Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 14 (R) : Kesedihan Ratu


__ADS_3

...Makam Alexander Kota Larden...


Pada pagi harinya suasana ditempat makam itu sedang berduka, rumput-rumput kecil yang berwarna hijau, suara kicauan burung, pohon besar yang melindungi dari cahaya matahari.


Terlihat makam yang sederhana dengan sebuah claymore biru emas yang tertancap diatas gundukan tanahnya, batu nisan berbentuk salib berada tepat dibelakang gundukan itu dengan sebuah nama yang terukir ditengah-tengahnya.


Saat itu Freya sedang berdiri tepat didepan makam suaminya sambil meneteskan air matanya, rasa pedih yang dialaminya sudah tidak bisa tertahan dan semakin menusuk hatinya.


Dia sudah kehilangan pasangan terbaiknya, dan sekarang dia sekali lagi harus dihadapkan dengan kenyataan pahit yang melukai hatinya.


Alexander telah melindungi anak dari pelaku utama yang pernah melakukan pembantain hampir seluruh penduduk Kerajaan Vinziala saat itu dan sekaligus hampir menghabisi putrinya sendiri, Helena.


Dia selalu bertanya-tanya dalam hatinya, kenapa orang tercintanya harus mati demi melindungi anak dari seorang pembunuh, dan saat ini dirinya sudah tidak kuat lagi menghadapi kenyataan yang terus melukai hatinya.


Dia hanya ingin melihat suaminya tersenyum untuknya, dia hanya ingin melihat suaminya menggenggam tangannya, dia benar-benar ingin menyusulnya kesurga, dan dia sangat tidak ingin kehilangan dirinya.


Suasana yang sebelumnya terlihat tenang, tidak lagi bisa menenangkan hatinya, kicauan burung yang terdengar indah hanyalah sebuah ungkapan rasa kesedihan dari hatinya.


Rumput-rumput kecil yang berwarna hijau, hanyalah gambaran dari semangatnya yang semakin mengecil dan pohon-pohon yang teduh, tidak lagi meneduhkan hatinya dari sakitnya kenyataan yang dihadapinya.


Pagi itu... Dia meluapkan semua emosinya dan menangis sekencang-kencangnya, tepat dihadapan makam suami tercintanya, Alexander Duskford Eirini.


Tiba-tiba saja dari balik pepohonan itu, terlihat ekspresi penyesalan dari wajah seseorang yang menyaksikan luapan hati Freya, yang tak lain dan tak bukan, Warlen Lilith Eirini.


...Kedai Makanan Larden...


Saat itu Valkyrie sedang menikmati Parfait buah berinya bersamaan dengan Garm yang menikmati Susu Almondnya.


"Hah!? Kemana perginya Warlen pagi-pagi sekali!? Setelah sadar dia langsung meninggalkan kita." Ucap Valkyrie dengan nada kesal.


"Hooo~ Sepertinya kau mengkhawatirkan dirinya." Goda Garm sambil meminum Susu Almondnya.


Tak lama kemudian, terlihat Warlen dengan raut wajah yang murung berjalan melewati Valkyrie dan Garm yang sedang duduk.


"Hei kau! Darimana saja kau?!" Tanya Valkyrie yang marah kepadanya.


Namun Warlen hanya berjalan meninggalkan mereka berdua tanpa sepatah kata sedikitpun dan langsung menuju kearah kamarnya. Saat itu perasaanya hanya ingin sendirian setelah menyaksikan tangisan Freya.


Terlihat Valkyrie dan Garm yang menatap Warlen dengan penuh rasa khawatir, namun mereka memilih untuk tidak berkata-kata apapun.


Tiga hari berlalu dengan diriku yang terus-menerus mengurung diri dan mengingat tangisan Freya saat itu.


...Kamarku Kota Larden...


Terlihat Warlen sedang berbaring diatas tempat tidurnya yang terbuat dari kayu, dia menutup matanya dengan lengan kanannya. Dirinya sempat melihat pembantaian Kerajaan Vinziala dalam mimpinya.


Warlen merasa semua yang dia lakukan sejak dirinya datang ke benua Elzia dua minggu yang lalu hanya serangkaian petaka yang mengekor padanya.


Alexander yang mengorbankan dirinya demi Warlen. Ibunya yang melakukan pembantaian di Kerajaan Vinziala serta merta hampir membunuh Helena, membuatnya semakin terlarut dalam depresi hatinya.


Dia bertanya pada dirinya sendiri, bertanya pada takdir yang melahirkannya dalam keadaan seperti ini, dan bertanya pada tujuan yang dia cari selama belasan tahun lamanya.


Tangisan Freya yang baru saja dia saksikan, membuatnya semakin membenci dirinya sendiri.


