inginkan sebenarnya' tanya batin Freya dalam hatinya, "Apa maumu?" tanya Freya, kemudian dia melemparkan sebuah batu kecil dan mengenai zirah dikepalanya itu, klang!


Tuk! Tuk! Tuk!.. bunyi dari batu itu yang jatuh setelah mengenai kepala orang itu.


'LAGI-LAGI DIA TIDAK BERGERAK, BAHKAN MELIHATKU-PUN TIDAK!' Kata batin Freya yang kesal, kemudian dia kembali kerumah itu untuk membasuh dirinya, sebelumnya Freya sempat membuat tempat mandi menggunakan kayu yang masih layak pakai, dan menggali sumur dibelakang rumah itu sebagai sumber airnya.

__ADS_1


Nampak orang itu tetap berdiam ditempat itu, tanpa bergeming, makan ataupun minum juga tidak, tapi disetiap malam dia selalu membasmi seluruh iblis dan monster yang datang ketempat itu.


Beberapa saat kemudian. . .


Terlihat Freya yang sedang berendam di bak-mandi buatannya, 'apa yang harus kulakulan, berpikirlah Freya, berpikirlah' ucap Freya dalam benaknya, "Haaah~ aku tidak tau lagi apa yang harus kulakukan, kepalaku kosong" jelas Freya pada dirinya sendiri.


Freya mengamati air yang ada di bak-mandi itu, entah apa yang merasukinya, akan tetapi sepertinya dia mengerti tujuan dari orang itu, "Serpertinya aku mengerti maksud dirinya" ucap Freya pada dirinya sendiri.


Setelahnya. . .


Terlihat Freya sedang mengenakan pakaiannya, dan bersiap untuk bertemu kembali dengan orang itu, namun kali ini berbeda Freya yang biasanya tidak pernah berdiri berhadap-hadapan dengan orang itu sekarang dia mulai berdiri dihadapan orang itu, tentu saja diluar radius apinya.


"Aku akan melakukan hal yang sama sepertimu!" ucap Freya pada orang itu, kemudian dia menancapkan senjatanya ketanah, dan mulai berpose seperti orang itu.


Nampak orang itu sedikit terkejut dengan gerakan yang Freya lakukan, 'sebenarnya apa maksud dari perkataanya?' kata batin orang itu, akan tetapi dia tetap mengacuhkan Freya seakan-akan tidak melihat Freya.


Freya dan orang itu-pun saling berhadap-hadapan tanpa bicara dan sama-sama menusukkan pedang mereka ketanah, dari pagi ke siang lalu ke malam.


Nampak banyak sekali monster-monster dan iblis yang sudah sampai ditempat itu, mereka mulai menyerang Freya dan juga Orang itu secara bersamaan.


'Wanita ini akan mati' kata batin orang itu, tiba-tiba dari tubuh Freya keluar aura petir berwana oranye dan mulai menyebar keseluruh arah datangnya monster juga iblis itu.


Terlihat sekali orang itu terkejut melihat Freya yang secara tiba-tiba berubah seperti itu, lalu 'Tunggu! Jangan-Jangan!' kata batin orang itu sambil melihat Freya.


"Lightning Explosion!" teriak Freya, dan muncul lingkaran yang terbuat dari petir dalam radius 10 meter, lalu menyambar seluruh iblis dan monster yang sudah melewati garis lingkaran petir milik Freya.


Nampak orang itu tersenyum melihat Freya yang seperti itu, 'Gadis ini benar-benar sesuatu untukmu Freyja' kata batin orang itu, kemudian mereka bertempur dengan iblis dan monster hingga pagi hari.


Terlihat Freya yang kelelahan namun masih tetap berusaha berdiri tegak dengan berpegang pada gagang pedang miliknya yang tertancap ditanah, dia memakai inti sihirnya terlalu berlebihan.


