
Masih diatas Kapal Nerine
Terlihat Helena sedang berdiri ditepian kapal sambil bersandar menatap kearah lautan taris. "Helena, ada apa?" Tanya Azgul yang sebelumnya melihat Helena sedikit meneteskan air mata.
Helena menggelengkan kepalanya seakan-akan tidak ada yang terjadi pada perasaannya. Akan tetapi Azgul tetap saja merasa ada yang tidak benar dari sikap Helena "Yasudah, kalau begitu. Jangan terlalu banyak pikiran, perjalanan kita juga masih tersedia beberapa hari lagi sebelum sampai di tempat tujuan. Semangatlah Helena." Ucap Azgul yang ingin melangkahkan kakinya meninggalkan Helena.
"Bagaimana jadinya. Jika kau menemukan kenyataan pahit yang tidak kau mengerti. Padahal mungkin saja seharusnya kau mengerti akan hal itu." Ucap Helena sebelum Azgul mulai melangkah.
"Tidak usah dipikirkan. Jika kau belum mengerti, janganlah berusaha untuk mengerti. Itu hanya akan membebani pikiranmu. Hadapilah sesuatu yang seharusnya kau hadapi sekarang." Jawab Azgul dengan senyum tipisnya dan kemudian pergi meninggalkan Helena.
"OH! DAN SEBAIKNYA KAU ISTIRAHAT. SEBENTAR LAGI AKAN MALAM." Teriak Azgul pada Helena.
'Tidak usah dipikirkan... ya.' Ucap Helena dalam benaknya sambil melihat Azgul menuju kearah roda pengendali kapal itu. "Mungkin perkataan Azgul ada benarnya. Hahahaha." Ucap Helena pada dirinya sendiri sambil melihat beberapa ikan-ikan yang berenang mendekati kapal ini.
Beberapa saat kemudian. . .
Kriet! Suara pintu yang terbuka dari ruangan kapten.
Terlihat Nerine sedang memeriksa peta yang sebelumnya diberikan oleh Helena diatas mejanya. "Oh, ternyata kau. Sudah selesai?" Tanya Nerine sambil melihat Helena yang baru saja tiba diruangannya.
"Ya, aku sudah selesai. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan pada anda, Kapten Nerine." Ucap Helena sambil menatap Nerine dengan tajam.
"Kebetulan sekali. Aku juga sedang senggang saat ini." Jawab Nerine pada Helena dengan senyum tipisnya, "Bagaimana kalau kita sekalian minum-minum? Putri Kecil?" Bujuk Nerine sambil mengeluarkan beberapa botol minuman dari dalam petinya.
'Aku lupa jika Nerine adalah seorang bajak laut, kalau saja aku bisa menolaknya.' Ucap Helena dalam benaknya. "Baiklah, tapi sebelumnya dimana Ceb- Audelia maksudku?" Tanya Helena yang sedikit hampir keceplosan.
"Aaaah, Dia saat ini sedang tertidur pulas di kamar tamuku." Jawab Nerine sambil menunjuk ke pintu di sebelah kanan ruangannya. "Yosh, ayo kita keluar, rivalku." Ucap Nerine sambil tersenyum semangat pada Helena.
'Ri-Ri-Rival? Apa maksudnya?' Kata batin Helena yang bingung sambil melihat Nerine memberikan 2 botol alkohol pada dirinya. "Jangan bengong. Ayo kita keluar, Alokohol akan lebih nikmat jika kita meminumnya sambil melihat kearah lautan." Ucap Nerine kemudian pergi membuka pintu itu.
Beberapa saat kemudian. . .
__ADS_1
Bulan purnama bersinar terang. Paus yang besar juga sedang berenang kepermukaan menikmati indahnya cahaya bulan, angin malam bertiup dingin sepoi-sepoi berbarengan dengan aroma air laut yang khas, bersamaan dengan itu terlihat mereka sedang duduk tepat diujung deck kapal terdepan.
"Glup! Glup! Glup! Pwaah! Memang paling tepat meminumnya didepan sini." Ucap Nerine yang baru saja selesai menenggak alkoholnya.
'Kenapa baunya menyengat sekali?! Baunya sangat berbeda dengan Wine!' Kata batin Helena sambil melihat segelas alkohol itu ditangannya. "Glup! PWAH!" Helena baaru saja menenggaknya "Kapten Nerine, sebenarnya minuman apa ini? Rasanya sangat pedas, dan ada sedikit rasa manis." Tanya Helena.
'Bodohnya aku. Gadis inikan dulunya seorang putri' Ucap Nerine dalam benaknya, "Ini adalah RUM, minuman hasil fermentasi air tebu. Aku mendapatkan ini setelah merompak Kapal Kerajaan Zealos." Jelas Nerine pada Helena.
"Me-Me-Merompak?" Tanya Helena dengan ekspresi yang terkejut. "Glup! Glup! Glup! Glup! PWAH! Itu benar. Tapi ini minuman terbaik untuk menemani kami saat melaut." Ucap Azgul yang duduk disebelah Helena.
"Hoi-hoi, kenapa kau juga ikut berada disini!?" Tanya Nerine sambil memandang Azgul dengan sinis, "Hooh~ Aku hanya ingin ikut bersantai dengan kalian. Hahahaha!" Ucap Azgul sambil tertawa.
