Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 35 : Harus Selamat!


__ADS_3

...BONUS...


...AUDELIA...



......Pict From Google......


...<<><><><><><><><><><><><><><><><>>...


Terlihat Charybdis mengeluarkan kepalanya dan menatap kearah mereka, wujudnya sangat menyeramkan, seluruh wajahnya tertutupi mulut dan sirip, tubuhnya yang sebesar gedung bertingkat dipenuhi dengan tentakel-tentakel yang sangat banyak juga tajam, mereka hanya sebesar tusuk gigi dihadapan Charybids.


...Monster Charybdis...



......Pict From Google......


Suara dari monster laut itu sangat keras sekali sampai membuat angin yang sangat kencang dan gerakan tubuhnya membuat air laut yang tenang berubah menjadi ombak yang besar.


Kapal milik Nerine terombang-ambing gelombang air laut yang kuat, geladak kapalnya tergenang air laut yang naik, angin kencang menerpa layar kapal, dan suara berisik dari monster itu membuat pengang telinga mereka.


Akan tetapi tiba-tiba saja monster itu menjatuhkan tubuhnya kedalam laut, dan dari hantaman tubuhnya membuat ombak yang sangat besar setinggi 10 meter datang kearah mereka.


"SEMUANYA BERSIAP UNTUK GUNCANGAN!" Teriak Azgul pada mereka, "BAIK!" Jawab seluruh kru kapal, "BENTANGKAN LAYAR, PERSIAPKAN MERIAM! KITA AKAN BERPERANG! DOMINO! AMBIL ALIH KAPAL!" Perintah Nerine pada mereka sambil memerintahkan salah satu kru terbaiknya.


"APA YANG HARUS KAMI LAKUKAN!?" Tanya Helena pada mereka, "AUDELIA GUNAKAN ELEMENTMU PADA BOLA MERIAM ITU! HELENA GUNAKAN ELEMENT ANGINMU UNTUK MENIUP LAYAR KAPAL!" Teriak Azgul pada mereka.


"HEI AZGUL, DIA MENGHILANG!" Teriak Nerine padanya sambil memperhatikan laut di sisi kanannya, "Tidak.. dia tidak menghilang, kurasa dia sedang mempersiapkan sesuatu" Jawab Azgul yang juga memperhatikan laut di sisi kirinya.


Nampak Audelia dengan cepat menuju kearah kru-kru kapal untuk merapalkan peluru-peluru meriam, lalu terlihat juga Helena yang merapalkan mantranya "Speed of Wind!" kemudian berlari memanjat keatas tiang layar utama kapal.


BRAK! Bunyi dari kulit kapal yang terhantam ombak.


Beberapa saat kemudian. . .


"KAPTEN! MERIAM SUDAH SIAP!" Teriak seluruh kru kapal. "SEMUANYA TETAP BERSIAGA!" Perintah Nerine pada mereka.


Mendadak air laut yang tadinya mengamuk dengan gelombang tinggi berubah menjadi sangat tenang, tak ada tanda-tanda yang terlihat dari monster itu. Suasana disekitar juga sangat sunyi, dan seluruh awak kapal sudah bersiaga diposisinya masing-masing.


Audelia sudah selesai memberikan mantra penguat pada peluru-peluru meriam itu, dan nampak dari corong meriam itu mengeluarkan uap yang sangat panas.


Helena juga sudah berada diposisi yang tepat untuk menghembuskan angin dilayar utama kapal itu, dia sedang berdiri menginjak udara dengan sihirnya dan berada tepat didepan layar utama kapal itu sambil memperhatikan sekitarnya.


"Jika ada seekor Charybdis disini, pastinya akan ada seekor Scylla ditempat ini." Peringat Azgul pada Nerine dengan nada waspada.


"Scylla katamu!? bukankah dia sudah dikalahkan oleh Quendin?" Tanya Nerine pada Azgull, "Tidak, waktu itu Quendin sedang lengah, dia mati didalam perut Syclla." Jawab Azgul pada Nerine.


