Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 23 : Malaikat Pelindung


__ADS_3

...•Siang Hari•...


...Kota Zealos...


...[Gerbang Selatan]...


Pertempuran antara Freya dan Valkyrie yang bersatu melawan Jorgan terus berlanjut hingga siang hari, matahari yang seharusnya berada dipaling atas langit seakan menghindar, tak ada sama sekali tanda-tanda cahayanya yang terlihat.


Tetesan air hujan yang terus-menerus membasahi bumi seakan masih berduka atas kepergian Audelia, pelukan erat dan air mata yang menetes dari sahabat kecilnya mulai memudar, dia mengeratkan giginya, menarik nafas sedalam-dalamnya, dan berteriak sekencang-kencangnya untuk menghilangkan perasaan duka di hatinya.


Namun semakin kuat dia berteriak, perasaan dukanya semakin cepat kembali, semakin dan semakin cepat kembali padanya, dia sudah kehilangan cahaya harapannya, orang yang paling dicintainya meninggalkannya.


Bunyi benturan pedang dan tombak terus terdengar, nafas yang terengah-engah, sihir yang secara terus-menerus ditembakan, tubuh yang mulai melemah, dan tatapan kebencian serta kemarahan yang ditunjukan oleh seorang wanita kepada lawan yang berada dihadapannya.


'Nona Freya, orang ini kuat sekali' kata Valkyrie dalam batin Freya, 'Tidak, dia sama sekali belum serius, dulu sekali aku pernah melihat kakekku bertarung, hanya dalam satu kali ayunan tombaknya dia bisa membelah gunung dengan mudah' jawab Freya dalam batin Valkyrie sambil memeriksa situasi Miresk.


Klang! bunyi dari tombak yang dilempar oleh Jorgan dan ditangkis oleh Freya.


"Jangan mengalihkan pandanganmu, Goddess of Ice" ucap Jorgan yang memunculkan kembali tombaknya.


"Dari mana kau tau tentang julukan itu!?" ucap Freya yang terkejut mendengar ucapan Jorgan.


"Biar kuberitahu satu hal, aku adalah kakekmu yang sebenarnya" jelas Jorgan sambil menatap Freya tajam.


"JANGAN BERCANDA! KAKEKKU ADALAH SEORANG PAHLAWAN! BUKAN SEORANG IBLIS SEPERTIMU!" Teriak Freya yang marah, dan menatap Jorgan dengan penuh kebencian.


"Baiklah, lalu kenapa aku belum juga membunuhmu? membuatmu sekarat, membuatmu kehilangan rekanmu yang berharga... aku hanya ingin kau sadar" jawab Jorgan sambil memperhatikan tombaknya.


Freya yang mendengar perkataan Jorgan semakin marah, namun dia menahan emosinya, "Sadar? baiklah, aku sadat aku harus membunuhmu sekarang, palsu"


"VALKYRIE'S FANG!" muncul sebuah pedang panjang berwarna hitam berbentuk taring ditangan kanan Freya.


"LIGHTNING FANG!" muncul percikan listrik berwarna oranye di pedang itu.


"FRADOX!" muncul aura air yang mengelilingi tubuh Freya.


"BLANSTA!" seluruh air yang mengelilingi tubuh Freya mulai berkumpul tepat diujung pedangnya disatu titik kecil, dan disekeliling titik itu terlihat ada aliran inti sihir yang mengelilinginya.


'Oh.. ini berbahaya' kata batin Jorgan sambil bersiap 'Diamond's E-' ugh.. sepertinya aku menggunakan terlalu banyak menggunakan mataku hari ini, nyut-nyut mata Jorgan merasakan sakit akibat penggunaanya.


'Hm..' terlihat jorgan menutup matanya, dan merasakan serangan Freya menggunakan indranya, dia berposisi berdiri tegak menghadap kearah Freya, namun dibalik itu semua dia sedang merencanakan sesuatu.


