Pahlawan Dunia / Heroes Of The World

Pahlawan Dunia / Heroes Of The World
BAB 57 : Perjalanan Warlen


__ADS_3

Di Perkemahan Kerajaan Alphatheria, didalam salah satu tenda. Dapat dilihat Enzo dan Warlen yang berusaha untuk memutihkan nama mereka berdua, ada juga Nerine yang memeluk Celie, dan Gerina yang sedang memeluk Yun-Yun.


Disisilain terlihat Zarin, Jevanna, dan Garm yang memarahi Warlen juga Enzo, disebelah mereka ada juga dua orang prajurit yang memegangi Warlen dan Enzo agar tak terjadi perkelahian lebih lanjut.


"Sudah kubilang! Bukan aku yang melakukannya!" Bentak Enzo yang berusaha meluruskan kesalahpahaman gadis-gadis itu, dia terus saja mengatakan ini dan itu pada mereka.


Terlihat juga Warlen yang saat ini membantu Enzo meluruskan kekeliruan yang gadis-gadis itu kira, terlebih lagi juga ada Yun-Yun dan Celie yang malah menunjuk-nunjuk mereka berdua sambil menangis, bermaksud Playing Victim.


Caspian hanya diam tanpa kata menatap mereka semua yang berdebat, begitu juga dengan Mopelina yang berwajah datar, dia melihat dan menatap seakan ingin memukul kedua pria remaja itu.


"KAKAK JAHAT!" Sahut Celie yang pada saat itu menunjuk kearah Warlen dengan sombongnya layaknya orang yang punya kekuasaan, dan melirik Yun-Yun sambil mengedipkan matanya.


"Ou!" Ucap Yun-Yun menunjuk kearah Enzo, entah apa yang dipikirkannya, dia melanjutkan kata-katanya dengan nada yang meninggi. "KAKAK KASAR!"


Nampak terlihat Warlen dan Enzo hanya bisa menaikkan alisnya karena jengkel, singkat cerita sekarang mereka berdua mendapat nama panggilan baru yang cukup keren.


Tak selang beberapa lama, akhirnya mereka semuapun tenang kembali, bersamaan dengan itu juga, Caspian dan Enzo menceritakan keadaan Kerajaan Alphatheria pada Warlen.


Hal itu sedikit membuat Warlen tertegun sejenak, pertanyaan demi pertanyaanpun dilontarkan olehnya, sampai dia mendapatkan jawaban yang membuatnya puas.


Enzo mengatakan kalau kedatangan mereka kemari ialah untuk menjemput Warlen dan kelompoknya ke Kerajaan Alphatheria, Caspian juga memberitahu mereka kalau hal itu diperintahkan langsung oleh Freya.


Namun entah apa yang sedang dipikirkan oleh Warlen, dia ingin meninggalkan kelompoknya untuk pergi kesuatu tempat sebelum melakukan perang, dia merasa harus mengunjungi tempat itu.


Walau pada awalnya para gadis-gadis dan kedua pangeran itu menentangnya, Warlen tetap bersikeras untuk pergi seorang diri, dia mengerti saat ini keadaan dua Kerajaan terbesar sedang memanas.


Akan teapi Warlen yang keras kepala, tetap berpegang teguh dengan pemikirannya sendiri. Sampai akhirnya, mereka semua-pun membiarkan Warlen mengambil jalan yang ingin dia lalui.


Caspian juga memberitahukan pada Waren kalau waktu yang mereka punya hanya tinggal seminggu sebelum peperangan terjadi, dia juga menyampaikan lokasi tempat berkumpulnya pasukan Kerajaan Alphatheria.


"Sebenarnya kau ingin pergi kemana?" Tanya Nerine dengan raut wajah khawatirnya saat menatap Warlen, dirinya takut tidak disukai kalau memaksakan keinginannya untuk mengikuti Warlen.


"Tak apa, aku hanya ingin sendirian untuk beberapa saat." Tegas Warlen sambil mengelus kepala Nerine dengan lembut dan senyuman.


"Kakak! Jangan mati ya!" Tegur Zarin yang kemudian menjulurkan kepalan tangannya pada Warlen. "Janji padaku! Kakak tak boleh mati sebelum semuanya berakhir!" Lanjut Zarin.


