
...•Dini Hari•...
......Kota Zealos......
...[Gerbang Selatan]...
Aku benar-benar marah, aku melihat diatas jembatan ini banyak sekali noda darah yang sudah mengering, beberapa bagian jembatan juga sudah hancur akibat pertempuran.
Aku melihat pria yang terbaring tak bernyawa disebelah Freya, ya.. dia adalah Miresk seorang Arch Bishop, aku sangat-sangat yakin pasti dia membangkitkan Audelia yang sebelumnya sudah mati.
Ini sama seperti saat Helena dulu dibangkitkan oleh Alice, seorang Arch Bishop yang juga sahabat Helena, mereka menukar jiwa mereka sendiri untuk membangkitkan orang yang sudah mati.
Aku juga sempat melihat keadaan Helena dan Audelia dari kejauhan menggunakan Perfect Vision milikku, aku terkejut dengan senjatanya yang hancur berkeping-keping, ya.
Aku marah dan sangat marah melihat ini semua, aku marah pada diriku yang selalu saja terlambat dalam bertindak.
Akan tetapi yang paling membuat batinku terasa sangat perih adalah ketika aku melihat potongan kepala Valkyrie yang ada dipelukan Freya, Aku ingin menangis sekeras-kerasnya tapi aku tak bisa, aku tak tau mengapa segala sesuatu yang berkaitan dengan diriku selalu berakhir buruk.
Aku menutup mataku, mengeratkan kepalan tanganku sekuat tenagaku, menggigit bibir bawahku hingga berdarah, menundukan kepalaku, dan aku berharap bisa memutar balikkan waktu kesaat itu.
Aku bisa mendengar kata-kata Freya yang terus saja merengek kepadaku, dia berkata jika saja aku begini... ataupun jika saja aku tidak... semua kata-kata yang diucapkannya selalu berawal dengan kata-kata jika saja... dan berakhir dengan akhiran kata maaf, didalam seluruh kalimat yang dia lontarkan dia selalu saja menyalahkan dirinya.
"Hentikan.." ucapku kepada Freya sambil mengeratkan kepalan tanganku.
Terlihat Garm baru saja tiba didekat kami "Freya! apa kau-" belum sempat Garm menyelesaikan kata-katanya terdengar suara langkah kaki yang sangat ramai datang dari pintu Gerbang Selatan.
DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! DRAP! terdengar banyak sekali prajurit yang berkumpul didepan dan dibalik gerbang.
Jumlahnya melebihi pasukan yang sebelumnya sudah Helena kalahkan, kali ini yang datang benar-benar banyak, mereka berkumpul dan memenuhi kota bagian selatan, mereka sedang bersiap untuk berperang melawan kelompok pemberontak (Warlen dkk.)
KEJAYAAN UNTUK YANG MULIA DAREN! KEJAYAAN UNTUK KERAJAAN ZEALOS!
BUNUH PARA PENGKHIANAT!
BUNUH PARA PEMBERONTAK!
Teriakan dari para Prajurit Zealos yang terus menerus diulang.
"Apa mereka sudah gila? Bahkan mereka ingin membunuh Putri Raja.." ucap Garm sambil tersenyum cemas melihat para prajurit itu.
Gredek! Gredek! Gredek! suara dari meriam-meriam yang didorong dan terlihat banyak sekali meriam dan para prajurit pemanah yang berkumpul diatas tembok Kerajaan.
Terlihat Garm menyadari Helena dan Audelia yang akan menjadi sasaran empuk bagi prajurit itu, diapun mulai berlari kearah mereka.
"WARLEN! FREYA!" teriak Garm dengan maksud untuk ikut membantunya menyelamatkan mereka (H&A), terlihat Garm yang sudah berlari kearah Helena dan Audelia.
Ya.. aku mendengar teriakanmu Garm, hanya saja... kakiku tidak mau bergerak, aku ingin membantumu tapi jika aku meninggalkan Freya tanpa berkata apa-apa.. aku tidak tau apa yang akan dia lakukan setelahnya.. kurasa Freya ingin membunuh dirinya sendiri.
AMUNISI !
Teriak seseorang dibelakang pasukan, dan nampak seluruh pasukan melakukan persiapan amunisi.
.
.
.
"SKADI !!" Teriak Garm sambil berlari, kemudian muncul sebuah busur panah dari serpihan es, Garm menggenggamnya dengan tangan kanan.
.
.
