Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 60 : Dryad Hutan Golbum


__ADS_3

Masih didalam Hutan Golbum, tengah malam. Terlihat wanita iblis itu yang tertawa keras atas keberhasilannya setelah membunuh Warlen, dia merasa bangga dan sangat menyombongkan dirinya.


"HAHAHAHAHA!!!" Suara tawa wanita iblis itu diiringi dengan tangannya yang mengayunkan tombaknya kesana kemari, pertanda dirinya puas atas pencapaiannya.


Namun dapat terlihat disebuah batang pohon tinggi itu, nampak sosok Warlen yang sedang duduk dengan santainya sambil memperhatikan wanita iblis itu.


"Merepotkan saja, untung aku memasang perangkap ilusi memakai Diamond's Room." Gumam Warlen dengan sebal sambil beranjak berdiri diatas ranting itu, dan melompat-lompat kecil bersiap untuk melesat kearah wanita itu.


"Ternyata kalau dilihat dari atas, seluruh pepohonan ini suram sekali, kukira pemandangannya akan bagus jika naik kesini." Sesal Warlen sambil melihat sekelilingnya, dan mendapati tak ada satupun tumbuhan, bahkan daun yang berwarna hijau.


"Eh..? Kok ada pohon yang besar banget ditengah-tengah hutan ini ya?" Tanya Warlen pada dirinya sendiri saat melihat kearah tengah, dan memandang kearah pohon besar itu dengan keheranan.



Kemudian Warlen kembali menatap kearah wanita itu. "Maaf ya.." Ucap Warlen kecil sambil mulai mengencangkan pergelangan kakinya, lalu melompat keudara, dan tiba-tiba saja menghilang diantara pepohonan, serta diiringi dengan suara kayu yang berbunyi seperti papan bengkok.


KRRRT! Suara itu sontak membuat wanita iblis ini langsung melihat keatas tepatnya diranting pohon tempat Warlen berpijak sebelumnya, dan wanita iblis ini sangat terkejut saat mendapati ranting kayu itu yang menekuk lalu bergoyang-goyang.


"SIAPA DISANA!?" Teriak wanita iblis itu sambil memperhatikan sekelilingnya dengan perasaan yang sangat waspada. Wanita ini mengangkat miring tombaknya sampai kedada menggunakan kedua tangannya, menggenggamnya erat, dan kemudian mulai merapalkan beberapa mantra.


"Force Barrier." Rapalan mantra wanita itu, dan kemudian muncul pelindung sihir berbentuk lingkaran yang mengelilingi dirinya, jika dilihat dari dekat akan ada hawa uap panas disekitarnya dalam radius dua meter.


"Darkness Field." Ucap mantra wanita itu sekali lagi dan disekitar dirinya mulai muncul beberapa buah cahaya berwarna hitam, layaknya seperti sinar kunang-kunang yang berada disekitar dirinya.


Nampak terlihat wanita itu mulai semakin cemas dan marah, sebab tiba-tiba saja Darkness Force yang sebelumnya sudah meremukkan tubuh Warlen mendadak meledak, dan menghilang tanpa tersisa.


Kecemasan wanita itu kian bertambah seusai dirinya mendongak keatas, serta mendapati Warlen yang sudah berada diudara dibawah sinar bulan dengan mata merah menyala.


Warlen berputar-putar diudara dengan kaki kiri yang terlapisi cahaya merah ruby seperti gasing, dan kemudian melesat cepat kearah wanita itu. Warlen berencana untuk menghantam wanita itu dengan keras memakai tumit kaki kirinya.


Nampak sekali terlihat wanita itu terkejut tak terkira, matanya terbuka lebar-lebar dengan kedua alis yang mengangkat, jantungnya beregup kencang, tubuhnya mematung, dan sekaligus keringat dingin mulai keluar membasahi wajah.


"Tak mungkin!!!" Serunya kencang yang tak percaya dengan pandangan matanya, sontak dia langsung mengangkat tombaknya dan menghentakkannya ketanah sesaat sebelum Warlen menghantam dirinya.


DUUUUM!!!!!! Terdengar suara menggelegar yang menggetarkan seisi Hutan Golbum diiringi dengan sinar berwarna merah ruby, dan juga berwarna hitam.


Suara itu juga diikuti dengan gelombang tekanan kuat yang menghempaskan seluruh pepohonan disekitarnya, bahkan banyak sekali akar-akar dari pohon-pohon itu juga tercabut.


"Woah~ Sepertinya pelindungmu bekerja." Sindir Walen yang mendapati tendangannya ternyata meleset, dan mendarat ketanah tepat dua meter disekitar wanita itu.