Nampak Freya terkejut dengan perubahan sikap Jorgan, 'kenapa dia menutup matanya?' ucap Freya dalam hatinya,


'Seseorang yang menggunakan inti sihir yang terlalu besar, pastinya akan mendapatkan efek yang besar juga, tapi...' jelas Valkyrie.

__ADS_1


'Tapi apa?' tanya Freya.


'Hanya saja... aku merasakan firasat yang sangat buruk..' jawab Valkyrie.


'Tenang saja, sekarang atau tidak sama sekali' tegas Freya dalam batinnya.


'Tapi... jika ini gagal ataupun berhasil, kemungkinan yang paling jelas, inti sihirmu akan habis, dan tubuhmu tidak akan sanggup menahannya, lalu...' jawab Valkyrie.


'Aku... percaya pada Alexander... dan jika aku gagal, kumohon bebaskanlah Helena, lagipula aku percaya padamu dan Warlen, Terima Kasih...' jelas Freya dalam batinnya.


Terlihat seluruh air sudah sepenuhnya memadat di ujung pedang Freya, dan diapun mulai berkuda-kuda dengan posisi menggenggam pedang kearah belakang dengan kedua tangannya, dan sedikit membungkuk, kakinya seperti bersiap untuk berlari.


Tekanan udara disekitarnya terasa hangat, dan memunculkan banyak sekali percikan-percikan listrik berwarna oranye, nampak Freya menarik nafasnya dalam-dalam, dia memperhatikan Jorgan dari atas kepala hingga kakinya.


'Kau siap Valkyrie?' tanya Freya dalam batinnya kemudian tersenyum.


'....' Valkyrie terdiam mendengar perkataan Freya, dan meneteskan air mata.


'KAU SIAP VALKYRIE!?' tanya Freya sekali lagi, dengan berteriak.


Nampak Valkyrie yang masih ragu teringat akan kejadian sebelumnya, dia teringat tentang kegagalannya untuk menjadi pelindung Warlen, dia teringat kegagalannya ketika Freya sekarat dan hampir mati, lalu dia meneguhkan hatinya untuk maju tanpa ragu.


'YA AKU SIAP, FREYA!' Teriak Valkyrie dalam batin Freya.


Terlihat Freya tersenyum mendengar perkataan itu, kemudian,


"GIEL!" Nampak seluruh jembatan yang ada disana, bergetar karena aliran listrik yang berasal dari Freya.


"TIME DILATION!" Teriak Freya dan Valkyrie secara bersamaan.


BLAR!! DROAAAA!! Freya melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi, bahkan merusak armor milik Freya, nampak baju zirah milik Freya berangsur-angsur hancur berkeping-keping, dan pembuluh darah Freya ikut pecah satu persatu.


Tubuhnya yang dipenuhi darah, dia mengeratkan pegangan pada senjatanya agar tidak terlepas, sekuat tenaga dia berlari, dengan seluruh kekuatan yang dia miliki, dan dengan harapan yang teguh dan kuat dia berusaha untuk melepas belenggu kakek dan putrinya Helena yang berada didalam jeratan iblis, hanya dalam jarak selangkah lagi dia bisa membunuh pria yang ada didepanya.


Terlihat Freya sudah berada didepan Jorgan dan bersiap untuk melakukan serangannya, namun 'Diamond's Eye' ucap Jorgan, hanya dalam perbedaan kurang dari sedetik dia bisa mematahkan 'Time Dilation' milik Freya.


Akan tetapi Freya yang sudah menyadari hal ini, 'GIEL!' ucap Freya yang secara cepat berpindah tepat dibelakang Jorgan seperti kilat.


"Begitu ya.." ucap Jorgan, kemudian terlihat Freya mengarahkan ujung pedangnya kearah jantung Jorgan dipunggungnya,


"BLANSTA HARTANTA!" teriak Freya, lalu DUM! Tembakan dari kepadatan air yang berkumpul disatu titik sebelumnya, menimbulkan tekanan yang sangat kuat dan besar, serta diikuti dengan tembakan ketiga 'blansta' lainnya.