"Ini adalah obrolan antar wanita." Jelas Nerine sambil menatap Azgul tajam, "Baiklah-baiklah. Tapi aku akan mengambil beberapa botol RUM didalam ruanganmu, Kapten Nerine.." Balas Azgul yang kemudian pergi meninggalkan mereka.
"JANGAN TERLALU BANYAK!" Teriak Nerine pada Azgul, "TENANG SAJA HANYA SEKITAR 6 BOTOL!" Teriak Azgul pada Nerine, "Terserah deh..." Ucap Nerine dengan wajah yang sedikit cemberut.
"Kapten Nerine, seperti apa hubunganmu dengan Azgul sebenarnya?" Tanya Helena yang bingung dengan kedekatan mereka berdua, "Yah.. dulunya dia adalah sainganku, namun setelah dirinya menikah. Dia berhenti jadi perompak dan dulunya dia juga salah satu dari 3 perompak penguasa lautan." Jelas Nerine.
"Penguasa lautan? Perompak?" Tanya Helena yang terkejut, "Azamante Gulag serigala perompak dari bukit Hwerun." Ucap Nerine pada Helena, "A-A-APA!? Azamante Gulag!? P-P-Padahal dia bilang dirinya lebih lemah dari kami saat pertama kali bertemu, dan juga bukit Hwerun yang saat ini menjadi sarang iblis terbesar itu!?" Kejut Helena.
"Aku tak menyangka, dampaknya akan sangat melebar seperti ini." Ucap Helena dengan raut wajah yang sedih, "Tak perlu dipikirkan, kalian juga sudah berusaha semaksimal mungkin. Jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Ucap Nerine sambil melihat kearah bulan purnama diujung lautan.
"Bagaimana kau menghadapi kenyataan setelah membaca catatan itu?" Tanya Helena sambil melihat segelas RUM ditangannya, "GLUP! GLUP! GLUP! Aku juga tidak mengerti, hanya saja aku merasa dirinya semakin jauh dariku." Jawab Nerine setelah menenggak RUMnya.
"Akan tetapi saat ini aku merasa lega setelah mendapat kabar dari Azgul tentang kalian. Sekarang dirinya sudah benar-benar berbeda dan bukan Warlen yang kukenal, aku percaya pada kalian dan teman-teman kalian." Lanjut Nerine sambil menggenggam erat gelasnya dengan kedua tangannya.
'Dia... jatuh cinta pada Warlen' Ucap Helena dalam benaknya, "GLUP! GLUP! GLUP! PWAH! Kalian sedang apa?" Tanya Audelia yang tiba-tiba muncul disebelah Helena, "Kau sudah bangun Putri Zealos?" Tanya Nerine, "HEI! CEBOL KAU TIDAK BOLEH MINUM ALKOHOL!" Bentak Helena padanya.
"Umurku 48 tahun. Jadi diamlah aku sudah dewasa." Ucap Audelia pada Helena, "A-A-APA!? 48 TAHUN!?" Ucap Helena yang terkejut, nampak Nerine tersenyum melihat mereka berdua.
"Kenapa? kau lebih muda dariku?" Tanya Audelia, "Dengar ya! Aku 9 tahun lebih tua darimu!" Bentak Helena, "Hoo~ Jadi yang paling tua hanya aku sendiri?" Ucap Nerine pada mereka.
Nampak mereka berdua terkejut mendengarnya, "M-M-Memangnya berapa umurmu? Kapten Nerine." Tanya Audelia, "Hei! Itu tidak sopan cebol!" Tegas Helena, "Sudahlah tak apa. Umurku 93 Tahun" Jawab Nerine.
__ADS_1
"I-itu benar juga ya, berarti bisa dibilang Warlen lebih tua dari kami." Ucap Helena, terlihat Audelia hanya mengangguk dengan cepat, "GLUP! GLUP! GLUP! PWAH! Nikmatnya! Sudah lama aku tak sesantai ini" Ucap Nerine sambil menenggak RUM nya.
Tiba-tiba saja muncul suatu mahluk yang sangat besar dari bawah air yang tenang itu, BYAR!!!!!! Suara dari hentakan air yang tinggi beriringan dengan munculnya mahluk itu.
...Pict From Google...
"A-APA ITU!?" Teriak Helena dan Audelia bersamaan karena terkejut, "KAPTEN NERINE, DAN TUAN AZGUL! CHARYBDIS TELAH MUNCUL!!" Teriak seluruh kru kapal.
"Ya.. aku bisa melihatnya bodoh." Ucap Nerine pada mereka, "Nerine, nampaknya kita harus menggunakan kekerasan." Ucap Azgul. "A-Apa yang ingin kalian lakukan!?" Tanya Audelia pada mereka, terlihat Helena kakinya gemetar karena takut melihat mahluk sebesar itu.
"Tentu saja menghajarnya." Ucap Nerine pada mereka sambil bersiap dengan mantranya. "Electricity Bringer of Destruction". Kemudian
...Pict From Google...
"Baiklah.. 'Agni Transform' " Ucap Azgul, kemudian.
...Pict From Google...
"MARI BERPESTA, NERINE!" ucap Azgul dengan suara yang sedikif berbeda.
END. .
_____________________________________________
NOTE : Mungkin updatenya bakal melambat, lagi ngerevisi bab-bab sebelumnya.. maaf ya.
Pesan Penullis :
__ADS_1
Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.
Terima Kasih