BUM! Terdengar suara tembakan sihir berwarna hitam seukuran gundu dari wanita itu yang mengarah kearah Warlen, akan tetapi tidak butuh usaha keras bagi Warlen untuk menghindarinya.

__ADS_1


Warlen hanya melompat kesamping, dan kemudian terlihat tembakan sihir hitam itu mendarat kebatang pohon yang berada tepat dibelakang diri Warlen.


KRRT!!! Terdengar suara amat nyaring seperti patahan kayu dari pohon yang terkena tembakan sihir hitam itu. Diikuti juga diikuti dengan sihir hitam itu yang menjalar keseluruh batang, ranting, sekaligus maupun akarnya.


Tidak selesai sampai situ, dapat terlihat juga pohon itu semakin menyusut dan mengecil sampai pada akhirnya menjadi seukuran gundu lalu hancur berkeping-keping.


Warlen hanya menoleh serta melirik meledek kearah serangan wanita itu, dirinya tersenyum kemudian menatap wanita itu sambil bersilang tangan sombong dan berucap. "Tadi itu berbahaya, kau tahu?" Ejek Waren seraya menunjuk-nunjuknya sekan sedang memarahi anak kecil.


Wanita itu semakin marah dengan sikap Warlen, dan kemudian dia mulai menembakkan beberapa sinar hitam yang seperti kunang-kunang itu kearah Warlen dengan jumlah lebih banyak.


Warlen menghindari serangan-serangan itu dengan mudahnya tanpa kesulitan, bahkan Warlen sempat mengacungkan jari tengah pada wanita itu dikala dirinya sedang repot menghindar.


"Hei.. kenapa? Kau bingung ya? Aku tahu isi pikiranmu sekarang.. Kenapa dia tidak mati? Kenapa dia masih hidup? Aku yakin sekali sudah membunuhnya! Benar kan?" Sindir Warlen yang kemudian melesat tepat kehadapan wajah wanita itu dengan cepat.


Nampak wanita itu langsung mundur beberapa langkah sebelum Warlen sampai tepat dihadapannya. Akan tetapi tak berhenti sampai disitu, wanita itu juga langsung membuat ular miliknya berubah menjadi banyak lalu menyerang Warlen.


Terlihat Warlen sekali lagi menghindari serangan dari wanita itu dengan usaha yang tidak berarti, Warlen melompat-lompat kekiri dan kekanan seperti zig-zag.


"Maaf saja ya.. Aku ingin tahu siapa dirimu, dan juga namamu. Kenapa kau menyerangku? Aku masih menahn diriku, kau tahu tidak?" Ucap Warlen dengan lantangnya seusai dia menghindari serangan demi serangan itu.


Wanita itu hanya diam menatap Warlen dengan sinis, dia masih tidak percaya pada kenyataan bahwa Warlen masih hidup. Wanita itu merasa kalau dirinya hanya dipermainkan oleh pahlawan kesepuluh ini, dan langsung menghilang dibalik aura hitamnya.


"Ooh~ Petak umpet lagi ya.." Ejek Warlen, dan kemudian langsung merubah matanya menggunakan Diamond's Eye. "Hei.. Aku tahu kau ada dimana.." Tegur Warlen yang kemudian mulai mengulurkan tangan kirinya seperti ingin mencengkram sesuatu.


Dapat dilihat cengkraman kuat dari tangan kiri Warpen, diikuti dengan sosok wanita itu yang kian menampakkan dirinya. "Urgh! S...Sialan!! Ka.. Kau breng..sek!" Ucap wanita itu lirih dengan nafas yang terengah-engah sambil meludahi wajah Warlen.


CUIH!


"Kau ini ya~ Seorang wanita harusnya bersikap seperti wanita." Tegur Warlen yang kemudian semakin mengencangkan cengkraman tangannya. Tidak berhenti sampai disitu Warlen juga menampar keras pipi dari wanita ini dengan tangan kanannya.


PLAK!!


"Nakal sekali kau ini.." Teguran Warlen sekali lagi diikuti dengan tamparan kerasnya, membuat wanita itu melepaskan genggaman tombaknya hingga terjatuh.


PRANG! Terdengar bunyi tombak wanita itu yang terjatuh ketanah. Warlen hanya melirik kebawah melihat tombaknya seraya mengejek wanita itu lagi. "Buat apa kau bawa tombak kalau tidak digunakan?" Ucap Warlen sambil menyeringai.


"Baiklah.. Aku mulai dari awal. Pertama-tama, siapa dirimu?" Tanya Warlen yang kemudian menatap wanita itu dengan mata seram merah menyalanya.


Nampak wanita itu hanya menatap sinis kearah Warlen dengan salah satu mata yang tertutup. Wanita ini sedang menahan rasa sakit yang diterimanya dari cekikan leher, dan juga tamparan keras Warlen.