Nampak Freya terlihat sudah berdarah-darah akibat pembuluh darah yang pecah di tubuhnya, dan tak disangka-sangka serangannya tidak hanya sampai situ saja.


Terlihat Freya mengangkat pedangnya keatas lalu,

__ADS_1


"Valkyrie's Grail" lalu pedangnya bercahaya, kemudian membesar dengan lebar tiga puluh meter dan panjang sepanjang seratus lima puluh meter, dan cahayanya menyinari seisi Kota Zealos.


Banyak penduduk kota yang kaget karena melihat hal itu.


Terlihat Helena dari balik jendela istana, lengkap dengan baju pernikahan bergaya kerajaan, juga  melihat pedang itu dengan perasaan yang sangat khawatir, 'Ada apa.. sebenarnya, Warlen..' ucapnya dalam hati dengan wajah sedih.


Nampak juga Daren dari balkon istana, dengan baju pernikahannya yang kesal karena melihat cahaya itu, 'Brengsek!' ucap kata hatinya lalu pergi menuju tahta kerjaan, dimana ayahnya sedang memerintah.


"DENGAN INI KAU AK-" belum selesai Freya melancarkan serangannya, dia batuk darah dan pedangnya terjatuh dari genggamannya, sehingga cahaya itu menghilang, 'FREYA! KAU SUDAH SAMPAI BATAS! HENTIKAN!!!' Teriak Valkyrie dalam batin Freya.


Freya merasakan sakit disekujur tubuhnya, perasaannya seperti seluruh tubuhmu akan meledak, dia terjatuh, dan tersungkur, dia memuntahkan banyak darah.


"Hampir saja.." ucap Jorgan yang ternyata masih berdiri tegak, namun dengan tampilan yang berbeda, seluruh tubuhnya dilapisi Permata berwarna hitam.


...



...


...Pict From Google...


'Brengsek, dia sama sekali tidak bergeming' kata batin Freya, yang kemudian berusaha untuk meraih pedangnya, 'FREYA! BERHENTILAH!' teriak Valkyrie dalam batinnya.


"Akan ku akhiri penderitaanmu" ucap Jorgan sambil menginjak telapak tangan Freya, kemudian Jorgan menggenggam tombaknya dan bersiap untuk melemparnya kearah Freya. 'Oxiomus' ..


"Maaf.." ucap Jorgan dengan tatapan dingin kearah Freya, Jrash! nampak terlihat Valkyrie keluar dari tubuh Freya, dan menahan serangan itu untuk melindungi Freya, sayangnya Valkyrie terkena tombak tepat dilehernya yang menyebabkan dia harus kehilangan nyawanya.


SLASH! Suara dari tombak yang memotong kepala Valkyrie tepat dihadapan Freya, dan bisa terlihat kepala Valkyrie yang menggelinding kehadapan Freya.


Freya yang melihat itu tak kuasa menahan air mata dan rasa marahnya, dia melihat kepala rekannya yang terlepas dari tubuhnya, dia menatap kearah tubuh Valkyrie dalam-dalam dan menyalahkan dirinya sendiri, dia berkata-kata dalam hatinya, dia sangat menyesal telah melakukan tindakan gegabah.


Duak! Suara dari tendangan Jorgan kearah tubuh Valkyrie yang tanpa kepala itu, yang menyebabkan tubuh Valkyrie terjatuh kebawah jembatan.


"Jadi, apa yang ingin kau lakukan, Freya?" ucap Jorgan sambil menodongkan ujung tombaknya kearah Freya.


Dari jauh terlihat tubuh Miresk yang terbaring disebelah Audelia yang sudah bangkit berdiri menatap Miresk.


_______________________________________


BAB VII PART 1 : HIS ANGER


Pesan Penullis :


Jika ada kesalahan kata saya mohon maaf, semoga kalian menikmati cerita saya.

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2