.
"ENDOTIA SONIDA !! "Muncul anak panah dari serpihan-serpiham es berbentuk pedang claymore raksaksa yang sangat besar, dan juga melayang, mengikuti pergerakan Garm disebelah kanannya.
.
.
.
TEMBAK!!!
__ADS_1
BUM! BUM! BUM! BUM! BUM! Terdengar bunyi tembakan meriam yang sangat banyak.
SHOT! SHOT! SHOT! SHOT! Terlihat banyak pemanah yang melepaskan anak panahnya.
Terlihat Garm memposisikan arah busurnya keatas, lalu menarik tali busurnya yang kosong itu dan melepaskannya, terlihat anak panah raksaksa disebelahnya ikut terlempar mengikuti tembakan busurnya.
Lalu anak panah dari es yang berbentuk pedang claymore dan berukuran raksaksa itu menjadi lebih besar dari sebelumnya dan menacap tepat diatas jembatan untuk menghalau serangan dari para prajurit.
Terdengar terus-menerus tembakan meriam dan anak panah yang menggempur Endotia Sonida milik Garm, nampak Garm sudah sampai ditempat Helena dan Audelia, namun dia tidak dapat pergi dari perlindungannya akibat serangan beruntun yang dilancarkan para prajurit.
Disisi yang lain Freya masih saja merengek padaku agar aku menyalahkan dirinya, bahkan sampai-sampai dia memaksaku untuk membenci dirinya atas semua yang terjadi, aku mengerti apa yang dia rasakan, tapi...
"FREYAAAAAA!!!!!!!" teriak Garm dari kejauhan yang melihat wajah Freya dengan ekspresi rasa bersalah dan menangis didepan Warlen, Garm melihat Freya yang terus saja mengucapkan kata maaf, Garm mengetahuinya dari gerakan mulut Freya.
"HENTIKAN FREYA!" PLAK! suara tangan kananku yang menampar Freya dengan keras. Aku bisa melihat ekspresi terkejut dan pipinya yang memerah akibat tamparanku.
"SIMPAN SAJA RASA BERSALAHMU UNTUK DIRIMU SENDIRI! LIHAT DIRIMU! KAU MASIH HIDUP! VALKYRIE SUDAH BERKORBAN UNTUKMU! DAN KAU MEMINTAKU UNTUK MEMBENCIMU!? SEHARUSNYA KAU LEBIH MENGHARGAI APA YANG SUDAH DIA LAKUKAN UNTUKMU! KAU BRENGSEK!" teriakku pada Freya, lalu aku pergi meninggalkannya dan berlari kearah Garm.
Aku sempat menoleh kebelakang, aku melihat dia masih terkejut dengan kata-kataku barusan, tapi jika nanti dia masih menyesal dengan pengorbanan Valkyrie, aku akan menghajarnya hingga dia sadar.
Wings of Diablo! aku memunculkan sayap dipunggungku dan melesat dengan cepat kearah Garm, tapi tiba-tiba saja ada tombak berwarna gelap dan menyala seperti api yang datang melesat menembus sayapku, JRASH! suara sayapku yang tertembus tombak.
"Hundo..." ucap Jorgan dari kejauhan lalu hanya dalam satu kedipan mata, Jorgan sudah berada dihadapanku, bersiap untuk memukulku tepat diwajahku.
'Cih Masih belum menyerah ya..' kata batinku, kemudian aku sempat bereaksi dengan menyilangkan tanganku didepan wajahku untuk menahan pukulannya, '*I**ron Body*!'
BUAGH! suara dari pukulan tangan kiri Jorgan yang mengenai lengan tanganku.
"Hei.. apakah kau sudah lupa denganku?" ucap Jorgan setelah mengenai lengan tanganku.
'BERAT! pukulannya sangat berat!' ucapku dalam hati, kemudian Jorgan menggunakan tangan kanannya untuk menangkapku GREP! , dia mencengkram tanganku, dan berlari kearah jurang yang ada dibawah jembatan, setelahnya kami terjatuh dia melemparku sangat tinggi keatas.
Aku bisa melihat dia terjatuh kebawah jurang dan membalikkan tubuhnya, kemudian bersiap seperti sedang melemparkan tombak dalam posisi horizontal.
'Dimana!? Dimana!? Aku tidak bisa melihat tombak miliknya!?' pikirku yang sedang memperhatikan seluruh tubuhnya dengan perlahan.