"Oh~ Maaf, mungkin aku harus sedikit kasar padamu." Ucap Warlen yang kemudian mematahkan tangan dan juga kaki dari wanita itu dengan cepatnya, bahkan tak bisa dilihat ataupun disadari oleh manusia normal.

__ADS_1


KRAK! KRAK! KRAK! KRAK! Terdengar bunyi dari patahan tulang wanita itu, dibarengi oleh cengkraman tangan Warlen yang kemudian menghempaskan tubuh wanita itu ketanah dengan kuat.


BRAK!!! Suara dari hempasan tubuh wanita itu yang menabrak tanah, dapat dilihat juga dirinya ingin berteriak sekuat tenaga karena kesakitan. Akan tetapi dengan cepat Warlen langsung menutup mulut wanita itu dengan telapak tangannya.


"Hei.. Aku tak pernah menyuruhmu untuk berteriak." Tegur Warlen dengan nada yang dingin, dan juga seram sambil menatap mata wanita itu dari dekat. Dapat dilihat juga Warlen menduduki perut wanita itu.


Nampak terlihat wanita itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil mengeluarkan air mata karena ketakutan, dan rasa sakit yang dideritanya.


Wanita itu takut oleh pandangan matanya yang menatap mata Warlen. Seluruh tubuh wanita ini merinding ngeri, dan perasaannya yang menahan sakit sekaligus takut bercampur aduk menjadi satu, juga terlukiskan diwajahnya.


"Ah~ Maaf.. Kukira kau itu bisu." Ucap Warlen sambil tersenyum seakan tak berdosa menatap wanita itu. Warlen juga langsung melepaskan cengkraman tangannya yang menutup mulut wanita itu, dan beranjak berdiri.


"Sekarang bicaralah.." Ucap Warlen sambil menatap wanita itu dengan mata yang merah menyala menyeramkan. Warlen sempat mengambil tombak wanita itu, dan menancapkannya tepat disebelah leher wanita itu.


"Aku adalah..." Ucap wanita itu sambil menjelaskan segala sesuatu yang diketahuinya pada Warlen.


Wanita itu menjelaskan kalau dirinya merupakan pengganti dari penjaga Hutan Golbum yang sebelumnya dijaga oleh seorang Dryad. Dia juga memberitahukan pada Warlen jalan menuju kearah Kota Larden.


Namun Warlen masih merasa aneh, dikarenakan wanita ini tidak memberitahukan asal usul dirinya. "Kemana Dryad itu sekarang? Satu lagi.. Siapa kau?" Tanya Warlen yang curiga sambil mengangkat satu alisnya menatap wanita itu.


Nampak wanita itu hanya diam saat Warlen menanyakan tentang dirinya. Akan tetapi Warlen tak tinggal diam, Warlen langsung menghentakkan kakinya tepat disebelah tubuh wanita itu dengan kuat.


BUM! Terdengar suara kuat hentakan kaki Warlen dibarengi dengan sedikit guncangan yang mengguncang pepohonan disekitarnya.


"Kutanya sekali lagi.. Siapa kau?" Ucap Warlen yang menatap wanita itu dengan raut wajah tersenyum. "Jangan sampai kesabaranku habis." Lanjut Warlen mengancamnya.


Wanita itupun akhirnya menjawab pertanyaan Warlen. Dia memberitahu kalau dirinya bernama Petra, ia merupakan suruhan dari Lucifer dan juga salah satu jendral yang ditugaskan untuk membunuh Warlen. Dryad yang berada dihutan itu juga disegel oleh dirinya dibawah tanah Hutan Golbum.


"Oh.. Baiklah.. Lalu, dimana kau menyegel Dryad itu?" Tanya Warlen yang kemudian menatap wajah Petra dari dekat. Warlen merasa kalau dirinya harus melepaskan segel dari Dryad Hutan Golbum ini.


"Dia.. kusegel.. ditengah-tengah hutan ini.. tepatnya... dipohon besar.." Ucap Petra dengan nada yang lirih, pertanda dirinya sudah sangat lemah.


"Baiklah.. Terima kasih.." Ucap Warlen yang kemudian berjalan meninggalkan Petra kearah pohon besar itu. "Oh iya.. aku lupa.." Lanjut Warlen sambil menjentikkan jarinya, dan kemudian muncul api yang berwarna biru membakar hangus Petra sampai tak tersisa.


BLAR!!!! Suara dari api yang membakar Petra, diikuti dengan teriakan jeritan kesakitannya.


"Terima kasih." Ucap Warlen sambil tersenyum lembut kearah Petra yang berteriak.


•••


LANJUTANNYA DIBAB SELANJUTNYA YA!!!

__ADS_1



__ADS_2