Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 33 : Bajak Laut Penguasa Lautan!


__ADS_3

...Hari Kedua Helena dan Audelia di Kota Taris...


...•Pagi Hari•...


...Laut Taris...


...



Pict From Google...


Helena, Audelia, dan Azgul baru saja tiba didekat pohon disebelah kiri itu, angin berhembus sepoi-sepoi bercampur dengan aroma air laut, ada juga beberapa hewan yang sedang minum dari laut yang tenang ini.


"Aku tak menyangka tujuan nona-nona ialah bertemu dengan Yun-Yun, dan mengenal Maurer." ucap Azgul pada mereka, 'mereka berdua akrab sekali, sepanjang perjalanan terus saja berdebat satu sama lain' pikir Azgul yang melihat mereka.


"Sebaiknya kita bersiap, Cebol" Ucap Helena, "Ya... Kau benar, Cemong" Jawab Audelia, dan mereka berdua melihat kearah lautan yang sama dengan kaki yang sedikit gemetar.


^^^Audelia manggil cemong karena Helena punya tattoo diwajahnya.^^^


"Kau takut? Cebol?" Tanya Helena, "Sepertinya yang takut adalah kau Cemong." Jawab Audelia, dan Azgul melihat kalau kaki mereka berdua gemetaran 'Apa sebaiknya aku lerai saja ya?' Kata batin Azgul yang sedikit tersenyum kecil.


"Baiklah nona-nona, sebentar lagi kapalnya akan datang." Ucap Azgul pada mereka sambil memeriksa perlengkapan miliknya, "Kapal? bukankah kita seharusnya berjalan kearah batu yang menyerupai gelang itu? Tanya Audelia yang sedikit heran dengan perkataan Azgul.


"Nona Helena belum memberitahukannya?" Tanya Azgul pada Helena sambil menggunakan tas punggung yang berisi perlengkapan itu, "Sebenarnya aku juga lupa, hehehe~" Jawab Helena pada Azgul, terlihat Azgul sedikit terkejut dengan jawaban Helena.


"Jadi sesaat setelah nona Audelia pingsan karena terkejut, aku sudah merencanakan beberapa ide untuk mencari monster raksaksa itu, salah satunya dengan berlayar menggunakan kapal dari seorang kenalanku" Jelas Azgul pada mereka.


^^^Audelia pingsan karena terkejut setelah mendengar Aspidochelone.^^^


"Kenalanmu? Dia ingin membantu kita mencari seorang monster?" Tanya Audelia dengan ekspresi terkejut, "Kalau tidak salah namanya.... em... Clidia Nerine?" Jawab Helena yang sedikit ragu, "Tepat! akan tetapi kebanyakan orang memanggilnya dengan sebutan Kapten Nerine." Jawab Azgul.


"Kapten Nerine!?" Ucap Audelia yang terkejut setelah mendengar namanya, "Kau kenapa?" Tanya Helena yang bingung, "Nona Helena, apakah anda pernah mendengar kisah wanita yang membunuh Sea Serpent seorang diri?" Tanya Azgul pada Helena.


"Sea Serpent? Salah satu spesies monster yang menguasai lautan?" Tanya Helena yang meyakinkan perkataan Azgul, Azgul menjawab pertanyaan Helena dengan mengangguk, kemudian terlihat Helena terkejut tanpa kata.


"Kapten Nerine, salah satu dari 3 perompak penguasa lautan, seorang wanita dengan imbalan 1000 keping koin emas untuk kepalanya, dan 10.000 keping koin emas untuk senjata miliknya." Jelas Audelia pada mereka.


"Dari mana kau mengenal dirinya Azgul?" Tanya Audelia sambil menatap tajam, "Kapten Nerine dan Sea Serpent... JANGAN-JANGAN!?" Ucap Helena yang terkejut, "Red Dragon, nanti akan aku ceritakan lebih jelasnya." Jawab Azgul pada mereka sambil melihat kearah sebuah kapal yang sangat besar.



......Pict From Google......


