
NOTE :
Bagi yang lupa bisa baca bab 6
...•Dini Hari•...
...Reruntuhan Kota Duskford...
Saat Ini
Suasana mencekam dengan hawa membunuh tersebar di udara yang panas semakin terasa, banyak diantara pasukan iblis tak sadarkn diri akibat pertarungan mereka.
Terlihat dibeberapa bagian kota Duskford kini sudah hancur lebur dengan puing-puing reruntuhan dan kayu-kayu bagian rumah masih terbakar.
Monster-monster dan Iblis yang menciptakan neraka mulai berpesta pora tidak ada satupun jiwa yang bisa kabur dari kejamnya mereka.
Pengelihatannya kini tersentuh oleh darah dari keningnya. Cahaya bulan yang bersinar kini berwarna merah dimata sang raja.
Sang Raja merasakan dengan jelas ; Ledakan disekitar mereka, Logam yang beradu, Pijakan kaki yang kuat untuk menyerang lawan, Hati yang terus terbakar amarah, dan Harapan dari orang-orang yang dicintainya.
Terlihat Alexander dengan gesitnya bertarung dengan Jasper, mereka saling beradu kekuatan dengan pedang mereka.
Tiga puluh menitpun berlalu sebelum kondisi Alexander semakin memburuk akibat darah dimatanya yang menghalangi pandangannya.
Jasper yang sudah pernah menjadi murid dari Alexander sangat menyadari kelemahan dan kemampuan khusus milik Alexander.
Alexander menyadari dirinya dalam kondisi yang sangat buruk, bahkan lebih buruk dari yang pernah dia rasakan sebelumnya dulu.
Jasper yang melihat adanya kesempatan bagi dirinya untuk membunuh Alexander mulai mengumpulkan tenaga dikakinya.
Dalam satu kali kedipan terlihat Jasper sudah sampai dihadapan Alexander dan menyerangnya dengan salah satu pedang gandanya.
Berkat pengelitahan super yang dimiliki Alexander, dia berhasil menahan serangan Jasper yang hampir menembus tubuhnya.
Jasper yang mengetahui senjatanya akan ditepis oleh Alexander tersenyum lembar sambil melemparkan pedang ditangan kanannya kelangit.
Benturan kedua pedang itu menyebabkan ledakan yang cukup besar untuk meratakan sebuah rumah dua lantai.
Alexander yang berhasil menahan serangannya nampak terkejut mengetahui salah satu pedang Jasper sudah tidak digenggam olehnya.
Jasper kembali tersenyum lebar melihat kesempatan ini mengepalkan tangan kanannya sambil mengeluarkan cahaya merah membara seperti matahari.
Alexander sadar dia sudah salah langkah, kondisinya buruk pedangnya yang menahan serangan Jasper tidak bisa ditarik
Alexander berusaha untuk melangkah mundur melepaskan pedang ditangannya. Dia tau betul jika mata kanannya hancur dia akan kalah.
Namun naas gerakan Jasper menjadi lebih cepat berkat perjanjiannya dengan Lucifer.
Alexander melihat degan persis bagaimana kepalan tangan yang panas itu mulai mendekati wajah hingga bola mata miliknya sendiri.
Pukulan Jasper menghempaskan tubuh Alexander sekitar seratus meter kebelakang, menghantam dinding dan reruntuhan sampi akhirnya menembus istananya sendiri.
Alexander mendarat dengan punggungnya, kondisinya diperburuk karena kehilangan senjatanya sendiri.
__ADS_1
Darah dari luka dari tubuhnya yang menghantam bebatuan mulai mengalir keluar dari baju besinya,
mata kirinya yang buta karena pukulan Jasper dan nafasnya yang sudah terasa berat.
Alexaner sadar bahwa ini adalah akhir bagi dirinya, namun keteguhan hati miliknya yang membara dan membakar semangatnya lagi.
Jasper menancapkan pedang gandanya tepat dihadapannya dan mengambil milik Alexander untuk membunuhnya.
Jasper yang sadar ini adalah akhir bagi gurunya dan sesegera mungkin mulai mengumpulkan tenaga dikakinya untuk melesat kearah Alexander.
Terlihat Alexander mulai membaca beberapa mantra sihir, tak butuh waktu lama Alexander mulai terlihat pulih dari luka-lukanya.
Namun peampilan dan auranya terasa sangat berbeda dari sebelumnya, tekanan yang sangat jahat keluar dari tubuh Alexander.
