
Perasaan haus darah layaknya seekor raja naga yang kelaparan terasa sampai menembus kulit, matanya memandang kearah mereka, berhitung satu demi satu daging yang akan menjadi santapannya.
Lidahnya gelisah untuk mencicipi lezatnya daging manusia, gigi taringnya terasa gatal tak sabar untuk menggigit mereka, dan tenggorokkannya sudah kering tak pernah merasakan nikmatnya darah sejak lama.
Sampai kemudian dia tersenyum mengerikan memandang mereka semua.
Freya yang masih dalam mode Guardian Goddess-nya, terus menatap waspada kearah Azgav yang sudah mengambil alih tubuh Jorgan sepenuhnya.
Keteguhan hati Freya mulai goyah saat matanya memandang dengan jelas tekananan kekuatan luar biasa yang dipancarkan Azgav, namun dirinya tetap berdiri tegap melawan rasa takutnya demi melindungi semua anggota kelompoknya.
Azgul tidak merasa takut namun jua tak merasa senang menatap kehadiran sosok yang ada dihadapannya, dia tahu betul kalau kekuatan rekan-rekannya dan dirinya tak sebanding dengannya.
Dengan kekuatan dari God of Fenrir, dia merasa kalau inilah saat yang tepat untuk membalas ketidak mampuannya dikala keluarganya dibunuh dihadapan matanya sendiri.
Tepat dibelakang Freya dan juga Azgul, dapat dilihat Helena mulai kelelahan seusai mengeluarkan seluruh kemampuan terkuatnya, dirinya sedang menatap cemas wajah dari seorang gadis cantik berambut hitam yang terbaring dipangkuannya.
Nampak juga Audelia yang tak lagi dalam wujud serigalanya sedang duduk sambil menggenggam cemas tangan dari Mopelina yang sedang berbaring dipangkuan Helena.
Tepat disamping Audelia, terlihat Gerina yang pada saat ini sedang menggunakan sihir penyembuhnya untuk menyembuhkan dan memperbaiki aliran inti sihir milik Mopelina.
Ketiganya juga didampingi oleh sesosok pria yang memiliki luka diwajahnya bernama Lark, dirinya hanya bisa menundukkan kepalanya sambil menatap wajah Mopelina dengan penuh arti.
Mereka semua tahu betul kondisi Mopelina saat ini, gadis itu mengorbankan kedua bola matanya dan tangannya, dia menggunakan seluruh inti sihir miliknya yang sudah ia timbun sejak lama.
Dengan kekuatan dirinya dan teman-temannya, dia melepas anak panah yang membawa pesan itu ke Kerajaan Grizel dalam jarak ratusan kilometer jauhnya.
Walaupun dirinya harus membayar seluruh dampak kerusakan dari inti sihir yang sudah dia paksakan, dia tetap melepaskan anak panah pembawa pesan itu.
Kedua matanya dan tangannya tak lagi dapat digunakan dan inti sihirnya sudah kacau balau, bahkan sampai sekarang dirinya tak sadarkan diri dalam kondisi yang kritis.
...•••...
Azgav sudah mendapatkan kekuatan penuhnya yang selama ini tersegel didalam tubuh Jorgan, Pahlawan Pertama itu sengaja menyegelnya untuk menghindari pembantaian ras manusia.
Banyak orang-orang yang tinggal di Benua Elzia percaya kalau, Azgav sudah terbunuh oleh Hans De Brofed saat pertempuran yang terjadi ratusan tahun lalu.
Namun pada kenyataannya, Hans hanya membunuh separuh jiwa dari sang raja naga yang dilepas oleh Jorgan kala itu.
"Jadi.... Siapa yang akan lebih dulu menjadi santapanku?" Azgav berucap dengan mata emasnya yang menyala menatap bengis mereka semua.
Dia menunjukkan sikap yang sombong, memakai pergelangan tangannya yang berayun-ayun memanggil salah satu dari mereka, akan tetapi pandangan dari kedua matanya selalu tertuju menatap Azgul.
"Ketua... Biarkan aku yang melawannya.." Tegas Azgul dengan hati yang marah membara berusaha meyakinkan Freya, nampak didalam hatinya Azgul sangat ingin melawan orang yang berada dihadapannya.
Ras Serigala dan Ras Naga adalah salah satu dari ras monster terkuat yang ada di Benua Elzia, kedua ras itu sering bertarung satu sama lain dalam perebutan wilayah.
"Tidak! Kita menang dalam jumlah! Jangan bertindak bodoh!" Bentak Freya yang marah, sebab dirinya tahu betul rekannya tak mungkin bisa melawan seorang naga murni, bahkan dirinya sendiri dan Valkyrie juga tak yakin bisa menandingi kekuatan sang raja naga itu.