Warlen menyambut uluran kepalan tangan adiknya memakai kepalan tangannya juga, seperti sedang melakulan tos dengan kepalan tangan. "Ya.. Aku janji kok.." Tegas Warlen pada Zarin sambil tersenyum lebar.


"Hei... Aku hanya ingin bilang.. Berhati-hatilah diluar sana saat sendirian. Kau itu ceroboh, kikuk, tak berpendirian dan bodoh." Sindir Garm yang mengangkat satu alisnya sambil bertolak pinggang memakai satu tangannya, dan tangannya yang lain menunjuk Warlen.

__ADS_1


"Tapi, hal itulah yang membuat kami mengikutimu dari awal Warlen, semua itu karena kau orang yang baik." Lanjut Garm yang membuang muka dengan wajah memerah, dan masih dengan posisi yang sama.


"Ahahahaha~ Akan kuingat.." Balas Warlen sambil menggenggam tangan Garm yang menunjuknya. "Terima Kasih." Lanjut Warlen dengan lembut seraya tersenyum menatap Garm.


"Kau tau? Tak ada orang yang lebih konyol dan bodoh dari dirimu, Kapten Warlen~" Ejek Jevanna yang bersilang tangan dan menatap Warlen dengan tatapan tajam, namun dapat dilihat wajah dari Jevanna sedikit memerah.


"Kau tau? Aku tak pernah bertemu dengan wanita bermulut tajam seperti dirimu, Jevanna." Balas Warlen dengan senyum tipis diwajahnya saat menatap Jevanna lembut.


"Hmph!" Respon Jevanna sambil membuang muka dan mengembungkan sebelah pipinya karena malu.


"Kakak Jahat! Kalau kakak mati, nanti aku dan Yun-Yun pasti datang untuk mengambil mayatmu!" Sahut Celie yang mengangkat tangannya dengan semangat kearah Warlen, dan kemudian melirik Yun-Yun. "Benarkan!?" Tegur Celie pada Yun-Yun.


"Ou!" Jawab Yun-Yun sambil mengangkat tangannya dengan senyuman dan nafas yang sengaja dikencangkan pertanda dirinya sangat semangat seperti Celie.


"Kalian ini ya... Kuharap itu tidak terjadi.." Balas Warlen sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, dan melihat dua gadis kecil itu dengan perasaan kesal yang tak bisa diungkapkan atau mau gimana lagi.


"Aku... tidak... suka... ikut... dengan... mu... Warlen..." Ucap Mopelina yang bernada rendah juga wajah datarnya, membuat gadis-gadis disana sedikit terkejut bingung.


"Aku tak ingin mengganggumu, berhati-hatilah. Kurang lebih begitu maksudnya, aku benar... kan??" Tanya Gerina pada Mopelina yang sama bingungnya dengan mereka, sebenarnya Gerina hanya asal bicara saja.


Tak disangka Mopelina mengangguk bermaksud membenarkan perkataan dari Gerina, hal itu membuat semuanya mengelus dada, tapi tidak dengan Gerina, dia shock berat.


"Baiklah-baiklah.. Aku tak tahu kau akan pergi kemana, tapi... JANGAN BERANI KAU MATI SEBELUM KITA BERTARUNG! KAU DENGAR AKU!? BOCAH!?" Bentak Pangeran Enzo yang pada saat itu menaikkan satu kakinya diatas bangku sambil menatap Warlen dengan sombongnya.


"HAH!? KAU MAU AKU MEMASUKKAN KEPALAMU KEDALAM LUBANG PANT*TMU SEKARANG!?" Balas Warlen yang kemudian melakukan hal yang sama dengan Pangeran Enzo, membuat situasi disana sedikit tegang.


Dapat terlihat Caspian malah tertawa sangat kencang hingga sulit bernafas dan menangis menatap keduanya. "AHAHAHAHAHA!!!! ADUH~ MAAF!!! HAHAHAHA!!!! Aku tak pernah menyangka Enzo yang kasar akan bersemangat seperti ini!!" Sisip Caspian didalam tawanya.


Mereka semua termasuk Enzo dan Warlen akhirnya ikut tertawa satu sama lain, bahkan mereka juga sempat melakukan perjanjian antara lelaki.


"Dengar.. Kita memang baru saja bertemu, tapi aku merasa harus mencoba dirimu, Pahlawan Kesepuluh." Tegas Enzo sambil mengulurkan tangannya bermaksud bersalam dengan Warlen.