Untuk sesaat aku melihat ada benda-benda kecil seperti serpihan yang berkilauan membentuk garis lurus seperti tombak ditangannya.
Wooosh! suara dari lemparan Jorgan, terlihat benda yang berkilauan itu ikut melesat kearahku.
BAM! Suara dari pukulanku yang mengenai benda mencurigakan itu.
Syat! Syat! Syat! suara dari zirah ditanganku yang mulai tersayat-sayat akibat terkena serangannya.
Aku mengencangkan kepalan pukulanku, aku bisa mendengar suara dari zirahku yang ikut tersayat oleh serangannya, 'Water Jet Fist!' muncul tekanan air seperti pelontar rocket dibelakang sikuku.
Duash! suara dari pukulan tanganku yang berhasil menghalau serangannya.
Wooosh! tiba-tiba ada satu serangan lagi yang melesat melewati kepalaku.
Aku sempat melihat serangannya melewatiku.. tapi.. apa itu.. serpihan itu seperti... PERMATA!!? Tapi kenapa dia melewatiku.. Jangan jangan!? kemudian aku membalikan badanku secara perlahan dan aku melihat dengan jelas serangannya menukik tajam.
'JANGAN JANGAN!?' kata hatiku sambil melihat Garm yang masih kesulitan untuk menahan gempuran meriam dan anak panah dari para Prajurit Zealos yang tak terhitung jumlahnya itu.
"FREYA!!!!!" Teriakku dari kejauhan, dan ternyata aku melihat Freya sudah sampai ditempat Garm, dia berdiri didepan Garm sambil menghadap kelangit seakan dia tau maksud dari teriakanku.
Kemudian . . .
"Guardian Angel" ucap Freya dengan suara yang kecil.
Nampak serangan Jorgan sudah sangat mendekati tempat mereka, kemudian JDAR! terdengar suara seperti petir dari arah mereka, dan mengeluarkan asap tebal.
Aku tak bisa melihat apapun... Ada apa sebenarnya, aku terus memperhatikan tempat mereka yang tertutup asap itu, "FREYA!! GARM!!" teriakku dari kejauhan.
Aku merasa tubuhku semakin cepat menurun kebawah saat ini, aku tidak bisa menggunakan sayapku lagi untuk selamanya, jika hancur tak akan ada lagi penggantinya, karena aku hanyalah setengah Iblis, jelas Guru Altares padaku saat aku masih berlatih dengannya.
Aku terus memperhatikan kedalam asap tebal itu, aku melihat ada sayap berwarna putih dari balik asap tebal itu, tapi siapa!? cih! tubuhku semakin terjun kebawah.
Pertama-tama aku harus menghajar Jorgan terlebih dahulu, akupun melihat kebawah, tapi aku tidak bisa melihat dirinya dimana pun, sial! apa yang harus kulakukan.
Aku mengedipkan mataku dan secara tiba-tiba dia sudah tepat berada diatasku, DUAGH! Suara dari tendangan Jorgan yang mengenai kepalaku, sehingga aku terhempas kebawah jurang itu dengan sangat kuat.
.
.
__ADS_1
.
.
Hanya dalam waktu empat detik saja aku sudah sampai dipaling dasar jurang sedalam tiga kilometer, ini buruk wajahku akan mendarat lebih dulu, BLAR! Suara dari diriku yang menabrak dasar jurang.
...Didalam Jurang...
Terlihat Warlen terbaring ditengah-tengah kawah kecil akibat tabrakan dirinya di dasar jurang.
Cih, tubuhku tak bisa bergerak.. padahal aku belum mengeluarkan semua kekuatanku, tapi aku sudah babak belur begini, bagaimana keadaan Freya dan Garm saat ini, Sial! aku harus menolong mereka.
Aku berusaha untuk berdiri sekuat tenaga, namun aku tidak bisa berdiri, ini gila, kecepatan pergerakannya diluar nalar sihir yang ada di Benua Elzia, tubuhku benar-benar tidak mau bergerak.
'Freya.. Garm.. dan yang lain.. Kumohon! selamatkan diri kalian..' doaku dalam Hati, sambil berusaha untuk berdiri, zirahku juga hancur akibat serangan Jorgan.
...D****iatas Jembatan...
Terlihat dari atas jembatan Garm melompat kebawah jurang untuk menyelamatkan Warlen,
Freya menggendong Audelia dan Helena ditangan kanan dan kirinya, berlari kearah tubuh Miresk dan Potongan Kepala Valkyrie.