^^^Quendin salah satu dari 3 perompak penguasa lautan.^^^


"Pantas saja aku tidak pernah melihatnya selama 20 tahun terakhir ini, itu berarti informasi yang kudengar sebelumya sudah salah." Kejut Nerine, "Sudahlah, kita fokus saja pada monster ini." Jawab Azgul sambil melihat keadaan sekitar.


"KAPTEN NERINE! TUAN AZGUL! AKU MELIHAT ADA PUSARAN AIR YANG SANGAT BESAR! ARAH TIMUR TENGGARA SEKITAR 200 METER DARI KAPAL KITA!" Teriak Helena pada mereka, nampak Azgul, Nerine, dan Audelia langsung berlari untuk melihat pusaran air itu.


^^^Pusaran air itu sama aja kayak Swirlpool.^^^


"Ini gawat... DOMINO! ARAHKAN KAPAL KEARAH BARAT-BARAT LAUT! KITA HARUS KELUAR DARI TEMPAT INI SEKARANG! HELENA GUNAKAN ELEMENT ANGINMU SEKARANG! SEMUANYA ARAHKAN DAN TEMBAKKAN MERIAM KEARAH PUSARAN ITU!" Perintah Nerine pada mereka.


Helena-pun mulai menciptakan hembusan angin yang kuat kearah layar utama kapal itu, Audelia berlari kesana-kemari untuk terus-menerus menguatkan peluru-peluru meriam itu dengan element miliknya.


DUM! DUM! DUM! DUM! DUM! DUM! DUM! bunyi dari tembakan meriam-meriam itu.


Terlihat pusaran air itu semakin besar dan menguat sekaligus mulai menjangkau kapal mereka, nampak Nerine terus menerus memberikan perintah pada kru-kru kapalnya.


"KITA AKAN IKUT TERSERET ARUS KALAU BEGINI! HELENA! BISAKAH KAU PERKUAT ANGINMU!?" Teriak Azgul, "ITU TIDAK MUNGKIN! LAYAR KAPALNYA AKAN SOBEK JIKA AKU MENGGUNAKAN YANG LEBIH KUAT LAGI!" Balas Helena.


'Kalau terus begini, seluruh kruku dan kapalku akan berakhir seperti dulu' Ucap Nerine dalam benaknya, "AZAMANTE! AYO!" Teriak Nerine, kemudian BYUR! Bunyi dari Nerine yang terjun kedalam air.


Helena sempat melihat Nerine terjun kedalam air itu, "KAPTEN NERINE!!!!!" Teriak Helena yang terkejut, "HELENA! TERUSLAH HEMBUSKAN ANGINMU! KUSERAHKAN SISANYA PADAMU!" Teriak Azgul kemudian BYUR! Bunyi dari Azgul yang ikut terjun dari kapal itu.


'SIALAN! Kalau saja aku masih punya senjata suci' Ucap Helena dalam benakya, kemudian BYUR! Suara dari seseorang yang ikut terjun kedalam air. "CEBOL! KENAPA KAU JUGA MENINGGALKAN AKU!?" Teriak Helena yang melihat Audelia ikut terjun.

__ADS_1


'Aku harus tetap fokus dengan tugasku disini.'


Kata batin Helena, "KAPTEN HELENA! KAPAL KITA HAMPIR KELUAR DARI ARUSNYA! PUSARANNYA TIBA-TIBA MELEMAH!" Teriak salah satu kru kapal.


Nampak Helena sedikit terkejut mendengar perkataannya lalu melihat sekelilingnya, dan benar saja arusnya semakin melemah. Tak butuh waktu lama bagi Helena untuk menjauhkan kapal tersebut dari arus pusaran itu.


Beberapa saat kemudian. . .


Terlihat di geladak kapal banyak sekali lantai-lantai kayu yang hancur, kulit kapal yang terbuat dari kayu juga bolong, dan dilambung kapal bocor karena hantaman ombak yang sangat kuat sekaligus membuat air mulai menggenanginya.


Salah satu kru yang dipercayakan Nerine menghampiri Helena untuk melaporkan situainya "Kapten Helena, saat ini kru-kru yang lain sedang membetulkan seluruh bagian kapal, kerusakannya cukup parah, dan -"


BREEEET! Suara dari layar utama kapal yang robek.