Sontak saja Azgul melirik kearah Audelia, dirinya merasakan perasaan yang sama saat masih bersama dengan anaknya, Yurn.
Namun dirinya yang dulu tak mampu melindungi putrinya kini telah berubah, dia sama sekali tak ingin ada lagi gadis kecil yang mati dihadapannya.
"Maaf, selama ini aku sudah berbohong pada kalian semua." Ucap Azgul dengan perasaan marah yang tak terbendung lagi sambil menatap rendah raja naga itu.
"Fenrir Form." Ucap Azgul yang sudah berencana untuk menggunakan kekuatan terbaik nomor duanya. Namun kali ini dirinya tidak berubah membesar menjadi seekor serigala raksaksa.
Kemudian dirinya mengucapkan "Agni's Transform." yang membuatnya berubah menjadi seekor iblis serigala dengan armor dan mata merah menyala.
Tekanan udaranya meningkat bahkan lebih kuat dari milik Freya dalam mode Goddess-nya, mereka semua tertegun memandang kearah pria serigala itu, seakan tak percaya rekannya adalah seorang raja serigala keturunan Dewa Fenrir.
Namun bagi Audelia yang sudah mendapat sebagian dari kekuatan Kakek angkatnya, membuat dirinya bisa merasakan perasaan yang dimiliki oleh serigala kuat itu. Gadis kecil itu khawatir, namun dirinya mengerti betul. Dia tak sanggup untuk menghentikannya.
...Azamante Gulag : Agni and Fenrir Mode...
...Pict From Pinterest...
Azgav tersenyum bahagia melihat kehadiran sosok yang sangat dirindukannya sejak lama, seorang raja serigala yang memiliki kekuatan Fenrir.
__ADS_1
Keduanya sering bertarung dimasa lampau dan selalu berakhir imbang atau berakhir dengan kematian dari sang raja serigala.
"Pantas saja, mataku selalu terpaku pada dirimu." Sahut Azgav yang menatap sang raja serigala itu dengan mata emas menyala ngeri, bersamaan dengan aura emas bercampur kelipan berlian yang mengelilingi tubuhnya.
Azgul tak menjawab pertanyaan sang raja naga itu, dia berjalan dan mengaum dengan keras, langkah kakinya diiringi dengan mata rekan-rekannya yang memandangnya.
Mereka semua dipenuhi dengan perasaan yang terkejut, sekaligus merasakan perubahan suhu udara disekeliling mereka yang kian memanas.
Tak pikir panjang, keduanya melesat dengan kecepatan penuh, yang bahkan tak bisa dilihat dengan kedua mata super milik Freya ataupun Helena.
DUAM!!!
Suara dari benturan kedua kekuatan yang saling bertabrakan, membuat seluruh tanah disekitarnya berguncang hebat bahkan menyebabkan retakan yang panjang.
"Tak kusangka, aku bisa bertemu dengan ras serigala yang memiliki kekuatan Fenrir." Ucap Azgav dengan wajah tersenyum sambil menahan salah satu tinju dari sang raja serigala itu.
"Aku juga sama. Mendadak saja, hatiku saat ini terasa panas saat melihat tanduk busukmu itu." Balas Azgul dengan senyum lebar dimulutnya yang panjang itu.
Pertarungan pun berlangsung sengit. Keduanya saling bertukar pukulan, Azgul kini tak memiliki pedang api berkobarnya. Namun dia memiliki tinju, cakar, dan tubuh yang sudah terlapisi oleh api.
Sang Raja Naga juga nampak kesulitan menghalau serangan dari Azgul yang cepat dan penuh kekuatan luar biasa itu. Dia selalu berusaha untuk menghindar, sebab serangan serigala api ini tak dapat ditahan oleh kedua tangannya lagi.
Azgul merasa dirinya masih kurang cepat dari reflek tubuh sang raja naga, dirinya-pun mulai menambahkan kecepatan serangannya. Dia menggunakan salah satu sihir yang pernah dipakainya untuk melawan Quendin. "Frenzy."
Kecepatan serangan dari pria serigala itu kian meningkat dan menajam. Dia berhasil meninggalkan beberapa sayatan diwajah pria naga itu. Namun tiba-tiba saja BUAGH! Pukulan telak melayang ke bagian rahang Azgul.
Tak butuh waktu lama bagi pria naga itu untuk menyerang balik. Dia melancarkan beberapa pukulan kuat dan tendangan ketubuh Azgul. Dia juga menambahkan kekuatannya pada seluruh serangannya dengan aura sinar emas dan kelipan berlian. Menyebabkan Azgul muntah darah diikuti dengan serangan-serangan itu.