...Didalam Jurang...
Drap! aku mendengar Jorgan baru saja menapakkan kakinya didasar jurang ini.
Tap! Tap! Tap! Tap! Aku melihatnya berjalan kearahku dengan perlahan dan kemudian berdiri didepanku.
"Maaf nak, kau sangat lemah, kau tidak akan bisa membunuh Lucifer jika tidak bisa mengalahkanku" ucap Jorgan, yang kemudian berangsur-angsur berubah ke wujud manusianya.
"Aku akan membunuhmu sekarang" ucap Jorgan sambil mengeluarkan senjata tombaknya dari sakunya, dia mulai mengayunkan tombaknya kearahku, kemudian TRANG! aku melihat ada seseorang yang menghalau serangan Jorgan, dan menendangnya hingga terhempas cukup jauh.
"GARM! Apa yang kau lakukan!?" ucapku cemas melihatnya yang datang sendirian, "Freya sudah membawa pergi mereka semua dengan kekuatan malaikat milik Valkyrie" jawab Garm.
"Valkyrie!? apa maksudnya!?" tanyaku, "Aku juga tidak begitu mengerti.. sekarang saatnya aku untuk menghajar orang ini.." jawab Garm.
'Soul of Skadi!' ucap Garm, kemudian dari tubuhnya keluar hawa yang sangat mencekam dan mengerikan, dari tangannya keluar dua bilah pisau berwarna ungu.
Kekuatan apa ini, apa dia benar-benar Garm yang kukenal? kenapa hawa membunuhnya benar-benar terasa sangat berbeda dari sebelumnya,
"Yah.. ini adalah wujudku saat menjadi seorang pembunuh dan penculik.." jawab Garm, kemudian dia mulai waspada dengan suara dari langkah kaki dari Jorgan, Tap... Tap... Tap...
'Baiklah' kata batin Jorgan, seperti sedang berbicara dengan seseorang. "Maaf, Aku harus pergi.." ucap Jorgan kepada kami berdua, kemudian dia memunculkan sebuah portal dihadapannya, Zwung! suara dari portal itu.
Terlihat Jorgan mulai memasuki portal, "JANGAN LARI KAU BRENGSEK!" teriakku padanya, "APA YANG KAU LAKUKAN GARM!? CEPAT SERANG DIA!" teriakku pada Garm.
Aku melihat Garm hanya terdiam membiarkan Jorgan pergi dari tempat ini, "Diamlah, kondisi kita sangat buruk.. Helena dan Audelia terluka parah, Miresk dan Valkyrie sudah tiada, Freya sedang berusaha untuk pergi dari tempat ini dengan melindungi mereka, dan kau saat ini tidak bisa bergerak sama sekali, bukankah sudah jelas kita bukan tandingannya." jelas Garm kepadaku.
Aku bisa melihat tubuh Garm yang merindng ketika melihatnya pergi(Jorgan), dia ketakutan, aku mengerti, aku tau.. "Ya.. mungkin ini yang terbaik untuk saat ini.."
Beberapa saat kemudian. . . .
Disuatu tempat didalam Hutan, Aku dan Garm sampai ketempat dimana Freya akan menunggu kami dengan menggunakan telepati milik Garm, mereka berhasil selamat dari gempuran Prajurit Zealos, dan terlihat juga Helena dan Audelia yang sudah siuman, kami semua meratapi kepergian Miresk dan Valkyrie.
Tubuh kami semua babak belur, tidak ada satupun senyuman yang terlihat diwajah mereka, mereka semua bersedih, ya.. ini kekalahan yang sangat telak untuk kami..
Aku berjalan dan mengambil potongan kepala Valkyrie, kemudian menatapnya dan bersumpah akan membunuh seluruh Cursed Hero yang ada di Benua Elzia ini.
Alexander, Orland, Miresk, dan Valkyrie, mereka semua adalah korban dari kekejaman Lucifer, dan yang akan menjadi target utamaku adalah Daren.
Dia yang merencanakan ini semua, seakan-akan kami semua hanya berlari diatas telapak tangannya.. malam itu kami semua akhirnya berencana untuk kembali ke Kota Larden.
......Pict From Google......
_____________________________________________
BAB VII PART 4 : HIS ANGER (END)
Pesan Penullis :
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
__ADS_1
Terima Kasih