"Dan layar utama kapal kita robek." Lanjut laporan Domino ada Helena.


Helena yang terkejut setelah menyaksikan layar utama Kapal Nerine itu terkejut bukan main, dia melongo menatap kearah layar kapal yang robek itu.


"K-Kapten?" Panggil Domino polos sambil melihat Helena melongo mengeluarkan rohnya dari mulutnya 'Aku akan dipenggal Nerine' Ucap Helena dalam benaknya.


"Bagaimana tentang Kapten Nerine, Tuan Azgul, dan Ceb- Audelia? Apakah ada tanda-tanda dari mereka?" Tanya Helena pada Domino.


"Kami sempat melihat mereka bertiga masuk kedalam pusaran air itu, dan nampaknya sekarang mereka berada didalam perut Charybdis. Tapi Kapten Helena tidak usah khawatir. Itu karena Tuan Azamante bersama dengan nona kecil itu, beliau adalah seorang bajak laut yang pernah selamat dari serangan Kraken, bahkan sempat memotong 4 buah tentakelnya, kisah tentangnya juga sudah tersebar dimana-mana. Kapten Nerine juga bersama dengan mereka, beliau juga sangat kuat, bahkan pernah membunuh monster Sea Serpent seorang diri." Jelas Domino sambil melihat Helena dengan tatapan penuh percaya diri.


"Baiklah untuk saat ini kita perbaiki kapal dan tunggu mereka disini bersamaan dengan itu, aku ingin kau yang memegang kendali para kru saat ini, perintahkan seseorang yang ahli dalam mengintai untuk memperhatikan keadaan sekitar." Perintah Helena pada Domino.


Nampak Domino sedikit ragu dengan perintah Helena, "Ada apa?" Tanya Helena pada Domino, "Mungkin kita bisa menunggu selama beberapa hari, namun persediaan makanan kita hampir seluruhnya terbawa ombak, dan itu akan menghambat kita." Jelas Domino.


"Apakah kau punya busur dan anak panah?" Tanya Helena pada Domino, "S-Sepertinya ada Kapten, kalau tidak salah di BAK kapal ada sebuah busur biasa hasil dari rompakan kami." Jawab Domino yang bingung melihat wajah Helena.


^^^BAK Kapal sama saja dengan Gudang.^^^


"Ada berapa buah busur dan anak panah di sana?" Tanya Helena sambil melihat kearah lautan, nampak Domino membuka lembaran laporan miliknya "S-Sekitar 40 busur dan 800 anak panah." Jawab Domino pada Helena.


"Bawa semuanya ke atas sini." Perintah Helena pada Domino, nampak Domino sedikit terkejut dengan perkataan Helena "U-Untuk apa Kapten Helena?" Tanya Domino yang bingung.


"Tentu saja berburu ikan-ikan dilaut." Jawab Helena dengan penuh semangat, "Akan tetapi saat ini seluruh kru kapal sedang memperbaiki kerusakan pada kapal, Kapten Helena." Ucap Domino dengan raut wajah yang sedikit cemas.


...Helena...


...



...Dota 2 Windranger...


"Tenang saja, aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Helena sambil tersenyum, nampak kepercayaan diri Domino kembali lagi "BAIK! DENGAN SEGERA AKAN SAYA LAKUKAN!" Lapor Domino pada Helena.


"SEMUANYA BAWAKAN SELURUH BUSUR DAN ANAK PANAH YANG BERADA DI BAK KAPAL!" Teriak Domino pada kru-kru kapal itu, dan terlihat semuanya langsung berlarian menuju BAK Kapal.


"Kuharap kalian baik-baik saja." Ucap Helena kecil sambil mencemaskan mereka bertiga.


Sementara itu ditempat lain. . .


......Perut Charybdis...



...


...Pict From Google...


...Movie Percy Jackson...


JRRRSH! Suara dari arus air deras yang masuk kedalam perut monster itu, terlihat juga Audelia, Nerine, dan Azgul ada disana terseret arus itu.