'Aku percayakan Freya dan Helena padamu.' Ingatannya saat Alexander memberikan sebuah pesan membuat benaknya semakin bertanya-tanya dengan keberadaan dirinya.


"Kenapa kau bisa mengucapkannya semudah itu, Yang Mulia Raja Alexander." Ucapnya sambil menatap kelangit-langit.


Dia menangis, meneteskan air mata kepedihan dari beban yang harus ditanggungnya, sambil bertanya-tanya pada dirinya sendiri 'Kenapa harus aku yang menanggung semuanya??'


...Kedai Makanan Larden...


Saat itu Orland sudah tiba ditempat mereka dan ikut duduk bersama dengan mereka berdua, terlepas dari itu semua setelahnya Orland mendengarkan penjelasan mereka.


"Jadi begitu ya.. Kelihatannya nona kecil ini benar-benar khawatir." Ucap Orland sambil menunjuk Valkyrie.


"Berhentilah menggodanya, kerdil.." Balas Garm yang sedikit kesal.

__ADS_1


Terlihat mereka berdua akan mulai berkelahi seperti biasa, Valkyrie yang sebelumnya selalu terdiam akhirnya mulai mengungkapkan perasaannya sekaligus menghentikan pertikaian mereka.


"Sebenarnya. Aku memang malaikat yang bodoh dan kurang bisa mengerti situasi, setiap harinya aku hanya minum-minum, bersikap manja dan menyusahkan dirinya. Pertemuanku dengannya juga tidak berjalan baik." Jelas Valkyrie dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


Garm dan Orland mendengarkan Valkyrie dengan seksama, seperti mengerti dengan maksud dari ucapan Valkyrie.


"Bahkan dia juga tidak bergeming setelah mengetahui kebenaran tentang ayah dan ibunya, dia malah bersikap untuk terus maju dan berusaha keras menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia adalah orang yang benar-benar ceria, kupikir aku mengerti dirinya, namun disaat aku melihatnya murung seperti itu, hanya saja.... Aku merasakan sakit didalam dadaku." Lanjut Valkyrie sambil meneteskan air matanya.


Valkyrie menangis sejadi-jadinya dihadapan mereka berdua.


"Mau bagaimana lagi, sebaiknya aku segera menemuinya." Ucap Orland sambil tersenyum dan meninggalkan mereka.


Terlihat Garm berusaha menenangkan Valkyrie yang menangis kedalam pelukannya. 'Sepertinya sulit ya.' Ucap Garm dalam hatinya.


...Kamarku Kota Larden...


Terlihat Warlen sedang duduk ditepi ranjangnya sambil terdiam murung, memikirkan perasaan Freya. Kemudian, Kriet! Aku mendengar pintu kamarku terbuka dan melihat Orland.


Sepertinya Orland sudah kembali dari perjalananya ke Reruntuhan Kota Larden di permukaan, namun entah kenapa kedatangannya terasa tidak ramah.


Belum sempat aku bertanya tentang alasannya, tiba-tiba saja dia melayangkan tinjunya kearahku, BUAGH! Pukulannya mengenai wajahku sampai membuat mulutku berdarah.


"APA YANG KAU LAKUKAN TUA BANGKA!?" Teriakku yang terkejut dengan sikapnya.


"APA YANG KULAKUKAN!? SEHARUSNYA AKU YANG BERTANYA PADAMU!!!!" Balas Orland sambil melayangkan pukulannya lagi.


Aku dihajarnya hingga babak belur, seluruh wajaku membiru. Aku sangat tidak suka diperlakukan seperti ini dan memukul balik dirinya dengan keras.


Namun anehnya 'Super Reflect' ; 'Eagle's Eye' ; 'Iron Body' milikku tidak berfungsi. Sampai akhirnya aku terpukul hingga terhempas menembus dinding kamarku dan mendarat di pusat kota yang banyak penduduknya.


...Pusat Kota Larden...


"KAU PIKIR HANYA DIRIMU SAJA YANG MENDERITA!?" Teriak Orland yang berteriak dari dalam kamar Warlen sambil melangkah keluar.


Orland yang marah, melesat cepat kearah Warlen dengan tinjunya. Dia menghantam tubuh Warlen yang sedang terbaring di lantai kota itu sampai-sampai kekuatannya menghancurkan lantainya, tidak berhenti sampai sana. Dia terus menerus menghajar Warlen yang tak berdaya.


...Kedai Makanan Larden...


Terlihat banyak sekali kerumunan orang yang menyaksikan perkelahian mereka berdua dari atas kota itu.