Azgul tak tinggal diam. Dia menangkap salah satu kaki dari pria naga itu, membantingnya ketanah dengan kuat, memutarnya, melemparnya keatas dan kemudian menyalakan kobaran api pada cakar tajamnya.
Pria serigala itu bersiap untuk melompat dengan kedua kakinya. Dia mengencangkan otot pijakannya, membidik tempat dari sang raja naga yang berada diudara. Tak lama kemudian, BATS! Terlihat lompatan dari dirinya yang kuat hingga meninggalkan asap putih berbentuk lingkaran.
Dalam keadaan ini, pria naga itu tampak menikmati pertarungan mereka, walaupun saat ini dirinya sedang berada diudara, akan tetapi tiba-tiba saja dia mengangkat dan membuka telapak dari salah satu tangannya.
"Giwa Gavarine." Pria naga itu mengumpulkan sebagian kecil dari inti sihirnya diatas telapak tangan itu, membuat sebuah segitiga kecil yang terbentuk dari emas dan kelipan berlian. Dia melemparnya tepat kearah Freya dan rekan-rekan dari Azgul.
Sang Raja Naga sengaja melemparkannya kearah mereka. Dia tahu betul kelemahan dari seorang raja serigala adalah perasaan mereka. Namun hal yang diluar dugaan dirinya-pun terjadi, tak disangka-sangka dia melihat raja sergala itu tersenyum lebar saat menatap dirinya.
BUM! Tembakannya berwarna hijau, biru dan ungu yang bercampur menjadi satu disertai dengan element angin, api, tanah, dan air yang mengelilinginya.
BAMMM!!!! Terdengar suara benturan keras dari kedua kekuatan tersebut, menyebabkan kumpulan sihir itu menghilang.
Akan tetapi, seiring dengan menghilangnya kedua sihir itu, tiba-tiba saja muncul sebuah air bertekanan tinggi bercampur petir (Blansta) yang menyerang dengan cepat kearah Sang Raja Naga.
Freya sudah melepas Blansta Hartanta-nya yang berisikan sepuluh Blansta, sekaligus bercampur dengan sebuah aura berwarna putih dan oranye yang mengekor pada tembakannya.
Sang Raja Serigala percaya pada rekan-rekan yang saat ini berada dibalik punggungnya, bahkan dirinya saat ini sudah hampir mencapai tubuh dari pria naga itu. Dia berencana untuk memotong leher pria naga itu, menggunakan cakarnya yang panjang terlapisi api.
Pria naga itu tampak tidak terkejut pada kekuatan mereka semua, sekarang dirinya hanya mewaspadai serangan dari cakar Azgul yang saat ini hampir mencapai dirinya.
Tak lama kemudian, dia menarik nafasnya dalam-dalam, pipinya mengembang seperti penuh, dan kemudian dia menyemburkan berlian emas dari dalam mulutnya kearah Azgul.
Azgul yang tak siap dengan serangan dadakan itupun akhirnya terkena semburannya, menyebabkan dirinya terluka diseluruh tubuhnya.
Banyak bagian dari bulu tubuhnya yang terbasahi oleh darahnya sendiri, sampai akhirnya dia terjatuh terhempas kebawah diiringi dengan serangan berlian emas raja naga yang mendorongnya semakin cepat, hingga akhirnya menghantam daratan disekitar kawah itu dengan kuat, bahkan mengancurkan sekitarnya.
BLAR!!! Benturan keras tubuh pria serigala itu menyebabkan dirinya tak dapat bergerak sementara, tak berselang lama, sang raja naga itu mengeluarkan sayap berwarna emas dari balik punggungnya.
"Apakah kau lupa.. Jika seorang naga memiliki sayap kebanggannya.. Serigala, kau lebih pantas berada dibawah.." Ucap Azgav yang memandang rendah pria serigala itu seraya membuat sebuah perisai besar dikedua sisi dirinya.
JRRRAAASH!!! BLAR!!! BLAR!!! BLAR!!! BLAR!!
Terdengar suara dari tabrakan Blansta Hartanta milik Freya yang menabrak perisai dari pria naga itu.
Setelah serangan Freya berhasil ditepis, Azgav langsung melirik tajam kearah Freya, dan langsung terbang melesat kearahnya dengan kecepatan tinggi.
Sementara itu disisi lain, nampak seorang pria dengan codet diwajahnya yang sudah melesat menerjang kearah Azgav diikuti sebuah lingkaran sihir besar berwarna kuning berbentuk sabit dibelakang dirinya.
Namun sayang dia gagal untuk melakukan serangan mendadaknya, sebab tiba-tiba saja Azgav langsung mengubah lajurnya kearah pria bercodet itu dengan kecepatan yang tinggi.