"Kau memang sesuatu." ucap orang itu, Freya yang mendengar perkataan orang itu-pun sedikit kaget, "Jadi.... kau... bisa berbicara juga ya.. hahaha..." jawab Freya kemudian dia pingsan.


Freya tertidur pulas dari awal matahari mulai terbit, hingga bulan dan bintang-bintang mulai menampakkan cahayanya diatas langit, dan orang itu tetap berdiri didepan jembatan sambil mebunuh seluruh monster dan iblis yang datang.


Terlihat Freya sudah membuka matanya, dia sedikit terkejut karena sudah berada didalam rumah itu, dan tertidur ditempat yang biasa dia tiduri, akan tetapi Freya tidak menyadari dirinya sudah tidur sehari penuh, kemudian dia keluar dari rumah itu dan pergi membantai iblis juga monster bersama dengan orang itu.


Dengan cara yang sama Freya membantai mereka, akan tetapi malam ini nampak sedikit berbeda dari malam sebelumnya, Freya tidak menggunakan inti sihirnya secara berlebihan.


Dia menggunakannya secara lebih efesien, dia membuat sebuah bola petir berwarna oranye seukuran bola golf yang melayang-layang diatas kepalanya, musuh yang mendekatinya dalam jarak 5 meter akan langsung diserang oleh petir miliknya.


Dia menyebutnya sebagai "Dynamic Lightning Field", karena sebelumnya dia menggunakan seluruh inti sihirnya untuk menyerang mereka satu per satu, akan tetapi saat ini dia menyerang mereka dengan menggunakan satu serangan yang menyambar seperti konduktor.


Nampak sekali orang itu merasa takjub dengan perkembangan dari Freya yang mampu menangani masalahnya sendiri, kemudian mereka berdua bertarung dengan para monster dan iblis itu sampai matahari terbit kembali.


Terlihat mereka berdua sudah selesai menghabisi monster dan iblis itu, dan Freya terlihat sedikit kelelahan, 'Aku tidak mengerti, apa yang terjadi denganku' kata batin Freya yang merasa aneh dengan dirinya sendiri.


"Gadis muda, kau cukup gigih dalam menangani masalahmu sendiri, akan tetapi apa tujuanmu datang kemari?" tanya orang itu pada Freya sambil menatapnya tajam.


"Aku ingin menjadi lebih kuat dan lebih kuat lagi" jawab Freya dengan wajah yang letih.


"Apa yang kau inginkan setelah menjadi lebih kuat?" tanya orang itu kemudian dia mulai mengangkat pedangnya keatas dengan satu tangannya, terlihat Freya cukup kaget dengan perubahan pergerakannya, namun dia mengubur perasaan itu dalam-dalam dan meneguhkan hatinya.


"Namaku Freya Duskford Eirini, seseorang yang menjalin kontrak dengan Dewi Valkyrie. Aku datang kemari untuk mendapatkan kekuatan demi melindungi orang-orang yang aku cintai" ucap Freya sambil memandang kearah orang itu dengan wajah tegar.


"Baiklah, aku akan menjadi penguji pertamamu, namaku Pyrios, Penjaga Gerbang Dewa-Dewi di Goddess Temple" ucap Pyrios sambil menurunkan senjatanya dan menancapkannya ketanah, kemudian "Burning Explosion".


^^^Kekuatan yang sama seperti sebelumnya.^^^

__ADS_1


"Berjalanlah melewatiku, kesungguhanmu-lah yang akan menolongmu" ucap Pyrios kemudian terdiam ditempat sambil menatap kearah Freya dengan tatapan tajamnya, 'Sekarang, apa yang akan kau lakukan gadis muda?' benak Pyrios.


Terlihat Freya dengan kesungguhan hatinya mulai berjalan melangkah kedalam lingkaran api itu, dilangkah pertamanya nampak Freya merasakan panas yang sangat luar biasa dikakinya.