"AKU TIDAK PERNAH MENGAJARIMU UNTUK MENYERAH!!" Teriak Orland dengan suara yang sangat keras sampai menjangkau Valkyrie dan Garm.


Mereka berdua terkejut mendengar suara Orland yang berteriak sontak langsung berlari sekuat tenaga ke pusat kota itu.


...Tengah Kota Larden...


Banyak sekali kerumunan penduduk yang menyaksikan perkelahian mereka, Orland dengan membabi buta memukuli wajah Warlen menggunakan kedua tangannya.


"BERHENTILAH BERSIKAP SEPERTI BOCAH!!! BERHENTILAH MENYALAHKAN DIRIMU SENDIRI!!! DAN BERHENTILAH BERTINGKAH SEPERTI PENGECUT!!!!" Teriak Orland yang marah sambil memusatkan tenaganya di tinju terakhirnya.


Dari kerumunan orang itu, terlihat Valkyrie dan Garm sudah sampai ditempat mereka berdua berkelahi.


"KAU TIDAK MENGERTI APAPUN ORLAND!!!!!!"


´


"AKU YANG MENYEBABKAN KEHANCURAN BAGI MEREKA SEMUA!"


´


"ALEXANDER, FREYA, HELENA PENDUDUK DUSKFORD, DAN VINZIALA!"


´


"APAKAH KAU PIKIR MEREKA TIDAK MEMBENCIKU!?"


´

__ADS_1


"KAU DAN JUGA GARM PASTI JUGA MEMBENCIKU KAN? BERHARAP AKU MATI SAJA KAN!?"


´


"YA! AKU ADALAH SEORANG ANAK DARI PENGHIANAT BENUA ELZIA, DAN ANAK DARI SEORANG RATU IBLIS!"


´


"KALIAN PIKIR AKU INGIN DIALAHIRKAN SEPERTI INI!?"


´


"MALAIKAT EGOIS YANG MENOBATKANKU SEBAGAI PAHLAWAN?!"


´


"DIPASANGKAN DENGAN SEORANG MALAIKAT BODOH SEPERTI DIRINYA!"


´


Saat itu Valkyrie yang mendengar perkataanya seketika saja langsung merasakan sakit yang teramat dalam didalam hatinya, sampai-sampai dia tak kuat menahan air matanya.


'


"SELAMA INI AKU SELALU MENAHANNYA SENDIRIAN!!"


´


"AKU SELALU MEMASANG SENYUM PALSUKU SEJAK AWAL PERTAMA KALI AKU DINOBATKAN SEBAGAI PAHLAWAN!"


´


"KALIAN PIKIR AKU TIDAK MEMIKIRKAN SEMUANYA!?"


´


"BEBERAPA HARI YANG LALU, AKU MELIHAT FREYA MENANGIS DIDEPAN MAKAM ALEXANDER, DAN ITU BENAR-BENAR MENYADARKANKU!! ORLAND!!!!!"


Warlen berteriak mengutarakan isi hatinya pada mereka semua, dia sudah tak kuat lagi membendung beban yang selama ini dipikulnya seorang diri.


Kenyataan demi kenyataan pahit yang terus saja menghantuinya, petaka demi petaka yang terus saja mengekor padanya, membuatnya semakin depresi dengan keberadaan dirinya sendiri.


Valkyrie yang seakan mengerti maksud dari perkataan Warlen dan menyadarkan jarak antara dirinya dengan Freya, mulai berlari dari kerumunan itu dan meninggalkan mereka.


Garm yang melihat Valkyrie berlari meninggalkan tempat itu, ikut pergi menyusulnya untuk menenangkan hatinya yang sedang terluka.


"SUDAH CUKUP OMONG KOSONGMU WARLEN! KAU SUDAH KETERLALUAN!" Teriak Orland yang menyadari kehadiran Valkyrie dan Garm ditempat itu sambil mengepalkan kedua tangannya.


BLAAAR!!!!!! Terdengar suara pukulan yang sangat kuat menghantam tubuh Warlen hingga membuatnya tak sadarkan diri.


Tak lama kemudian Orland beranjak berdiri dan menatap Warlen yang tak sadarkan diri disebelahnya sambil berucap. "Aku kecewa padamu, bocah."


Seusainya Orland berjalan pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata sedikitpun, dan sepertinya dia menyadari kehadiran seseorang namun memilih bungkam.


Dari kerumunan itu terlihat Freya menyaksikan seluruh kejadian yang sudah terjadi dihadapan matanya, dengan perasaan yang tak karuan.


Dan pada saat yang sama, tepatnya dibawah anak tangga yang besar, Valkyrie menangis tersedu-sedu dipelukan Garm yang sedang mengusap-usap kepalanya.


END..


_______________________________________


Pesan Penullis :


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2