...
...
...Fate/Grand Order Alter Arthur...
...Pict From Google...
Jasper yang merasakan tekanan udara menakutkan ini mulai menghilangkan kekuatan dikakinya sebelum terlambat.
Alexander kemudian melesat ketempat Jasper dalam sekejap mata, mencengkram wajah Jasper dan melemparkannya sejauh sepuluh kilometer sampai ke kota bagian selatan Kota Duskford.
Alexander mendengar suara yang mengganggu pikirannya untuk membunuh Warlen dan patuh kepada Lucifer.
Alexander merasa dirinya sudah bukan dirinya lagi, dia tau betul akan resikonya menggunakan sihir terlarang yang dibacanya rak buku ayahnya dulu.
Terlihat Jasper sudah melesat dengan kecepatan penuh kearah Alexander, gerakannya membuat semua getaran yang menghancurkan tanah disekitarnya.
"ALEXANDER!!!!!" Teriak Jasper sambil mengumpulkan partikel sihir yang sangat padat pada kedua telapak tangannya berbentuk seperti kelereng berwarna hitam pekat dengan aura merah disekelilingnya.
Alexander menyadari kesadaran dirinya sudah tidak akan bertahan lama, sangat tidak diuntungkan dengan posisi ini.
'E...ENEMMA' ucap Alexander sekuat tenaga sambil berusaha menyadarkan dirinya dari suara-suara itu.
Lalu seketika Kota Duskford ditutupi oleh bayangan berwarna merah darah.
Kemudian sebuah bola berwarna merah darah raksaksa dengan percikan listrik hitam disekelilingnya muncul dari atas langit seperti meteorit yang sangat besar mulai mendekati kota Duskford.
'YANG BENAR SAJA!!!' ucap Jasper dalam hati sambil menambah kecepatan kakinya dan 'PHOBOS'
menggunakan sihir yang tadi ia kumpulkan sebagai pelontar untuk menambah kecepatannya.
Jasper berencana untuk melewati Alexander karena dia tidak mungkin bisa sempat jika memutar arah.
'Alexander benar-benar sudah gila' kata hati Jasper.
Alexander berencana mengakhiri pertarungan ini dengan membunuh Jasper dan dirinya dengan ledakan itu.
__ADS_1
Alexander yang tau dengan apa yang direncanakan oleh Jasper, Alexander mulai membaca beberapa mantra sihir kemudian 'Red Flame'.
Muncul banyak sekali pilar-pilar api berwarna merah darah menyerupai tornado raksaksa disekeliling Jasper dan mengurungnya.
Jasper yang sadar dirinya dalam bahaya mulai cemas, dia menggunakan seluruh sihir yang dia ketahui akan tetapi semuanya gagal.
'Gungnir' ucap seseorang
Lalu tiba-tiba muncul sebuah tombak panjang berkapak dua dan bercorakan biru emas, melesat dengan cepat menembus tubuh dan menghancurkan jantung Alexander.
Seluruh sihir yang dilepaskan oleh Alexander pun menghilang karena hilangnya pengendalian atas sihirnya.
Beberapa saat kemudian..
Alexander yang sudah kehilangan jantung dan terluka sangat fatal
menggunakan kekuatan sihirnya yang terakhir dengan harapan bisa melihat pengkhianat tersebut.
Alexander melihat seseorang dengan baju zirah emas bermotif biru dan berambut perak sedang berdiri disampingnya.
'Begitu ya, andai saja aku sadar lebih awal' ucap Alexander dalam hatinya dan menghembuskan nafas terakhirnya karena kehilangan kekuatan sihirnya.
Kemudian.
Jasper yang merasa sudah kehilangan kekuatannya memilih untuk mundur dan menarik pasukannya.
Orang itu pun sempat berbincang dengan Jasper sesaat.
Matahari sudah mulai terbit dan bersinar.
Terlihat Helena dan Freya tiba ditempat itu menangis histeris mendapati tubuh Alexander yang sudah tak bernyawa.
Nampak Garm Orland dan Daren melihat Alexander dari kejauhan.
Warlen yang melihat kejadian ini meneguhkan hatinya untuk membalas semua perbuatan mereka dengan cara yang lebih kejam.
'Ayah, senyummu benar-benar palsu.' Ucap hati Helena yang yang pedih.
...Alexander Smile...
...Pict From Google...
END..
_______________________________________
Pesan Penullis :
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih
__ADS_1