Namun dia tetap melangkah seiring dengan keteguhan hatinya, dilangkah keduanya Freya merasakan sekujur tubuhnya mulai terasa terbakar, baju zirahnya miliknya mulai memerah.


Freya terus melangkah maju dan terus maju, dilangkah ketiganya, dia mulai merasakan kulitnya ikut terbakar oleh kobaran api disekelilingnya, baju zirahnya yang panas itu mulai menyentuh kulit-kulitnya.


Sampai akhirnya dilangkahnya yang keempat, dia mulai merasakan sakit yang luar biasa pada kulitnya, seluruh baju zirahnya mulai menempel pada kulit-kulitnya dan membakar dagingnya.


Dilangkahnya yang kelima, tulang-tulangnya terasa sangat panas dan mulai lapuk, dia tidak bisa menggerakkan kedua tangannya lagi, akan tetapi dia terus melangkah maju demi tujuannya.


Dan dilangkahnya yang keenam, akhirnya dia sampai dititik akhir, hanya tinggal satu langkah lagi dia bisa melewati Pyrios, namun disaat ini Pyrios menambahkan kobaran api miliknya ke titik yang tertinggi.


Freya sudah mulai kesulitan untuk berjalan, dia terjatuh dan mulai menggunakan kakinya untuk mendorong tubuhnya, dia menyeret wajahnya ketanah untuk melewati Pyrios, nafasnya sesak, dan rambutnya mulai ikut terbakar sampai membakar kepalanya, namun dia tetap berusaha untuk terus maju dan maju.


Freya-pun akhirnya sampai dititik akhir dan berhasil melewati Pyrios, namun yang tersisa hanyalah tulang belulang milik Freya, seluruh tubuhnya terbakar habis, akan tetapi dia berhasil.


"Kau berhasil Freya Duskford Eirini." ucap Pyrios sambil membacakan sebuah mantra kemudian "Resurrection", muncul sebuah lingkaran sihir yang berada dibawah tubuh Freya dan mengelilinginya, kemudian tulang belulang Freya mulai kembali seperti semula, dimulai dari daging, saraf, organ tubuh, dll.


Sampai akhirnya Freya hidup kembali, dan membuka matanya, dia sangat terkejut.


"Bukankah aku seharusnya sudah mati!?" ucapnya sambil melihat telapak tangannya sendiri.


"Tubuhku!? kenapa? apa yang terjadi!? aku tidak merasakan sakit sedikitpun?" tanya Freya sambil memeriksa seluruh tubuhnya, kemudian dia melihat ke arah tempat Pyrios, namun dia tidak bisa menemukan orang itu dimanapun.


Freya hanya menemukan secarik kertas berwarna coklat tua bertuliskan pesan dengan tulisan yang terbakar api.


°°°


Freya Duskford Eirini, dirimu sudah layak untuk mendapatkan kekuatan Dewa.


Lumurilah darahmu disecarik kertas ini.


Kerajaan Para Dewa Asgard


Kesanalah tempat kau mencari temanmu.


Dewi bernama Freyja Valkyrie.


^^^Pyrios The Sun of God^^^


°°°


"Freyja? mirip dengan namaku?" ucap Freya sambil membaca surat itu, kemudian diapun menggunakan pedangnya untuk menyayat sedikit telapak tanganya dan melumuri kertas itu dengan darahnya.


Kemudian tiba-tiba dari kertas itu muncul cahaya yang sangat-sangat terang, sampai Freya harus menutup matanya dengan tangannya, dan lalu Freya menghilang dari tempat itu.


Terlihat surat itu terbang tertiup angin kesana-kemari sampai akhirnya terbakar habis menjadi abu, kemudian nampak Pyrios sedang terbang dibawah sinar matahari pagi sambil berkata "Orang kedua setelah Jorgan, menarik" ucapnya kemudian menghilang dibalik awan-awan itu.


_____________________________________________


BAB VIII PART 4 : THE PAST


Pesan Penullis :


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2