"Jadi.... dia benar-benar Kapten Nerine yang terkenal itu!?" Ucap Helena yang melongo melihat kapal besar itu, "Baiklah, nona-nona saatnya kita berangkat." Ucap Azgul sambil melihat mereka berdua, nampak Audelia menelan ludahnya saat melihat kapal itu.


Beberapa saat kemudian. . .


Terlihat kapal besar itu sudah sampai ditepian tak jauh dari tempat mereka menunggu, kemudian "Yo~ Azgul, lama tak jumpa, rambut diwajahmu semakin lebat saja." Sapa seseorang dari atas kapal itu sambil melihat kearah mereka.


...



Pict From Google...


...Genshin Impact Beidou...


"Lama tak jumpa, Nerine." Jawab Azgul pada Nerine dengan senyuman, nampak Audelia dan Helena seperti orang yang salah tingkah, "Azgul! Mereka orang yang kau ceritakan itu?" Tanya Nerine sambil melihat Helena dan Audelia, "Ya! Mereka adalah Tuan Putri!" Jawab Azgul.


"Perke-" Belum sempat Audelia menyelesaikan kalimatnya, "Cepatlah naik, perkenalannya nanti saja!" Teriak Nerine yang memotong omongan Audelia, terlihat Helena mengelus dadanya sambil melihat Audelia dengan tatap mengejek, "Maaf ya, Nerine memang seperti itu." Ucap Azgul pada mereka berdua.

__ADS_1


"TURUNKAN TANGGA! CEPAT!" Teriak Nerine dari atas kapal, Terlihat Helena dan Audelia saling menatap dengan cepat dan raut wajah yang terkejut setelah mendengar teriakan Nerine, 'Dia memang sedikit galak, nona-nona.' Kata batin Azgul sambil melihat mereka berdua.


Beberapa saat kemudian. . .


...Deck Kapal...


...



Pict From Google...


Terlihat banyak sekali kru-kru kapal dari Kapten Nerine yang sedang sibuk mempersiapkan dan membetulkan beberapa hal yang dirasa tidak tepat untuk persiapan perjalanan mereka, namun ada beberapa dari mereka yang sepertinya mengenali Azgul, tetapi tidak berani menyapa dirinya.


"Ini semua? Harta!?" Tanya Helena yang terkejut kagum, "Kenapa? Kau menginginkannya?" Tanya Nerine dengan nada menyeramkan, "Ti-ti-tidak!" Jawab Helena yang grogi, "Jangan menakuti mereka, Nerine." Ucap Azgul sambil melirik Nerine tajam, nampak Audelia terlihat sedikit curiga dengan hubungan Azgul dan Nerine.


"KALIAN SEMUA CEPAT TURUNKAN LAYAR! KITA BERANGKAT!" Teriak Nerine pada kru kapalnya, "BAIK KAPTEN!" Balas kru kapalnya serentak, "Kalian berdua ikut aku, Azgul kuserahkan padamu." Ucap Nerine pada mereka berdua, "Baiklah, jangan terlalu kasar pada mereka berdua." Jawab Azgul, kemudian nampak Helena dan Audelia sedikit canggung dengan situasinya.


Beberapa saat setelahnya. . .


......Ruangan Kapten......



...Pict From Google...


Suasana diruangan kapten itu cukup sunyi, hanya terdengar suara ombak-ombak yang mengenai kapal, dan juga ada tempat tidur mewah yang cukup luas untuk ditiduri 4 orang.


Terlihat Kapten Nerine sudah duduk dikursi kepemimpinannya bersamaan dengan Helena dan Audelia yang duduk dihadapannya, nampak mereka berdua sedikit takut dengan Nerine.


"Kalian santai saja, asalkan tidak menyentuh hartaku, akan kupastikan kepala kalian tetap utuh." Ucap Nerine sambil tersenyum seram, Audelia dan Helena membalas ucapannya dengan tersenyum ngeri.


"Sudahlah, lalu apa yang kalian inginkan darinya?" Tanya Nerine menatap tajam kearah mereka, "Kami hanya ingin memintanya untuk membuat senjata suci." Jawab Audelia dengan keringat sebiji jagung yang ada diwajahnya.