"Heh! Coba saja! Pangeran Frell!" Balas Warlen sambil menyambut tangan dari Enzo, dan kemudian Warlen juga Enzo malah saling menguatkan eratan salaman mereka sekuat tenaga, bermaksud pamer kekuatan.


Semua orang-pun akhirnya sudah menyampaikan pesan mereka pada Warlen satu per satu, Warlen juga diberikan beberapa bekal makanan dan perlengakapan dalam perjalanan.


"Kalian tak usah khawatir padaku, aku pasti akan kembali secepatnya." Ucap Warlen kepada mereka semua, dia meneguhkan hatinya untuk melangkah keluar tenda dan berjalan seorang diri.


...•••...

__ADS_1


Singkat saja, dihari pertama perjalanan dari Sang Pahlawan Kesepuluh, Warlen Lilith Eirini.


Matahari pagi sudah berganti bulan dilangit, suasana diperkemahan prajurit yang sebelumnya berada di Reruntuhan Valhalla juga sudah tidak ada.


Saat ini terlihat Warlen yang seorang diri sedang berjalan kearah Barat Benua Elzia, disekeliling dirinya hanya terlihat sedikit pepohonan dan genangan air yang menyusuri langkah kakinya, sekarang dia sedang berada di Hutan Golbum.


Hutan Golbum


Letak tempatnya berada di bagian Barat Barat Laut Reruntuhan Valhalla dan berada di Tenggara Reruntuhan Kerajaan Duskford, tempatnya sangat akrab dengan pepohonan tinggi, udara yang gelap mencekam, dan juga sungai-sungai deras.


Hutan ini adalah tempat para kriminal kelas atas yang diasingkan dari seluruh Kerajaan benua Elzia, dan dijaga ketat oleh seseorang yang sangat dianggap sebagai juru kunci hutan yaitu seorang Dryad.


Dryad adalah peri hutan yang menjaga kelestarian alam, namun sejak runtuhnya Kerajaan Duskford dan juga Kerajaan Vinziala, Dryad itu dikabarkan menghilang dari Hutan Golbum.


Setelah Dryad itu menghilang, sekarang banyak sekali monster-monster buas yang mendiami hutan ini, bahkan tak sedikit kesaksian dari penduduk sekitar yang pernah melihat penampakan-penampakan mengerikan didalam Hutan Golbum.


Hanya berbekal beberapa perlengkapan seperti daging kering dan beberapa kendi air, Warlen terus menyusuri Hutan Golbum seorang diri, detik itu juga dia menyadari ada hal yang aneh disekitarnya.


Warlen merasa pepohonan disekelilingnya semakin meninggi, bahkan terlihat lebih tinggi dari sebuah saluran listrik udara (Sutet), jika mendongak keatas dan menandangnya dari bawah.


"Ini aneh sekali, padahal aku terus berjalan lurus." Gumam Warlen yang heran dengan keadaan disekitarnya, sebab sedari tadi dirinya merasa sudah berjalan sangat jauh. Akan tetapi dia terus saja mendapati dirinya ditempat yang sama, seakan seperti terus terulang.


Namun hal anehnya hanya perubahan dari pepohonan yang semakin meninggi. "Aneh sekali, padahal tadinya pohon ini sedikit lebih rendah. Tapi sekarang malah meninggi? Hm..." Gumam Warlen sambil melihat sekelilingnya.


Belum selesai Warlen berpikir, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan suara langkah kaki cepat yang menggemakan seisi hutan itu, sampai-sampai membuat getaran ditanahnya.


DUM! DUM! DUM! DUM! DUM!


Warlen yang merasa adanya bahaya langsung memfokuskan matanya kearah belakang pepohonan yang tertutupi oleh kegelapan, perasaan cemasnya semakin terlihat diwajah pahlawan kesepuluh itu.


Kemudian tiba-tiba saja, Warlen terkejut tak terkira, dia tak bergerak ataupun berbicara, matanya yang melebar terus terpaku pada sosok didepannya, keringat khawatirnya mulai menetes diwajah putihnya itu.


"Yang benar saja.." Kejut Warlen dengam perasaan cemasnya seraya bersiap-siap untuk bertarung dengan mahluk yang berada dihadapannya.


...Golbum Giant...



•••

__ADS_1


LANJUTANNYA DI NEXT YA!!!!


__ADS_2