__ADS_1
Azgav menendang kuat wajah pria itu menggunakan kedua kakinya, menyebabkannya terpental kebawah hingga menghancurkan tanahnya.
BLAAAAR!!!!!!
Azgav kembali mengubah lajurnya lagi seperti kilat menuju kearah Freya, bahkan dia tak memberikan kesempatan pada wanita itu untuk bereaksi.
Dan dalam waktu yang benar-benar singkat, dia sudah memukul tubuh Freya dengan keras hingga terpental, terjatuh, dan terseret ditanah sampai jarak yang cukup jauh.
Hal yang tak terduga-pun terjadi. Pria serigala yang tadi sedang terbaring ditanah sudah berada tepat dibelakang sang raja naga itu. Pria serigala itu berhasil melakukan serangan dadakan yang baru saja dilancarkannya. Dia menusuk leher dari raja naga itu sampai menembus kebagian yang lain, dan kemudian dia melemparkan tubuh raja naga itu kedaratan dengan kuat.
BLAAAAR!!!!!!!! Azgul tak berhenti sampai disana, dia mengeluarkan kemampuan apinya untuk mendorong dirinya melesat kebawah, berencana memberikan serangan terakhir pada raja naga itu.
BAAAAAAAM!!!!! Muncul suara dari tabrakan Azgul yang saat ini sedang menyerang Azgav, diikuti dengan kabut tebal yang menyelimuti mereka berdua dan membuat pandangan dari rekan-rekan pria serigala itu terhalang.
Audelia merasa sangat khawatir dengan keadaan Kakek angkatnya yang saat ini tertutupi kabut tebal. Dia ingin berlari kearahnya, namun kakinya tak dapat bergerak karena kelelahan. Dia hanya bisa berharap yang terbaik untuk pria serigala itu.
Begitupun dengan Helena dan Gerina yang saat ini masih merawat Mopelina. Gadis cantik berambut hitam itu masih dalam situasi yang buruk dan tidak membaik. Mata mereka sedikit tertegun saat melihat pertarungan antara Azgul dan Raja naga itu.
Sementara itu ditempat Freya dan Valkyrie, keduanya menggunakan Arch Healing pada tubuh mereka yang saat ini tergabung. Mereka berdua masih tercengang dengan serangan dadakan yang dilancarkan Azgav sebelumnya.
Mereka tak memikirkan kecepatan pergerakan dari raja naga itu, namun mereka merasa tak bisa menggunakan kekuatan sihir ataupun element saat berhadapan langsung.
Seakan-akan ada penghalang ruang yang berjarak dengan kemampuan menolak ataupun membatalkan kekuatan mereka, seperti dua buah magnet yang saling menolak jika sumbunya sama.
Tiba-tiba saja mereka mendengar suara auman yang sangat keras dari tempat mereka bertiga sebelumnya bertarung.
"A-Apa itu!?" Ucap Freya dan Valkyrie dengan mata yang terbuka lebar-lebar mendapati sesosok hewan besar dan berbulu dari balik bayangan asap tempat Azgul menyerang raja naga itu.
Pada saat ini Lark adalah orang yang berada paling dekat dengan lokasi dari pertarungan kedua raja itu.
Dia menatap tinggi kearah bayangan itu dengan tubuh yang menggigil ngeri, sebab dia mendapati dua sosok mahluk yang sangat besar dan menyeramkan.
Salah satu dari sosok itu mengaum keras sembari menyemburkan api dari mulutnya, dan sosok yang satunya lagi melebarkan kedua sayapnya, sembari mengeluarkan sinar emas dibeberapa bagian tubuhnya.
Audelia saat ini hanya bisa terdiam mematung tak berbicara sepatah katapun, dia mengepalkan kedua tangannya, berharap orang yang berharga baginya selamat.
Dia menatap dengan penuh rasa khawatir disertai air mata yang mulai mengalir membasahi wajahnya, dia melihat kearah asap tebal itu yang kian menghilang.
Sampai pada akhirnya matanya dapat melihat dua sosok besar dari Raja Hewan Buas yang saat ini akan melakukan pertarungan hidup dan mati.
...Azamante Gulag...
...The Fourth King of Hwerun Wolf...
...The Fenrir's Second Descendant...
...One of The Sea Pirate Emperor...
...Pict From Pinterest...
...___________________________________________...
...Azen Gavarine...
...The First King of Dragon...
...Pict From Pinterest...
...Art By : weibo.com/uu/1133124...
END. .
...__________________________________________...
Pesan Penulis :
__ADS_1
Jika ada kesalahan saya minta maaf ya. Update akan dipercepat.