"Siapa yang memberi tahukan kalian tentang hal ini?" Tanya Nerine, "Ma-Maurer Garm Efriot" Jawab Helena yang sedikit terbata-bata, "Maurer ya..." Ucap Nerine sambil berpikir 'Tak kuduga orang itu sampai membantu mereka.' Kata batin Nerine.


"Ceritakan padaku detailnya." Ucap Nerine pada mereka dengan tatapan tajam, kemudian Helena dan Audelia menjelaskan semua yang mereka lalui sampai saat ini, dan terlihat Nerine sedikit terkejut setelah mendengar penjelasan mereka.


BRAK! suara dari Nerine yang menggebrak meja, "Warlen!? Warlen katamu!?" Tanya Nerine dengan wajah yang terkejut, nampak Helena dan Audelia mengangkat tangannya sesaat setelah Nerine menggebrak meja karena terkejut.


"A-ada apa dengan Warlen?" Tanya Helena pada Nerine, nampak Audelia mengelus-elus dadanya menenangkan hatinya yang terkejut, "Dia adalah orang yang pernah menyelamatkanku dulu sekali." Ucap Nerine pada mereka dengan ekspresi yang kebingungan.


"Me-menyelamatkan? Bagaimana mungkin? Bukankah dia tidak berasal dari Benua ini?" Tanya Helena pada Nerine dengan tatapan sedikit curiga, "Yang kudengar dia tidak pernah mengatakan apapun tentang dirinya." Ucap Audelia sambil melihat Helena.


...Sea Serpent...


...



Pict From Google...


...Genshin Impact Beidou...


"Tidak, itu terjadi 44 Tahun yang lalu, saat itu aku sedang berlayar untuk mencari Benua baru selain Elzia, namun ditengah-tengah perjalanan aku bertemu dengan salah satu monster penguasa lautan, Sea Serpent.


Kapalku hampir karam dan seluruh kru-ku saat itu tewas sampai-sampai hanya menyisakan aku seorang diri dengan kondisi yang sangat buruk, aku kehilangan mata kananku, tanganku patah.


Untuk sesaat aku merasa diriku akan mati, dan seluruh impianku akan hancur pada saat itu, tetapi tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul diatas kapalku, orang itu bersayap hitam dan menggenggam sebuah claymore besar berwarna merah dengan corak hitam.


Orang itu adalah Warlen yang kalian kenal, dia membunuh Sea Serpent itu seorang diri hanya dengan beberapa kali tebasan, monster itu mati, lalu dia menggendongku dan menurunkanku ditempat yang aman.

__ADS_1


Kemudian dia memberikan senjatanya padaku sambil berkata Gunakanlah senjataku, impianku sudah berakhir, namun impianmu belum berakhir, teruslah melangkah sampai impianmu terwujud.


Aku tak mengerti kenapa dia menolongku pada saat itu, hanya saja ketika dia mengucapkan kata-katanya padaku, aku bisa melihat ekspresi dari senyum wajahnya yang sedang menderita. "Jelas Nerine pada mereka dengan ekspresi wajah yang sangat sedih.


"Omong kosong, pertama kali aku bertemu dengan Warlen dia tidak pernah memberitahukan apapun padaku tentang hal ini, tentu saja sebelumnya aku juga sudah memastikan hal itu dengan mata kepalaku sendiri, dia tidak terlihat berbohong padaku!" Jelas Helena yang terkejut marah mendengar perkataan Nerine, dan nampak Audelia berusaha menenangkan Helena.


"Sakamichi Kentaro/Warlen Lilith Eirini, Yamada Kentaro/Jasper Viuz Eirini, Tuan Putri yang naif, apakah kau tidak sadar kalau ingatannya sudah dihapus?" Tanya Nerine pada Helena dengan tatapan tajam sambil melihat selembar kertas yang menguning karena air dan juga tersobek diatas mejanya, kemudian Nerine pun memberikan kertas itu pada Helena.


...✪Pahlawan Kesembilan✪...


Jasper Viuz Eirini


•Mengubah namanya menjadi Yamada Kentaro sebelum meninggalkan Benua Elzia dan pergi ke bumi untuk mempersiapkan ruang dimensi bagi Lucifer.