"Kenapa kau mengikuti kami Putri Zealos?" Tanya Nerine pada Audelia sambil menyipitkan matanya. "Kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Azgul pada Audelia sambil memegang kepala Audelia.


Audelia nampak terkejut melihat kehadiran Azgul didalam perut Charybdis itu, "Aku hanya ingin menyelamatkan Kapten Nerine, kupikir dia terjatuh dari atas kapal, dan tanpa sadar aku malah melompat." Jawab Audelia dengan suara yang kikuk.


"Yah, baiklah.. sekarang kita harus terus berjalan." Ucap Azgul sambil tersenyum pada mereka, "Terima kasih, Putri Kecil." Ucap Nerine kemudian mengusap kepala Audelia, nampak Audelia kesal karena diperlakukan seperti anak kecil namun diraut wajahnya dia merasa lega karena mereka berdua selamat.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Helena dan yang lain!?" Tanya Audelia yang tiba-tiba mengingat mereka, "Tenang saja, aku sudah melukai mulutnya dengan senjataku. Hanya saja walaupun aku menggunakan senjata ini, kulit tubuhnya masih cukup tebal." Jawab Nerine sambil melihat kearah senjatanya.


"Itu Claymore pemberian Warlen!?" Tanya Audelia yang terkejut melihat senjata besar berwarna merah dengan corak gelap dan sebuah bola berisi cairan yang seperti darah.


"L-L-Lalu Tuan Azgul berubah menjadi seperti salah satu jendral iblis!?" Lanjut Audelia sambil melihat seluruh tubuh Azgul yang terbakar dan memakai topeng rusak serta naga kecil berwarna merah yang mengikutinya.


"Ya, Claymore ini terbuat dari tulang naga dan juga ditengahnya terdapat bola yang berisi darah Lilith. Seranganku tidak akan pernah meleset, dan entah kenapa Claymore ini benar-benar cocok untuk diriku." Jelas Nerine pada Audelia.


"Apa maksudnya?" Tanya Audelia sambil melihat wajah Nerine yang sedikit cemas, dan terlihat Azgul menggaruk-garuk kepalanya "Aku mencurinya saat berada digunung Hwerun, Agni salah satu jendral iblis api yang juga merupakan saudara dari Rudra." Jawab Azgul mengenai pertanyaan yang Audelia tanyakan padanya.


"Claymore ini seakan-akan hidup dan memiliki pikiran serta jiwanya sendiri. Hanya saja aku masih tidak mengerti kenapa Dragon's Lilith Blood ini mengakuiku sampai saat ini." Jawab Nerine sambil melihat kearah Claymorenya.


"Baiklah-baiklah.. saatnya kita berjalan kearah jantung mahluk mengerikan ini, luas sekali ya, bahkan jika aku berteriak dia memantulkan suaraku lagi." Ucap Azgul sambil melangkahkan kakinya dan terkesima melihat sekitarnya.


"Ayo, Putri Zealos." Ucap Nerine sambil mengusap-usap kepala Audelia kemudian berjalan mengikuti Azgul.


'Apakah mereka tidak takut sama sekali?' Tanya Audelia dalam benaknya, kemudian "Ah! Iya!" Balas Audelia sambil berjalan mengikuti mereka.


Beberapa saat setelahnya. . .


Clak! Clak! Clak! Suara langkah kaki mereka.


"Kenapa banyak sekali lendir dan genangan kuning disini? Kita ada dimana sebenarnya? Tempat ini baunya menusuk hidung." Ucap Audelia pada mereka sambil melihat sekitarnya.


"Kita ada didalam perut Charybdis, kau bisa menebaknya hanya dengan melihat cairan asam ini dan juga tengkorak besar serta bangkai kapal yang ada disana." Jelas Azgul sambil menunjuk kearah bangkai kapal dan tengkorak itu.


"Ah! Azgul, bisakah kau potong tengkorak itu?" Tanya Nerine padanya sambil menunjuknya. "Untuk apa? Apakah itu spesial?" Tanya Azgul sambil melirik Nerine. "Memangnya ada apa?" Tanya Audelia sambil memperhatikan tengkorak itu.