•Mengubah ingatan hampir seluruh ras di Benua Elzia yang menjadi pengikutnya saat perang besar kedua terjadi.


•Mengubah nama putranya menjadi Sakamichi Kentaro, menyegel tubuhnya agar menjadi seorang anak-anak juga menghapus ingatannya.


•Membelot pada Lucifer karena----


...✪Selesai✪...


^^^Note : Perang Kedua Perangnya Helena.^^^


Nampak Helena sudah selesai membaca lembaran kertas itu, dan terlihat juga dari raut wajah Helena yang terkejut setelah membacanya, dia terdiam tanpa sepatah kata sedikitpun sambil mengepalkan eratan ditangannya sekuat tenaga.


"Catatan yang kupunya tentang dirinya hanya sampai sini, karena sebagian dari isinya sudah memudar terkena air, selebihnya tidak ada lagi, aku mendapat lembaran kertas sobek ini saat menjelajahi perairan didekat Reruntuhan Valhalla" Jelas Nerine pada mereka.


'Reruntuhan Valhalla!? Jangan-Jangan!?' Kata batin Audelia yang terkejut, "Holy War!" Ucap Audelia sambil menjujukan sebuah buku yang dulu ditemukan oleh Miresk, Nerine nampak sedikit bingung dengan perkataan Audelia.


Audelia-pun menjelaskan tentang buku itu, kemudian "Apa!? Apakah ini suatu kebetulan!?" Ucap Nerine yang terkejut dengan penjelasan Audelia, "Kita harus berterima kasih pada temanmu itu." Ucap Nerine pada Audelia.


"Dia sudah tiada." Jawab Audelia dengan ekspresi wajah yang sedih, "Aku ingin sendirian untuk sesaat." Ucap Helena pada Nerine dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan, "Baiklah." Jawab Nerine pada Helena.


Terlihat Helena meninggalkan mereka, nampak Audelia juga sedikit khawatir pada Helena yang seperti itu, "Maafkan aku atas kematian temanmu itu, dan jangan khawatir dengan Putri Duskford itu, aku yakin dia tidak akan lama." Ucap Nerine pada Audelia.


"Baiklah, sekarang kita akan fokus pada tujuan kita, mungkin akan ada sedikit guncangan pada kapal saat mendekati monster yang bernama Aspidochelone itu, dan semoga saja Yun-Yun tidak meminta hal yang aneh-aneh pada kalian." Jelas Nerine pada Audelia.


"Aneh-aneh? apa maksudmu?" Tanya Audelia dengan raut wajah curiga, "Yah.. nanti kau bisa lihat sendiri." Jawab Nerine sambil tersenyum jahat.


"Omong-omong, soal Azgul...." Ucap Audelia dengan nada yang sedikit ragu, dan nampak Nerine mengetahui apa yang ingin ditanyakannya.


"Oh.. Dia adalah salah satu dari 3 perompak penguasa lautan, namun dia sudah berhenti karena menikah dan mengubah namanya menjadi Azgul, sebelumnya dia bernama Kapten Azamante Gulag." Jawab Nerine.


Audelia yang mendengar perkataan Nerine sedikit bingung untuk mencerna kata-katanya, kemudian "Maaf.. kepalaku sedang sakit, bolehkah aku beristirahat, apakah kau ada kamar lain?" Tanya Audelia sambil berdiri dari tempat duduknya.


"Masuklah kepintu disebelah kiri itu, disana adalah kamar untuk para tamuku." Ucap Nerine sambil menunjuk kearah sebelah kanan, kemudian terlihat Audelia membuka pintu itu sambil mengucapkan "Nampaknya aku harus tidur lebih awal."


Terlihat sekarang Nerine sedang berada diruangan itu seorang diri, "Warlen, kau harus bertanggung jawab padaku, berani sekali kau berpaling dariku." Ucap Nerine tersenyum sambil melihat kearah lautan lewat jendela ruangan itu.


END. . .


_____________________________________________


NOTE : Mungkin updatenya bakal melambat, lagi ngerevisi bab-ban sebelumnya.. maaf ya.


Pesan Penullis :


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2