"Tidak, mungkin saja tengkorak itu akan berguna dalam pembuatan senjata suci." Jelas Nerine pada mereka. "Kau benar, mungkin Yun-Yun akan meminta hal yang aneh-aneh nantinya, dan genangan air disini benar-benar keruh." Jawab Azgul sambil mengangguk.


Terlihat Audelia sedang memperhatikan sesuatu yang bergerak dari kejauhan, lalu tiba-tiba "Purple Incendary! Ziror! Zan Fury!" Ucap Audelia, tiba-tiba GREP! Suara dari Audelia yang mengencangkan pijakannya, kemudian dia berlari dengan kecepatan tinggi CLAK! CLAK! CLAK! CLAK!


Sontak Nerine dan Azgul terkejut dibuatnya, "Ada apa dengan dirinya? PUTRI ZEALOS! APA YANG KAU LAKUKAN!?" Teriak Nerine yang khawatir melihat Audelia berlari, "NONA! DISANA BERBAHAYA!" Teriak Azgul pada Audelia.


DRAP! JRASH!!!! Suara dari Audelia yang melompat dan menebas sesuatu, Pluk! suara suatu bagian tubuh yang terjatuh.


"M-M-MAHLUK APA ITU!?" Tanya Audelia sambil terkejut tanpa sadar yang menebas mahluk itu.


"Gafang's-Man manusia yang telah bermutasi menjadi seekor monster, aku tak menyangka ternyata mereka berkembang biak didalam perut Charybdis." Ucap Nerine yang terkejut melihat itu.


"Ya.. ternyata mahluk yang dulu pernah membuat Kapten Quinden lengah adalah mahluk ini." Ucap Azgul sambil melihat sekelilingnya yang sekarang dipenuhi oleh mahluk itu.


"PUTRI ZEALOS! JANGAN SAMPAI TERKENA TENTAKEL YANG BERADA DIPUNDAKNYA!" Peringat Nerine padanya sambil membacakan mantranya, "Blood Splash!" Ucap Nerine kemudian darah dari dalam bola permata itu keluar melumuri pedangnya, lalu dia menebas senjatanya yang berlumuran darah itu ke tubuh monster yang berada disekitarnya.


"Electrco Shockwave" Ucap Nerine kemudian dari darah yang dicipratkan itu muncul aliran listrik berwarna ungu yang menyetrum monster-monster itu sampai hangus. BZZZT!! BZZZT!! BZZZT!! BZZZT!!


Terlihat Azgul mulai menggenggam gagang pedangnya dengan kedua tangannya secara horizontal sekaligus berlari kearah monster "Agni's Inferno!" lalu secara tiba-tiba muncul api yang menutupi pedangnya dan memanjang sekitar 3.5 meter.


BLAR!! BLAR!! BLAR!! Banyak dari seluruh monster yang terpotong dan kemudian terbakar.


Terlihat Audelia telah tiba didekat Nerine setelah berlari. "Kau cepat juga, Putri Zealos." Puji Nerine pada Audelia, "Tidak juga, aku tak menyangka kau bisa menghabisi 20 monster itu dalam sekejap." , kemudian terlihat Azgul tiba didepan mereka setelah menghabisi beberapa monster itu dan berkata "Aku sudah dapat 70 monster." Sapa Azgul pada mereka.


Terlihat mereka bertiga memposisikan diri seperti segitiga, "Sepertinya kita harus bertarung menghabisi mereka semua sebelum pergi ke jantung monster ini" Ucap Nerine pada mereka, dan nampaknya Azgul dan Audelia yang mengangguk setuju setelah mendengar ucapannya.


"KITA MULAI PESTA YANG SEBENARNYA!" Teriak Nerine.


...Gafang's-Man...


...



_____________________________________________


BAB IX PART 3 : THE FEMALE PIRATE EMPEROR


NOTE : Mungkin updatenya bakal melambat, lagi ngerevisi bab-ban sebelumnya.. maaf ya.


Pesan Penullis :


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2